Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Pande Putu Januraga, ChriswardaniSuryawati, Septo Pawelas Arso
JMPK Vol.11, No.01
Yogyakarta : FK UGM, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gurendro Putro, Irama Barida
MPPK Vol.27, No.1
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2017
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dina Ramadhani; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Mila Tejamaya, Yuni usminanti
Abstrak: Tangki timbun yang menyimpan premium memiliki risiko kebakaran dan ledakankarena premium bersifat flammable, reactive, dan mudah menguap. Oleh karenaitu, diperlukan penilaian risiko kebakaran dan ledakan pada tangki agar dapat dilakukan tindakan pencegahan dan meminimalisasi dampak yang mungkin terjadi. Penilaian risiko kebakaran pada tangki timbun dilakukan dengan menggunakan metode Dow;s Fire and Explosion Index. Objek penelitian adalah tangki timbun nomor 12 yang menyimpan premium dengan kapasitas 5.020 kL.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai F&EI pada tangki timbun nomor 12sebesar 122,24. Hal ini berarti tangki timbun memiliki risiko kebakaran dan ledakan dengan kategori intermediate. Radius pajanan jika terjadi kebakaran da nledakan adalah 43,747 meter. Luas area terpajan jika terjadi kebakaran dan ledakan adalah 3.074,25 m2. Nilai pergantian properti dan seluruh peralatan yang rusak jika terjadi kebakaran dan ledakan adalah Rp 8.357.392.777,-. Denganfaktor kerusakan sebesar 0,50, maka jika terjadi kebakaran dan ledakan nilai kerugian dasar yang diderita adalah Rp 4.178.696.388,-. Faktor pengendali kerugian adalah 0,56, sehingga kerugian sebenarnya jika terjadi kebakaran danledakan adalah Rp 2.340.069.958,-. Lama hari kerja yang hilang jika terjadi kebakaran dan ledakan adalah 23 hari dan besarnya kerugian yang diderita apabila bisnis terhenti sementara adalah Rp 2.597.849.793,-.Kata Kunci:Premium, tangki timbun, kebakaran dan ledakan, analisis kerugian.
Read More
S-7612
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhea Amira Ghassani; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Elven Martini
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan membayar iuran Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) BPJS Kesehatan Jakarta Barat tahun 2017. Penelitian ini merupakan jenis kuantitatif dengan menggunakan data primer dan studi cross sectional. Hasil yang didapatkan yaitu terdapat sebanyak 85% peserta yang patuh membayar iuran BPJS Kesehatan dan sebanyak 15% yang tidak patuh membayar iuran. Faktor ekonomi, sosio-demografi, dan sosio-psikologi dianalisis pada penelitian ini. Variabel yang berhubungan dengan kepatuhan membayar iuran adalah variabel pendapatan per bulan yang merupakan salah satu variabel pada faktor ekonomi dengan p-value 0,004. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor sosio-demografi dan sosio-psikologi dengan kepatuhan membayar iuran BPJS Kesehatan.

Kata kunci : kepatuhan membayar iuran, BPJS kesehatan

This study aimed to determine the factors that influence the contributions compliance of West Jakarta BPJS Health Beneficiary independent participants (PBPU) in 2017. This research was a quantitative research using primary data and cross sectional study. The result showed that there are 85% of participants who dutifully paid dues BPJS Health and as much as 15% who did not obediently pay dues. Economic, socio-demographic, and socio-psychological factors were analyzed in this study. Variables relating to payroll compliance are variable income per month which was one of variable on economic factor with p-value 0,004. There was no significant correlation between socio-demographic and socio-psychological factors with BPJS Health contribution compliance.

Keywords : Willingness to pay, social health insurance, health insurance premium
Read More
S-9464
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyu Satrio Wibowo; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Pujiyanto, Hermadi, Siswandi
Abstrak: Abstrak

Pengembangan sistem penagihan dan pengumpulan iuran yang dilakukan oleh PT Askes (Persero) didalam operasional Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan beradasarkan kerangka sistem yaitu analisis input, proses dan output serta berdasarkan pengembangan dari sistem yang ada dan digunakan selama ini yang berdasarkan asuransi sosial peserta pegawai negeri sipil. Analisis Input dilakukan dengan mengindentifikasi seluruh komponen yang ada didalam sistem. Analisis proses dengan melakukan analisis resiko seluruh komponen dan proses yang akan digunakan didalam pengembangan sistem. Outputnya adalah mengembangkan sistem yang ada berdasarkan analisis input dan proses yang telah dilakukan.


System developing for Premium Collection made by PT Askes (Persero) in the operational of Badan Penyelenggara Jaminan Sosial base on the framework of analysis that is input, process and output as well as on the development of the system and is used for social insurance based upon the civil service employment. Input analysis is done by identification of all components describe in the system. Analysis of the risk analysis process by doing all components and processes that will be used in the developing of the system. Output is to develop systems that are based on the analysis of the inputs and processes that have been done.

Read More
T-4019
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Renny Nurhasana; Promotor: Budi Hidayat; Kopromotor: Pujiyanto; Penguji: Hasbullah Thabrany, Purnawan Junadi, Mardiati Nadjib, Fachmi Idris, Vivi Yulaswati, Alin Halimatussadiah
D-375
Depok : FKM-UI, 2018
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lisna Utami; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Mila Tejamaya, Devie Fitri Octaviani
Abstrak: Perusahaan minyak dan gas biasanya menggunakan tangki timbun yang berisi bahanmudah terbakar dan berbahaya bagi kesehatan, oleh karena itu risiko untuk terjadinya dispersigas, kebakaran, dan ledakan sangat besar apabila terjadi failure pada tangki timbun.Pemodelan yang dilakukan pada penelitian ini ditujukan untuk mengetahui konsekuensi dari peristiwa dispersi gas, kebakaran, dan ledakan akibat kebocoran pada tangki timbun premiumdengan kapasitas 5000 kiloliter di PT Pertamina (Persero) Terminal BBM Panjang, Lampung yang merupakan suatu perusahaan minyak dan gas. Penelitian ini merupakan penelitian pemodelan kuantitatif. Pemodelan dilakukan menggunakan piranti lunak BREEZE IncidentAnalyst pada tiga jenis hidrokarbon yang menjadi komponen Premium, yaitu heksana,heptana, dan pentana.Hasil dari penelitian ini didapatkan jangkauan dan konsekuensi dispersi gas, kebakaran,dan ledakan untuk tiga zona berdasarkan level of concern dari setiap skenario. Jangkauan dan konsekuensi dari pemodelan ini akan dianalisis terhadap sistem fire safety dan manajemen tanggap darurat yang ada di PT Pertamina (Persero) Terminal BBM Panjang, Lampung.
Kata kunci : BREEZE Incident Analyst, tangki timbun, Premium, konsekuensi, dispersi gas, kebakaran,kolam api, BLEVE, ledakan.
Oil and gas industries normally use storage tanks containing flammable materials and hazardous to health, therefore the risk for the occurrence of gas dispersion, fire, andexplosion is very high when the failure happened storage tank. Modeling performed in thisstudy aimed to determine the consequences of the events of gas dispersion, fire and explosiondue to leakage in the Premium storage tank with a capacity of 5000 liters at PT Pertamina(Persero) Terminal BBM Panjang, Lampung which is an oil and gas industry. This research isa quantitative modeling. Modeling done using software BREEZE Incident Analyst at threetypes of hydrocarbons that become Premium components, namely hexane, heptane, andpentane.Results of this research are presented range and consequences of gas dispersion, fire,and explosion for the three zones based on the level of concern of each scenario. The rangeand consequences of this modeling will be analyzed by the system fire safety and emergencymanagement in PT Pertamina (Persero) Terminal BBM Lampung, Lampung.
Keywords:BREEZE Incident Analyst, storage tank, Premium, consequences, gas dispersion, fire, poolfire, BLEVE, explosion
Read More
S-7620
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emmy Kezia; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Jaslis Ilyas, Amila Megraini
Abstrak:
Penelitian ini mengkaji Willingness to Pay (WTP) iuran asuransi kesehatan sosial di kalangan pekerja informal. Meskipun WTP merefleksikan kesediaan membayar, realitas pendapatan fluktuatif dan kendala operasional di sektor informal menjadi tantangan signifikan bagi kepatuhan iuran, berbeda dengan sistem formal yang terjamin melalui pemotongan gaji. Tujuan penelitian ini adalah menyintesis faktor-faktor dominan yang memengaruhi WTP pekerja informal berdasarkan tinjauan pustaka yang komprehensif. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor sosioekonomi, literasi asuransi, persepsi manfaat, dan kepercayaan, serta kualitas dan aksesibilitas layanan secara kolektif memengaruhi WTP. Temuan ini menggarisbawahi bahwa WTP pekerja informal cenderung di bawah tarif iuran JKN yang berlaku, dipicu oleh ketidaksesuaian premi dengan kemampuan membayar. Studi ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang determinan WTP pekerja informal, sebagai dasar perumusan kebijakan premi yang lebih adaptif dan strategi peningkatan kepatuhan yang efektif untuk mencapai UHC.

This research examines the Willingness to Pay (WTP) for social health insurance premiums among informal sector workers. Although WTP reflects the willingness to pay, the reality of fluctuating incomes and operational constraints in the informal sector poses a significant challenge to premium compliance, unlike the formal system which is guaranteed through salary deductions. The objective of this study is to synthesize the dominant factors influencing WTP among informal sector workers based on a comprehensive literature review. The analysis results indicate that socioeconomic factors, insurance literacy, perception of benefits, and trust, as well as service quality and accessibility, collectively influence WTP. These findings highlight that informal workers' WTP tends to be below the prevailing JKN premium rates, triggered by a mismatch between premiums and their ability to pay. This study contributes to a better understanding of the determinants of WTP among informal sector workers, serving as a basis for formulating more adaptive premium policies and effective compliance improvement strategies to achieve UHC.
Read More
S-11991
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive