Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 12 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mukarramah; Pembimbing: Nasrin Kodim, Ratna Djuwita; Penguji: Edi Supriyatna, Puntodewo
Abstrak: Latar Belakang: Petani adalah kegiatan utama di daerah pedesaan. Hipertensi adalahgangguan kardiovaskular yang paling umum dan tantangan kesehatan masyarakat yangdiakibatkan dari transisi sosioekonomi, demografi, dan epidemiologis. Tujuan dari studi iniuntuk mengetahui hubungan dan kontribusi kolesterol LDL terhadap kejadian hipertensi.Metode: Desain dalam penelitian ini adalah studi cross sectional. Penelitian ini menggunakandata sekunder dari Siskohatkes (sistem komputerisasi haji terpadu kesehatan). Populasi sumberadalah seluruh jemaah haji yang bekerja sebagai petani di daerah pedesaan Provinsi SumateraSelatan. Sampel berjumlah 411 orang petani usia produktif (15-64 tahun). Variabel independenutama adalah kolesterol LDL dan dependen utama adalah hipertensi. Data dianalisismenggunakan univariat, bivariat dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda.Perhitungan dampak potensial menggunakan artibutable risk (AR%) sedangkan ukuran asosiasimenggunakan Odds ratio (OR)Hasil: Analisis multivariat model akhir dengan regresi logistik ganda, ada hubungan antarakolesterol LDL dengan hipertensi, P = .001, OR 2,284 dengan 95% CI (1,474-3,540) setelahdikontrol oleh usia dan IMT. Berdasarkan perhitungan dampak pottential menggunakan AR%didapatkan nilai sebesar 4,0 atau 40%. Artinya bahwa jika kadar kolesterol <160 mg / dl dapatmencegah hipertensi hingga 40% pada populasi.Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara kolesterol LDL dan hipertensi setelahdikontrol oleh umur dan IMT.Kata Kunci : Kolesterol LDL, Hipertensi, Petani, Rural.
Background: Farmers are the main activities in rural areas. Hypertension is the most commonand acquired cardiovascular disorder that can be acquired from socioeconomic, demographic,and epidemiological transitions. The purpose of this study was to determine asosiation andcontribution LDL cholesterol to hypertension.Method: The design in this study was a cross sectional study. This study used secondary datafrom Siskohatkes (computerized integrated haj computerized system). The population is allpilgrims who work as farmers in the rural areas of South Sumatra Province. Secret sample 411productive ages (15-64 years). The main independent variable is LDL and the major dependentis hypertension. Data were analyzed using univariate, bivariate and multivariate using multiplelogistic regression. Potential compensation uses a meaningless risk (AR%) while the measureuses the Odds ratio (OR)Result: Multivariate analysis of the final model with multiple regression, there was arelationship between LDL cholesterol with hypertension, P = 0.001, OR 2.284 with 95% CI(1,474-3,540) after intervention by time and BMI. Based on the trigger using AR%, get a valueof 4.0 or 40%. This means if the cholesterol level <160 mg / dl can prevent hypertension by40% in the population.Conclusion: There is a significant relationship between LDL cholesterol and hypertension afteradjusted age and BMI.Keywords: LDL cholesterol, Hypertension, Farmer, Rural.
Read More
T-5156
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I.A. Dwi Astuti Minaka, A.A. Sagung Sawitri, D.N. Wirawan
PHPMA-Vol.4/No.1
Denpasar : Universitas Udayana, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deni Abdul Rahman; Pembimbing: Zakianis; Penguji: laila Fitria, Bambang Wispriyono, Diah Wati Soetojo, Aria Kusuma
T-4374
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fauzia Rachmidiani; Pembimbing: Suyud Warno Utomo; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Esti Tusminarti
Abstrak: Bahan bakar minyak dapat mengemisikan logam berat timbal ke udara dan akan jatuh mengikuti gaya gravitasi dan terakumulasi di tanah atau air. Tanah memiliki kemampuan untuk mempertahankan sebagian besar unsur berbahaya yang dikandungnya dalam waktu lama. Penanaman kangkung di pinggir jalan raya yang padat dilalui kendaraan bermotor akan berpengaruh terhadap kadar timbal di tanaman kangkung akibat penyerapan logam berat timbal dari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi tingkat risiko kesehatan petani kangkung akibat pajanan timbal secara ingesti di kangkung yang ditanam di Kelurahan Sukapura, Jakarta Utara. Metode penelitian ini adalah Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan terhadap pola konsumsi kangkung pada 25 orang petani. Rata-rata konsentrasi timbal dalam kangkung adalah 1,54 mg/kg. Nilai ini telah melebihi standar Kepala BPOM No 23/2017 yaitu 0,2 mg/kg. Hasil nilai asupan (intake) realtime adalah sebesar 0,00026 mg/kg/hari dengan rata-rata laju asupan kangkung 102,42 gram, durasi pajanan selama 21,08 tahun, berat badan 60 kg, dan frekuensi pajanan 52 hari/tahun. Nilai RQ sebesar 0,07 (RQ <1) menunjukkan kangkung masih aman untuk dikonsumsi. Kata Kunci: Timbal; Kangkung; Petani; Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan
Read More
S-10118
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anisa Yonelia; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Istiati Suraningsih
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang penilaian risiko K3 pada petani padi di Desa Ngrendreng, Ngawi, Jawa Timur pada tahun 2012 dengan menganalisis bahaya dan risiko yang terdapat pada aktivitas dan lingkungan kerja. Penelitian ini adalah semikuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan observasional, serta menggunakan standar AS/NZS 4360:2004.
 
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas petani padi memiliki 71 risiko dengan jumlah risiko tertinggi pada kegiatan penggilingan padi. Risiko tertinggi memiliki nilai 1500 (very high), yaitu pada risiko ergonomi, pajanan bising, getar, radiasi UV, bahan kimia, gas, dan debu.
 

The focus fo this study was OHS risk assessment in rice farmers in Ngrendeng Village, Ngawi, East Java in 2012 with analyzed hazard and risk on activities and workplace. This study was semi-quantitative analitical descriptive with observational approach using AS/NZS 4360:2004 standard.
 
The result showed that rice farmers’ activities have 71 risks with the highest number of risk in rice grinding activity. The highest value of risk was 1500 (very high) from ergonomy, noise, vibration, UV radiation, chemical, gas, and dust.
Read More
S-7737
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fajaria Nurcandra; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Feni Fitriani, Miko Hananto, Fariz Nurwidya
Abstrak: Latar Belakang: Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan salahsatupenyakit paru yang ditandai dengan obstruksi saluran pernapasan yangmengganggu pernapasan normal dengan age-adjusted death rate 41,2/100.000pada tahun 2009. Penyebab kematian tertinggi ketiga di dunia tahun 2008 dandiperkirakan akan menjadi penyakit tertinggi di dunia pada tahun 2030. Studi iniditujukan untuk melihat besarnya hubungan pajanan pestisida terhadap PPOKpada petani.Metode: Studi kasus kontrol dilakukan pada bulan April sampai Mei 2016 diPurworjeo. Sebanyak 66 kasus merupakan petani yang didiagnosis PPOK padatahun 2015 berdasarkan data register dan rekam medis, sedangkan 59 kontrolmerupakan tetangga korban yang bekerja sebagai petani dengan hasil ukurspirometer normal. Kasus dan kontrol diukur fungsi paru menggunakanspirometer dan COPD assessment test.Hasil: Analisis regresi logistik kuantitas (OR=0,75; 95% CI 0,318-1,754) dandurasi keterpajanan pestisida (OR=1,11; 95% CI 0,430-2,891) diadjust denganpotensial confounder tidak menunjukkan hubungan yang jelas. Pestisidaditemukan sebagai risiko PPOK berdasarkan lama kerja (OR=5,61; 95% CI1,124-27,990) setelah di-adjust oleh confounder (umur, IMT, APD, riwayatpenyakit, merokok, pajanan debu dan asap.Kesimpulan: Lama kerja ditemukan sebagai faktor risiko PPOK, tetapi tidakditemukan hubungan yang jelas antara kuantitas dan durasi terhadap PPOK. Alatpelindung diri sebaiknya digunakan terutama masker untuk mengurangi efektoksik terhadap paru.Kata kunci: Pestisida, pertanian, PPOK, petani
Background: Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) is a term whichrefers to a large group of lung diseases characterized by obstruction of air flowthat interferes with normal breathing with age-adjusted death rate of41.2/100,000 in 2009. It causing 3rd highest of mortality worldwide in 2008 andestimated as the highest non communicable disease worldwide in 2030. This studyaimed to determine the relationship of pesticide exposure to COPD in farmer.Methods: A case-control study performed between April to May 2016 inPurworejo. The case group were 66 farmer who suffered from COPD during 2015by medical record, while the control group were 59 farmer of cases neighbourwho tested by spirometer showed normal lung function. Both case and controlgroup was tested by spirometer and COPD assessment test.Results: Logistic regression analysis of quantity (OR=0.75; 95% CI 0.318-1.754)and duration of spraying (OR=1.11; 95% CI 0.430-2.891) adjusted for allpotential confounders showed no clear associations. Pesticide remains a potentialhealth risk by duration of farming to COPD (OR=5,61; 95% CI 1,124-27,990)adjusted by confounders (age, BMI, PPE, history of resporatory illness, smokinghabit, dust and fumes exposure).Conclusion: Duration of farming found as risk factor of COPD, but no clearassociation of quantity and duration of spraying to COPD. PPE should be usedespecially mask along spraying process to reduce the risk of respiratory illness.Keywords: pesticide, agriculture, COPD, farmer.
Read More
T-4656
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nella Mutia Arwin; Pembimbing: Suyud; Penguji: Laila Fitria, Budi Hartono, Didi Purnama, Aries Hamzah
T-4770
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dayus Adi Pamungkas; Pembimbing: Ririn Arminsih; Penguji: Zakianis, Suyud Warno Utomo, Didik Surpiyono, Yayah Rodiana,
Abstrak: Abstrak

Puskesmas Jagalempeni Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes memiliki luas wilayah sebesar 20,22 km 2 , sebagian besar wilayahnya merupakan lahan pertanian. Sebagian besar masyarakatnya merupakan petani dan buruh tani (71,09%). Penggunaan pestisida dalam pertanian dilakukan dengan cara penyemprotan langsung terhadap tanaman. Penggunaan pestisida organofosfat dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti, terjadinya anemia yang ditandai oleh adanya penurunan kadar haemoglobin (Hb) darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada petani di wilayah kerja Puskesmas Jagalempeni Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional, sebanyak 90 petani penyemprot pestisida organofosfat dijadikan responden dalam penelitian ini, dilakukan pengukuran kadar cholinesterase darah dan kadar hemoglobin, serta variabel lain seperti durasi pajanan, frekuensi pajanan, masa kerja, perilaku, dan indeks masa tubuh. Hasil penelitian membuktikan ada hubungan antara kadar cholinesterase darah dengan anemia OR : 3,69 (95% CI : 1,30 – 10,44), ada hubungan antara metode penyemprotan dengan anemia OR : 3,07 (95% CI : 1,13 – 8,32), dan ada hubungan antara masa kerja dengan anemia OR : 2,51 (95% CI : 1,07 – 5,90). Faktor dominan yang berhubungan dengan terjadinya anemia adalah faktor masa kerja, dimana risiko untuk mengalami anemia pada petani dengan masa kerja > 17 tahun adalah 3 kali lebih tinggi dibandingkan pada petani dengan masa kerja ≤ 17 tahun setelah dikontrol variabel kadar cholinesterase dan metode penyemprotan. Kata Kunci : Petani, pestisida oganofosfat, cholinesterase, anemia.


 Puskesmas Jagalempeni Wanasari Brebes has an area of 20.22 km2, most of the territory is farmland. Most people are farmers and farm workers (71.09%). The use of pesticides in agriculture is done by direct spraying of crops. The use of organophosphate pesticides can cause health problems such as anemia is characterized by a decrease in levels of hemoglobin (Hb). The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of anemia among farmers in the region of Puskesmas Jagalempeni Sub-district Wanasari Brebes. This study used cross-sectional study design, as many as 90 farmers used organophosphate pesticide sprayers respondents in this study, carried out the measurement of blood cholinesterase levels and hemoglobin levels, as well as other variables such as duration of exposure, frequency of exposure, period of employment, behavior, and body mass index. The research proves there is a relationship between blood cholinesterase levels with anemia OR: 3.69 (95% CI: 1.30 to 10.44), there is a relationship between the method of spraying with anemia OR: 3.07 (95% CI: 1.13 - 8.32), and there is a relationship between period of employment with anemia OR: 2.51 (95% CI: 1.07 to 5.90). Dominant factor associated with the occurrence of anemia is a factor period of employment, where the risk to have anemia at the farmers by >17 years is 3 times higher than in farmers working with the ≤17 years after the controlled variable levels of cholinesterase and spraying methods. Keywords: Farmers, pesticide oganofosfat, cholinesterase, anemia.

Read More
T-3518
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shinthia Suwardi; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Sri Tjahyani Budi Utami, Anis Fitriyani
Abstrak: Pestisida meningkatkan hasil 40% tanaman coklat di Amerika Latin, 33% tebu di Pakistan juga mengatasi masalah hama pada program intensifikasi di Indonesia. Pestisida memberikan dampak buruk jika penggunaannya dilakukan secara terus menerus tanpa memperhatikan aturan pemakaian dan cara mengaplikasikan yang baik dan benar. Pestisida banyak digunakan petani dengan cara disemprotkan, terutama golongan organofosfat yang dapat mempengaruhi fungsi syaraf dengan jalan menghambat kerja enzim cholinesterase. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor risiko pajanan pestisida terhadap aktivitas cholinesterase dalam darah petani penyemprot hama padi. Desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan bulan April-Mei 2014, menggunakan data sekunder kuesioner responden serta hasil pemeriksaan cholinesterase yang dilakukan Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang di 3 Desa pada 2 wilayah kerja UPTD Puskesmas. Hasil penelitian, 81% petani mempunyai aktivitas cholinesterase normal atau tidak mengalami keracunan pestisida. Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara jenis pestisida yang digunakan, umur, berat badan, masa kerja, frekuensi kerja, durasi kerja, kontak terakhir dengan pestisida dan penggunaan APD terhadap aktivitas cholinesterase. Kata Kunci: Pestisida, Aktivitas Cholinesterase, Petani Penyemprot Hama Padi
Pesticides increase the yield of 40% cocoa in Latin America, 33% of sugarcane in Pakistan also solving pest problems in the intensification program in Indonesia. Pesticides had a devastating impact if used continuously regardless of usage rules and how to apply the rules. Pesticides are widely used by farmers by spraying, especially the organophosphate class which can affect nerve function by inhibiting the enzyme cholinesterase. The aim of research to analyze the risk factors of pesticide exposure to cholinesterase activity in the blood of farmers rice pest sprayer. The study used Cross-sectional design. The study was conducted in April-May 2014, using secondary data of the questionnaire respondents as well as the result of cholinesterase which has been conducted by Environmental Health Section of Karawang District Health on 3 villages at 2 UPTD Puskesmas. The results, 81% of farmers had normal cholinesterase activity or no pesticide poisoning. Bivariate analysis showed no correlation between the type of pesticide used, age, body weight, years of service, working frequency, duration of action, last contact with pesticides and the use of personal protective equipment against cholinesterase activity. Keywords: Pesticides, Cholinesterase Activity, Farmers Rice Pest Sprayer
Read More
S-8948
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nuraeni; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Evi Martha, Laila Fitria, Dyah Prabaningrum, Lisna Djamaluddin
Abstrak:
Anak usia di bawah lima tahun merupakan kelompok rentan terhadap paparan pestisida pertanian melalui perilaku penggunaan pestisida oleh keluarga. Dengan menggunakan pendekatan teori Health Belief Model, penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor penentu perilaku pencegahan paparan pestisida pada anak-anak di keluarga petani. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa yang merupakan sentra produksi kentang di Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian cross-sectional ini menggunakan sampel sebanyak 200 keluarga petani kentang yang dipilih secara systematic random sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dan menggunakan kuesioner. Data tersebut kemudian dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pencegahan keluarga sudah cukup baik dengan nilai rata-rata sebesar 71.125. Perilaku pencegahan keluarga dipengaruhi oleh persepsi manfaat (p-value=0.031; OR=1.968; 95%Cl=1.065–3.636) dan kepercayaan diri (p-value<0.001; OR=3.950; 95%Cl=2.159–7.228). Faktor yang paling dominan mempengaruhi perilaku pencegahan keluarga adalah kepercayaan diri. Keluarga dengan kepercayaan diri yang tinggi lebih berpotensi 3.950 kali memiliki perilaku pencegahan yang baik dibandingkan dengan keluarga yang memiliki kepercayaan diri yang rendah. Hasil penelitian ini mengindikasikan pentingnya peningkatan pesepsi manfaat dan kepercayaan diri yang akan mendorong perilaku pencegahan yang baik. Penyuluhan perilaku pencegahan yang baik dan dampak buruk kesehatan anak akibat paparan pestisida menjadi penting untuk meningkatkan perilaku pencegahan menjadi lebih baik lagi. Pelayanan kesehatan setempat juga dapat melakukan uji kolinestrase terhadap anak untuk mengidentifikasi kasus keracunan akibat pestisida secara klinis. Hasil uji tersebut dapat menunjukkan keefektifan perilaku pencegahan pada keluarga petani. Selain itu, menyediakan fasilitas pendukung seperti papan peringatan larangan anak memasuki kebun di beberapa titik sentral lokasi pertanian dapat menjadi pemicu perilaku pencegahan paparan pestisida terhadap anak pada keluarga petani.

Children under five years of age are vulnerable to exposure to agricultural pesticides through family pesticide use behavior. Using the Health Belief Model theoretical approach, this research explores the determinants of behavior to prevent pesticide exposure to children in farming families. This research was conducted in Tinggimoncong Subdistrict, Gowa Regency, the potato production center in South Sulawesi Province. This cross-sectional research used a sample of 200 potato farming families selected using systematic random sampling. Research data was collected through interviews and using questionnaires. The data was then analyzed univariately, bivariately, and multivariately. The research results show that family prevention behavior is quite good, with an average value of 71.125. Family prevention behavior is influenced by perceived benefits (p-value=0.031; OR=1.968; 95%Cl=1.065–3.636) and self-confidence (p-value<0.001; OR=3.950; 95%Cl=2.159–7.228). The most dominant factor influencing family prevention behavior is self-confidence. Families with high self-confidence are 3,950 times more likely to have good preventative behavior than those with low self-confidence. The results of this study indicate the importance of increasing perceived benefits and self-confidence, which will encourage good preventative behavior. Counseling on good preventive behavior and the negative impacts on children's health due to exposure to pesticides is important to improve preventive behavior to be even better. Local health services can also carry out cholinesterase tests on children to clinically identify cases of pesticide poisoning. The test results can show the effectiveness of preventive behavior in farming families. In addition, providing supporting facilities such as warning boards prohibiting children from entering the garden at several central points in agricultural locations can trigger behavior to prevent pesticide exposure to children in farming families.
Read More
T-6862
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive