Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
reproductive health matters
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
KIM (Katalog Induk Majalah)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raihana N. Alkaff, Erni Agustini, Julie Rostina
JKR Vol.3, No.2
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sawitri, Ida Farida
JKR Vol.3, No.2
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Soetrisno, Didon Muhammad Trimulya, Slamet Riyanto
JKR Vol.1, No.3
Yogyakarta : IPAKESPRO, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suharmiati, Lestari Handayani, Tilly A.A. Hutapea Rampen
Bulitsiskes Vol.16, No.3
Surabaya : Balitbangkes Depkes RI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astried Anggraeni Mirza; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Popy Yuniar, Rahmadewi
Abstrak:
Indonesia merupakan negara dengan struktur penduduk ekspansif, yaitu mayoritas penduduk berada pada kelompok usia muda. Besarnya populasi usia muda di Indonesia menimbulkan tantangan dalam mengatasi bermacam-macam permasalahan seputar remaja seperti peningkatan masalah kesehatan seksual dan reproduksi yang salah satunya adalah kehamilan remaja. Permasalahan kehamilan remaja yang terjadi dapat menimbulkan banyak dampak negatif, salah satunya dapat berimbas pada mortalitas dan morbiditas di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan faktor-faktor yang berhubungan dengan kehamilan remaja antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Indonesia. Sumber data penelitian ini adalah hasil SDKI 2017 dengan desain penelitian studi potong lintang (cross sectional). Sampel penelitian ini remaja perempuan usia 15-24 tahun yang memenuhi kriteria, dengan membagi sampel ke dalam dua wilayah, yaitu perkotaan dan pedesaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi kehamilan remaja di wilayah perkotaan adalah sebesar 19% sedangkan di wilayah pedesaan adalah sebesar 32,4%. Faktor yang berhubungan dengan kehamilan remaja, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, meliputi usia, pendidikan, status ekonomi keluarga, status pekerjaan, pengetahuan kontrasepsi, akses media informasi, dan akses fasilitas kesehatan. Didapatkan juga faktor yang paling dominan terhadap kehamilan remaja adalah akses fasilitas kesehatan, baik di wilayah perkotaan (AOR=17,17; 95% CI: 10,65-27,68) maupun pedesaan (AOR=10,73; 95% CI: 7,02-16,38). Melihat temuan penelitian, pihak berwenang disarankan untuk meningkatkan akses fasilitas kesehatan dan memperluas pelayanan KB untuk generasi muda serta menggecarkan promosi kesehatan seksual dan reproduksi.

Indonesia is a country with an expansive population structure, namely that the majority of the population is in the young age group. The large young population in Indonesia creates challenges in overcoming various problems surrounding teenagers, such as the increase in sexual and reproductive health problems, one of which is teenage pregnancy. The problem of teenage pregnancy can have many negative impacts, one of which is mortality and morbidity in Indonesia. This research was conducted to determine the comparison of factors related to teenage pregnancy between urban and rural areas in Indonesia. The data source for this research is the results of the 2017 IDHS with a cross-sectional research design. The research sample consisted of female teenagers aged 15–24 who met the criteria by dividing the sample into two areas, namely urban and rural. The results of this study show that the proportion of teenage pregnancies in urban areas is 19%, while in rural areas it is 32,4%. Factors associated with teenage pregnancy, both in urban and rural areas, include age, education, family economic status, employment status, knowledge of contraception, access to information media, and access to health facilities. It was also found that the most dominant factor in teenage pregnancy was access to health facilities, both in urban areas (AOR=17,17; 95% CI: 10,65-27,68) and rural areas (AOR=10,73; 95% CI: 7,02-16,38). Looking at the research findings, the authorities are advised to increase access to health facilities, expand family planning services for the younger generation, and intensify the promotion of sexual and reproductive health.
Read More
S-11578
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rafiqa Ghaisani Mahdiyyah; Pembimbing: Lhuri Dwianti Rahmartani; Penguji: Trisari Anggondowati, Syafirah Hardani
Abstrak:
Latar Belakang : Kehamilan pada remaja usia 15-19 tahun tetap menjadi masalah kesehatan reproduksi di Indonesia, sementara penggunaan kontrasepsi belum menunjukkan peningkatan yang stabil. Tujuan : Mengetahui gambaran penggunaan alat kontrasepsi pada remaja perempuan usia 15-19 tahun yang aktif secara seksual di Indonesia. Metode : Penelitian menggunakan data SDKI 2002/2003, 2007, 2012, dan 2017 dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 766 remaja (2002/2003), 679 remaja (2007), 708 remaja (2012), dan 574 remaja (2017) yang aktif secara seksual dalam 4 bulan terakhir. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan pembobotan. Hasil : Penggunaan kontrasepsi pada remaja perempuan usia 15–19 tahun yang aktif secara seksual di Indonesia selama periode 2002/2003–2017 menunjukkan pola fluktuatif, yaitu 51,7%, 48,6%, 52,3%, dan 48,9%. Remaja yang tinggal di wilayah perkotaan cenderung memiliki penggunaan kontrasepsi lebih tinggi dibandingkan remaja perdesaan. Penggunaan kontrasepsi relatif stabil pada remaja berpendidikan SD hingga SMP dan lebih tinggi pada kelompok kesejahteraan sedang pada beberapa tahun pengamatan. Akses terhadap fasilitas kesehatan berkaitan dengan proporsi penggunaan kontrasepsi yang lebih tinggi, sementara tingginya tingkat pengetahuan tentang metode keluarga berencana (>97%) belum sepenuhnya tercermin dalam praktik penggunaan kontrasepsi. Kesimpulan : Penggunaan kontrasepsi pada remaja perempuan usia 15–19 tahun yang aktif secara seksual di Indonesia masih belum stabil selama periode 2002/2003–2017. Meskipun pengetahuan tentang keluarga berencana sudah sangat tinggi, pemanfaatan kontrasepsi belum meningkat secara konsisten, sehingga diperlukan penguatan akses dan layanan kesehatan reproduksi yang lebih responsif terhadap kebutuhan remaja.

Background: Pregnancy among adolescents aged 15–19 years remains a major reproductive health concern in Indonesia, while contraceptive use in this age group has not shown a consistent increase.  Objective: To describe the use of contraceptive methods among sexually active adolescent females aged 15–19 years in Indonesia.  Methods: This study utilized data from the Indonesia Demographic and Health Surveys (IDHS) 2002/2003, 2007, 2012, and 2017 with a cross-sectional design. The samples consisted of 766 adolescents (2002/2003), 679 adolescents (2007), 708 adolescents (2012), and 574 adolescents (2017) who had been sexually active within the past four months. Data were analyzed descriptively using sampling weights.  Results: Contraceptive use among sexually active adolescent girls aged 15–19 in Indonesia during the 2002/2003–2017 period showed a fluctuating pattern, namely 51.7%, 48.6%, 52.3%, and 48.9%. Adolescents living in urban areas tended to have higher contraceptive use than those in rural areas. Contraceptive use was relatively stable among adolescents with elementary to junior high school education and higher among those with moderate welfare across several observation years. Access to health facilities was associated with a higher proportion of contraceptive use, while high levels of knowledge about family planning methods (>97%) were not fully reflected in contraceptive use practices.  Conclusion: Contraceptive use among sexually active adolescent girls aged 15–19 in Indonesia remained unstable during the period 2002/2003–2017. Despite high levels of family planning knowledge, contraceptive use has not consistently increased, necessitating stronger access to and more responsive reproductive health services to adolescents' needs.
Read More
S-12165
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fransiska Meyanti; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Agustin Kusumayati, Rina Artining Anggorodi, Maria J. Adrijanti, Nelly Tina Widjaja
T-3357
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Setiawaty; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Nur Syafitri, Setyani
T-3325
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Merry Maeta Sari; Pembimbing: Besral; Penguji: Evi Martha, Rita Damayanti, Yanti Damayanti, Linda Siti Rohaeti
Abstrak: Pendahuluan : Beberapa data statistik menunjukkan bahwa 80% wanita dan 50% pria tunagrahita mengalami pelecehan seksual sebelum usia 18 tahun. Orang tua yang merupakan pendidik seks utama, seringkali takut berbicara tentang kesehatan reproduksi karena kurang pengetahuan.

Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas intervensi psikoedukasi kesehatan reproduksi remaja tunagrahita terhadap pengetahuan dan praktik orangtua siswa tunagrahita di SLB C Tri Asih Jakarta.

Metode : Kuasi eksperimen dengan pre-post test without control yang ditujukan kepada 36 orangtua siswa tunagrahita di SLB C Tri Asih Jakarta. Hasil : Rata-rata pengetahuan orangtua siswa tunagrahita sebelum diberikan intervensi adalah 10,28, setelah diberikan intervensi, pada post test 1 menjadi 11,61 dan pada post test 2 menjadi 11,94. Rata-rata praktik orangtua siswa tunagrahita sebelum intervensi adalah 1,08 dan setelah intervensi menjadi 1,11.

Kesimpulan : Terjadi peningkatan pengetahuan dan praktik orangtua siswa tunagrahita di SLB Tri Asih Jakarta setelah diberikan intervensi psikoedukasi kesehatan reproduksi remaja tunagrahita, namun, peningkatan ini belum bisa dikatakan efektif.

Kata kunci : psikoedukasi, kesehatan reproduksi, remaja tunagrahita
Read More
T-4823
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive