Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Rita Yuniatun; Pembimbing: A, Rahman Penguji: Suyud Warno Utomo, Randy Novirsa
Abstrak:
Konsentrasi Mn yang tinggi yaitu 3,1 kali lebih besar dari nilai rujukannya telah diidentifikasi pada air bersih yang merupakan sumber air minum di Desa Ketenger. Desa ini merupakan desa terdekat dengan sumber air panas atau air geothermal yang disebut dengan Pancuran Tujuh. Untuk mengestimasi risiko kesehatan akibat pajanan oral Mn, dilakukan analisis risiko kesehatan lingkungan pada penduduk Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Konsentrasi Mn pada 12 sampel air minum dianalisis menggunakan Spektrofotometer HACH 2010 dan 12 sampel makanan terpilih dianalisis menggunakan Flame Atomic Absorption Spectrophotometer (FAAS) Shimadzu AA-6300. Sementara itu, sebanyak 136 responden yang dibagi menjadi dua kelompok umur yaitu anak dan dewasa diobservasi untuk dilakukan estimasi mengenai tingkat risiko kesehatan akibat pajanan oral Mn. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa konsentrasi Mn pada sampel beras, sayur, buah, ikan dan air minum masing-masing sebesar 0,52 mg/kg, 1,53 mg/kg, 0,65 mg/kg, 0,10 mg/kg dan 0,35 mg/L. Nilai CDI Mn pada kelompok dewasa dan anak masing-masing 0,01 mg/kg/hari dan 0,02 mg/kg/hari. Sedangkan nilai RQ pada semua kelompok umur adalah <1, yang artinya konsumsi air minum dan makanan terpilih masih aman dari risiko kesehatan Mn khususnya risiko non-karsinogenik. Namun demikian, analisis lebih lanjut menemukan bahwa asupan harian Mn pada kelompok anak dan dewasa baik pria maupun wanita
Read More
S-9059
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Endang Krisnawaty; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Suyud Warno Utomo, Budi Hartono, Ardan Kurniawan, Yanny Septia
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis risiko pajanan timbal dalam air minum terhadap kejadian hipertensi pada penduduk yang bermukim di sekitar TPA Cipayung Kota Depok, Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode PHA (Public Health Assessment) yaitu terdapat dua metode penelitian: ARKL (Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan) dan EKL (Epidemiologi Kesehatan Lingkungan) dengan desain studi cross sectional. Hasil penelitian didapatkan tingkat risiko terhadap efek non karsinogenik pada pajanan timbal dalam air sumur yang dikonsumsi oleh penduduk di sekitar TPA Cipayung masih berada dibawah batas aman yaitu RQ real-time ≤1 (RQ real-time maksimal pada 0.669). Sedangkan pada perhitungan RQ lifespan 40 tahun didapatkan nilai RQ>1 yaitu RQ=1.071. Artinya responden yang mengkonsumsi air sumur terpajan timbal akan berisiko tidak aman terhadap gangguan kesehatan non karsinogenik pada 40 tahun yang akan datang. Perhitungan tingkat risiko terhadap efek karsinogenik pada pajanan timbal dalam air sumur yang dikonsumsi oleh penduduk di sekitar TPA Cipayung, pada jangka waktu 100 tahun yang akan datang berada pada batas aman (ECR 100 tahun = 1.37x10-6). Analisis bivariat yang dilakukan antara tingkat risiko pajanan timbal dalam air sumur dengan kejadian hipertensi tidak didapatkan hubungan yang signifikan dengan nilai p=0.322. Hasil analisis multivariat didapatkan peluang pada responden yang mengkonsumsi air sumur terpajan timbal sebesar 0.193 kali menderita hipertensi dibandingkan dengan responden yang tidak mengkonsumsi air sumur terpajan timbal setelah dikontrol oleh variabel konsumsi lemak jenuh, umur, kebiasaan merokok, aktivitas fisik kurang dan konsumsi garam tinggi
Read More
T-5636
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nuansa Dwika Aulia; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Laila Fitria, Ririn Arminsih Wulandari, Asep Tata Gunawan, Heri Nugroho
Abstrak:
Read More
Penelitian bertujuan mengetahui risiko kesehatan pada konsumen ikan asin, dilaksanakan di lima Pasar Tradisional terbesar di Kabupaten Banyumas yaitu Pasar Banyumas, Pasar Wage, Pasar Manis, Pasar Pon dan Pasar Cermai. Sampel penelitian terbagi menjadi dua, sampel lingkungan dan sampel penduduk. Sampel lingkungan adalah ikan asin jenis teri dan peda dari lima pasar dengan total penjual ikan asin adalah 9 pedagang, ikan asin yang menjadi sampel berjumlah 18 buah. Sampel penduduk adalah pengunjung lima pasar yang membeli ikan asin peda dan/atau teri saat dilakukan penelitian dengan total sampel 67 orang dari total populasi 200 orang rata-rata pembeli ikan asin di lima pasar tersebut setiap harinya. Hasilnya hanya terdapat 1 ikan asin yang positif mengandung formalin yaitu ikan asin teri di Pasar Manis. Hasil perhitungan intake realtime tertinggi yaitu konsumen ikan asin peda dan/atau teri Pasar Cermai yaitu dengan konsentrasi maksimum 2,0335 mg/kg/hari. Sementara intake lifetime tertinggi yaitu konsumen ikan asin peda dan/atau teri di Pasar manis dengan konsentrasi maksimum 2,498 mg/kg/hari. Hasil pengukuran RQ realtime tertinggi yaitu konsumen ikan asin peda dan/atau teri di Pasar Cermai dengan nilai maksimum 10,088. Sementara RQ lifetime tertinggi berada pada konsumen ikan asin peda dan/atau teri di Pasar Manis dengan nilai maksimum 12,49.
The research aims to determine the health risks of salted fish consumers, carried out in the five largest traditional markets in Banyumas Regency, namely Banyumas Market, Wage Market, Manis Market, Pon Market and Cermai Market. The research sample was divided into two, environmental samples and population samples. The environmental samples were anchovy and peda types of salted fish from five markets with a total of 9 salted fish sellers, the total number of salted fish in the sample was 18. The population sample was visitors to five markets who bought salted fish and/or anchovies when the research was conducted with a total sample of 67 people from a total population of 200 people, on average, buyers of salted fish in the five markets every day. The result was that there was only 1 salted fish that was positive for containing formaldehyde, namely anchovy salted fish at Pasar Manis. The highest real-time intake calculation results were consumers of peda salted fish and/or anchovies at Cermai Market with a maximum concentration of 2.0335 mg/kg/day. Meanwhile, the highest lifetime intake was consumers of salted peda fish and/or anchovies at Sweet Market with a maximum concentration of 2,498 mg/kg/day. The highest real-time RQ measurement results were consumers of salted peda fish and/or anchovies at Cermai Market with a maximum value of 10,088. Meanwhile, the highest lifetime RQ was for consumers of salted fish and/or anchovies at Pasar Manis with a maximum value of 12.49.
T-6849
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Agus Sudarman; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Abdur Rahman, Laila Fitria, Ali Isha Whardana, Carolina Rusdy Akib
T-4527
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Agus Sudarman; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Abdul Rahman, Laila Fitria, Ali Isha Whardana, Carolina Rusdy Akib
T-4529
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eva Kasih Sembiring; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Bambang Wispriyono, Ema Hermawati, Syafran Arrazy, Slamet Isworo
Abstrak:
Read More
Sungai Cilemahabang merupakan sungai yang terdapat di Kabupaten Bekasi yang mengalir dari Cikarang bagian Selatan menuju Cikarang bagian Utara yang menjadi lokasi penelitian. Cikarang dikenal sebagai Kota industri terbesar di Asia Tenggara, dengan berkembangnya industri dan bertambahnya jumlah penduduk, sungai Cilemahabang terindikasi adanya pencemaran, sebagaimana hasil dari survey awal yang menunjukkan adanya konsentrasi merkuri dalam air sungai. Mengingat potensi bahaya kesehatan dari pajanan merkuri sehingga dilakukan penelitian yang dapat menganalisis risiko kesehatan terhadap masyarakat melalui air tanah (sumur) yang dikonsumsi masyarakat di sekitar wilayah aliran sungai Cilemahabang Desa Waluya dan Desa Karangraharja Kecamatan Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) dengan sampel subjek sebanyak 110 orang melalui kuesioner dan sampel lingkungan yaitu air tanah (sumur) sebanyak 8 sampel dianalisis di laboratorium. Selain itu, dilakukan pengambilan sampel air sungai pada bagian hulu, tengah dan hilir Sungai Cilemamahabang untuk melihat pola distribusi di lingkungan. Hasil laboratorium menunjukkan bahwa terdapat konsentrasi merkuri pada air tanah (sumur) sebesar 0,0027 mg/l yang telah melebih nilai baku mutu berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 pada air minum dan konsentrasi merkuri pada air sungai juga telah melebihi nilai baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Nilai Risk Quetient (RQ) secara realtime pada masyarakat masih dinyatakan tidak berisiko dengan RQ≤1, namun setelah diproyeksikan hingga 40 tahun kedepan, dinyatakan berisiko dengan nilai RQ>1. Sedangkan untuk RQ individu, terdapat 15% yang sudah berisiko. Sehingga tetap perlu dilakukan pengelolaan risiko untuk meminimalisir dampak kesehatan masyarakat jangka panjang.
Cilemahabang River is a river in Bekasi Regency that flows from the southern part of Cikarang to the northern part of Cikarang, the research location. Cikarang is known as the largest industrial city in Southeast Asia. With industrial development and population growth, the Cilemahabang River has become polluted, and the initial survey results revealed elevated concentrations of mercury in the river water. Considering the potential health hazards of mercury exposure, this study was conducted to analyze the health risks to the community through groundwater (well water) consumed by residents living near the Cilemahabang River Basin in Waluya Village and Karangraharja Village, North Cikarang District. This study used the ARKL method with a subject sample of 110 people through a questionnaire and environmental samples, namely groundwater (well) as many as 8 samples analyzed in the laboratory. In addition, river water samples were taken at the upstream, middle, and downstream of the Cilemamahabang River to see the environmental distribution pattern. Laboratory results show that there is a mercury concentration in groundwater (wells) of 0.0027 mg/l, which has exceeded the quality standard value based on Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 in drinking water, and the mercury concentration in river water has also exceeded the quality standard value based on PP Nomor 22 Tahun 2021. The real-time Risk Quetient (RQ) value in the community is still declared not at risk with RQ≤1, but after being projected for the next 40 years, it is stated at risk with an RQ>1 value. As for the individual RQ, 15% are already at risk. So, it is still necessary to carry out risk management to minimize long-term public health impacts.
T-7269
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ridcho Andrian AM; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Budi Hartono, Bambang Wispriyono, Miko Hananto, Dian Novianti
T-5123
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
