Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Dyani Kusumowardhani; Pembimbing: Yaslis Ilyas; Penguji: Anhari Achadi, Ede Surya Darmawan, Mohammad Syahril, Titi Anggraeni Nasution
Abstrak:
Kondisi pandemi Covid-19 memaksa semua rumah sakit untuk bekerja keras agar dapat memberi layanan terbaik pada penyakit baru ini. Salah satunya adalah mencari cara pelayanan yang seefisien mungkin tanpa mengurangi mutu pelayanan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana penerapan Lean Management dapat menjadi cara bagi Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso (RSPI SS) untuk mencapai efisiensi pelayanan di Instalasi Perawatan Intensif (ICU). Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif observasional semi eksperimental dengan intervensi berupa perubahan alur pelayanan keperawatan. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, Focus Group Discussion, dan wawancara mendalam. Dari penelitian didapatkan bahwa untuk menangani pasien Covid-19 di ICU RSPI SS, perbandingan perawat-pasien 1:1 masih sesuai. Prinsip dasar cara kerja yang terstandarisasi diterapkan dengan memodifikasi cara pembagian waktu melakukan pelayanan menjadi 2 grup dan pengaturan alur pelayanan keperawatan. Prinsip dasar lainnya yaitu Kaizen diterapkan dengan evaluasi dan penyempurnaan alur secara terus menerus. Berbagai metoda Lean, yaitu Visual Management, 5S, dan Kanban diterapkan di ICU RSPI SS, termasuk untuk pemantauan pasien serta penyiapan obat dan Alat Pelindung Diri. Keterbatasan area nurse station menjadi kendala kelancaran pekerjaan. Disarankan untuk memanfaatkan teknologi informasi semaksimal mungkin, mengkaji perubahan letak nurse station utama, serta menerapkan Lean Management di unit-unit pelayanan lainnya
Read More
B-2244
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tiara Innotata; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Puput Oktamianti, Iin Rahayu Kurniawati, Peter Rusli
Abstrak:
Read More
Abstrak Penelitian ini berfokus pada penerapan budaya kerja yang belum dilaksanakan secara konsisten dan maksimal sehingga perlu adanya analisis kepatuhan budaya kerja di Rumah Sakit ‘Aisyiyah Bojonegoro dengan pendekatan 5S lean management. Penelitian ini bertujuan untuk dijadikan acuan Rumah Sakit Aisyiyah Bojonegoro dalam penerapan budaya kerja dengan lean management dalam rangka melayani masyarakat seefektif mungkin. Penelitian ini merupakan penelitian mix method yang memadukan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif. Hasil temuan dalam penelitian ini meliputi: Kondisi budaya kerja di Rumah Sakit Aisyiyah Bojonegoro saat ini telah melaksanakan 5S yang meliputi sort, store, shine, standardize, dan sustain. Namun dalam penerapannya masih belum maksimal sehingga perlu dilakukan penguatan. Faktor penghambat budaya kerja di Rumah Sakit Aisyiyah Bojonegoro meliputi kurangnya kesadaran karyawan, belum adanya standardize work dan SOP budaya kerja, dan kurangnya edukasi karyawan. Faktor pendukung budaya kerja di Rumah Sakit Aisyiyah Bojonegoro meliputi fasilitas dan memiliki team khusus budaya kerja. Dalam implementasi Sort masih sangat rendah dengan angka kepatuhan yang hanya 35%. Sedangkan untuk variabel Store 50.4% patuh, 49.6% tidak patuh. Untuk variabel Shine dan standardize lebih banyak yang tidak patuh. Pada variabel sustain hampir semua responden tidak patuh. Variabel yang berpengaruh/ berhubungan dengan kepatuhan budaya kerja adalah Fasilitas, SDM dan SOP dimana yang paling berpengaruh adalah variabel fasilitas dengan p value < 0.0001 (OR = 7.3).
Analysis of 5S Lean Management Work Culture Compliance at ‘Aisyiyah Bojonegoro Hospital Abstract This research focuses on the implementation of a work culture that has not been implemented consistently and optimally, so it is necessary to analyze of work culture compliance at 'Aisyiyah Bojonegoro Hospital with the 5S lean management approach. This study aims to be used as a reference for Aisyiyah Bojonegoro Hospital in implementing a work culture with lean management in order to serve the community as effectively as possible. This research is a mixed-methods study that combines qualitative and quantitative research. The findings in this study include: The current working culture conditions at Aisyiyah Bojonegoro Hospital have implemented 5S which includes sort, store, shine, standardize, and sustain. But in its implementation it is still not optimal so it needs to be strengthened. Factors inhibiting work culture at Aisyiyah Bojonegoro Hospital include lack of employee awareness, lack of standardized work and work culture SOPs, and lack of employee education. Factors supporting work culture at Aisyiyah Bojonegoro Hospital include facilities and having a special work culture team. The implementation of Sort is still very low with a compliance rate of only 35%. Whereas for the Store variable 50.4% complied, 49.6% did not comply. For Shine and standardize variables, there are more that don't comply. In the sustain variable, almost all respondents did not comply. The variables that influence/relate to work culture compliance are facilities, HR and SOP where the most influential variable is the facility variable with a p value
B-2362
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Stefanus Denny Yahya; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Dumilah Ayuningtyas, Susi Muhardini, Enny Ekasari
T-5820
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Agung Julipriohadi; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Suprijanto Rijadi, Vetty Yulianty Permanasari, Sonar, Susy Himawati
B-1747
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Bulan Kamillah; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Masyitoh, Situ Fatimah, Ryan Augustian
Abstrak:
Read More
Peningkatan jumlah kunjungan pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di RS Islam Jakarta Pondok Kopi berdampak langsung pada meningkatnya beban kerja Unit Farmasi Rawat Jalan, khususnya dalam pelayanan resep obat. Data rumah sakit menunjukkan bahwa waktu tunggu pelayanan resep pasien JKN masih melebihi standar pelayanan yang ditetapkan, terutama pada pelayanan resep obat jadi/nonracikan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan keluhan pasien, menurunkan kepuasan, serta memengaruhi mutu pelayanan farmasi rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu tunggu pelayanan resep obat jadi/nonracikan pasien JKN di Unit Farmasi Rawat Jalan RS Islam Jakarta Pondok Kopi dengan menggunakan pendekatan manajemen lean. Penelitian ini menggunakan desain operational research dengan pendekatan kuantitatif deskriptif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui time and motion study untuk mengukur waktu tunggu, lead time, cycle time, value added time, dan non value added time. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen untuk menggali hambatan pelayanan serta faktor penyebab terjadinya pemborosan. Analisis dilakukan dengan menggunakan Value Stream Mapping untuk memetakan kondisi awal dan kondisi setelah perbaikan, identifikasi aktivitas value added dan non value added, analisis waste, diagram Pareto, diagram fishbone, serta penerapan lean tools secara terbatas seperti 5S, Kanban, dan Spaghetti Diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lamanya waktu tunggu pelayanan resep pasien JKN dipengaruhi oleh tingginya volume resep, keterbatasan tenaga kefarmasian, alur kerja yang belum efisien, pergerakan petugas yang belum optimal, serta pemanfaatan sistem informasi yang masih perlu diperkuat. Identifikasi waste menunjukkan bahwa aktivitas waiting, overprocessing, dan defect merupakan pemborosan yang dominan dalam proses pelayanan. Setelah dilakukan uji coba perbaikan terbatas berbasis manajemen lean, terjadi penurunan waktu tunggu pelayanan resep obat jadi/nonracikan. Rata-rata lead time menurun dari 2 jam 15 menit 13 detik pada kondisi current state menjadi 58 menit 34 detik pada kondisi future state. Penurunan ini menunjukkan bahwa perbaikan alur kerja, penataan area kerja, penerapan sistem Kanban, dan penguatan koordinasi antarunit dapat menurunkan aktivitas non value added serta mempercepat proses pelayanan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan manajemen lean dapat digunakan untuk mengidentifikasi sumber inefisiensi dan mengurangi waktu tunggu pelayanan resep obat jadi/nonracikan pasien JKN di Unit Farmasi Rawat Jalan. Rekomendasi penelitian ini meliputi evaluasi waktu tunggu secara berkala, penyesuaian jumlah tenaga kefarmasian dengan beban kerja, penguatan sistem informasi, standardisasi alur kerja, serta keberlanjutan penerapan lean tools untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan farmasi rawat jalan.
The increase in the number of National Health Insurance (JKN) patient visits at Jakarta Pondok Kopi Islamic Hospital has had a direct impact on the workload of the Outpatient Pharmacy Unit, particularly in prescription services. Hospital data show that waiting times for JKN patient prescription services still exceed established service standards, especially for ready-to-use/non-compounded medications. This situation has the potential to lead to patient complaints, lower satisfaction, and affect the quality of outpatient pharmacy services. This study aims to analyze the waiting time for ready-to-use/non-compounded medication prescriptions for JKN patients at the Outpatient Pharmacy Unit of Jakarta Pondok Kopi Islamic Hospital using a lean management approach. This study employed an operational research design with both descriptive quantitative and qualitative approaches. The quantitative approach involved a time-and-motion study to measure waiting time, lead time, cycle time, value-added time, and non-value-added time. The qualitative approach utilized in-depth interviews and document reviews to identify service barriers and factors contributing to waste. Analysis was performed using Value Stream Mapping to map the initial conditions and conditions after improvement, identify value-added and non-value-added activities, analyze waste, and utilize Pareto diagrams, fishbone diagrams, and a limited application of lean tools such as 5S, Kanban, and Spaghetti Diagrams. The research findings indicate that the waiting time for prescription services for JKN patients is influenced by high prescription volume, limited pharmacy staff, inefficient workflows, suboptimal staff movement, and the need to strengthen the use of information systems. The identification of waste revealed that waiting, overprocessing, and defects are the dominant forms of waste in the service process. Following a limited pilot improvement project based on lean management, there was a reduction in waiting times for ready-to-use and non-compounded prescription services. The average lead time decreased from 2 hours, 15 minutes, and 13 seconds in the current state to 58 minutes and 34 seconds in the future state. This reduction demonstrates that workflow improvements, workspace reorganization, the implementation of the Kanban system, and strengthened inter-unit coordination can reduce non-value-added activities and accelerate the service process. The conclusion of this study indicates that the lean management approach can be used to identify sources of inefficiency and reduce waiting times for ready-to-dispense and non-compounded prescription services for JKN patients in the Outpatient Pharmacy Unit. The recommendations of this study include periodic evaluation of wait times, adjusting the number of pharmacy staff to match the workload, strengthening the information system, standardizing workflows, and continuing the application of lean tools to support improvements in the quality of outpatient pharmacy services.
T-7699
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
