Ditemukan 12 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Cornelius Silaban; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Mila Tejamaya, Fauzi Adrianto
S-7735
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Siska Primasari; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Cucu Cakrawati Kosim. Sulistyo
Abstrak:
ABSTRAK
TB merupakan masalah darurat global karena menyebabkan lebih banyak kematian dibandingkan penyakit menular lainnya. Berdasarkan WHO Global Tuberculosis 2016 menyatakan bahwa Indonesia dengan jumlah penduduk 254.831.222, menempati posisi kedua dengan beban TB tertinggi didunia.Timbulnya penyakit tuberculosis (TBC) di masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor resiko determinan, salah satunya kurangnya sinar matahari masuk kedalam rumah. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pencahayaan alami dalam rumah dengan kejadian TB paru BTA positif pada usia ≥15 tahun keatas di Kota Solok Sumatera Barat pada tahun 2017. Desain Penelitian ini adalah case control dengan melakukan wawancara, obeservasi dan pengukuran terhadap pencahayaan dan kelembaban. Penelitian ini dilakukan pada bulan April s/d Mei 2018. Hasil Peneilitian ini Pencahayaan yang dalam rumahyang < 60 lux beresiko terkena TB Parur 3,732 kali (95% CI 1,584-8,793) setelah di kontrol oleh variabel Kepadatan Hunian dan Status Gizi.
.
Kata kunci:Pencahayaan, TB Paru, ≥15 Tahun
ABSTRACT
Tuberculosis is a global emergency issue because it causes more deaths than other infectious diseases.According to WHO Global Tuberculosis 2016 states that Indonesia with a population of 254,831,222, occupies the second position with the highest burden of TB in the world. The incidence of tuberculosis (TB) in the community is influenced by several determinant risk factors, one of which is the lack of sunlight into the house. The purpose of this research is to know the relationship between natural light in the house with the incidence of positive smear pulmonary tuberculosis at age ≥15 years and above in Solok city of West Sumatera in 2017. Design This research is case control by conducting interview, obeservasi and measurement to lighting and humidity. This study was conducted from April to May 2018. The results of this study The in-house lightings <60 lux were at risk for TB Parur 3,732 times (95% CI 1,584-8,793) after being controlled by the Residential Density and Nutrition Status variables.
.
Keywords: Natural Lighting, Pulmonary TB, ≥15 Years
Read More
T-5146
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Safira Ruth; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Djunaedi, Bagus Bernard
Abstrak:
kripsi ini membahas gambaran kejadian Sick Building Syndrome (SBS) dan faktor-faktor yang berhubungan pada karyawan PT. Elnusa Tbk di kantor pusat graha Elnusa Tahun 2009. Sick Building Syndrome atau SBS merupakan sekumpulan gejala gangguan kesehatan pada tenaga kerja yang bekerja di gedung gedung bertingkat. Penelitian SBS di Indonesia telah menunjukkan angka yang relatif tinggi. Diduga penyebab dari SBS ini adalah kurangnya ventilasi di dalam gedung serta kinerja penyejuk udara (AC) yang buruk. Selain itu, ada sumber radikal bebas lain seperti mesin fotokopi, printer, mesin faksimili, pengharum ruangan, larutan pembersih, atau bahan kain pelapis dinding. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihan gambaran kejadian Sick Building Syndrome dan faktorfaktor yang berhubungan pada karyawan PT. Elnusa Tbk di kantor pusat gedung Graha Elnusa Tahun 2009. Desain penelitian ini adalah crosssectional dan populasi yang di teliti adalah karyawan PT. Elnusa Tbk yang berada di lokasi pengukuran (suhu dan kelembaban udara) Graha Elnusa. Data yang digunakan adalah data primer, data perusahaan, pengukuran suhu dan kelembaban, dan observasi. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini adalah, dari 152 responden yang mengalami kasus SBS di Graha Elnusa tahun 2009, hanya 56 responden (36,8%). Karakteristik responden yang mengalami kasus SBS adalah sebagai berikut 30 responden (33,7%). Yang lebih berisiko mengalami SBS yaitu responden yang berjenis kelamin wanita, responden yang berusia antara 21-30 tahun, responden bekerja kurang dari sama dengan 5 tahun (38,5%), responden yang tidak mempunyai kebiasaan merokok dalam ruangan (37,2%) dan responden yang mempunyai kondisi psikososial yang baik (37%). Penelitian kualitas udara dalam ruang (fisik, kimia, dan mikrobiologi) sangat berperan dalam menanggulangi masalah Sick Building syndrome. Selain itu penelitian mengenai pencahayaan juga diperlukan karena pencahayaan merupakan salah satu faktor yang dapat memicu timbulnya SBS.
Read More
S-5731
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anshor; Pembimbing; Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Indri Hapsari Susilowati, Erdy Techrisna Satyadi
T-3699
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Twinda Adventina; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Mila Tejamaya, Dadan Erwandi, Syahrul Efendi Panjaitan, Megawati
Abstrak:
Kelelahan pada perawat rumah sakit dapat membahayakan keselamatan perawat tersebut maupun pasien. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kelelahan pada perawat rumah sakit yaitu faktor lingkungan fisik seperti pencahayaan, kebisingan, dan iklim kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor lingkungan kerja fisik (pencahayaan, kebisingan, iklim kerja) yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada perawat rumah sakit. Metode yang di gunakan adalah systematical review terhadap literatur yang hasil penelitiannya membahas faktor lingkungan kerja fisik yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada perawat di rumah sakit yang di publikasikan di jurnal internasional, jurnal lokal yang dapat diakses melalui UI Library terutama Full Open Access.Berdasarkan seleksi literatur didapatkan 14 literatur yang membahas hubungan faktor lingkungan fisik dengan kelelahan kerja pada perawat rumah sakit. 11 literatur membahas pencahayaan berhubungan dengan kelelahan kerja pada perawat rumah sakit. 6 literatur membahas kebisingan berhubungan kelelahan kerja pada perawat rumah sakit. 3 literatur membahas iklim kerja panas berhubungan dengan kelelahan kerja pada perawat rumah sakit. Terdapat hubungan yang signifikan antara pencahayaan, kebisingan, dan iklim kerja dengan kelelahan kerja pada perawat rumah sakit.
Fatigue in hospital nurses can endanger the safety of both the nurse and the patient. One of the factors that can cause fatigue in hospital nurses is the physical environmental, such as lighting, noise, and work climate. The purpose of this study is to analyze the physical work environment factors (lighting, noise, and work climate) associated with work fatigue in hospital nurses. This is a systematic literature review on studies that discuss physical work environment factors related to work fatigue in hospital nurses published in international journals and local journals that can be accessed through the UI Library, especially those that are Full Open Access. Fourteen articles that discussed the relationship between physical environmental factors and work fatigue in hospital nurses were identified, consisting of 11 articles on the effect of lighting on work fatigue in hospital nurses. 6 articles discussed how noise influenced work fatigue in hospital nurses, and 3 articles discussed the effect of hot work climate on work fatigue in hospital nurses. Based on the review, lighting, noise, and work climate significantly link to work fatigue in hospital nurses.
Read More
Fatigue in hospital nurses can endanger the safety of both the nurse and the patient. One of the factors that can cause fatigue in hospital nurses is the physical environmental, such as lighting, noise, and work climate. The purpose of this study is to analyze the physical work environment factors (lighting, noise, and work climate) associated with work fatigue in hospital nurses. This is a systematic literature review on studies that discuss physical work environment factors related to work fatigue in hospital nurses published in international journals and local journals that can be accessed through the UI Library, especially those that are Full Open Access. Fourteen articles that discussed the relationship between physical environmental factors and work fatigue in hospital nurses were identified, consisting of 11 articles on the effect of lighting on work fatigue in hospital nurses. 6 articles discussed how noise influenced work fatigue in hospital nurses, and 3 articles discussed the effect of hot work climate on work fatigue in hospital nurses. Based on the review, lighting, noise, and work climate significantly link to work fatigue in hospital nurses.
T-6070
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ni Ketut Mirra Betri Agustina; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Devie Fitri Octaviani
S-8571
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ridcho Andrian; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Budi Hartono, Didik Supriyono
S-8280
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nadya Syafira; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Yusuf
Abstrak:
Kurangnya pencahayaan di tempat kerja berdampak pada kesehatan mata.Penelitian ini membahas tentang gambaran tingkat pencahayaan terhadap keluhansubjektif kelelahan mata pekerja di ruang security and safety PT. XYZ tahun 2016.Penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan desain studi cross sectional. Datadidapat dari penyebaran kuesioner dan melakukan pengukuran tingkat pencahayaandi ruang kerja yang kemudian dibandingkan dengan tingkat pencahayaan yang adapada KepMenKes No.1405/MENKES/SK/XI/2002. Hasil penelitian menunjukkantingkat cahaya 81,3% tidak memenuhi NAB dan mengalami keluhan mata sebesar87,5%. Faktor tampilan layar monitor dan kelainan refraksi memiliki hubunganyang signifikan terhadap kelelahan mata.Kata kunci : keluhan subjektif, kelelahan mata, tingkat pencahayaan.
Read More
S-9214
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Setyanti; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Ryan Hendra
Abstrak:
Aktivitas administrasi di dalam ruang kantor seperti menulis, membaca, mengetik dan menggunakan komputer merupakan pekerjaan yang dilakukan terus menerus dan membutuhkan tingkat pencahayaan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencahayaan dan keluhan subjektif kelelahan mata pada pekerja di ruang kantor PT. XYZ tahun 2017. Variabel independen dalam penelitian ini adalah tingkat pencahayaan, usia, lama kerja, kelainan refraksi, perilaku berisiko terhadap kesehatan mata, durasi kerja, kekontrasan, dan tampilan layar monitor. Sedangkan variabel dependen adalah keluhan subjektif kelelahan mata. Penelitian ini dilakukan kepada 45 orang pekerja dengan desain studi cross sectional. Hasil pengukuran tingkat pencahayaan menggunakan lux meter diketahui bahwa 80% area kerja tidak memenuhi standar Permenkes No. 48 Tahun 2016, dimana terdapat 82,2% pekerja mengalami keluhan subjektif kelelahan mata. Hasil penelitian ini tidak menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara karakteristik individu (usia, lama kerja, kelainan refraksi, perilaku berisiko terhadap kesehatan mata), faktor pekerjaan (durasi kerja, kekontrasan,tampilan layar monitor), dan tingkat pencahayaan dengan keluhan subjektif kelelahan mata.
Kata kunci : tingkat pencahayaan, keluhan subjektif, kelelahan mata
Administrative activities in office such as writing, reading, typing and using computers are work that are done repetitively and require adequate lighting levels. This study aims to analyze the lighting level and subjective complaints of eye fatigue in workers in the office of PT. XYZ in 2017. The independent variables in this study are the lighting level, age, duration of employment, refractive abnormalities, risky behavior, duration of work, contrast, and monitor screen display. While the dependent variable is subjective complaints of eye fatigue. This research was conducted to 45 workers with cross sectional study design. From the measurement of ligthing level using lux meter, 80% work area is known to not meet the standard of Permenkes. 48 of 2016, where 82.2% of workers are experiencing eyestrain due to insufficient level of lighting. The results of this study did not show any significant relationship between individual characteristics (age, duration of work, refractive abnormalities, risky behavior to eye health), occupational factors (duration of work, contrast, monitor screen display) and lighting level with subjective complaints of eyestrain on workers.
Keywords: lighting level, subjective complaints, eyestrain
Read More
Kata kunci : tingkat pencahayaan, keluhan subjektif, kelelahan mata
Administrative activities in office such as writing, reading, typing and using computers are work that are done repetitively and require adequate lighting levels. This study aims to analyze the lighting level and subjective complaints of eye fatigue in workers in the office of PT. XYZ in 2017. The independent variables in this study are the lighting level, age, duration of employment, refractive abnormalities, risky behavior, duration of work, contrast, and monitor screen display. While the dependent variable is subjective complaints of eye fatigue. This research was conducted to 45 workers with cross sectional study design. From the measurement of ligthing level using lux meter, 80% work area is known to not meet the standard of Permenkes. 48 of 2016, where 82.2% of workers are experiencing eyestrain due to insufficient level of lighting. The results of this study did not show any significant relationship between individual characteristics (age, duration of work, refractive abnormalities, risky behavior to eye health), occupational factors (duration of work, contrast, monitor screen display) and lighting level with subjective complaints of eyestrain on workers.
Keywords: lighting level, subjective complaints, eyestrain
S-9598
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rona Puspa Ayu; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Yuni Kusminanti, farida Tusafariah
Abstrak:
Pencahayaan dibutuhkan untuk mendukung aktivitas kerja, salah satunya dikonveksi. Penelitian ini meneliti gambaran intensitas pencahayaan dan keluhan subyektif kelelahan mata pada pekerja di Konveksi Jeans Daerah Kemayoran Jakarta Pusat. Jenis penelitian adalah semi kuantitatif, berupa pengukuran instensitas pencahayaan dan wawancara mendalam dengan pekerja dan pemilik konveksi jeans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing titik pengukuran tidak sesuai dengan Kepmen No 1405 Tahun 2002 yaitu 1000 Luxuntuk kategori pekerjaan halus dan terdapat keluhan subyektif kelelahan mata pada pekerja yang dipengaruhi oleh durasi kerja, istirahatakan mata, masa kerja, riwayat pekerjaan, dan faktor prilaku pekerja. Kata kunci: intensitas pencahayaan, konveksi, keluhan subyektif, kelelahan mata.
Read More
S-8065
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
