Ditemukan 19 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Yunita Prastyawati; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Anhari Achadi, Syaifudin Zuhri
Abstrak:
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis jumlah kebutuhan tenaga kerja diInstalasi Farmasi Rumah Sakit Tugu Ibu yang akan disesuaikan dengan beban kerjayang ada. Metode Workload Indicator Staffing Needs (WISN) adalah metode untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja berdasarkan beban kerja. Jenis penelitian ini termasuk kedalam penelitian kuantitatif dan kualitatif yang pengumpulan datanya didapatkan dengan observasi menggunakan teknik work sampling untuk mendiskripsikan pola kegiatan/ beban kerja serta proporsi waktu yang digunakanuntuk melakukan kegiatan. Selain itu juga dilakukan wawancara mendalam dan studidokumentasi. Sedangkan untuk perhitungan kebutuhan tenaga kerja menggunakan metode Workload Indicator Staffing Needs (WISN). Hasil dari penelitian didapatkan persentase penggunaan waktu produktif adalah 64,15%. Persentase penggunaan waktu produktif yang sangat tinggi adalah pada shift pagi dan siang yang persentasenya mencapai 84,42%, yang sudah melebihi dari batas standar optimal80%. Berdasarkan perhitungan dengan metode WISN didapatkan jumlah kebutuhan tenaga 56 orang yaitu dengan rincian yang seharusnya petugas yang bertugas pada shift pagi 22 orang, shift siang 21 orang dan shift malam, 13 orang. Sedangkan tenaga yang ada saat ini adalah 19 orang, sehingga masih kekurangan tenaga sebanyak 37orang. Dari hasil penelitian ini disarankan untuk menambah atau melakukan mutasitenaga dari bagian lain serta menyetarakan pembagian tugas untuk setiap shift.
Kata kunci:WISN, Work Sampling, Tenaga
This Reserch was conducted to analyze the number of manpower requarements inPharmacy Tugu Ibu Hospital to be tailored to existing workload. Workload IndicatorStaffing Needs (WISN) Methode is a method for calculating labor requarementsbased on workload. This study includes a qualitative study into the data collectionobtained by observation using work sampling technique to describe patterns ofactivity / workload and the propoetion of time spent on activities. To obtainsecondary data with in-depth interviews and documentary study. As for thecalculation of manpower requirements using the Workload Indicator Staffing Needs(WISN). The results of the study found the percentage of productive time is 64,15%.Percentage of very h8igh productive time is the morning and the afternoon shift thatpercentage reached 84,42%, wich already exceeds the limit of 80% of optimalstandads. Based on the calculating method of WISN obtained sum power requirementare 56 people with the details of the supposed officer who served 22 people on themorning shift, 21 people on the afternoon shift and 13 people on the nigt shift. whilethe current force is 19 people, so there is still a shortage of as many as 37 people.From these results is advisable to increase or transferring personnel from other parts,and results it is advisable to increase or transfering personnel from other parts, andequalize the division of tasks for each shift.
Kata Kunci:WISN, Work Sampling, Labor
Read More
Kata kunci:WISN, Work Sampling, Tenaga
This Reserch was conducted to analyze the number of manpower requarements inPharmacy Tugu Ibu Hospital to be tailored to existing workload. Workload IndicatorStaffing Needs (WISN) Methode is a method for calculating labor requarementsbased on workload. This study includes a qualitative study into the data collectionobtained by observation using work sampling technique to describe patterns ofactivity / workload and the propoetion of time spent on activities. To obtainsecondary data with in-depth interviews and documentary study. As for thecalculation of manpower requirements using the Workload Indicator Staffing Needs(WISN). The results of the study found the percentage of productive time is 64,15%.Percentage of very h8igh productive time is the morning and the afternoon shift thatpercentage reached 84,42%, wich already exceeds the limit of 80% of optimalstandads. Based on the calculating method of WISN obtained sum power requirementare 56 people with the details of the supposed officer who served 22 people on themorning shift, 21 people on the afternoon shift and 13 people on the nigt shift. whilethe current force is 19 people, so there is still a shortage of as many as 37 people.From these results is advisable to increase or transferring personnel from other parts,and results it is advisable to increase or transfering personnel from other parts, andequalize the division of tasks for each shift.
Kata Kunci:WISN, Work Sampling, Labor
S-7557
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Corry Artha Stevani; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Anhari Achadi, Tri Mulyati
S-7014
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Aldino Novian; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Jaslis Ilyas, Mieke Savitri, Agustina Harsimin, Achmad Zaenudin
Abstrak:
Latar Belakang: Manajemen professional sangat dibutuhkan untuk menentukankualitas sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan rumah sakit yangberkualitas. Perawat sebagai salah satu sumber daya manusia di rumah sakit merupakanujung tombak pelayanan yang harus direncanakan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui beban kerja dan jumlah optimal kebutuhan tenaga perawat di instalasi rawatinap Rumah Sakit FMC tahun 2018.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observational descriptive denganmenggunakan metode quantitative dan wawancara mendalam. Pengumpulan datasecara quantitative dilakukan dengan cara observasi, yang dilakukan dengan pendekatanwork sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan terhadap kegiatanyang dilakukan perawat di instalasi rawat inap Rumah Sakit FMC. Samplepenelitiannya adalah seluruh perawat (27 perawat) di instalasi rawat inap. Data dianalisamenggunakan formula Gillies, PPNI, Ilyas dan Douglas.
Hasil: analisa ini menunjukkan bahwa penggunaan waktu produktif terhadap totalwaktu kerja kerja selama observasi 7 hari sebesar 64,87%. 28,11% digunakan untukaktifitas keperawatan langsung dan 36,11% digunakan untuk aktifitas keperawatan tidaklangsung. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan waktu produktif oleh perawat masihrendah. Berdasarkan penggunaan waktu produktif yang dianalisa menggunakan formulaGillies, PPNI, Ilyas dan Douglas rata-rata tenaga keperawatan yang dibutuhkan adalah22 perawat.
Kesimpulan: Jumlah optimal kebutuhan tenaga perawat yang dibutuhkan di instalasirawat inap Rumah Sakit FMC sebanyak 22 orang perawat. Hal ini menunjukkan adanyakelebihan jumlah perawat di instalasi rawat nap Rumah Sakit FMC sebanyak 5 orangperawat.
Kata kunci: beban kerja, work sampling, perawat
Background: Professional management is needed to determine the type as well as thequality of the human resources to assure the quality productive hospital services.Nurses, as one kind of the resources in hospital, act as a frontline service that should beplanned. This study aimed at finding out of workload and the optimal number ofnurses in the inpatient instalasi at FMC hospital 2018.
Method: This research is a descriptive observational study using quantitative methodand deep interview. Quantitative data collection observation was done by using worksampling approach. Data were collect through observation of nurses activities atinpatient instalasi at FMC hospital will be observed for seven days. Samples were allnurses (27 nurses) at inpatient instalasi. The data were analyzed using Gillies,Indonesian nurses association, Ilyas and Douglas formulas.
Results: The analysis showed that using the total productive activities time wereobserved for seven days at 64,87%. 28,76% is used for direct nursing activities and36,11% is used for indirect nursing activities, it was conclude that the productive timeuse of the nurses still very low. Based on the productive working hours that analyzedusing Gillies, Indonesian Nursse Association, Ilyas and Duoglas formulas, average onlytwenty two nurses needed.
Conclusion: The optimal number of nurses needed in the inpatient instalasi at FMChospital is twenty two nurses. This means that there are an excessive number of nursesas five nurses.
Keywords: workload, work sampling , nurses.
Read More
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observational descriptive denganmenggunakan metode quantitative dan wawancara mendalam. Pengumpulan datasecara quantitative dilakukan dengan cara observasi, yang dilakukan dengan pendekatanwork sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan terhadap kegiatanyang dilakukan perawat di instalasi rawat inap Rumah Sakit FMC. Samplepenelitiannya adalah seluruh perawat (27 perawat) di instalasi rawat inap. Data dianalisamenggunakan formula Gillies, PPNI, Ilyas dan Douglas.
Hasil: analisa ini menunjukkan bahwa penggunaan waktu produktif terhadap totalwaktu kerja kerja selama observasi 7 hari sebesar 64,87%. 28,11% digunakan untukaktifitas keperawatan langsung dan 36,11% digunakan untuk aktifitas keperawatan tidaklangsung. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan waktu produktif oleh perawat masihrendah. Berdasarkan penggunaan waktu produktif yang dianalisa menggunakan formulaGillies, PPNI, Ilyas dan Douglas rata-rata tenaga keperawatan yang dibutuhkan adalah22 perawat.
Kesimpulan: Jumlah optimal kebutuhan tenaga perawat yang dibutuhkan di instalasirawat inap Rumah Sakit FMC sebanyak 22 orang perawat. Hal ini menunjukkan adanyakelebihan jumlah perawat di instalasi rawat nap Rumah Sakit FMC sebanyak 5 orangperawat.
Kata kunci: beban kerja, work sampling, perawat
Background: Professional management is needed to determine the type as well as thequality of the human resources to assure the quality productive hospital services.Nurses, as one kind of the resources in hospital, act as a frontline service that should beplanned. This study aimed at finding out of workload and the optimal number ofnurses in the inpatient instalasi at FMC hospital 2018.
Method: This research is a descriptive observational study using quantitative methodand deep interview. Quantitative data collection observation was done by using worksampling approach. Data were collect through observation of nurses activities atinpatient instalasi at FMC hospital will be observed for seven days. Samples were allnurses (27 nurses) at inpatient instalasi. The data were analyzed using Gillies,Indonesian nurses association, Ilyas and Douglas formulas.
Results: The analysis showed that using the total productive activities time wereobserved for seven days at 64,87%. 28,76% is used for direct nursing activities and36,11% is used for indirect nursing activities, it was conclude that the productive timeuse of the nurses still very low. Based on the productive working hours that analyzedusing Gillies, Indonesian Nursse Association, Ilyas and Duoglas formulas, average onlytwenty two nurses needed.
Conclusion: The optimal number of nurses needed in the inpatient instalasi at FMChospital is twenty two nurses. This means that there are an excessive number of nursesas five nurses.
Keywords: workload, work sampling , nurses.
B-1983
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Susi Susana; Pembimbing: Hendrik Manarang Taurany; Penguji: Anhari Achadi, Yeyet Haryati
S-6613
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Adrielona JMS; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Puput Oktamianti, Amal C. Sjaaf, Sri Mulyani, Hidayat Sumintapura
Abstrak:
Read More
ABSTRAK Pengelolaan Administrasi Klaim Piutang Jamkesmas sangat penting artinya bagi kelancaran cash flow RSUPN Cipto Mangunkusumo. Verifikator Independen Jamkesmas selaku verifikator klaim Jamkesmas sangat penting peranannya, maka perlu dianalisis produktivitasnya yaitu efisiensi dan efektivitasnya. Efisiensi diukur dengan pengelolaan waktu kerja dan jumlah SDM dengan mempergunakan teknik analisis beban kerja work sampling dan perhitungan WISN. Sedangkan untuk efektivitas diukur dengan proses kerja, mengamati waktu penyelesaian dan kualitas hasil verifikasi. Diperoleh hasil bahwa jumlah VIJ seharusnya adalah 4 (empat) sedangkan VIJ yang ada saat ini adalah 5 (lima). Berdasarkan hasil pengamatan proses kerja, VIJ telah efektif dengan pencapaian kualitas dan tenggat waktu verifikasi.
ABSTRACT The managing of Jamkesmas Claim Administration process is very important for RSUPN Cipto Mangunkusumo. The role of Jamkesmas Independence Claim (VIJ) is very important therefor is needed to be analyze the productivity, which are the efficiency and effectiveness. Work Sampling and Workload Indicators Staffing Need’s tool are the main idea of efficiency. Effectiveness is how the process of analyzing claim, the accuracy of process and time limit.. The result of WISN is 4 (four) VIJ is appropriate for their workload and according to the observation, VIJ are processing all the claim correctly according to the Standard Of Jamkesmas Claim Procedures. The process takes 4 weeks (deadlines).
B-1512
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhammad Iqbal Syaf Rizal; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Jaslis Iljas, Novita Sari Enny
Abstrak:
Skripsi ini membahas tentang analisis beban kerja perawat pelaksana di instalasi rawat inap anak RS Hermina Bogor untuk mengetahui kebutuhan tenaga perawat pelaksana dengan berbagai macam metode perhitungan. Pasien anak merupakan pengunjung terbanyak yang dirawat di RS Hermina Bogor. Kebutuhan tenaga perawat pelaksana khususnya di Instalasi rawat inap anak harus benar-benar diperhatikan sehingga mutu pelayanan di RS Hermina Bogor menjadi semakin baik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan analisis kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan observasi work sampling pada bulan April 2019 untuk mendapatkan gambaran beban kerja perawat pelaksana yang kemudian dapat digunakan untuk perhitungan WISN (workloud indikator staffing need). Perhitungan juga dilakukan dengan formula Ilyas, formula hasil lokakarya PPNI dan formula Gillies. Hasil penelitian menunjukan bahwa beban kerja perawat pelaksana pada kegiatan produktif sebesar 86,71% . Shift pagi merupakan shift dengan beban kerja tertinggi yaitu 94,79%. Untuk hasil perhitungan kebutuhan tenaga perawat dengan metode WISN diperoleh hasil 17 orang. Perhitungan dengan formula Ilyas diperoleh hasil 18 orang, formula PPNI 26 orang dan formula Gillies yaitu 17 orang. Jumlah perawat pada saat ini yaitu 15 orang sehingga masih terdapat kekurangan tenaga 2 orang dengan perhitungan WISN dan Gillies, 3 orang dengan formula Ilyas dan 11 orang untuk perhitungan formula PPNI. Pada kondisi saat ini perawat harus dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk melakukan kegiatan administrasi karena merupakan kegiatan dengan jumlah waktu terbanyak dan perlunya evaluasi terkait dengan uraian jabatan perawat pelaksana sehingga tidak perlu melakukan kegiatan diluar tanggung jawab perawat pelaksana dan dapat lebih fokus terhadap kegiatan perawatan pasien.
Read More
S-10178
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Siti Syahidati Fauzana; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Kemal N. Siregar, Sarikasih Harefa
Abstrak:
Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) merupakan salah satu populasi kunci untuk kasus HIV/AIDS tetapi populasi tersebut merupakan populasi yang sulit dijangkau karena masih adanya stigma di masyarakat sehingga ukuran populasinya tidak diketahui. Hal tersebut membuat penelitian pada kelompok LSL sulit untuk dilakukan karena tidak ada sample frame yang dapat dijadikan sebagai patokan untuk menentukan jumlah sampel. Metode sampel Respondent Driven Sampling (RDS) merupakan metode pengambilan sampel bagi populasi tersembunyi dengan menggunakan prinsip snowball sampling. Prinsip snowball sampling membuat data yang dikumpulkan rentan untuk mengalami bias karena tidak semua populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih. Untuk menghilangkan bias tersebut teknik analisis data yang digunakan tidak seperti biasanya. Terdapat perangkat khusus yaitu RDSA untuk menganalisis datanya. Tetapi, hingga kini masih ada analisis data pada LSL mengabaikan fakta bahwa data dikumpulkan dengan metode RDS tetapi dianalisis seakan-akan data dikumpulkan dengan metode Simple Random Sampling (SRS). Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil analisis univariat dan bivariat data yang dikumpulkan dengan metode RDS tetapi dianalisis sesuai dengan tekniknya menggunakan RDSA dan data yang dikumpulkan dengan metode RDS tetapi dianalisis secara biasa (menganggap bahwa data seolah-olah dikumpulkan dengan metode SRS) menggunakan STATA. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat perbedaan estimasi proporsi diantara keduanya terutama pada bagain Confidence Interval (CI). Hasil RDSA menghasilkan CI yang lebih lebar dibandingkan dengan hasil yang menggunakan asumsi Simple Random Sampling.
Kata kunci: HIV/AIDS, Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL), Respondent Driven Sampling (RDS), Simple Random Sampling (SRS)
Men who have sex with men (MSM) is one of the key populations for HIV / AIDS cases but the population is one of the most inaccessible populations due to the stigma in society that the population size is unknown. This makes the study in groups of MSM difficult to do because there is no sample frame that used as a benchmark to find the number of samples. Respondent Driven Sampling (RDS) is a sampling method for hidden population by using snowball sampling principle. The principle of snowball sampling makes collecting data potential to biases because not all populations have the same probability to choose. To drop the biases the data analysis techniques used are not as usual. There is a special tool that is RDSA to analyze the data. However, until now there is still data analysis on MSM ignoring the fact that data collected by RDS method but analyzed as if data collected by Simple Random Sampling (SRS) method. The aim of this study was to compare the results of univariate and bivariate analyzes of data collected by RDS method but analyzed by the technique using RDSA and data collected by RDS method but analyzed (assuming that data collected by SRS method) using STATA. The results show that there is difference estimation of the proportion between the two, especially in the section Confidence Interval (CI). RDSA results produce a wider CI than using Simple Random Sampling assumption results.
Key words: HIV/AIDS, Men who have sex with men (MSM), Respondent Driven Sampling (RDS), Simple Random Sampling (SRS)
Read More
Kata kunci: HIV/AIDS, Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL), Respondent Driven Sampling (RDS), Simple Random Sampling (SRS)
Men who have sex with men (MSM) is one of the key populations for HIV / AIDS cases but the population is one of the most inaccessible populations due to the stigma in society that the population size is unknown. This makes the study in groups of MSM difficult to do because there is no sample frame that used as a benchmark to find the number of samples. Respondent Driven Sampling (RDS) is a sampling method for hidden population by using snowball sampling principle. The principle of snowball sampling makes collecting data potential to biases because not all populations have the same probability to choose. To drop the biases the data analysis techniques used are not as usual. There is a special tool that is RDSA to analyze the data. However, until now there is still data analysis on MSM ignoring the fact that data collected by RDS method but analyzed as if data collected by Simple Random Sampling (SRS) method. The aim of this study was to compare the results of univariate and bivariate analyzes of data collected by RDS method but analyzed by the technique using RDSA and data collected by RDS method but analyzed (assuming that data collected by SRS method) using STATA. The results show that there is difference estimation of the proportion between the two, especially in the section Confidence Interval (CI). RDSA results produce a wider CI than using Simple Random Sampling assumption results.
Key words: HIV/AIDS, Men who have sex with men (MSM), Respondent Driven Sampling (RDS), Simple Random Sampling (SRS)
S-9660
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Suherman, Eva Mardiani; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Dony Setiawan
Abstrak:
Skripsi ini membahas tentang gambaran beban kerja perawat di Ruang Rawat Inap Cempaka RSUD Pasar Rebo Tahun 2013. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah melalui wawancara tidak terstruktur dan observasi setiap kegiatan yang dilakukan perawat dengan menggunakan teknik work sampling. Work sampling merupakan salah satu teknik pengukuran beban kerja personel pada suatu unit, bidang atau jenis tenaga tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja perawat di Ruan gRawat Inap Cempaka RSUD Pasar Rebo belum tinggi karena persentase total waktu kegiatan produktif pegawai hanya 75,12% atau belum melebihi nilai standar optimum yang ada yaitu sebesar 80%. Berdasarkan penelitian ini maka disarankan kepada pihak Manajemen SDM untuk melakukan analisis perencanaan kebutuhan tenaga perawat berdasarkan beban kerja demi terselenggaranya asuhan keperawatan yang baik, dan sebaiknya penelitian dilakukan minimal satu tahun sekali guna mendapatkan jumlah kebutuhan tenaga keperawatan yang rasional serta dapat memantau sejauh mana kegiatan produktif kerja perawat di ruang rawat inap.
This thesis discusses about the workload of nurses in the Inpatient Room Cempaka atPasar Rebo Hospital on 2013. This research is a descriptive research. The methodswhich used to collect data are unstructure interviews and observation of each activitythat carried out by nurses with using work sampling technique. Work samping is oneof the work load measurement techniques of personnel on a unit, sector, or certaintypes of labour. The results show that the workload of nurses in the Inpatient RoomCempaka at Pasar Rebo Hospital has not been high, because the percentage of totalproductive activity time nurses is 75,12% or not exceeding the optimum standardvalue that is 80%. The advice for HRD Management is conduct analysis of nursingmanpower needs planning based on workload for the sake of this good nursing care,and preferably research carried out at least once a year in order to get the number ofnursing manpower needs are rational and can monitor the extent to which theactivities of the productive work of nurses in inpatient care.
Read More
This thesis discusses about the workload of nurses in the Inpatient Room Cempaka atPasar Rebo Hospital on 2013. This research is a descriptive research. The methodswhich used to collect data are unstructure interviews and observation of each activitythat carried out by nurses with using work sampling technique. Work samping is oneof the work load measurement techniques of personnel on a unit, sector, or certaintypes of labour. The results show that the workload of nurses in the Inpatient RoomCempaka at Pasar Rebo Hospital has not been high, because the percentage of totalproductive activity time nurses is 75,12% or not exceeding the optimum standardvalue that is 80%. The advice for HRD Management is conduct analysis of nursingmanpower needs planning based on workload for the sake of this good nursing care,and preferably research carried out at least once a year in order to get the number ofnursing manpower needs are rational and can monitor the extent to which theactivities of the productive work of nurses in inpatient care.
S-8103
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Isnani Adani; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Pujiyanto, Vetty Yulianti Permatasari, Budiman Widjaja, Astrid Saraswaty
Abstrak:
ABSTRAK Beban kerja merupakan salah satu komponen dalam menghitung kebutuhan tenaga. Artinya jumlah tenaga yang dibutuhkan disesuaikan dengan beban kerja yang ada. Metode Workload Indicators of Staffing Need ( WISN) adalah metode untuk menghitung kebutuhan tenaga kesehatan beerdasarkan beban kerja nyata yang dilaksanakan oleh tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya beban kerja yang ada di Instalasi gawat Darurat RSUD Kota Kendari dengan teknik Work Sampling dan selanjutnya digunakan untuk menghitung kebutuhan tenaga dengan metode WISN. Penelitian dilakukan di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kota Kendari pada bulan Oktober sampai dengan November 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian didapatkan kegiatan produktif di Instalasi Gawat Darurat yaitu (34,2%%) dan kegiatan produktif tidak langsung (55,3%). Proporsi waktu yang diperoleh dari komponen beban kerja kegiatan produktif dan kegiatan produktif tidak langsung sudah mencapai batas maksimal yaitu (89,5%). Perhitungan kebutuhan tenaga perawat berdasarkan beban kerja diperoleh 28,7 tenaga perawat dengan ratio WISN 0,8. Hasil penelitian menyarankan bagi manajemen RSUD Kota Kendari untuk melakukan pengelolaan tenaga keperawatan secara optimal untuk mencapai pelayanan keperawatan yang berkualitas, mempertimbangkan beban kerja perawat sebagai acuan dalam penentuan kebutuhan tenaga perawat, serta menambah tenaga non medis (porter). Kata Kunci : Beban Kerja, Work Sampling, Kebutuhan Tenaga Perawat, WISN ABSTRACT Workload is one of component in calculating needs power. This means that the amount of energy needed is adjusted to the existing workload. A method of Workload Indicators of Staffing Need (WISN) is the method for calculating the needs of health workers based on the actual workload carried out by the workforce. This study aims to determine the amount of workload in the Emergency Installation at Kendari City General Hospital with Work Sampling techniques and then used to calculate the power requirements with the WISN method. The research was conducted at the Emergency Room Installation at Kendari City General Hospital in October to November 2018. This research is a qualitative research by conducting observations, in-depth interviews and document review. The results showed that productive activities in the Emergency Room were (34.2 %%) and indirect productive activities (55.3%). The proportion of time obtained from the component of the workload of productive activities and indirect productive activities has reached the maximum limit, namely (89.5%). Calculation of nurses' needs based on workload obtained 28.7 nurses with a WISN 0.8 ratio. The results of the research suggested for the management of Kendari City General Hospital to carry out the management of nursing staff optimally to achieve quality nursing services, considering the workload of nurses as a reference in determining the needs of nurses, as well as adding non-medical personnel (porters). Key words: Workload, Work Sampling, Nurse needs power, WISN
Read More
T-5483
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Resty Vidiawati; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Jaslis Ilyas, Herlena Indriyani
S-9652
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
