Ditemukan 11 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Luthpia Azzura Arsalany; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Khoirul Anwar, Sandra Fikawati
Abstrak:
Ketika seseorang merasa sangat baik tentang diri mereka sendiri, mereka cenderung akan membuat keputusan pembelian yang tidak rasional, impulsif, dan hanya sekedar untuk memanjakan diri mereka sendiri. Di balik kondisi tersebut, diketahui bahwa individu sebagai konsumen, tidak sepenuhnya menyadari dampak dari keputusan pembelian makanan yang kurang tepat. Dampak dari keputusan pembelian makanan yang kurang tepat biasanya mengarah pada konsumsi makanan yang tidak sehat. Makanan yang tidak sehat adalah salah satu faktor risiko utama untuk terjadinya obesitas. Penelitian terkait keputusan pembelian ini bertujuan untuk memperoleh seberapa besar faktor media sosial instagram dan peer influence serta faktor lainnya yang berhubungan dengan keputusan pembelian makanan pada mahasiswa S1 Universitas Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan sumber data primer dan menggunakan desain studi cross-sectional. Berdasarkan hasil univariat, diketahui bahwa mayoritas keputusan pembelian makanan pada Mahasiswa S1 Universitas Mataram berada dalam kategori keputusan pembelian yang rendah yaitu sebesar 57.8%. Keputusan pembelian yang rendah berarti kemungkinan responden membeli suatu produk makanan itu rendah atau dapat dikatakan responden ragu - ragu dan tidak yakin untuk membeli. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan instagram, literasi gizi, dan riwayat penyakit selama enam bulan terakhir dengan keputusan pembelian makanan pada mahasiswa S1 Universitas Mataram. Kemudian hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat penyakit sebagai faktor dominan yang berhubungan dengan keputusan pembelian makanan pada mahasiswa S1 Universitas Mataram.
When people feel very good about themselves, they tend to make irrational, impulsive, and self-indulgent buying decisions. Behind these conditions, it is known that individuals as consumers are not fully aware of the impact of inappropriate food purchasing decisions. The impact of inappropriate food purchasing decisions usually leads to the consumption of unhealthy foods. Unhealthy food is one of the main risk factors for obesity. This research related to purchasing decisions aims to obtain how much Instagram and peer influence social media factors and other factors related to food purchasing decisions are for undergraduate students at the University of Mataram. This study is a quantitative study with primary data sources and uses a cross-sectional study design. Based on the univariate results, it is known that the majority of food purchasing decisions for undergraduate students at the University of Mataram are in the low purchasing decision category, which is 57.8%. A low purchase decision means that the possibility of consumers buying a food product is low or it can be said that consumers are hesitant and unsure to buy. The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between the use of Instagram, nutritional literacy, and disease history during the last six months with food purchase decisions for undergraduate students at the University of Mataram. Then the results of the multivariate analysis showed that the history of the disease as the dominant factor associated with food purchasing decisions in undergraduate students at the University of Mataram.
Read More
When people feel very good about themselves, they tend to make irrational, impulsive, and self-indulgent buying decisions. Behind these conditions, it is known that individuals as consumers are not fully aware of the impact of inappropriate food purchasing decisions. The impact of inappropriate food purchasing decisions usually leads to the consumption of unhealthy foods. Unhealthy food is one of the main risk factors for obesity. This research related to purchasing decisions aims to obtain how much Instagram and peer influence social media factors and other factors related to food purchasing decisions are for undergraduate students at the University of Mataram. This study is a quantitative study with primary data sources and uses a cross-sectional study design. Based on the univariate results, it is known that the majority of food purchasing decisions for undergraduate students at the University of Mataram are in the low purchasing decision category, which is 57.8%. A low purchase decision means that the possibility of consumers buying a food product is low or it can be said that consumers are hesitant and unsure to buy. The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between the use of Instagram, nutritional literacy, and disease history during the last six months with food purchase decisions for undergraduate students at the University of Mataram. Then the results of the multivariate analysis showed that the history of the disease as the dominant factor associated with food purchasing decisions in undergraduate students at the University of Mataram.
S-11096
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Adeline Vashtianada; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Fajrinayanti
Abstrak:
Read More
Ultra-processed food/UPF merupakan produk yang melalui serangkaian teknik dan proses industri serta memiliki nilai zat gizi yang rendah. Apabila dikonsumsi secara berlebihan, UPF dapat meningkatkan risiko berat badan lebih dan obesitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan proporsi konsumsi UPF berdasarkan karakteristik individu, faktor lingkungan, dan faktor gaya hidup pada mahasiswa S1 non-kesehatan Universitas Indonesia tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 149 sampel. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner online yang diisi secara mandiri. Data yang diperoleh akan dianalisis secara univariat dan bivariat (chi-square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 50,3% mahasiswa mengonsumsi UPF tingkat tinggi. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat perbedaan proporsi yang signifikan antara pengaruh teman sebaya dan akses terhadap UPF dengan tingkat konsumsi UPF. Peneliti menyarankan mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran terkait pemilihan makanan dan minuman serta menjadi penggerak dalam lingkungan teman sebaya terkait hal tersebut. Pihak Universitas Indonesia dapat memberikan edukasi dan membuat ketentuan terkait UPF dan konsumsi makanan sehat kepada mahasiswa. Pemangku kebijakan dapat meningkatkan dalam penyampaian pesan kesehatan, mendukung lembaga pendidikan, dan mendukung penelitian terkait pola makan mahasiswa dan faktor-faktor yang memengaruhi konsumsi UPF. Peneliti selanjutnya dapat meneliti pada populasi lain dengan variabel dan teknik yang berbeda.
Ultra-processed food/UPF is a product that undergoes a series of industrial techniques and processes and has low nutritional value. Overconsumption of UPF can increase the risk of overweight and obesity. The purpose of this study is to determine the differences in the proportion of UPF consumption based on individual characteristics, environmental factors, and lifestyle factors among non-health undergraduate students in Universitas Indonesia in 2023. A cross sectional study design conducted on 149 samples. The data was collected using a self-administered online questionnaire. The data was analyzed using univariate and bivariate (chi-square) analyses. The results showed that 50,3% of the students consumed a high level of UPF. The bivariate analysis showed a significant difference in the proportion of UPF consumption based on peer influence and access to UPF. The researchers suggest students to increase awareness of food and beverage choices, also become advocates within their peer groups regarding this matter. Universitas Indonesia should implement health education and make provisions regarding UPF and healthy food consumption for students. Policymakers suggested to improve the delivery of health messages to students, support educational institutions, and support research on students’ dietary patterns and factors influencing UPF consumption. Future researchers can examine other populations with different variables and methods.
S-11414
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nabila Azmi; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Ahmad Syafiq, Widjaja Lukito
Abstrak:
ABSTRACT Kecenderungan perilaku makan menyimpang merupakan gangguan mental yang ditandai dengan membatasi makanan dan mengontrol berat badan akibat ketakutan seseorang untuk menjadi gemuk. Mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang juga memiliki resiko terjadinya kecenderungan perilaku makan menyimpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi kecenderungan perilaku makan menyimpang pada mahasiswi RIK UI angkatan 2013 tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Data dilkumpulkan dengan menggunakan kuesioner dari 176 mahasiswi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85,2% responden memiliki kecenderungan perilaku makan menyimpang. Terdapat hubungan signifikan antara citra tubuh (P value= 0,040), pengaruh teman (P value = 0,021), dan keterpaparan media massa (P value = 0,023) terhadap kecenderungan perilaku makan menyimpang pada mahasiswi RIK UI angkatan 2013 tahun 2014. Hasil uji multivariat menunjukkan bahwa keterpaparan media massa merupakan faktor paling dominan terhadap kecenderungan perilaku makan menyimpang pada mahasiswi RIK UI angkatan 2013 tahun 2014 (P value= 0,04). Mahasiswi yang terpapar media massa memiliki peluang mengalami perilaku makan menyimpang 3,15 kali lebih besar dibandingkan responden yang tidak terpapar media massa setelah dikontrol dengan variabel citra tubuh dan pengaruh teman.
ABSTRACT Eating disorders tendency are mental disorders that is signed with restraint eating and weight control because of fear of becoming fat. College student is one of group who also has a risk of eating disorders tendency. Objective in this study is to determine the dominant factor in determining the frequency of eating disorders tendency in college students in the Health Science University of Indonesia batch 2013 at 2014. The research method is quantitative cross-sectional design. The data was collected by questionnaire of 176 college students. Result showed that 85.2% of respondents had eating disorders tendency. There is a significant difference in the proportion of body image (P value= 0.040), peer influence (P value = 0.021), and mass media exposure (P value = 0.023). The result of multivariate test show that mass media exposure is a dominant factor against eating disorders tendency in college students in the Health Science University of Indonesia batch 2013 at 2014 (P value= 0.04). College student who is exposed to the mass media have eating disorders tendency 3.15 greater than respondent who aren’t exposed with mass media after controlled with variable body image and peer influence.
Read More
S-8446
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Liliane Melissa; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Trini Sudiarti, Hera Ganfei
S-8992
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nichita Marsha Deviana; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Triyanti, Ira Reverawati
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumsi mie instan dan faktor yang paling berhubungan dengan perilaku konsumsi mie instan pada siswa kelas 4 & 5 SDN Pondok Kelapa 04 Pagi. Disain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan total sampel adalah seluruh siswa kelas 4 dan 5 (n=134). Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa 60,7% responden memiliki perilaku konsumsi mie instan sering dan ada hubungan antara pengetahuan gizi &mie instan, preferensi terhadap mie instan, dan pengaruh teman sebaya dengan perilaku konsumsi mie instan. Preferensi terhadap mie instan merupakan faktor yang paling berhubungan dengan perilaku konsumsi mie instan. Pihak sekolah perlu melakukan upaya untuk memberikan informasi dan intervensi mengenai perilaku konsumsi mie instan yang sehat dan aman pada siswa dan orang tua murid melalui penyuluhan yang bekerja sama dengan puskesmas.
The purpose of this study was to determine the factors associated with instant noodles consumption behavior and factor that dominant associated with instant noodles consumption behavior in student grades 4 & 5 in SDN Pondok Kelapa 04 Pagi. Research design in this study was a cross sectional and total sample was all students grades 4 & 5 (n=134). Result in this study showed that 60,7% respondent had instant noodles consumption behavior often and there was a relationship between knowledge of nutrition and instant noodles, instant noodles preferences, and peer influence with instant noodles consumption behavior. Suggest from researcher is school should give information and intervention about instant noodles consumption behavior that healthy and safety to students and parents by way of counseling in collaboration with the relevant agencies clinic.
Read More
S-7821
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hairunnisa Hadiati Utami; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Asih Setiarini, Mush'ab Zulkarnaen
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Pemenuhan pilar pertama Pedoman Gizi Seimbang melalui konsumsi pangan beragam menjadi tantangan selama Ramadan akibat fenomena 'lapar mata' yang memicu preferensi makanan padat energi rendah mikronutrien. Tujuan: Mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan keragaman konsumsi pangan pada mahasiswa FKM UI selama Ramadan 2026. Metode: Studi potong lintang dilakukan terhadap 103 mahasiswa yang dipilih secara proportional random sampling. Data dikumpulkan pada 11–16 Maret 2026 menggunakan kuesioner elektronik, meliputi variabel pengetahuan gizi, pendidikan orang tua, tempat tinggal, teman sebaya, dan keragaman pangan. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Mayoritas mahasiswa (93,2%) memiliki konsumsi pangan beragam. Faktor yang berhubungan signifikan adalah pengaruh teman sebaya (OR=8,769; 95% CI:1,016–75,723) dan status tempat tinggal (OR=5,404; 95% CI:1,114–26,205). Pengetahuan gizi (p=0,591) dan pendidikan orang tua baik ayah dan ibu (p=1,000) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan: Lingkungan sosial (teman sebaya dan tempat tinggal) merupakan pengaruh dominan keragaman pangan mahasiswa selama Ramadan. Intervensi gizi sebaiknya difokuskan pada penguatan dukungan sosial dan perilaku makan kolektif untuk menjaga kualitas keragaman pangan selama periode puasa.
Background: Adherence to the first pillar of the Balanced Nutrition Guidelines regarding dietary diversity is essential for nutritional equilibrium. However, this principle faces challenges during Ramadan as psychosocial phenomena like ‘eye hunger’ trigger preferences for energy dense but micronutrient poor foods, potentially compromising diet quality. Objective: This study aimed to identify factors associated with dietary diversity among undergraduate students at FKM UI during Ramadan 2026. Method: A cross- sectional study was conducted among 103 students selected via proportional random sampling. Data were collected from March 11–16, 2026, using an electronic questionnaire. Investigated variables included nutrition knowledge, parental education, living arrangements, peer influence, and dietary diversity. Data were analyzed using the chi-square test. Result: The majority of students (93.2%) achieved a diverse dietary intake. Significant predictors were peer influence (OR=8.769; 95% CI: 1.016–75.723) and living arrangements (OR=5.404; 95% CI: 1.114–26.205). Nutrition knowledge (p=0.591) and parental education both father and mother (p=1.000) showed no significant association with dietary diversity. Conclusion: The social environment, specifically peer influence and living arrangements, is the primary predictor of students' dietary diversity during Ramadan. Nutritional interventions should focus on strengthening social support and collective eating behaviors to maintain diet quality during the fasting period.
S-12274
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fathimatuzzahra Shafira; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Trini Sudiarti, Evi Fatimah
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku gizi seimbang pada mahasiswa Program Studi Gizi UI. Pada penelitian ini, perilaku gizi seimbang sebagai variabel dependen sedangkan pengetahuan gizi seimbang, status gizi, citra tubuh, pengaruh teman, tempat tinggal, dan uang saku sebagai variabel independen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan April-Mei 2019 kepada 117 mahasiswa Program Studi Gizi UI yang diambil secara random semester dua hingga semester delapan. Data dikumpulkan dengan pengisian kuesioner, wawancara dua kali 24-h food recall, dan pengukuran tinggi serta berat badan. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 28.2% responden menerapkan perilaku gizi seimbang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara pengaruh teman dengan perilaku gizi seimbang (pvalue: 0.001), variabel ini juga muncul sebagai faktor dominan terhadap perilaku gizi seimbang mahasiswa. Untuk meningkatkan perilaku mahasiswa disarankan bagi fakultas untuk menyediakan fasilitas seperti timbangan, dan alat olahraga yang aman, mudah diakses dan gratis bagi mahasiswa. Sebagai tambahan, untuk dinas kesehatan agar mempromosikan gizi seimbang menggunakan pendekatan peer educator
Kata kunci: Perilaku gizi seimbang, mahasiswa gizi, pengaruh teman faktor individu, faktor lingkungan
This study aims to determine factors associated with balanced nutrition behavior in nutrition student of Universitas Indonesia. On this study balanced nutrition behavior was the dependent variable while balanced nutrition knowledge, nutritional status, body image, peer influences, student resident, and pocket money were independent variable. This is a quantitative study with cross-sectional design. Data were collected in April-Mei 2019 from 117 nutrition student which randomly selected from first year until fourth year. Data were collected through self-administered questionnaires, twice 24-h food recall interviews, and measuring their height and weight. The results showed that 28.2% of the students had applied balanced nutrition behavior. The result indicated that there was a significant relationship between peer influences and balanced nutrition behavior (p-value: 0.001), as this variabel had emerged as a dominant factor as well. To enhance student balanced nutrition behavior, it is recommended for the faculty to provide facilities such as scales, dan safety sport equipment which can be accessed easily and free. It is also recommended for the health office to promote balanced nutrition using the peer educator approach.
Key words: Balanced nutrition behavior, nutrition student, peer influence, individual factor, and environmental factor
Read More
Kata kunci: Perilaku gizi seimbang, mahasiswa gizi, pengaruh teman faktor individu, faktor lingkungan
This study aims to determine factors associated with balanced nutrition behavior in nutrition student of Universitas Indonesia. On this study balanced nutrition behavior was the dependent variable while balanced nutrition knowledge, nutritional status, body image, peer influences, student resident, and pocket money were independent variable. This is a quantitative study with cross-sectional design. Data were collected in April-Mei 2019 from 117 nutrition student which randomly selected from first year until fourth year. Data were collected through self-administered questionnaires, twice 24-h food recall interviews, and measuring their height and weight. The results showed that 28.2% of the students had applied balanced nutrition behavior. The result indicated that there was a significant relationship between peer influences and balanced nutrition behavior (p-value: 0.001), as this variabel had emerged as a dominant factor as well. To enhance student balanced nutrition behavior, it is recommended for the faculty to provide facilities such as scales, dan safety sport equipment which can be accessed easily and free. It is also recommended for the health office to promote balanced nutrition using the peer educator approach.
Key words: Balanced nutrition behavior, nutrition student, peer influence, individual factor, and environmental factor
S-9981
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Indana Bintan Dzakiyyah; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Hera Nurlita
Abstrak:
Minuman ringan berpemanis adalah beberapa jenis minuman manis berkalori yangketika dibeli sudah siap diminum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiperbedaan rata-rata konsumsi minuman ringan berpemanis pada siswa SMAN 48Jakarta Timur berdasarkan jenis kelamin, keterpaparan media massa, aksesibilitas,ketersediaan, pengaruh keluarga, pengaruh teman, pengetahuan gizi, sikap,aktivitas fisik, kebiasaan membawa air mineral, dan uang jajan. Penelitian iniadalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional yang dilakukanpada 168 sampel yang dipilih mengunakan metode quota sampling. Instrumen yangdigunakan, yaitu kuesioner (self-administered) dan alat peraga botol berbagaiukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi minuman ringanberpemanis secara umum, yaitu sebanyak 245,7 mL/hari. Rata-rata konsumsiminuman ringan berpemanis berdasarkan jenisnya secara berurutan dari yangterbanyak, yaitu minuman jenis teh/kopi (152,7 mL/hari), berperisa buah (77,1mL/hari), berperisa tanpa kandungan sari buah (65,7 mL/hari), sport (56,9mL/hari), karbonasi berkalori (42,2 mL/hari), dan energi (10,0 mL/hari). Hasilanalisis menggunakan uji t independen menunjukkan terdapat perbedaan yangsignifikan pada rata-rata konsumsi minuman ringan berpemanis berdasarkan jeniskelamin, keterpaparan media massa, ketersediaan minuman ringan berpemanis,pengaruh teman, dan sikap terhadap minuman ringan. Diperlukannya dukungandari berbagai pihak berwenang terkait kebijakan penjualan minuman ringanberpemanis dan penyediaan air mineral di tempat umum, khususnya sekolah.Kata kunci:minuman ringan berpemanis, siswa SMA, jenis kelamin, keterpaparan mediamassa, ketersediaan, pengaruh teman, sikap.
Read More
S-9216
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Shafira Az-Zahrani Khumairoh; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Fajrinayanti
Abstrak:
Read More
Karakteristik diet modern erat kaitannya dengan konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak (GGL), seperti makanan ringan kemasan, makanan cepat saji, serta minuman berpemanis. Hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukkan konsumsi GGL berlebih sebesar 37,2%, sementara Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 mencatat proporsi penduduk yang melampaui batas anjuran konsumsi GGL sebesar 33,8%. Asupan GGL yang berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular serta memicu kondisi pre-sindrom metabolik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi kesehatan diet digital, jenis kelamin, uang saku, emotional eating, pengaruh teman sebaya, pengaruh orang tua, paparan media sosial, aksesibilitas, dan persepsi harga dengan asupan gula, garam, dan lemak pada siswa SMAN 81 Jakarta tahun 2026. Penelitian menggunakan desain studi potong lintang (cross-sectional) dengan data primer yang dikumpulkan dari 143 responden siswa kelas X dan XI. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 54,5% siswa memiliki asupan GGL kategori tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan diet digital, pengaruh teman sebaya, dan paparan media sosial dengan asupan GGL, sedangkan emotional eating, pengaruh orang tua, aksesibilitas makanan, dan persepsi harga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan pembentukan peer educator, pemanfaatan media sosial sekolah sebagai sarana edukasi GGL, penyelenggaraan kampanye dan kompetisi digital, serta kerja sama dengan puskesmas setempat.
The characteristics of the modern diet are closely associated with the consumption of foods and beverages high in sugar, salt, and fat (SSF), such as packaged snacks, fast food, and sugar-sweetened beverages. The 2018 Basic Health Research (Riskesdas) showed that excessive SSF consumption reached 37.2%, while the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) recorded that the proportion of the population exceeding the recommended SSF intake limit was 33.8%. Excessive SSF intake can increase the risk of non-communicable diseases (NCDs) and trigger a pre-metabolic syndrome condition. This study aimed to analyze the association of digital dietary health literacy, sex, pocket money, emotional eating, peer influence, parental influence, social media exposure, food accessibility, and price perception with sugar, salt, and fat intake among students of SMAN 81 Jakarta in 2026. This study employed a cross-sectional design using primary data collected from 143 student respondents in grades X and XI. The results showed that 54.5% of students had a high level of SSF intake. There were significant relationships between digital dietary health literacy, peer influence, and social media exposure and SSF intake, whereas emotional eating, parental influence, food accessibility, and price perception showed no significant relationship. Based on these findings, it is recommended to establish peer educators, utilize the school's social media as a means of SSF education, organize digital campaigns and competitions, and collaborate with the local community health center (puskesmas).
S-12359
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alya Dzihni Nafisah; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Triyanti, Eti Rohati
S-12123
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
