Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Siti Maemunah; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Helen Andriani, Cut Putri Arianie, Yusra Egayanti
Abstrak:
Peningkatan konsumsi gula, garam, dan lemak dari pangan olahan termasuk mi instan menjadi salah satu ancaman kesehatan. Berdasarkan hasil observasi 20 produk mi instan ditemukan kandungan natrium mi instan per bungkus hampir ¾ AKG atau 2/3 AKG per 80 g. Pemerintah menetapkan Peraturan Badan POM Nomor 22 Tahun 2019 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perilaku konsumen, karakteristik responden, pengetahuan gizi, sikap, kemampuan membaca label ING, dan keterpaparan sumber informasi pada konsumen berusia ≥18 tahun. Penelitian menggunakan metode kuantitatif melalui survei daring dengan aplikasi Google Form. Teori penelitian menggunakan teori modifikasi dari Drichoutis et al., (2006) dan Drichoutis et al., (2008) dengan variable dependen penggunaan informasi nilai gizi dan variabel independen karakteristik responden, pengetahuan zat gizi, sikap terhadap kesehatan dan label informasi nilai gizi, kemampuan membaca label informasi nilai gizi, persepsi terhadap karakteristik produk, dan keterpaparan sumber informasi. Hasil penelitian menunjukkan 47,9% responden menggunakan informasi nilai gizi dan 52,1% tidak menggunakan. Terdapat 60,9% yang membaca garam (natrium) dan karbohidrat. Ada hubungan signifikan antara diet khusus, persepsi terhadap kandungan gizi produk, dan keterpaparan sumber media informasi. Hasil analisis multivariat, ada hubungan signifikan antara diet khusus dengan penggunaan informasi nilai gizi dengan OR 7,0. Penelitian merekomendasikan perlunya strategi yang melibatkan lintas sektor baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun sektor swasta untuk meningkatkan penggunaan label informasi nilai gizi seperti upaya peningkatan penggunaan label informasi nilai gizi yang terintegrasi dengan upaya peningkatan perilaku hidup sehat, peningkatan pemahaman pentingnya label ING serta peningkatan kesadaran konsumen tentang kesehatan. Diusulkan penggunaan tools berbasis web sebagai sarana promosi kesehatan agar dapat menjangkau populasi lebih luas

Increasing consumption of sugar, salt, and fat from processed foods including instant noodles is one of the challenges for health. Based on observations of 20 noodles it was found that instant noodle sodium per pack is almost ¾ AKG or almost 2/3 AKG per 80 g. The Government has established Regulation of NADFC Number 22 the Year 2019 regarding Nutrition Facts on Processed Food Labels. This study aims is to determine consumer behaviour, respondent characteristics, nutritional knowledge, attitudes, ability to read nutrition facts labels, and exposure to information sources for consumers aged ≥18 years. This research uses quantitative methods through online surveys with the Google Form application. The theory used in this research is the modification theory from Drichoutis et al., (2006) and Drichoutis et al., (2008) using the dependent variable the use of nutrition facts, and the independent variables are respondent characteristics, nutrient knowledge, attitudes to health and nutrition facts, ability to read nutrition facts labels, perceptions of product characteristics, and exposure to information sources. The results showed 47.9% of respondents used nutrition facts and 52.1% of respondents did not use. In the information section of the nutrition facts, 60.9% read salt (sodium) and carbohydrate. There is a significant association between residence, special diets, perceptions of product content, and exposure to sources of information media. Multivariate analysis results, there is a significant association between special diets with the use of nutrition facts with OR 7.0. This study recommends the need for strategies that involve cross-sector from the central government, regional governments, and the private sector to increase the use of nutrition information labels such as efforts to increase the use nutrition facts labels that are integrated with efforts to  improve healthy behaviour, increase understanding of the importance of nutrition facts and increase consumer awareness about health. A web-based tool is also proposed as a means of health promotion to facilitate wider participation.

Read More
T-5942
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lucie Widowati ... [et al.]
MPPK Vol.29, No.2
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2019
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andrea Maria Karundeng; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Ahmad Syafiq, Anna Fitriani
Abstrak:
Informasi Nilai Gizi (ING) merupakan sumber informasi kandungan gizi yang terdapat pada pangan olahan. ING jika digunakan dengan baik maka dapat mengarahkan konsumen ke pola konsumsi yang sehat. Remaja usia 15-19 tahun menjadi kelompok usia yang paling sering mengonsumsi mi instan, hingga mencapai lebih dari satu kali per hari yang artinya asupan natriumnya melebihi anjuran asupan harian. Jika kebiasaan diteruskan, maka akan timbul risiko hipertensi pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan ING pada mi instan oleh remaja di SMA Pangudi Luhur II Servasius. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2022 menggunakan desain cross sectional yang diikuti 181 responden melalui purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner online yang kemudian dianalisis univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa proporsi remaja di SMA Pangudi Luhur II Servasius yang menggunakan ING adalah sebanyak 54,7%. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara variabel status gizi, status diet, uang saku, pengetahuan gizi & ING, kemampuan membaca ING, sikap terhadap kesehatan dan ING, serta persepsi terhadap harga dan rasa produk mi instan dengan penggunaan ING. Keterpaparan informasi tentang ING dan persepsi terhadap kandungan gizi produk mi instan memiliki hubungan yang signifikan dengan penggunaan ING.

Nutrition Facts (NF) is source of information regarding on the nutritional content contained in processed food. If used properly, NF can lead consumers to healthier lifestyle. Teenagers aged 15-19 years consume instant noodles most often, reaching more than 1 time per day, which means that their sodium intake exceeds the recommended daily intake. If the habit is continued, risk of hypertension in adolescents will be higher. This study aims to analyze factors associated with the use of instant noodles NF by adolescents at SMA Pangudi Luhur II Servasius This research was conducted in August 2022 using a cross-sectional design, with 181 respondents using purposive sampling. Data were obtained through an online questionnaire which was analyzed using SPSS. The results: proportion of adolescents in SMA Pangudi Luhur II Servasius who used NF was 54.7%. There was no significant relationship between the variables of gender, nutritional status, diet status, allowance, nutrition & NF knowledge, ability to read NF, attitudes towards health and NF, as well as perceptions of the price and taste of instant noodle products with the use of NF. Exposure to information about NF and perceptions of instant noodle?s nutritional value have a significant relationship with the usage of NF.
Read More
S-11151
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mega Dwi Kartika; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Endang L. Achadi, Titus Priyo Harjatmo
S-8846
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hajar Shofiyya; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Presiana Deska
Abstrak: Pemahaman terhadap informasi nilai gizi pada kemasan harus diperhatikan karena akan memengaruhi pemilihan makanan sehari-hari. Kurangnya pemahaman terhadap informasi nilai gizi akan berdampak pada pemilihan makanan yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat pemahaman label informasi nilai gizi. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional pada 210 siswa/i SMA Negeri 2 Depok pada bulan Mei 2017. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan) serta pengisian kuesioner secara mandiri. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 61,6% responden memiliki tingkat pemahaman label informasi nilai gizi yang kurang. Berdasarkan analisis bivariate diketahui bahwa terdapat hubungan bermakna antara jenis kelamin dan motivasi dalam memilih makanan dengan tingkat pemahaman label informasi nilai gizi.
Kata Kunci: Label informasi nilai gizi, pemahaman label informasi nilai gizi, remaja

Understanding of nutrition label on the packaging should be noticed because it affects daily food selection. Lack of understanding of nutrition label will impact on inappropriate food selection. The aim of this study is to determine factors associated with understanding level of nutrition label. This study used crosssectional design on 210 students of SMA Negeri 2 Depok in May 2017. Data were collected with antropometric measurement (weight and height) and selfadministered questionnaire. The results showed 61,6% of respondents have less understanding of nutrition label. According to bivariate analysis, there was a significant association between gender and motivation in choosing food with understanding level of nutrition label.
Keywords: nutrition label, adolescent, understanding of nutrition label
Read More
S-9450
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahma Marfuatim Mutohharoh; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Kamaluddin Latief
S-7931
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Septi Lidya Sari; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Trini Sudiarti, Pardi Supardi
Abstrak: Sugar-sweetened beverages (SSBs) merupakan jenis minuman padat kalori dan tinggikandungan gula tambahan namun rendah nilai zat gizi. Apabila dikonsumsi secaraberlebihan dapat meningkatkan kejadian obesitas dan penyakit tidak menular lainnyapada remaja. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui prevalensi konsumsi SSBskemasan dan diketahuinya perbedaan proposi tingkat konsumsi SSBs kemasanberdasarkan karakteristik individu, penggunaan label pangan, aktivitas fisik, dan faktorlingkungan. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan karakteristikresponden yaitu siswa/I SMA Budhi Warman 2 Jakarta kelas X dan XI sebanyak 185siswa pada April 2020. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner onlineberupa google form secara mandiri. Data yang diperoleh akan dianalisis secara univariatdan bivariat (chi-square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 64,9% siswaSMA Budhi Warman 2 Jakarta mengonsumsi SSBs kemasan tingkat tinggi (≥ 2x/hari).Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat perbedaan proporsi yang signifikanantara jenis kelamin, pengetahuan SSBs, kemampuan membaca label informasi nilai gizi,ketersediaan SSBs kemasan di rumah, konsumsi SSBs kemasan ibu, dan pengaruh temansebaya dengan tingkat konsumsi SSBs kemasan. Peneliti menyarankan agar siswa lebihselektif dalam memilih jenis minuman kemasan dan mempelajari serta memahami labelinformasi nilai gizi. Pihak sekolah disarankan untuk memberikan edukasi mengenaikonsumsi SSBs kemasan, label pangan terutama label informasi nilai gizi, dan giziseimbang. Masyarakat disarankan untuk memperhatikan persediaan SSBs kemasan dirumah dan menjadi panutan bagi anak dalam menerapkan perilaku konsumsi minumanyang lebih sehat.Kata kunci:Label informasi nilai gizi, Minuman berpemanis kemasan, Remaja.
Read More
S-10525
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kholida Eliyana; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Fadila Wirawan
Abstrak:
Label informasi nilai gizi produk pangan kemasan dapat digunakan untuk memantau asupan makanan, sehingga pemahaman terhadap informasi nilai gizi pada kemasan harus diperhatikan karena akan mempengaruhi pemilihan makanan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan membaca label informasi nilai gizi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilaksanakan bulan Mei-Juli 2023 pada Mahasiswa Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia. Sampel penelitian ini yaitu 208 responden melalui pengisian kuesioner. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua cara, yaitu chi square dan uji t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30,8% responden memiliki kebiasaan baik dalam membaca label informasi nilai gizi. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara gaya hidup dan pengetahuan gizi pada produk pangan kemasan dengan kebiasaan membaca label informasi nilai gizi. Oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai keuntungan dan cara membaca label informasi nilai gizi untuk meningkatkan kebiasaan yang baik dalam membaca label informasi gizi sebelum membeli produk pangan kemasan.

Nutrition labels on packaged food products can be utilized to monitor dietary intake and understanding of nutrition labels on the packaging should be noticed because it affects daily food selection. Lack of understanding of nutrition labels will impact inappropriate food selection. The Objective of this study is to identify the factors influencing the habit of reading nutritional information labels. The research adopts a quantitative approach with a cross-sectional design. Data collection was conducted from May to July 2023 among students from the Health Sciences Cluster at the University of Indonesia. The sample in this study was 208 respondents who were collected with a self-administered questionnaire and who were selected using accidental sampling. The study utilized two statistical analysis methods: chi-square and independent t-test. This study showed that 30,8% respondents have a good habit of reading nutrition labels. According to bivariate analysis, there was a significant association between healthy lifestyle and nutrition knowledge of packaged food products with the habit of reading nutritional information labels. Therefore, it is necessary to improve knowledge and understanding of the benefits and methods of reading nutritional information labels to enhance the good habit of reading such labels before purchasing packaged food products
Read More
S-11467
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syarifah Aqilah; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Diah Muliawati Utari, Dyah Santi Puspitasari
S-8740
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maitri Prasetyo; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Deksa Presiana
S-9673
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive