Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Amaliyah; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Hendra, Heni D. Mayawati, Marama Namora
T-4197
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hubungan Kosentrasi PM 2,5 di Lingkungan Kerja Pengasapan Ikan Bandarharjo, Kota Semarang Tahun 2019
Luthfia Andayani; Pembimbing: Suyud; Penguji: Umar Fahmi Achmadi, Laila Fitria, Sulistiono; Tugiyo
Abstrak:
Tesis ini membahas tentang hubungan konsentrasi PM 2,5 di lingkungan kerja Pengasapan Ikan Bandarharjo, Kota Semarang. Sampel pada penelitian ini adalah pekerja pengasapan ikan Bandarharjo, pengumpulan data terkait fungsi paru dilakukan pengukuran terhadap kapasitas fungsi paru, dan karakteristik pekerja dilakukan dengan wawancara. Sementara pemeriksaan konsentrasi PM 2,5 di lingkungan kerja pengasapan ikan dilakukan pengukuran sampel udara. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasil penelitian menyebutkan bahwa secara statistik tidak ada hubungan yang signifikan antara konsentrasi PM 2,5 dengan gangguan fungsi paru pekerja pengasapan ikan Bandarharjo, namun secara substantsi disebutkan bahwa terdapat hubungan antara jenis kelamin, status gizi, riwayat penyakit dan status merokok. Kata kunci: PM 2,5, pengasapan ikan, fungsi paru pekerja
Read More
T-5701
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dany Widiyo Putro; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Budi Hartono, Satria Pratama
Abstrak:
PM 2.5 adalah salah satu zat pencemar yang ada di udara dan dapat menurunkankualitas fungsi paru manusia. Greenpeace menyatakan bahwa Jakarta dengan pajanan PM2.5 sebesar 45,3 μm/m3 melebihi batas WHO sebesar 10 μm/m3 setahun. Penelitian iniditujukan untuk mengetahui konsentrasi PM 2.5 dan kejadian gangguan fungsi paru padasiswa di SMA Negeri 73 Jakarta tahun 2019, serta hubungan antara kedua variabeltersebut dan konfoundingnya. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2019 denganmengambil data konsentrasi PM 2.5 menggunakan DustTrak II, data gangguan fungsiparu dengan menggunakan spirometer, dan kuesioner yang memuat usia, jenis kelamin,status merokok, kondisi paru selama hidup, dan jenjang kelas. Hasil analisis menunjukkanbahwa rata-rata konsentrasi PM 2.5 adalah sebesar 96,47 μg/m3 dan melebihi baku mutuPP No. 41 Tahun 1999 sebesar 65 μg/m3 per 24 jam dan 15 μg/m3 per 1 tahun, serta olehWHO sebesar 10 μg/m3 per 1 tahun. Terdapat 20,4% siswa yang mengalami gangguanobstruksi fungsi paru berdasarkan pengukuran spirometer. Tidak terdapat hubungansignifikan antara konsentrasi PM 2.5 dan gangguan fungsi paru, dan tidak ada kandidatkonfounding yang memenuhi signifikansi hubungan konsentrasi PM 2.5 dan gangguanfungsi paru.Kata kunci:pm 2.5, gangguan fungsi paru, siswa, jakarta,, obstruksi.
Read More
S-10230
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Devina Lenggo Putri; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Ririn Arminsih, Laila Fitria, Satria Pratama, Diah Wati
Abstrak:
Gangguan fungsi paru merupakan penyakit tidak menular yang diperkirakan menjadi penyebab ketiga kematian di dunia pada Tahun 2030. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjanan partikulat (PM2,5) terhadap gangguan fungsi paru pada ibu rumah tangga di sekitar kawasan pabrik semen Desa Citeuruep, Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 100 orang ibu rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57 orang ibu rumah tangga memiliki gangguan fungsi paru, 55% berumur lebih dari 40 tahun, 58% memiliki status gizi tidak normal, 59% memiliki ventilasi rumah tidak memenuhi syarat, 70% anggota keluarga merupakan perokok aktif, 67% menetap dirumah dengan jarak dari pabrik semen memiliki risko akan paparan debu, 100% Kelembaban rumah ibu rumah tangga tidak memenuhi syarat. Ibu rumah tangga yang terpajanan partikulat (PM2,5) tidak memenuhi syarat sebanyak 56,4% mengalami gangguan fungsi paru. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa semua varibel yang diteliti pada penelitian ini tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap gangguan fungsi paru pada ibu rumah tangga. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah melakukan sosialisasi kepada ibu rumah tangga untuk melakukan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, pihak puskesmas dapat melakukan penyuluhan terkait rumah sehat, pola konsumsi gizi seimbang serta inspeksi snaitasi rumah secara berkala.
Read More
T-5837
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alvia Hamastia Rachman; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Budi Hartono, Satria Pratama
S-9671
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ade Purnama Ning Cahya; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Hendra, Suningrat
Abstrak:
Skripsi ini membahas tingkat konsentrasi debu PM2,5 dan keluhan saluran pernapasan pada pekerja di PT. X Plant Kasablanka Tahun 2016. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menyarankan bahwa PT. X Plant Kasablanka dengan uji statistik yang tidak ditemukan hubungan antara kadar PM2,5 dengan keluhan pernafasan, namun perlu dilakukan evaluasi terhadap kesehatan pekerjaan dan pencegahan terhadap timbulnya gangguan kesehatan yang disebabkan bahan-bahan kimia berbahaya dikarenakan kadar PM2,5 yang tinggi pada dua area di tempat kerja PT. Ready Mix Plant Kasablanka. Pekerja dengan keluhan pernafasan lebih banyak dari pada yang tidak ada keluhan, usia para pekerja yang kebanyakan lebih dari 30 tahun, yang merupakan usia yang rentan dengan gangguan saluran pernafasan, banyak pekerja yang memiliki masa kerja lebih dari 6 bulan dan terpapar > 8 jam perhari dan banyaknya keluhan pernafasan pada pekerja yang tidak menggunakan masker. Pengendalian terhadap bahaya faktor-faktor yang ada atau timbul dilingkungan kerja dimaksudkan untuk menciptakan atau memelihara lingkungan kerja agar tetap sehat dan aman atau memenuhi persyaratan kesehatan dan norma keselamatan, sehingga tenaga kerja terbebas dari ancaman gangguan kesehatan dan keamanan atau tenaga kerja tidak menderita akibat kerja dan tidak mendapatkan kecelakaan kerja. Kata Kunci: Partikulat PM2,5, Industri ready mix, keluhan saluran pernapasan This thesis discuss dust concentration levels of PM2,5 and respiratory tract complaints for worker at PT. X Plant Kasablanka year 2016. this study is quantitative research with the descriptive design. The result of study suggest that PT. X Plant Kasablanka statistical test that no relationship was found between the levels of PM2,5 with respiratory complaints, but need to be evaluated and to the health of the job and the prevention of the onset of health problems caused by harmful chemicals due to high levels of PM2,5 in two areas workplace PT. Ready Mix Plant Kasablanka. Workers with respiratory complaints more than that no complaints, the age of the workers were mostly over 30 years, which is a vulnerable age with respiratory disorders, many workers who have a work period of more than 6 months and exposed to > 8 hours per day and, the number of respiratory symptoms in workers who are not wearing masks. Control of the danger factors that exist or arise in the work environment is intended to create or maintain a working environment in order to remain healthy and safe or meets the requirements of health and safety norms, so that labor is free from the threat of disruption of health and safety or workers do not suffer as a result of the work and do not get a work accident. Key Word: Particulate PM2,5, Industry ready mix, respiratory tract complaints
Read More
S-9311
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Suhayla Rania Nurfahmi; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Ema Hermawati, Dinda Shabrina
Abstrak:
Read More
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan serius di perkotaan, termasuk di Jakarta Selatan yang memiliki tingkat pajanan polusi udara Particulate Matter (PM 2,5) yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsentrasi PM 2,5 dengan kejadian hipertensi, serta hubungannya berdasarkan faktor individu (usia, jenis kelamin, dan obesitas) di Jakarta Selatan selama tahun 2024. Penelitian menggunakan desain studi ekologi tipe by place dengan unit analisis 10 kecamatan. Data sekunder diperoleh dari jaringan pemantauan kualitas udara Nafas dan data surveilans Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan periode Januari–Desember 2024. Analisis korelasi Spearman dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel bebas dengan jumlah kunjungan hipertensi. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi PM 2,5 di seluruh kecamatan melampaui baku mutu udara ambien tahunan. Secara statistik, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara konsentrasi PM 2,5 dengan total kejadian hipertensi (p > 0,05), maupun pada pengelompokan berdasarkan usia, jenis kelamin, dan status obesitas. Namun, terdapat variasi spasial di mana Kecamatan Jagakarsa menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, meskipun hubungan statistik pada tingkat agregat tidak signifikan, strategi pengendalian kualitas udara dan deteksi dini hipertensi tetap diperlukan, serta disarankan penelitian lanjutan dengan desain studi kohort menggunakan data individu untuk menangkap dampak pajanan jangka panjang secara lebih akurat.
Hypertension is a non-communicable disease posing a serious health issue in urban areas, including South Jakarta, which experiences high exposure to Particulate Matter (PM 2.5) air pollution. This study aims to analyze the relationship between PM 2.5 concentration and hypertension incidence, as well as its relationship based on individual factors (age, gender, and obesity) in South Jakarta during 2024. The study employed an ecological study design (by place) with 10 districts as the unit of analysis. Secondary data were obtained from the Nafas air quality monitoring network and the South Jakarta Health Office surveillance data for the period of January–December 2024. Spearman correlation analysis was conducted to examine the relationship between independent variables and hypertension visit counts. Bivariate analysis results indicated that the average PM 2.5 concentration in all districts exceeded the annual ambient air quality standards. Statistically, no significant relationship was found between PM 2.5 concentration and total hypertension incidence (p > 0.05), nor in groupings based on age, gender, and obesity status. However, spatial variation was observed, with the Jagakarsa district showing a strong and significant relationship. Based on these results, although the statistical relationship at the aggregate level was not significant, air quality control strategies and early hypertension detection remain necessary, and future research using a cohort study design with individual data is recommended to more accurately capture the effects of long-term exposure.
S-12204
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
