Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 46 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Natassia Napitupulu; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Robiana Modjo, Yuni Kusminanti
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang peranan ergonomi dalam ruang kerja terkait dengan penggunaan komputer di PT.X. Skripsi ini bertujuan agar pekerja memiliki pengetahuan mengenaipentingnya ergonomi dalam rangka meningkatkan kesehatan, terutama untuk mencegah terjadinya penyakit yang ditimbulkan akibat bekerja di depan layar komputer setiap hari. Penelitian ini adalah penelitian semi kualitatif, dengan mengambil data wawancara dari pekerja yang sehari-hari bekerja lalu kemudian melakukan analisa terhadap data-data tersebut berdasarkan standar ergonomi yang berlaku internasional.
Read More
S-5669
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Usman Haris Salman; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Fatma Lestari, Baiduri Widanarko, Waluyo Martowiyoto, Agung Surya Irawan
Abstrak:
Sebagai tempat kerja, perkantoran memiliki bahaya dan risiko yang signifikan khususnya terkait dengan interaksi antara manusia dengan komputer kerja. Bahaya dan resiko ini memiliki konsekuensi terhadap kesehatan pekerja, aspek finansial secara langsung maupun tidak langsung dan produktivitas perusahaan yang terganggu. Oleh karena itu, guna melindungi sumber daya manusia, aset, dan fasilitas perusahaan, diperlukan program office ergonomics yang komprehensif dalam mengatur faktor resiko musculoskeletal disorders yang timbul dari interaksi pekerja dengan komputer. Sebagai langkah awal, diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan persepsi pekerja akan aspek office ergonomics. Pengetahuan dan persepsi adalah landasan dasar dalam upaya merubah perilaku sehat supaya pekerja mampu mengontrol faktor resiko musculoskeletal disorders. Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan persepsi pekerja, penelitian ini melakukan analisis pengaruh intervensi pelatihan office ergonomics terhadap pengetahuan dan persepsi pekerja perkantoran PT XYZ. Penelitian kuasieksperimental dilakukan dengan melibatkan kelompok intervensi dan kelompok pembanding. Kelompok intervensi diberi dua perlakuan yaitu intervensi self-learning dan pelatihan office ergonomics secara daring. Kelompok pembanding hanya diberi satu intervensi self-learning saja. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa pelatihan office ergonomics yang dilakukan secara daring meningkatkan pengetahuan dan persepsi keseluruhan pekerja perkantoran PT XYZ. Pelatihan pelatihan office ergonomics secara daring memberi pengaruh lebih bermakna dibanding intervensi bersifat self-learning.

As a workplace, office environments have significant hazards and risks associated with the interactions between human and computer. The consequences that may arise are related with the healthy state of worker, direct and indirect financial impact, and company productivity impact. In order to protect the workers, company assets and facilities; a comprehensive office ergonomics program is required to manage the risk factors of musculoskeletal disorders. As a start, necessary measures are required to improve the knowledge and perceptions of workers in the aspects of office ergonomics. Knowledge and perception are the foundation to achieve healthy behavioral changes. The healthy behavioral change is required for workers to control the risk factors of musculoskeletal disorders. Education, in the form of training, acts as one of critical factors to increase knowledge and perception. This study is performed to analyze the effect of office ergonomics training intervention on the knowledge and perception of office workers at PT XYZ. Quasi-experimental research was selected by involving both, the intervention and comparison groups. Two treatments were given to the intervention group, they are self-learning type intervention and online office ergonomics training intervention. Only one treatment was given to the comparison group, the self-learning intervention. Based on the research, it is concluded that the online office ergonomics training increased the knowledge and overall perceptions of the office workers of PT XYZ. Online office ergonomics training gave a more significant influence than the self-learning type intervention.

Read More
T-5938
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Luthfi; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Supriadi
Abstrak: Pekerja Administasi berisiko terkena GOTRAK (gangguan otot rangka). Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran risiko ergonomi terkait keluhan GOTRAK pekerja administrasi pada aktivitas mengetik. Metode penilaian yang digunakan adalah RULA, QEC, ROSA dan NBQ. Penilaian mendapati hasil yang selaras, bahwa aktivitas mengetik berisiko tinggi, perlu diteliti lebih lanjut secara berkala dan perubahan diperlukan secepatnya. Postur yang berhubungan dengan alat kerja komputer berada pada kategori area yang membutuhkan intervensi ergonomi. Leher, bahu kiri, bahu kanan, punggung atas, dan punggung bawah merupakan bagian yang paling banyak dikeluhkan, baik selama 1 tahun maupun 1 minggu terakhir. Mengetik merupakan aktivitas paling berisiko pada pekerjaan administrasi.
Kata kunci: ergonomi, kantor, otot rangka.

Administrative workers are at risk for MSDs (Musculoskeletal Disorders). This research was conducted in order to give a description of ergonomic risk related to MSDs on typing activity among administration workers. Methodology that were used are RULA, QEC, ROSA, and NBQ. Results show that typing is a high risk activity, further evaluation are frequently required and changes need to be made. Posture while using computer are in category which needs ergonomic intervention. Neck, right and left shoulder, upper and lower back, are areas that are most complained, both in the last 1 year or 1 week. Typing is a high risk activity among administrative workers.
Keywords: ergonomic, office, musculoskeletal.
Read More
S-9202
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kristin Indriyani; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Baiduri, Hendra, Sumaryanto, Muhammad Fertiaz
Abstrak: Penelitian ini melakukan investigasi terhadap faktor-faktor ergonomi yang berhubungan dengan Indoor Health and Comfort/IHC (dengan indikator keluhan gejala SBS dan kenyamanan kerja) dan keluhan MSS yang dialami oleh pegawai fungsional dan staf di Kantor X. Penelitian ini dilakukan di Kantor X dengan objek penelitian yaitu pegawai fungsional dan staf yang bekerja menggunakan komputer/laptop dan berada di ruangan staf bertipe cubicle (ruangan A, B, C, D, dan E). Penelitian ini dilakukan melalui pengamatan, wawancara, pengukuran kualitas lingkungan kerja di dalam ruangan serta pengisian kuesioner kenyamanan kerja, keluhan gejala SBS dan keluhan MSS. 53,85% pegawai memiliki tingkat kenyamanan kerja tinggi dan 46,15% pegawai memiliki tingkat kenyamanan kerja rendah. 53,85% pegawai merasakan keluhan gejala SBS dengan keluhan paling banyak ditemui 33,85% mata lelah dan 33,85% lelah atau mengantuk. 78,57% pegawai mengalami keluhan MSS. Faktor-faktor ergonomi yang tidak sesuai dengan standar meliputi : dimensi kursi, dimensi meja, penggunaan perangkat komputer, postur kerja, dimensi ruangan, layout ruangan, warna ruangan, serta faktor lingkungan berupa kebisingan, pencahayaan, temperatur, kelembaban, karbondioksida, formaldehyde, dan VOCs. Ditemukan adanya hubungan signifikan antara faktor level aktivitas dengan kenyamanan kerja; serta faktor konsentrasi VOCs dengan keluhan gejala SBS. Tidak terdapat hubungan signifikan antara faktor-faktor ergonomi yang diteliti dengan keluhan MSS.

This study presents our investigations of ergonomic factors that related to Indoor Health and Comfort/IHC (with indicators Sick Building Syndrome (SBS) symptoms and work comfort) and Musculaskeletal Symptoms (MSS) suffered by functional and staff workers in Office X year 2017. Conducted in X Office in Indonesia, with the object study are functional and staff workers who work using computer or laptop in staff room which cubicle type (room A, B, C, D, and E). This study perform via walktrought observation, interview, measure indoor air quality/environment factors and fill indoor comfort quesionaire, SBS symptoms quesionaire and Nordic Body Map (NBM) quesionaire . 53,85% of workers have a high level of work comfort and 46,15% of workers have a low level of work comfort. 53,85% of workers suffered complaint of SBS symptoms with at most complaint of SBS symptoms be found are 33,85% tired or strained eyes and 33,85% fatigue or drowsiness. 78,57% of workers suffered MSS complaint. Ergonomic factors that not comform to standard include seat dimensions, table dimensions, computer used, work posture, room dimensions, room layout, room colors, and noise, lighting, temperature, humidity, carbon dioxide , formaldehyde, and VOCs. There is significant relationship between activity level factors and work comfort; VOCs concentration and complaint of SBS symptoms. There is no significant relationship between ergonomic factors are studied and MSS complaint.
Read More
T-5019
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Mustika, Sulanto Saleh Danu
JMPK Vol.07, No.04
Yogyakarta : UGM, 2004
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andi Rinaldi Zulfikar; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf, Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Muhammad Soffiudin
S-8481
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Debby Nurtanti; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Laksita Ri Hastiti, Julia Rantetampang, Irma Setiawaty Wulandari
Abstrak:
Pekerja kantor merupakan salah satu kelompok yang dapat terkena dampak dari masalah kesehatan gangguan muskuloskeletal karena mereka memiliki aktivitas rutin bekerja di depan komputer selama minimum 8 jam sehari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor individu (usia, jenis kelamin, Indeks Masa Tubuh (IMT), kebiasaan merokok, kebiasaan berolahraga, dan postur kerja), faktor lingkungan (suhu, intensitas cahaya, dan kebisingan), faktor pekerjaan (durasi kerja dan masa kerja), dan faktor ruang dan peralatan kerja (ruang kerja, meja, kursi, monitor, keyboard, mouse, telepon, dan dokumen) dengan keluhan gangguan muskuloskeletal pada pekerja kantor di PT. XYZ. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dengan metode stratified random sampling kepada 96 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, alat ukur, lembar periksa Rapid Office Strain Assessment (ROSA) untuk postur kerja, dan formulir Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ) untuk keluhan gangguan muskuloskeletal. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar responden mengalami keluhan gangguan muskuloskeletal sebanyak 58 responden (60,4%) dimana keluhan terbanyak pada 5 bagian tubuh yaitu punggung atas, punggung bawah, leher, bahu, dan pergelangan tangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya faktor individu yaitu variabel usia yang memiliki hubungan yang bermakna dengan keluhan gangguan muskuloskeletal dengan nilai p-value 0,025 (p < 0,05). Faktor yang paling berhubungan dengan keluhan gangguan muskuloskeletal adalah usia, kebiasaan olahraga, dan postur kerja. Prevalensi gangguan muskuloskeletal pada pekerja kantor PT. XYZ tinggi sehingga diperlukan mitigasi untuk mengurangi keluhan gangguan muskuloskeletal pada pekerja kantor.

Office workers are one of the groups that are vulnerable to have musculoskeletal health problems due to routinely working using a computer for a minimum of 8 hours a day. Therefore, this study aims to analyse the relation of individual factors (age, gender, Body Mass Index (BMI), smoking habits, exercise habits, and work posture), environmental factors (temperature, light intensity, and noise), work factors (work duration and years of service), and working equipments factors (work space, desks, chairs, monitors, keyboards, mouse, telephones, and documents) on occurrence of musculoskeletal disorders among office workers at PT. XYZ. The design study was cross sectional using a quantitative approach with stratified random sampling method against 96 respondents. The instruments used were questionnaires, measuring devices, Rapid Office Strain Assessment (ROSA) check sheets for work posture, and the Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ) form for occurrence of musculoskeletal disorders. This study found that number of respondents that experienced musculoskeletal disorders is 58 respondents (60.4%) where the most complaints were in 5 body parts: upper back, lower back, neck, shoulders, and wrists. The results of the analysis showed that only individual factors an age variable had a significant association with occurrence of musculoskeletal disorders with a p-value of 0.025 (p <0.05). The factors most associated to occurrence of musculoskeletal disorders are age, exercise habits, and work posture. Prevalence of musculoskeletal disorders in office workers at PT. XYZ is high, so mitigation is needed to reduce complaints of musculoskeletal disorders in office workers.
Read More
T-6731
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurrani Mustika Dewi; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Popy Yuniar, Heri Iswanto
Abstrak: ABSTRACT
Skripsi ini membahas mengenai pengembangan prototipe aplikasi pelaporan rumah sakit di RSIA Kemang Medical Care pada tahun 2014. Pengembangan sistem ini merupakan salah satu bentuk pengembangan office automation system untuk mendukung pekerjaan petugas pelaporan di unit rekam medis dalam mengerjakan laporan-laporan rumah sakit. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif yang dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, serta telaah dokumen untuk pengumpulan data. Untuk pengembangan aplikasi, penelitian ini menggunakan metode Rapid Application Development (RAD), di mana pengembangan aplikasi yang dilakukan memberdayakan komponen-komponen yang telah ada pada sistem informasi yang sedang berjalan saat ini. Dengan dikembangkannya aplikasi pelaporan rumah sakit, dampak yang diharapkan dapat terjadi adalah pengerjaan laporan internal dan eksternal yang lebih cepat, serata pengurangan beban kerja petugas pelaporan rekam
 

 
ABSTRACT
 This thesis discuss about prototype development of hospital reporting application in Kemang Medical Care Women and Children Hospital in 2014. The system development is an office automation system development to support the reporting staffs of medical record departement in finishing hospital reports. This study is a qualitative study conducted with the observation, in-depth interviews, and document review to collect the data. For application development, Rapid Application Development (RAD) is used, in which the development of application is using components that already exist in the information systems used in the hospital now. The expected impact to occur after the development of this hospitals reporting application is that internal and external hospital reports can be done faster than before, and also to reduce the workload of reporting staff of medical records departement.
Read More
S-8492
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gianina Afiqah Putri; Pembimbing:Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Toni Nurdianto
Abstrak:

MSDs sering dialami oleh pekerja perkantoran karena banyak menghabiskan waktunya
untuk melakukan pekerjaan statis. Di PT X, keluhan terkait MSDs seringkali muncul, namun PT X belum melakukan pengukuran terkait dengan risiko ergonomi dan MSDs sejak periode September 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat keluhan MSDs PT X dan apakah ada hubungannya dengan faktor risiko individu (usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan IMT) dan postur kerja. Hubungan di antar variabel diuji menggunakan uji spearman. Faktor risiko yang berhubungan signifikan adalah faktor risiko individu IMT dengan P value = 0.018 dan koefisien korelasi -0.41 yang menandakan arah hubungan negatif dengan kekuatan hubungan cukup. Arah hubungan negatif berarti adanya hubungan terbalik di antara IMT dan tingkat keluhan MSDs. Semakin tinggi IMT, kemungkinan untuk mengalami MSDs akan semakin rendah.


MSDs is closely associated with those who works office job as they spent most of their  time sitting in the same position. At PT X, MSDs complaints frequently occurred,  however, no ergonomic assessments have been conducted since September 2021. This  study aims to get the general level of MSDs complaints among office workers at PT X and  to examine whetere there is a relationship between the level of MSDs complaints and  individual risk factors (age, gender, physical activity, and BMI) as well as working  postures. The correlation between variables were tested using the Spearman correlation  test. BMI was found to have a significant relationship with MSDs with a p-value of 0.018  and a correlation coefficient of -0.41 that indicates a moderate negative relationships.  This outcome suggests that those with higher BMI, have a lower likelihood to experience MSDs  

Read More
S-12222
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ameera Zandra Chairullah; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Mufti Wirawan, Nirmala Shinta Dewi
Abstrak:
Berbagai penelitian menunjukkan keterkaitan antara stress kerja dengan kinerja pekerja. Stres kerja memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kinerja pekerja. Hal ini karena pekerja yang menghadapi tingkat stres tinggi harus mengalihkan waktu dan energi dari tugas-tugas mereka untuk mengatasi stres tersebut, sehingga menyebabkan penurunan pada kinerja pekerja (Chen et al., 2022; Conceoção & Palma-Moreira, 2025). Untuk mengetahui dan mendapatkan pemahaman lebih lanjut mengenai keterkaitan antar kedua aspek ini, penulis melakukan penelitian mengenai hubungan antara tingkat stres kerja dengan tingkat kinerja pekerja perkantoran pada instansi X tahun 2026. Instansi X ditetapkan sebagai obyek penelitian dengan pertimbangan bahwa instansi ini merupakan instansi pemerintah yang belum memiliki divisi K3 dan sampai saat ini tidak pernah mengukur stres kerja dalam lima tahun terakhir. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji chi-square dan odds ratio (OR) atas data yang dikumpulkan dari 121 responden, ditemukan bahwa faktor risiko ambiguitas peran (p-value=0,000. OR = 1,513) dan kepuasan kerja (p-value = 0,001. OR = 5,646) memiliki hubungan yang signifikan dengan stres kerja. Penelitian ini menghasilkan temuan utama, yang berbeda dari penelitian sebelumnya, bahwa stres kerja tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kinerja pada pekerja di instansi X (p-value = 0,761). Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa hubungan antara stres kerja dan kinerja bersifat kompleks, kontekstual, dan tidak dapat disederhanakan menjadi hubungan sebab-akibat yang kaku. Hasil penelitian dapat memperkaya wawasan dan ilmu terkait hubungan antara stres kerja dengan kinerja pekerja.

Various studies have shown a link between job stress and worker performance. Job stress has a significant negative impact on workers performance. This is because workers facing high levels of stress must divert time and energy from their tasks to cope with the stress, resulting in a decline in worker performance (Chen et al., 2022; Conceoção & Palma-Moreira, 2025). To further understand the relationship between these two aspects, the authors conducted a study on the relationship between job stress levels and the performance levels of office workers at institution X in 2026. Institution X was selected as the object of the study because as it is a government agency that does not yet have an OHS division and has not measured job stress in the past five years. The study was conducted using quantitative methods with a cross-sectional study design. Based on the results of the analysis using the chi-square test and odds ratio (OR) on data collected from 121 respondents, it was found that the risk factors of role ambiguity (p-value = 0.000. OR = 1.513) and job satisfaction (p-value = 0.001. OR = 5.646) had a significant relationship with work stress. This study produced a main finding, which differs from previous studies, that work stress did not have a significant relationship with the level of performance of workers in agency X (p-value = 0.761). This finding strengthens the understanding that the relationship between work stress and performance is complex, contextual, and cannot be simplified into a rigid cause- and-effect relationship. The results of this study can enrich insight and knowledge regarding the relationship between work stress and worker performance.
Read More
S-12451
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive