Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Nur Rachmat Satria; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Irma Setiawaty Wulandari
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran postur yang berisiko penggunaan smartphone pada mahasiswa sarjana reguler di FKM UI tahun 2019. Selain itu, penelitian ini juga melihat gambaran faktor individu dan faktor pemakaian terhadap keluhan subjektif gejala gangguan otot rangka dan gejala gangguan mata kering pada mahasiswa pengguna smartphone.
Desain penelitian ini adalah cross sectional. Penilaian postur berisiko dilakukan melalui observasi pada mahasiswa pengguna smartphone (n = 30) yang diukur dengan metode REBA dan dibandingkan dengan literatur yang ada. Gambaran faktor individu, faktor pemakaian, keluhan subjektif gejala gangguan otot rangka, dan gejala gangguan mata kering didapatkan dari pengisian kuesioner oleh mahasiswa pengguna smartphone (n = 204).
Hasil penelitian menunjukkan postur yang paling berisiko saat menggunakan smartphone antara lain postur leher (71,4%) dan lengan bawah (59,5%). Kebanyakan responden (82,4%) selalu menghabiskan > 7 kali dalam sehari per kesempatan untuk menggunakan smartphone dan 89,2% responden menggunakan smartphone secara berlebihan selama > 2 jam/hari. Lebih dari sebagian mahasiswa (64,7%) memiliki keluhan subjektif ringan sampai parah pada mata dalam 7 hari terakhir. Keluhan subjektif gejala gangguan otot rangka yang dirasakan mahasiswa dalam 7 hari terakhir pada tiga bagian tubuh terbanyak adalah leher (59,3%), bahu/lengan atas (50,0%) dan punggung atas (44,6%).
Read More
Desain penelitian ini adalah cross sectional. Penilaian postur berisiko dilakukan melalui observasi pada mahasiswa pengguna smartphone (n = 30) yang diukur dengan metode REBA dan dibandingkan dengan literatur yang ada. Gambaran faktor individu, faktor pemakaian, keluhan subjektif gejala gangguan otot rangka, dan gejala gangguan mata kering didapatkan dari pengisian kuesioner oleh mahasiswa pengguna smartphone (n = 204).
Hasil penelitian menunjukkan postur yang paling berisiko saat menggunakan smartphone antara lain postur leher (71,4%) dan lengan bawah (59,5%). Kebanyakan responden (82,4%) selalu menghabiskan > 7 kali dalam sehari per kesempatan untuk menggunakan smartphone dan 89,2% responden menggunakan smartphone secara berlebihan selama > 2 jam/hari. Lebih dari sebagian mahasiswa (64,7%) memiliki keluhan subjektif ringan sampai parah pada mata dalam 7 hari terakhir. Keluhan subjektif gejala gangguan otot rangka yang dirasakan mahasiswa dalam 7 hari terakhir pada tiga bagian tubuh terbanyak adalah leher (59,3%), bahu/lengan atas (50,0%) dan punggung atas (44,6%).
S-9996
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rahadian Muhammad Shadik; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Abdul Kadir, Syahrul Efendi Panjaitan
Abstrak:
Computer Vision Syndrome (CVS) menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling banyak dialami oleh pengguna komputer, termasuk mahasiswa. Akibat adanya pandemi Covid-19, banyak kegiatan yang tadi nya dilakukan secara offline/luring, berubah menjadi daring, termasuk dalam sektor pendidikan. Hal ini mengakibatkan durasi penggunaan alat elektronik dengan layar digital/VDT meningkat, khususnya di kalangan mahasiswa. Durasi penggunaan layar digital/VDT ini merupakan salah satu faktor risiko dari Computer Vision Syndrome. Selain dari durasi, diduga ada beberapa faktor risiko lain yang juga berhubungan dengan Computer Vision Syndrome. Sehingga tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melihat gambaran kejadian Computer Vision Syndrome dan faktor risikonya, serta menganalisis hubungan antara kejadian Computer Vision Syndrome dan faktor risikonya pada mahasiswa (S1 Reguler dan pascasarjana S2) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia di masa pandemi Covid-19 tahun 2022. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juni 2022 dengan menggunakan kuesioner CVS-Q dan beberapa pertanyaan singkat terkait faktor risiko yang disebar secara online. Desain studi yang digunakan pada penelitian ini adalah cross-sectional dan melibatkan 250 responden yang berasal dari mahasiswa S1 reguler dan pascasarjana S2 FKM UI. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat 6 variabel yang mempunyai hubungan yang signifikan, yaitu usia (P value = 0,000), durasi penggunaan layar digital/VDT(P value = 0,006), pola istirahat (P value = 0,007), kelainan refraksi mata(P value = 0,014), penggunaan antiglare (P value = 0,011), dan screen brightness (P value = 0,030 ). Oleh karena itu, dibutuhkan pengendalian dan intervensi lebih lanjut agar masalah tersebut dapat diatasi.
Computer Vision Syndrome (CVS) is one of the most common health problems experienced by computer users, including students. Due to the Covid-19 pandemic, many activities that were previously carried out offline have turned into online, including the education sector. This condition increased the use duration of electronic devices with digital screens/VDT, especially among students, it is one of the risk factors for Computer Vision Syndrome. Apart from duration, several risk factors are also associated with Computer Vision Syndrome. The aims of this study are to see an overview of Computer Vision Syndrome incidence and analyze the relationship between Computer Vision Syndrome incidence and its risk factors in regular (S1) and postgraduate (S2) students, Faculty of Public Health, University of Indonesia (FKM UI) during the Covid-19 pandemic. This research was conducted in March-June 2022 using the CVS-Q questionnaire and several short questions related to risk factors distributed online. The study design used in this study was cross-sectional and involved 250 respondents from regular undergraduate and postgraduate students of FKM UI. The results of this study indicate that there are 6 variables that have a significant relationship, namely age (P value = 0.000), duration of use of digital screens/VDT (P value = 0.006), rest pattern (P value = 0.007), eye refraction abnormalities (P value = 0.014), use of antiglare (P value = 0.011), and Screen brightness (P value = 0.030 ). Therefore, further controls and interventions are needed so that these problems can be overcome.
Read More
Computer Vision Syndrome (CVS) is one of the most common health problems experienced by computer users, including students. Due to the Covid-19 pandemic, many activities that were previously carried out offline have turned into online, including the education sector. This condition increased the use duration of electronic devices with digital screens/VDT, especially among students, it is one of the risk factors for Computer Vision Syndrome. Apart from duration, several risk factors are also associated with Computer Vision Syndrome. The aims of this study are to see an overview of Computer Vision Syndrome incidence and analyze the relationship between Computer Vision Syndrome incidence and its risk factors in regular (S1) and postgraduate (S2) students, Faculty of Public Health, University of Indonesia (FKM UI) during the Covid-19 pandemic. This research was conducted in March-June 2022 using the CVS-Q questionnaire and several short questions related to risk factors distributed online. The study design used in this study was cross-sectional and involved 250 respondents from regular undergraduate and postgraduate students of FKM UI. The results of this study indicate that there are 6 variables that have a significant relationship, namely age (P value = 0.000), duration of use of digital screens/VDT (P value = 0.006), rest pattern (P value = 0.007), eye refraction abnormalities (P value = 0.014), use of antiglare (P value = 0.011), and Screen brightness (P value = 0.030 ). Therefore, further controls and interventions are needed so that these problems can be overcome.
S-11064
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Diego Sergio Giasia Lumbantobing; Pembimbing: Trisari Anggondowati; Penguji: Putri Bungsu, Rakhmat Ari Wibowo
Abstrak:
Read More
Pendahuluan: Penggunaan smartphone yang tinggi di kalangan mahasiswa berpotensi memengaruhi ritme sirkadian melalui paparan cahaya biru dan perubahan perilaku tidur. Gangguan ritme sirkadian dapat tercermin pada perubahan chronotype, yaitu preferensi biologis terhadap waktu tidur dan aktivitas. Penelitian mengenai hubungan durasi screen time dan chronotype di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi screen time smartphone dengan chronotype pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia tahun 2025. Metode: Studi ini menggunakan desain cross-sectional pada mahasiswa aktif jenjang S1 FKM UI tahun 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner elektronik menggunakan Self-Reported Smartphone Usage Questionnaire (SSUQ) untuk mengukur durasi screen time dan Reduced Morningness–Eveningness Questionnaire (rMEQ) untuk menentukan chronotype. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik multinomial dengan pengendalian variabel perancu. Hasil: Sebagian besar mahasiswa memiliki durasi screen time smartphone yang tinggi (>4 jam per hari). Chronotype tipe menengah merupakan jenis yang paling banyak ditemukan, diikuti tipe malam dan tipe pagi. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa mahasiswa dengan durasi screen time smartphone tinggi memiliki kecenderungan lebih besar untuk memiliki chronotype tipe pagi setelah dikontrol oleh variabel perancu. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara durasi screen time smartphone dengan chronotype pada mahasiswa FKM UI. Durasi screen time yang tinggi berhubungan dengan kecenderungan chronotype tipe pagi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program promosi kesehatan terkait manajemen screen time dan kesehatan tidur di lingkungan perguruan tinggi.
Introduction: High smartphone use among university students may affect circadian rhythms through blue light exposure and changes in sleep-related behaviors. Disruption of circadian rhythms can be reflected in alterations of chronotype, defined as an individual’s biological preference for sleep and activity timing. Research examining the relationship between screen time duration and chronotype in Indonesia remains limited. This study aimed to analyze the association between smartphone screen time duration and chronotype among students of the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia, in 2025. Methods: This study employed a cross-sectional design involving active undergraduate students of the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia, in 2025. Data were collected through an electronic questionnaire using the Self-Reported Smartphone Usage Questionnaire (SSUQ) to measure screen time duration and the Reduced Morningness–Eveningness Questionnaire (rMEQ) to determine chronotype. Data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analyses. Multinomial logistic regression was applied to assess the association between smartphone screen time duration and chronotype while controlling for potential confounding variables. Result: Most students reported high smartphone screen time (>4 hours per day). The intermediate chronotype was the most prevalent, followed by evening and morning types. Multivariate analysis showed that students with high smartphone screen time had a greater tendency to exhibit a morning-type chronotype after adjusting for confounding variables. Conclusion: There was an association between smartphone screen time duration and chronotype among students of the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia. High smartphone screen time was associated with a greater likelihood of morning-type chronotype. These findings may inform the development of health promotion programs focusing on screen time management and sleep health in university settings.
T-7487
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Salsabila Maula Putri; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono; Inggariwati
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara smartphone addiction dengan kualitas tidur mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat pada tahun 2021. Studi ini masuk kedalam studi kuantitatif yang menggunakan desain cross-sectional. Terdapat 192 mahasiswa yang ikut berpartisipasi dalam penelitian ini.
Read More
S-10851
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
