Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Deni Eri Zulfirman; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Mufti Wirawan, James Evert Adolf Liku, Luqmantoro
Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui iklim keselamatan kerja, Iklim keselamatan mencerminkan persepsi pekerja tentang nilai sebenarnya dari keselamatan dalam suatu organisasi - sebagai faktor yang berkontribusi terhadap pengurangan cedera akibat kecelakaan. Untuk mengukur iklim keselamatan kerja tersebut, peneliti menggunakan kuisioner yang diterbtkan oleh pusat penelitian nasional untuk lingkungan kerja Denmark yaitu Nordic Safety Climate Questionnaire 50 (NOSACQ-50) yang berisi 50 pernyataan dan sudah dilakukan uji dan terjemahan dalam 40 bahasa, salah satunya adalah bahasa indonesia. Penelitian ini dilakukan di PT. Weir Minerals Indonesia Balikpapan yang dimulai pada bulan januari sampai maret 2021, objek penelitian ini adalah seluruh pekerja PT. WEIR MINERALS INDONESIA Balikpapan sebanyak 100 orang (total responden). Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 3 dimensi yang memiliki nilai rata-rata dibawah 3.30, yaitu dimensi pemberdayaan manajemen keselamatan kerja, dimensi keadilan manajemen keselamatan kerja dan dimensi prioritas keselamatan pekerja dan tidak ditoleransinya risiko bahaya. Perbaikan disarankan meliputi pengambilan keputusan dan menerima saran serta masukan dari pekerja terkait keselamatan kerja serta bersikap adil kepada pekerja terkait keselamatan dan kesehatan kerja bagi manajemen dan mengutamakan keselamatan kerja dan tidak mengambil risiko meskipun pekerjaan sedang padat dan mengurangi perilaku yang suka mengambil risiko berbahaya bagi para pekerja
Read More
T-6170
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irfan Muhammad; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Chandra Satrya, Ridwan Zahdi Syaaf, Christofel P. Simanjuntak, Angga Hadi Nugraha
Abstrak:
Di Indonesia pada tahun 2020 terjadi 177.000 kasus kecelakaan kerja dimana pada sektor transportasi menyumbang sebesar 9,3%. Kecelakaan kerja dapat terjadi karena lingkungan kerja yang tidak aman dan perilaku yang tidak aman yang bersumber dari manusia. Salah satu cara pendekatan keselamatan yang dapat digunakan dan berfokus kepada faktor manusia yaitu dengan melalui iklim keselamatan. Terkait dengan iklim keselamatan kerja di PT.XYZ belum pernah dilakukan pengukuran iklim keselamatan kerja. Dan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis iklim keselamatan kerja di PT.XYZ. Pengukuran iklim keselamatan kerja pada penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan metode NOSACQ-50. Dimana instrumen dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner NOSACQ-50. Dan setalah dilakukan pengolahan data diperoleh hasil tingkat iklim keselamatan kerja di PT.XYZ adalah dengan skor 3,03 yang berarti masuk kedalam katagori baik

In Indonesia in 2020 there were 177,000 cases of work accidents where the transportation sector contributed 9.3%. Work accidents can occur because of an unsafe work environment and unsafe behavior that comes from humans. One way to approach safety that can be used and focuses on the human factor is through a safety climate. Regarding the work safety climate at PT. XYZ, there has never been a work safety climate measurement. And this study aims to analyze the work safety climate at PT.XYZ. The measurement of the work safety climate in this study was carried out using the NOSACQ-50 method approach. Where the instrument in this study using the NOSACQ-50 questionnaire. And after processing the data, the results of the work safety climate level at PT. XYZ are with a score of 3.03, which means it is in the good category
Read More
T-6264
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Schehan Al Azhar; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Abdul Kadir, Galuh Ayu Ekaprastika
Abstrak:
Tingginya angka kecelakaan di sektor manufaktur, korelasi antara safety climate dengan kejadian kecelakaan, serta tingkat safety climate pada unit produksi di perusahaan yang cenderung lebih rendah dibanding unit lain, menunjukan bahwa perusahaan perlu berupaya menciptakan suasana kerja yang baik agar dapat menghasilkan safety climate yang positif khususnya pada unit produksi di perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis safety climate di unit produksi PT X dimana PT X belum pernah melakukan pengukuran safety climate sebelumnya. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional dengan metode analisis deskriptif dan inferensial. Sampel sebanyak 114 responden menggunakan teknik simple random sampling pada pekerja di divisi produksi dan packing. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah NOSACQ-50. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor safety climate di unit produksi PT X adalah 3,15. Seluruh dimensi yang diukur mendapatkan skor rata rata antara 3,06 sampai 3,26. Skor rata-rata safety climate pada kelompok jenis kelamin, masa kerja, dan status kepegawaian menunjukkan perbedaan signifakan pada dimensi worker's safety priority and risk non-acceptance dan tidak ada perbedaan signifikan pada dimensi lainnya. Seluruh dimensi safety climate di unit produksi PT X masuk ke dalam kategori cukup baik. Upaya peningkatan dapat dilakukan dengan meningkatkan efektifitas program terkait persepsi keselamatan dan mengupayakan keaktifan para pekerja serta menyamakan persepsi akan risiko dan bahaya untuk para pekerja.

The high rate of accidents in the manufacturing sector, the correlation between safety climate and accidents, and the level of safety climate in the production unit in the company which tends to be lower than other units, show that companies need to strive to create a good working atmosphere in order to produce a positive safety climate, especially in the production unit in the company. This study aims to analyze the safety climate in the production unit of PT X where PT X has never measured safety climate before. This research is a cross-sectional study with descriptive and inferential analysis methods. A sample of 114 respondents using simple random sampling technique on workers in the production and packing division. The instrument used in this study is NOSACQ-50. The results showed that the average safety climate score in the PT X production unit was 3.15. All dimensions measured get an average score between 3.06 to 3.26. The average score of safety climate in groups of gender, length of service, and employment status shows significant differences in the dimensions of worker's safety priority and risk non-acceptance and there are no significant differences in other dimensions. All dimensions of safety climate in the PT X production unit fall into the fairly good category. Improvement can be carried out by increasing the effectiveness of programs related to safety perceptions and seeking the activeness of workers and equalizing perceptions of risks and hazards for workers.
Read More
S-11652
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diva Naura Nurannisa; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Heri Heryadi
Abstrak:
Tingginya angka unsafe action dan unsafe condition yang ditemui oleh PT X selama satu tahun terakhir menunjukkan bahwa perusahaan perlu membangun iklim keselamatan yang lebih positif. Adanya faktor tersebut dapat bermuara pada terjadinya kejadian kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran iklim keselamatan di PT X melalui survei persepsi pekerja terhadap keselamatan menggunakan kuesioner NOSACQ-50. PT X saat ini belum pernah melakukan pengukuran terhadap iklim keselamatan. Penelitian ini merupakan penelitian semikuantitatif dengan desain studi cross sectional. Pada 124 sampel digunakan proportionate stratified random sampling agar setiap strata dalam populasi mewakili secara proporsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim keselamatan di PT X tahun 2025 berada dalam kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 3,34. Hal ini menggambarkan bahwa sebagian besar pekerja di PT X sudah memiliki persepsi yang positif terhadap keselamatan. Persepsi pekerja terhadap komitmen mereka tentang keselamatan mendapatkan nilai tertinggi, artinya sebagian besar pekerja mempunyai komitmen untuk berperilaku selamat. Akan tetapi, persepsi pekerja terhadap pemberdayaan pekerja oleh manajemen, keadilan keselamatan oleh manajemen, serta prioritas pekerja terhadap keselamatan dan penolakan risiko masih membutuhkan perhatian untuk dapat ditingkatkan. Upaya seperti pelatihan keselamatan yang berkelanjutan, pemberdayaan pekerja, penguatan komunikasi keselamatan, dan pembentukan budaya kerja yang positif dapat dilakukan untuk meningkatkan persepsi pekerja terhadap keselamatan.


The high rate of unsafe actions and unsafe conditions encountered by PT X over the past year indicates that the company needs to build more positive safety climate. These factors pose a significant risk of occupational accidents. This study aims to assess the safety climate at PT X by exploring workers' perceptions of safety using NOSACQ-50. PT X has never measured the safety climate. This study is semi-quantitative study with cross-sectional study design. In 124 samples, proportionate stratified random sampling was used so that each stratum in the population could be represented proportionally. The findings revealed that the overall safety climate at PT X was categorized as good, with an average score of 3.34. This indicates that the majority of workers possess a positive perception of safety. The highest score was observed in the dimension of workers’ commitment to safety, reflecting a strong individual commitment to safe behavior. However, workers' perceptions of management safety empowerment, management safety justice, and workers’ safety priority and risk non-acceptance still need attention to be improved. Interventions such as ongoing safety training, worker empowerment, strengthening safety communication, and establishing a positive work culture can be made to strengthen workers' perceptions and overall safety climate.
Read More
S-12058
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Zuliarti; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Dadan Erwandi, Wayne Satria, Gustina
Abstrak:
Safety Climate dalam suatu organisasi merupakan gambaran/snapshot perilaku maupun persepsi pekerja di dalam organisasi. Safety Climate dipercaya sebagai predictor penting dalam menilai perilaku selamat maupun outcome keselamatan. Penelitian ini menganalisis profil Safety Climate di Area Operasi XXX di PT. XYZ pada tahun 2020 dan mengevaluasi korelasi antara Faktor Personal dan Faktor Pekerjaan terhadap Safety Climate. Survey elektronik Nordic Safety Climate Questionaire (NOSACQ-50) digunakan pada penelitian ini untuk menganalis profil 7 dimensi Safety Climate di PT XYZ. Hubungan antara Faktor Pekerjaan dan Faktor Personal terhadap Safety Climate di PT. XYZ tahun 2020 di analisis dengan menggunakan chi-square. 82 orang responden mengikuti penelitian ini. 13 informan menjadi narasumber dalam wawancara tidak terstruktur yang dilakukan untuk mengkonfirmasi hasil penelitian. Peneliti juga menambahkan data hasil observasi yang tidak terstruktur untuk memperkuat hasil penelitian yang didapatkan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa “Keadilan Manajemen Terhadap Keselamatan Kerja” dan “Pembelajaran dan Komunikasi” menempati kategori (Cukup Buruk), sedangkan “Prioritas Keselamatan Pekerja dan Tidak Ada Toleransi Risiko Bahaya” menempati kategori (Buruk). Berdasarkan hasil uji korelasi dengan faktor Personal menunjukkan hasil: 1) “Prioritas & Komitmen Manajemen Kepada K3” memiliki hubungan signifikan dengan “Usia” dan “Pendidikan Terakhir”; 2) “Pengembangan Manajemen Keselamatan Kerja” memiliki hubungan signifikan dengan “Usia”; 3) “Keadilan Manajemen Terhadap Keselamatan Kerja” memiliki hubungan signifikan dengan “Usia”; 4) “Prioritas Keselamatan Pekerja dan Tidak Ada Toleransi Risiko Bahaya” memiliki hubungan signifikan dengan “Pendidikan Terakhir”. Sedangkan hasil uji korelasi dengan faktor Pekerjaan mendapatkan: 1) “Prioritas & Komitmen Manajemen Kepada K3” memiliki hubungan signifikan dengan “Posisi/Jabatan”; 2) “Pengembangan Manajemen Keselamatan Kerja” memiliki hubungan signifikan dengan “Shift Kerja” dan “Posisi/Jabatan”; 3) “Keadilan Manajemen Terhadap Keselamatan Kerja” memiliki hubungan signifikan dengan “Shift Kerja” dan “Posisi/Jabatan”; dan 4) “Pembelajaran dan Komunikasi” memiliki hubungan signifikan dengan “Departemen”. Rekomendasi dari penelitian ini ditekankan pada Dimensi yang dikategorikan (Cukup Buruk) dan (Buruk) untuk segera ditingkatkan oleh PT.XYZ dengan berbagai upaya seperti: 1) Pemberian Safety Reward dan Punishment yang tepat dengan pengawasan yang dilakukan dengan baik, 2) Pemilihan Safety Patrol yang berasal dari pekerja yang taat didalam Departemen yang kemudian akan menjadi pengawas dan pemberi contoh K3 di Departemennya, 3) Melakukan Safety Training yang merata kepada seluruh karyawan dan dalam waktu yang berkala. Kata kunci: Safety Climate, Oleochemicals, K3, NOSACQ-50, Multi-level, Demografik

Safety Climate is a snapshot of behavior or perception of employee in Organisational context. Safety Climate is considered as a main predictor for examining safe behavior and safety performance outcome. This reseach analyzes Safety Climate profile in Operation Area XXX of PT. XYZ in 2020 and evaluates the correlation between (Personal Attributes, Work Attributes) and Safety Climate. Online survey was conducted based on Nordic Safety Climate Questionaire (NOSACQ-50) to analyze the profile of 7 Safety Climate Dimension in PT. XYZ. The correlations between (Personal Attributes, Work Attributes) and Safety Climate were analyzed using Chi-square. 82 respondent were participating in this research. In addition to that, 13 informants became a respondent of unconstructed interview to confirm the results of this research. In addition to that, Researcher also added some unconstructed walkthrough survey results to support the results. Based on results, “Management Safety Justice” and “Safety Communication, Learning, and Trust in Co-Workers’ Safety Competence” are categorized as (Fairly Bad), “Workers’ Safety Priority and Risk Non-Acceptance” is categorized as (Bad). Based on correlation results with personal attributes, it shows that: 1) “Management Safety Priority, Commitment and Competence” has a significant correlation with “Age” and “Educational Background”; 2) “Management Safety Empowerment” has a significant correlation with “Age”; 3) “Management Safety Justice” has a significant correlation with “Age”; 4) “Workers’ Safety Priority and Risk Non-Acceptance” has a significant correlation with “Educational Background”. Based on correlation results with work attributes, it shows that: 1) “Management Safety Priority, Commitment and Competence” has a significant correlation with “Employment Position/Grade”; 2) “Management Safety Empowerment” has a significant correlation with “Shift” and “Employment Position/Grade”; 3) “Management Safety Justice” has a significant correlation with “Shift” and “Employment Position/Grade”; and 4) “Safety Communication, Learning, and Trust in Co-Workers’ Safety Competence” has a significant correlation with “Department”. Recommendations of this research is mainly focused on those Dimensions who are categorized (Fairly Bad) and (Bad) to be improved by PT.XYZ with actions such as: 1) Safety Reward and Safety Punishment with a good audit performance, 2) Conduct and perform Safety Patrol Personnel who are chosen by management to be an audit and an example of HSE in their Department, 3) Perform a fair Safety Training for every employees with the most suitable time interval. Key words: Safety Climate, Oleochemicals, OHS, NOSACQ-50, Multi-level, Demographic
Read More
T-6189
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive