Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 77 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
William; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Mila Tejamaya, Sutanto; Syamsul Arifin, Alwina Fitria Maulidiani
Abstrak:
Pada 2019, Perusahaan X melakukan perubahan pada drilling fluid yang digunakan dalam operasi pengeboran. Benzene adalah senyawa karsinogenik yang dapat ditemukan dalam drilling fluid dan dapat menyebabkan penyakit akut dan/atau kronis. Penelitian ini akan menganalisis dampak dari pergantian drilling fluid dengan mengukur konsentrasi benzene di udara dari penggunaan drilling fluid lama dan drilling fluid baru, mengetahui konsentrasi benzene di udara pada area kerja dengan drilling fluid baru, mengetahui pajanan benzene pada pekerja dengan drilling fluid baru, dan mengetahui efektifitas dari LEV yang digunakan pada beberapa lokasi. Dari penelitian ini didapatkan adanya perbedaan signifikan dari pengukuran terhadap konsentrasi benzene di udara yang disebabkan oleh pergantian drilling fluid pada flowline (p = 0,035) dan shale shaker (0,004) dan tidak signifikan pada active pit (p = 0,223). Dengan penggunaan drilling fluid baru, beberapa lokasi mempunyai konsentrasi dengan rata-rata konsentrasi benzene pada breathing zone yang melebihi NAB-TWA, yaitu pada active pit (1,64 ppm), reserve pit (1,11 ppm), flowline di bawah rig floor (0,34 ppm) dan possum belly (0,31 ppm). Pekerja yang bekerja pada area sirkulasi drilling fluid dalam penelitian ini terpajan dengan rata-rata konsentrasi benzene dengan konsentrasi di bawah NAB-TWA dan mempunyai metabolit benzene (SPMA) di bawah nilai IPB. Pada penelitian ini didapatkan bahwa LEV tidak efektif untuk mengurangi konsentrasi benzene pada area dengan tipe penampungan terbuka (flowline, p = 0,346 dan possum belly, p = 0,346) dan efektif untuk tipe penampungan tertutup (Active pit, p < 0,001)

In 2019, Company X made changes to the drilling fluid used for drilling activity. Benzene is a carcinogenic compound that can be found in drilling fluid and can cause acute and/or chronic disease. This study will analyze the impact of changing drilling fluids by measuring the concentration of benzene in the air from the use of the old drilling fluid and the new drilling fluid, knowing the concentration of benzene in the air in the work area with the new drilling fluid, knowing the benzene exposure of workers with the new drilling fluid, and knowing effectiveness of the LEV used in several locations. From this study, it was found that there was a significant difference in the measurement of the concentration of benzene in the air caused by the change of drilling fluid in the flowline (p = 0.035) and shale shaker (0.004) and not significant in the active pit (p = 0.223). With the use of new drilling fluids, several locations have concentrations with an average concentration of benzene in the breathing zone that exceeds the Threshold Limit Value-Time Weighted Average (TLV-TWA), namely in the active pit (1.64 ppm), reserve pit (1.11 ppm), flowline below the rig floor (0.34 ppm) and possum belly (0.31 ppm). Workers working in the drilling fluid circulation area in this study were exposed to an average concentration of benzene with concentrations below the TLV-TWA and had benzene metabolites (SPMA) below the IPB value. In this study it was found that LEV was not effective for reducing benzene concentrations in areas with open reservoir types (flowline, p = 0.346 and possum belly, p = 0.346) and effective for closed reservoir types (Active pit, p < 0.001).
Read More
T-6260
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erica C. Simanjuntak; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, L. Meily Kurniawidjaja, Diyon Indarto, Nur Muhammad Marheliansyah
Abstrak: Benzene bersifat toksik dan karsinogenik yang ditemukan dalam proses operasional Kilang Paraxylene di PT. X. Dalam proses kerjanya, pekerja terpajan benzene sehingga dilakukan analisa pajanan benzene terhadap pekerja. Desain penelitian adalah analisa kuantitatif dengan metode potong lintang dari data sekunder perusahaan. Variabel penelitian meliputi konsentrasi personal benzene, kadar SpMA, usia, masa kerja, status gizi, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, shift kerja, durasi pajanan per hari dan penggunaan APP dari 64 pekerja. Konsentrasi personal benzene diukur pada breathing zone pekerja berkisar antara 0,02 sd 0,44 ppm. Sebanyak 28 pekerja (43,75%) memiliki kadar SpMA melebihi IPB ACGIH 2021 (25 µg/g kreatinin), UCL 1,95% di semua SEG melebihi IPB, berarti ada ketidakyakinan sebesar 95% bahwa kadar SpMA pekerja Kilang Paraxylene tidak melebihi IPB. Uji korelasi pearson menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsentrasi personal benzene dengan kadar SpMA, p=0,195. Hasil uji statistic menemukan adanya hubungan signifikan antara kadar SpMA dengan masa kerja, p=0,04. Kadar SpMA hanya menggambarkan metabolit di tubuh namun tidak dapat memberikan rute pajanan. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menganalisa dampak pajanan benzene pada pekerja yang melebihi durasi aman pajanan benzene pada PT. X
Read More
T-7162
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febry Handiny; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Laila Fitria, Sri Tjahjani Budi Utami, Edy Hariyanto, Didi Purnama
T-5001
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadia Arini; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Laila Fitria, Haryoto Kusnoputranto, Didi Purnama, Randy Novirsa
Abstrak: Sungai Citarum merupakan sungai terpanjang di Prov. Jawa Barat dan menjadi sentral berbagai aktivitas masyarakat. Sejak berkembangnya industri dan bertambahnya jumlah penduduk, sungai Citarum telah tercemar oleh berbagai zat pencemar diantaranya merkuri (Hg), kadmium (Cd) dan timbal (Pb). Penelitian ini dilakukan di sekitar aliran sungai Citarum, yaitu Desa Majasetra Kec. Majalaya Kab. Bandung, Prov. Jawa Barat. Responden penelitian ini sebanyak 100 orang, sedangkan sampel lingkungan yaitu air, ikan dan sayur. Data penelitian dari responden dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan kandungan logam berat dalam sampel lingkungan dianalisis di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi Hg dalam sampel air sungai Citarum dan air sumur sebesar < 0,0002 mg/l. Konsentrasi Hg dalam 4 sampel ikan sebesar 0,31 mg/kg, 0,41 mg/kg, 0,17 mg/kg, 0,78 mg/kg. Konsentrasi Hg dari 4 sampel sayuran, 1 sampel sebesar 0,042 mg/kg dan 3 sampel lainnya sebesar < 0,02 mg/kg. Konsentrasi Pb dalam sampel air sungai Citarum dan sampel air sumur sebesar < 0,005 mg/l. Konsentrasi Pb dalam 4 sampel ikan sebesar 0,10 mg/kg, 0,18 mg/kg, 0,18 mg/kg, 0,28 mg/kg. Konsentrasi Pb dalam 4 sampel sayuran seluruhnya sebesar < 0,10 mg/kg. Konsentrasi Cd dalam sampel air sungai Citarum dan sampel air sumur sebesar < 0,002 mg/l. Analisis risiko merkuri (Hg) dalam seluruh sampel penelitian yaitu sampel air sungai Citarum, air sumur, ikan dan sayuran seluruhnya menunjukkan RQ > 1 artinya tidak aman dan berisiko. Analisis risiko timbal (Pb) dalam 3 sampel air sungai Citarum dan 3 sampel air sumur seluruhnya menunjukkan RQ < 1 artinya aman dan tidak berisiko. Analisis risiko Pb dalam 4 sampel ikan, 1 sampel menunjukkan RQ < 1 artinya aman dan tidak berisiko, sedangkan 3 sampel lainnya menunjukkan nilai RQ > 1 artinya tidak aman dan berisiko. Analisis risiko Pb dalam 4 sampel sayuran seluruhnya menunjukkan RQ < 1 artinya aman dan tidak berisiko. Analisis risiko kadmium (Cd) dalam 3 sampel air sungai Citarum dan 3 sampel air sumur seluruhnya menunjukkan RQ < 1 artinya aman dan tidak berisiko. Analisis risiko Cd dalam 4 sampel ikan seluruhnya menunjukkan nilai RQ < 1 artinya aman dan dan berisiko. Analisis risiko Cd dalam 4 sampel sayuran seluruhnya menunjukkan RQ < 1 artinya aman dan tidak berisiko
Read More
T-6157
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aulia Indar Ayuningtyas; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Mila Tejamaya, Hendra, Waluyo, Seviana Rinawati
Abstrak: Proses kerja di Area Forging PT X dapat menimbulkan risiko bahaya dari tekanan suara yang ditimbulkan oleh mesin produksi yang dapat menimbulkan kebisingan dan dapat berpengaruh pada gangguan fungsi pendengaran pekerja. Diperlukan analisa faktor yang mempengaruhi gangguan pendengaran agar dapat digunakan sebagai langkah pengendalian yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tekanan bising, gambaran pajanan bising (Leq 8 jam), gambaran gangguan pendengaran dan faktor yang mempengaruhi gangguan pendengaran sensorineural pada pekerja di Area Forging PT X. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional untuk melihat hubungan gangguan fungsi pendengaran akibat pajanan bising dengan menganalisa faktor lain yang dapat mempengaruhinya seperti usia, masa kerja, kebiasaan merokok, pajanan getaran, hobi terkait bising, dan pemakaian alat pelindung diri (alat pelindung telinga). Berdasarkan hasil didapatkan bahwa gambaran tekanan bising di Area Forging PT X berkisar antara 74,1 103,4 dBA, pajanan bising (Leq 8 jam) 44 orang (66,7%) terpajan bising tinggi ≥85dBA dan 22 orang (33,3%) terpajan bising <85 dBA dan rata-rata pajanan adalah sebesar 91,5 dBA. Dari 66 partisipan, 8 (12,1%) partisipan mengalami gangguan fungsi pendengaran sensorineural dan 58 (87,9%) partisipan memiliki pendengaran normal. Faktor aktor yang berhubungan dengan gangguan fungsi pendengaran adalah pajanan bising memiliki p value 0,045 dengan nilai OR 0,818, hobi terkait bising memiliki p value 0,005 dan nilai OR 14,37, masa kerja memiliki p value 0,045 dan nilai OR 0,818, usia memiliki p value 0,001 dan nilai OR 20,07, kebiasaan merokok memiliki p value 0,008 dan nilai OR 12,33, serta penggunaan alat pelindung diri memiliki p value 0,009 dan nilai OR 10,6. Faktor yang paling dominan mempengaruhi gangguan fungsi pendengaran sensorineural adalah usia. Untuk mengandalikan faktor yang mempengaruhi gangguan fungsi pendengaran dapat menggunakan hierarki pengendalian risiko yaitu eliminasi, substitusi, pengendalian teknis, pengendalian administratif dan alat pelindung diri.
Read More
T-6210
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deni Abdul Rahman; Pembimbing: Zakianis; Penguji: laila Fitria, Bambang Wispriyono, Diah Wati Soetojo, Aria Kusuma
T-4374
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nina Hernawati; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Syahrul Meizar Nasri, L. Meily Kurniawidjaja, Adenan, Mohamad Ihsan Ramdani
Abstrak: Fokus penelitian ini adalah seluruh teknisi forensik dan teknisi PA di RS X Cianjurdan seluruh teknisi forensik di Rumah Duka Y Bandung yang mempunyai jenispekerjaan yang berhubungan dengan penggunaan formaldehida. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa besar pajanan formaldehida diruangan dan personal serta efek iritatif yang mereka rasakan. Setelah mengetahuihasilnya dapat memotivasi pekerja dan rumah sakit/perusahaan dalam upayapencegahan terjadinya dampak kesehatan yang merugikan akibat pajananformaldehida. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Datadikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner, wawancara, observasi danpengukuran. Peneliti berharap manajemen RS Cianjur dan Rumah Dukamelaksanakan program K3, khususnya dalam upaya pengendalian terjadinya pajananbahan kimia dan efeknya bagi pekerja.Kata kunci :Evaluasi, Formaldehida, Pajanan,
The focus of this study is all Forensic Technicians and Pathology AnatomyTechnicians in Cianjur Hospital and all Forensic Technicians in Funeral HomeBandung who has a type of works related to the use of formaldehyde. The purposeof this study was to evaluate how the exposure to formaldehyde in the room andthe personal and irritating effects that they feel. After knowing the results couldspur workers and hospital or company in order to prevent the occurrence ofadverse health effects due to exposure to formaldehyde. The study design wascross sectional approach. Data were collected through questionnaires, interviews,observation and measurement. Researchers hope the hospital management Cianjurand Funeral Home implementing OHS programe, particularly in controlling theoccurrence of chemical exposure and its effects on workers.Key words :Evaluation; Exposure; Formaldehyde; Irritative
Read More
T-4765
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lutfi Muzaqi; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Eslye As Safira, Andri Haryo Saputro
Abstrak: Insektisida merupakan salah satu jenis pestisida yang banyak digunakan di masyarakat guna melindungi kesehatan masyarakat. Namun perlu diingat bahwa daya racun dari insektisida juga dapat mengancam kesehatan teknisi pengendali hama. Pada saat proses pembuatan, pencampuran, dan aplikasi insektisida, pekerja terpajan bahaya kimia dan berpotensi menimbulkan risiko terhadap kesehatan. Dalam penelitian ini, risiko pajanan dermal insektisida terhadap teknisi pengendali hama yang dikaji dengan menggunakan metode semi kuantitatif DREAM (Dermal Risk Exposure Method). Unit analisis yang diamati adalah pekerjaan hot fogging, cold fogging, spraying dan misting dengan risiko pajanan dermal dari insektisida dengan empat aktifitas yang diamati yaitu menuang insektisida dari botol konsentrat, mencampur insektisida, menuang campuran insektisida dan pelaksanaan. Besarnya nilai total pajanan dermal dipengaruhi oleh nilai emisi, desposisi dan transfer, serta dipengaruhi oleh jenis bahan kimia, proteksi perlindungan tangan dan lama pajanan. Hasil penelitian didapatkan nilai total pajanan dermal pada pekerjaan hot fogging tugas menuang insektisida dari botol konsentrat 1,19 (sangat rendah), mencampur insektisida 1,19 (sangat rendah), menuang campuran insektisida 2,94 (sangat rendah), pelaksanaan hot fogging 78,73 (medium). Nilai total pajanan dermal pada pekerjaan cold fogging tugas menuang insektisida dari botol konsentrat 1,19 (sangat rendah), mencampur insektisida 1,19 (sangat rendah), menuang campuran insektisida 2,94 (sangat rendah), pelaksanaan cold fogging 34,99 (medium). Nilai total pajanan dermal pada pekerjaan spraying tugas menuang insektisida dari botol konsentrat 1,19 (sangat rendah), mencampur insektisida 1,19 (sangat rendah), menuang campuran insektisida 2,94 (sangat rendah), pelaksanaan spraying 3,30 (sangat rendah). nilai total pajanan dermal pada pekerjaan misting tugas menuang insektisida dari botol konsentrat 11,91 (rendah), mencampur insektisida 1,19 (sangat rendah), menuang campuran insektisida 1,63 (sangat rendah), pelaksanaan misting 2,18 (sangat rendah. Kesimpulan bahwa nilai pajanan dermal tertinggi terdapat pada aktifitas pelaksanaan fogging dengan nilai total pajanan dermal sebesar 78,73 (medium).
Read More
T-5646
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aldy Dharma; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Temajaya, Hery Aswan Putra
S-8521
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Akbar Arianto; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Fatma Lestari, Surila
Abstrak: Penelitian ini mengkaji jumlah konsentrasi pajanan personal partikulat khusunya PM10 dan PM2,5pada Polisi SAT-GATUR (Satuan Penjagaan dan Pengaturan) Polda Metro Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis Gravimetri untuk mengetahui konsentrasi pajanan personal partikulat. Hasil dari penelitian konsentrasi pajanan personal partikulat PM10 dan PM2,5 yaitu belum melebihi baku mutu yang ditetapkan NIOSH, OSHA dan ACGIH namun telah melebihi baku mutu udara ambien yang ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah No.41 Tahun 1999 dan Air Quality Guideline WHO.
Kata Kunci: Polusi Udara,Pajanan Partikulat, Polisi, DKI Jakarta

This study examines the number of personal exposure concentrations of particulates especially PM10 and PM2.5 in police SAT - GATURGATUR (Satuan Penjagaan dan Pengaturan) Polda Metro Jaya . The method which is used in this research is by using Gravimetry analysis to determine personal exposure concentrations of particulates. The results from studies of personal exposure concentrations of particulate matter PM10 and PM2.5 are not exceeded to quality standards established NIOSH, OSHA and ACGIH but has exceeded to the ambient air quality standards set by Government Regulation No.41 Year 1999 and the WHO Air Quality Guidelines.
Keyword: Air Polution, Particulate Matter Exposure, Police, Jakarta
Read More
S-8751
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive