Ditemukan 149 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Suyud W. Utomo
628 UTO m
Jakarta : Kementerian Lingkungan Hidup, 2016
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ulfi Hida Zainita; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Evi Martha, Ika Malika
Abstrak:
Berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, kepemilikan hobi, durasi, dan jumlah akun memepengaruhi gangguan media sosial dan FoMO Studi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang behubungan dengan gangguan media sosial dan FoMO pada Mahasiswa FKM UI. Studi ini menggunakan desain cross sectional dengan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui survei daring dengan jumlah responden 104 orang. Hasil studi ini menunjukkan bahwa platform sosial media yang digunakan untuk PJJ dan berinteraksi adalah Whatsapp. Platform sosial media yang digunakan untuk mencari hiburan dan mencari informasi adalah Youtube.
Read More
S-10684
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putu Oka Sukanta
362.19697992 SUK b
Yogyakarta : Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan UGM, 2005
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
oleh Ignas Kleden
303.482 KLE s
Jakarta : LP3ES, 1988
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Honesty Fadhilah; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Mardiati Nadjib, Pujiyanto; Purnawan Junadi, Puguh Prasetyoputra
Abstrak:
Di seluruh dunia, stroke adalah penyebab kematian nomor dua dan penyebab kecacatan nomor tiga. Selain faktor risiko utama stroke (hipertensi, kolesterol, diabetes), status sosial ekonomi sering dikaitkan sebagai faktor risiko yang memiliki peran penting terhadap kejadian stroke. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan faktor sosial ekonomi memiliki hubungan dengan penyakit stroke berdasarkan data IFLS Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional, menggunakan pendekatan ekonometrika dengan uji Logit. Model logit digunakan untuk menentukan estimasi faktor risiko stroke. Analisis menunjukkan bahwa 309 (0,90%) responden menderita stroke, dengan presentase terbesar berada pada status sosial ekonomi kategori miskin (26.86%). Berdasarkan analisis bivariat status sosial ekonomi tidak berhubungan dengan kejadian penyakit stroke. Berdasarkan analisis multivariat terdapat hubungan antara status sosial ekonomi dengan kejadian penyakit stroke setelah dikontrol oleh variabel lainnya. Variabel sosial ekonomi kategori sosial ekonomi menengah dapat meningkatkan risiko sebanyak 1,53 kali lebih tinggi terhadap terjadinya penyakit stroke.
Read More
T-5764
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mita Noveria, Haning Romdiati, Ade Latifa, Suko Bandiyono, Bayu Setiawan
362.87 NOV p
Jakarta : LIPI, 2007
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Krisna Meidiyantoro Baharuddin; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dian Ayubi, Saepudin
Abstrak:
Skripsi ini membahas tentang faktor yang mempengaruhi pengetahuanpegawai UPT Balai Kesejahteraan Sosial tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehatmengacu pada gambaran pengetahuan yang diperoleh dari uji pretest-posttest.Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan wawancara semi terstruktur kepadaKepala UPT, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Pegawai Administrasi, PekerjaSosial, Petugas Kebersihan dan Dapur. Hasil penelitian menggambarkan bahwafaktor yang mempengaruhi ialah pendidikan, pengalaman, kebudayaan, sosialbudaya, pekerjaan, minat, keyakinan, paparan informasi, faktor pihak eksternaldan faktor teknis penyuluhan.Kata kunci:Pengetahuan, faktor, kesejahteraan sosial.
Read More
S-10248
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eka Noviana Nasriyanto; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Ahmad Syafiq, Artha Prabawa; Bayu Aji
Abstrak:
Read More
ABSTRAK Literasi kesehatan (health literacy) didefinisikan sebagai keterampilan kognitif dan sosial yang menentukan motivasi dan kemampuan individu untuk mendapatkan akses untuk memahami dan menggunakan informasi dengan cara mempromosikan dan memelihara kesehatan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi kesehatan beserta determinan sosialnya pada mahasiswa tingkat pertama program sarjana reguler Universitas Indonesia tahun angkatan 2017/2018. Penelitian dengan desain potong lintang (cross-sectional) ini menggunakan instrumen Health Literacy Scale versi 16 item (HLS-EU- Q16) dan mendapatkan data dari 373 mahasiswa yang tersebar pada tiga rumpun keilmuan di Universitas Indonesia (Rumpun Sains dan Teknologi, Rumpun Sosial dan Humaniora, dan Rumpun Ilmu Kesehatan). Data dianalisis secara univariat, bivariat (dengan menggunakan uji T independen dan uji Anova), dan multivariat (dengan menggunakan regresi linier multivariabel). Hasil penelitian menunjukkan tingkat literasi kesehatan secara keseluruhan cukup baik (M=2,91, SD=0,78) dengan nilai tertinggi pada domain fungsional (M=3,21, SD=0,69), disusul oleh domain interaktif (M=2,90, SD=0,76), lalu domain kritikal (M=2,67, SD=0,87). Hasil analisis bivariat menunjukkan hanya rumpun keilmuan yang yang memiliki perbedaan signifikan dengan mahasiswa Rumpun Ilmu Kesehatan yang memiliki tingkat literasi kesehatan lebih tinggi daripada kedua rumpun lainnya. Sementara hasil analisis regresi menunjukkan hanya variabel rumpun keilmuan dan penguasaan bahasa asing yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap tingkat literasi kesehatan mahasiswa tingkat pertama program sarjana reguler Universitas Indonesia tahun angkatan 2017/2018. Penelitian tentang literasi kesehatan pada populasi lain, baik pada mahasiswa di universitas lain, maupun pada kelompok demografi lainnya (orang dewasa, ibu hamil, dan lain-lain) akan menambah masukan bagi pengembangan program-program edukasi kesehatan di Indonesia dan memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan.
ABSTRACT Health literacy is defined as the cognitive and social skills that determine the individual's motivation and ability to gain access to understanding and using information by promoting and maintaining good health. This study aimed to determine the level of health literacy and its social determinants among first-year undergraduate students at the Universitas Indonesia (class of 2017/2018). Using cross-sectional design, this study adapted the short version of Health Literacy Scale instrument (HLS-EU-Q16). Data were collected from 373 college students from three clusters of disciplines (i.e., Science and Technology, Social and Humanity, and Health Sciences). Univariate analyzes showed that in general, the mean of health literacy was rather good (M=2,91, SD=0,78) with the functional domain led as the highest (M=3,21, SD=0,69), followed by the interactive domain (M=2,90, SD=0,76), and then the critial domain (M=2,67, SD=0,87). Bivariate analyzes using independent T test and one-way Anova showed that only the cluster variable has significant differences. While multiple regression showed only the cluster and the number of languages variables that have significant effects toward health literacy. Future studies assessing health literacy among college students in different universities or among other population groups may provide more contribution to the development of health education programs.
T-5323
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dini Indrastuty; Pembimbing: Pujiyanto; Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Kurnia Sari, Wahyu Pudji Nugraheni, Dakhlan Choeron
Abstrak:
Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, tempat tinggal, sanitasi pembuangan kotoran manusia dan pendapatan rumah tangga memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian balita stunting. Dampak stunting terhadap pendidikan anak ketika dewasa sebesar 2,3%, dampak stunting terhadap status pekerjaan sebesar 3,7% dan dampak stunting terhadap status ekonomi sebesar 8,3%.
Read More
T-5610
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Determinan Sosial Kematian Neonatal dan Kematian Postneonatal di Indonesia: Analisis Data SUPAS 2015
Onetusfifsi Putra; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Martya Rahmaniati, Wendy Hartanto, Mugia Bayu Raharja, Sri Wahyuni
Abstrak:
Angka kematian bayi merupakan indikator kesehatan dan kesejahteraan suatu negara. Pengelompokkan bayi menurut WHO dibagi atas masa neonatal dan postneonatal. Sehingga mengetahui determinan pada setiap kategori merupakan sesuatu yang penting untuk dilakukan. Analisis data survei menggunakan data SUPAS 2015 dilakukan untuk melihat determinan sosial kematian bayi. Analisis menggunakan regresi logistic dan regresi linear untuk mengestimasi angka kematian bayi pada setiap provinsi di Indonesia. Hasil penelitian didapatkan bahwa kematian neonatal disebabkan oleh faktor yang bersifat endogen seperti usia ibu melahirkan dan paritas, sedangkan postneonatal disebabkan oleh faktor yang bersifat eksogen, seperti pendidikan ibu, sosial ekonomi, dan faktor lingkungan. Model determinan sosial yang dibentuk dapat menjelaskan kematian pada setiap provinsi sebesar 78%. Berdasarkan telaah didapatkan proporsi kematian neonatal terhadap kematian bayi semakin tinggi seiring dengan rendahnya angka kematian bayi. Artinya tingkat kesehatan di Indonesia semakin baik. Diharapkan kepada pemerintah dalama mengatasi neonatal lebih fokus ke faktor endogen dan postneonatal ke faktor eksogen. Selanjutnya variabel determinan sosial menjadi fokus untuk menurunkan angka kematian bayi.
Read More
T-5611
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
