Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hikmahwaty; Pembimbing: Milla Herdayati, Popy Yuniar; Penguji: R. Sutiawan, Devi Maryori
Abstrak:

ABSTRAK

Latar belakang : Usia Harapan Hidup (UHH) diperkirakan pada 2014 sudah mencapai 72 tahun. Peningkatan tersebut akan berdampak pada peningkatan jumlah lansia. Pada tahun 2050 mencapai 2 milyar lansia. Meningkatnya jumlah lansia menjadi perhatian kita semua, baik pemerintah, lembaga masyarakat maupun masyarakat itu sendiri. Kementerian kesehatan Republik Indonesia telah menetapkan indikator dalam pelayanan kesehatan lanjut usia. Namun dalam pelaksanaannya, target indikator tersebut masih belum tercapai, terutama skrining kesehatan pada 100% lansia di panti werdha.

Tujuan : Mengembangkan sistem informasi pemantauan status kesehatan lansia agar dapat memonitoring status kesehatan lansia.

Metode : menggunakan metode kualitatif dan System Development Life Cycle (SDLC).

Hasil : Dengan dikembangkannya sistem informasi pemantauan status kesehatan lansia berbasis panti werdha, maka panti werdha dapat memberikan informasi capaian skrining kesehatan lansia dipanti kepada puskesmas dan suku dinas kesehatan. Selain itu, keluarga lansia juga dapat memonitoring status kesehatan lansia.

Kesimpulan : Pengembangan sistem informasi ini menghasilkan data status kesehatan individu lansia dilevel panti terkait capaian indikator skrining kesehatan pada 100% lansia dipanti yang dapat dimanfaatkan oleh puskesmas, suku dinas kesehatan maupun keluarga lansia.


ABSTRACT

Background: life expectancy estimated in 2014 has been reached 72 years. The increase will have an impact on the increasing number of elderly. In 2050 will be reached 2 billion elderly. The increasing number of elderly being attention for government, community agencies and the community itself. Indonesian republic's ministry of health has set an indicator in elderly health care. But in practice, the target indicator is still not achieved, especially at 100% health screening elderly in nursing homes.

Objective: develop monitoring health status information systems to elderly.

Methods: using qualitative methods and System Development Life Cycle (SDLC).

Results: developed of monitoring information system based on the health status of elderly nursing homes, can provide performance indicator of elderly health screening to the primary health care and district of health. In addition, elderly relatives can also monitor the health status of elderly.

Conclusion: these information system development to produce health status data of elderly individuals associated performance indicators nursing homes at 100% health screening elderly in nursing homes, which can be used by primary health care, district of health and elderly families.

Read More
T-3945
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andre Rachman; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Mieke Savitri, Tristiyenny P., Imelda Wijaya
T-5349
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hilda Septania Sapari; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Ede Surya Darmawan, Vetty Yulianty Permanasari, Saprita Aliance, Trisnasari
Abstrak:
Penderita Penyakit Tidak Menular (PTM) di Indonesia mengalami kenaikan setiap tahunnya, hal ini berkolerasi dengan peningkatan pembiayaan BPJS. Oleh sebab itu BPJS membuat suatu kuesioner skrining riwayat kesehatan berbasis online, untuk mengetahui faktor risiko 4 jenis penyakit tidak menular yaitu Diabetes Melitus, Hipertensi, Jantung Koroner dan Ginjal kronis pada peserta JKN berusia 15 tahun keatas agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin. Skrining ini dapat dilakukan secara mandiri oleh peserta dengan menggunakan gawai, atau datang ke FKTP dengan pendampingan petugas. Setiap tahun BPJS menetapkan target skrining sampai ke tingkat FKTP. Puskesmas Pabuaran Indah merupakan salah satu FKTP di Kabupaten Bogor yang berhasil melampaui target capaian pada tahun 2022, namun tidak dapat memanfaatkan data tersebut karena tidak adanya akses. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan data skrining riwayat kesehatan BPJS dalam upaya deteksi dini penyakit tidak menular, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan disain studi kasus di Puskesmas Pabuaran Indah untuk melihat input, proses dan output program ini. Pengumpulan informasi dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD) dan telaah dokumen. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa BPJS Pusat belum membuka akses data skrining riwayat kesehatan untuk FKTP sehingga Puskesmas Pabuaran Indah tidak dapat melakukan upaya tindak lanjut terhadap peserta dengan faktor risiko sedang dan tinggi PTM, sementara itu kesadaran peserta JKN yang mengisi skrining secara mandiri untuk berkonsultasi kembali ke FKTP pun masih rendah, sehingga tujuan deteksi dini PTM dan meningkatkan angka kontak peserta masih belum dapat direalisasikan. Sementara itu di tingkat Cabang, BPJS Cabang Cibinong memanfaatkan data skrining riwayat kesehatan terbatas pada evaluasi target capaian di wilayah saja. Pemanfaatan data skrining riwayat kesehatan telah dilakukan di tingkat Pusat, selain untuk evaluasi data skrining juga telah digunakan untuk pengembangan program serta menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan kebijakan. Perlu dilakukan pembukaan akses terbatas untuk pihak eksternal khususnya FKTP agar peserta JKN dengan risiko sedang dan tinggi PTM dapat ditindaklanjuti. Data skrining riwayat kesehatan BPJS diharapkan dapat dimanfaatkan hingga level terbawah sehingga upaya deteksi dini PTM di Indonesia berjalan optimal.

Sufferers from non-communicable diseases (NCDs) in Indonesia increase every year, this correlates with increased BPJS funding. For this reason, BPJS created an online-based health history screening questionnaire, to determine the risk factors for 4 types of non-communicable diseases, namely Diabetes Mellitus, Hypertension, Coronary Heart Disease and Chronic Kidney in JKN participants aged 15 years and over so that they can be followed up as early as possible. This screening can be carried out independently by participants using a device, or by coming to the FKTP with the assistance of an officer. Every year BPJS sets a screening target up to the FKTP level. Pabuaran Indah Community Health Center is one of the FKTPs in Bogor Regency which has succeeded in exceeding the achievement target in 2022, but cannot utilize this data due to lack of access. This research aims to determine the use of BPJS health history screening data in efforts to detect non-communicable diseases early, using a qualitative approach and case study design at the Pabuaran Indah Community Health Center to see the input, process and output of this program. Information was collected by conducting in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGD) and reviewing documents. The results of this research found that the Central BPJS has not opened access to health history screening data for FKTP so that the Pabuaran Indah Community Health Center cannot follow-up on participants with medium and high risk factors for NCDs, meanwhile the awareness of JKN participants who fill out the screening independently to consult FKTP is still low, so the goal of early detection of NCDs and increasing participant contact rates cannot yet be realized. Meanwhile at the branch level, BPJS Cibinong Branch uses limited health history screening data to evaluate achievement targets in the region only. The use of health history screening data has been carried out at the central level, apart from evaluating screening data, it has also been used for program development and has become a consideration in policy formulation. It is necessary to open limited access to external parties, especially FKTP, so that JKN participants with medium and high risk of PTM can be followed up. It is hoped that BPJS health history screening data can be utilized at the lowest level so that early detection for NCDs in Indonesia run optimally.
Read More
T-6872
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anindya Naila Sabahat; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Untung Suseno Sutarjo, Anhari Achadi
Abstrak:

Obesitas merupakan salah satu tantangan utama dalam kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama pada kelompok usia produktif di wilayah perkotaan. Kondisi ini berdampak pada penurunan kualitas hidup, peningkatan risiko penyakit tidak menular (PTM), serta beban ekonomi terhadap sistem kesehatan nasional. Jepang berhasil menurunkan prevalensi obesitas melalui kebijakan Metabo Law, yaitu program skrining tahunan dan intervensi gaya hidup berbasis risiko metabolik yang terintegrasi dalam sistem asuransi nasional.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemungkinan adopsi kebijakan Metabo Law ke dalam sistem kebijakan kesehatan Indonesia. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan desain studi kebijakan, yang didukung oleh kerangka teori Policy Cycle (pada tahap adopsi kebijakan) dan Diffusion of Innovation. Data diperoleh melalui studi dokumen dan wawancara mendalam dengan informan dari sektor akademik, pembuat kebijakan, dan praktisi klinis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengendalian obesitas di Indonesia masih bersifat terfragmentasi dan belum terintegrasi dalam sistem skrining kesehatan nasional secara berkelanjutan. Di sisi lain, kebijakan di Jepang terbukti efektif berkat dukungan regulasi, pendanaan, serta komitmen multisektoral yang kuat. Potensi adopsi kebijakan serupa di Indonesia cukup besar, khususnya dalam konteks reformasi sistem kesehatan, bonus demografi, dan meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini. Namun, implementasi kebijakan ini memerlukan penyesuaian terhadap konteks lokal, penguatan kapasitas kelembagaan, serta dukungan politik dan lintas sektor.
Kesimpulannya, kebijakan skrining tahunan berbasis risiko metabolik seperti Metabo Law memiliki potensi sebagai strategi nasional pengendalian obesitas di Indonesia. Rekomendasi yang dihasilkan mencakup integrasi skrining ke dalam kebijakan nasional, penguatan peran pemerintah daerah, serta pengembangan pendekatan edukatif dan regulatif yang berkelanjutan, selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.

Obesity is one of the major public health challenges in Indonesia, with a steadily increasing prevalence, particularly among the productive-age population in urban areas. This condition contributes to a decline in quality of life, a higher risk of non-communicable diseases (NCDs), and imposes a significant economic burden on the national health system. Japan has successfully reduced obesity prevalence through the Metabo Law, a policy of annual health screening and lifestyle interventions based on metabolic risk, integrated into the national insurance system. This study aims to analyze the potential adoption of the Metabo Law into Indonesia’s health policy system. A qualitative approach was employed using a policy study design, supported by the Policy Cycle theory (focusing on the adoption stage) and the Diffusion of Innovation framework. Data were collected through document analysis and in-depth interviews with key informants from academia, policymakers, and clinical practitioners. The findings indicate that Indonesia’s current obesity control policies are still fragmented and not yet integrated into a sustainable national screening system. In contrast, Japan’s policy has proven effective due to strong regulatory support, sustainable financing, and multisectoral commitment. The potential for adopting a similar policy in Indonesia is considerable, particularly in the context of ongoing health system reform, demographic bonus, and growing awareness of early detection. However, implementation requires contextual adaptation, institutional capacity building, and political and cross-sectoral support. In conclusion, a risk-based annual health screening policy such as the Metabo Law could serve as a national strategy for obesity prevention in Indonesia. The study recommends integrating screening into national policies, strengthening the role of local governments, and developing sustainable educational and regulatory approaches in line with the vision of Indonesia Emas 2045.

 

Read More
T-7369
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive