Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Jerikco Lewiyonah; Pembimbing: Zakianis; Penguji: DewiSusanna, Edwin Nasli
Abstrak: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit menular penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di dunia, khususnya di negara berkembang terutama Indonesia. Indonesia merupakan salah satu dari enam negara dengan kasus ISPA pada balita terbanyak di dunia dengan insiden yang cukup tinggi. Beberapa faktor yang berkaitan dengan ISPA pada balita diantaranya yaitu faktor sosio demografi, seperti usia Ibu, faktor sosio ekonomi seperti pendidikan orang tua dan faktor lingkungan. DKI Jakarta memiliki beberapa permasalahan yang umum terjadi di kota besar seperti masalah Kependudukan, pekerjaan, dan polusi udara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2019 dan 2020, seperti usia ibu, tingkat Pendidikan ibu, tingkat Pendidikan ayah, jumlah perokok, jumlah industri, jumlah kendaraan bermotor, dan ruang terbuka hijau (RTH) secara statistic. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu desain studi ekologi berdasarkan tempat yang mencakup 44 kecamatan di wilayah Provinsi DKI Jakarta. Hasil pada penelitian ini menunjukkan adanya korelasi terhadap kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita di Provinsi DKI Jakarta yaitu usia ibu (p = 0.011, r = 0.381), jumlah perokok (p = 0.007, r = 0.422), dam ruang terbuka hijau (p = 0.048, r = 0.325). sementara itu, untuk tingkat Pendidikan ibu, tingkat Pendidikan ayah, jumlah kendaraan bermotor, dan jumlah industri menunjukkan hubungan yang tidak signifikan dengan kejadian ISPA pada balita di Provinsi DKI Jakarta.
Read More
S-10984
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kholifah Uswatun Khasanah; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Eti Rohati, Ahmad Syafiq
Abstrak: Diare merupakan salah satu penyakit infeksi yang menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas anak serta sering menimbulkan terjadinya KLB di beberapa provinsi di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada baduta di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok tahun 2020. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan menggunakan desain studi cross-sectional. Variabel kejadian diare pada baduta digunakan sebagai variabel dependen, sementara variabel independen menggunakan data karakteristik lingkungan, perilaku, gizi, dan sosiodemografi. Data kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 11,3% baduta mengalami diare dalam 1 bulan terakhir. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jarak SGL/SPT dengan TPA/TPS, kebiasaaan memotong kuku baduta, riwayat ASI Eksklusif dan penghasilan kepala rumah tangga dengan kejadian diare pada baduta usia 6-24 bulan.
Diarrhea is an infectious disease that causes child morbidity and mortality and often causes outbreaks in several provinces in Indonesia. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of diarrhea in children under two in the Pasir Putih Village, Sawangan District, Depok City in 2020. This study used secondary data with a cross-sectional study design. Incidence of diarrhea in children under two was used as the dependent variable, while the independent variable used was environmental, behavioral, nutritional, and sociodemographic characteristics. The data were then analyzed by univariate and bivariate analysis. The results showed that as many as 11.3% of children under two experienced diarrhea in the last 1 month. The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between the distance of well from nearest landfill/laystall, the habit of cutting children's nails, the history of exclusive breastfeeding and the income of the head of the household with the incidence of diarrhea in children aged 6-24 months.
Read More
S-11102
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Setia Pradipta; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Yovsyah; Weningtyas Purnomorini
Abstrak: HIV/AIDS telah menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar di Jakarta. Untuk mengatasi permasalahan ini, di DKI Jakarta telah tersedia beberapa klinik VCT, salah satunya adalah klinik VCT Puskesmas Kecamatan Gambir. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode cross-sectional dengan melihat data sekunder dari isian formulir klinik VCT Puskesmas Kecamatan Gambir dari kurun waktu Januari-Desember 2011. Dari penelitian, didapatkan data sejumlah 95 klien, di mana sebanyak 20 orang memiliki status infeksi HIV positif. Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur, pendidikan terakhir, status kerja, status pengunjung, alasan testing, dan riwayat tes dengan status infeksi HIV. Faktor yang berhubungan dengan status infeksi HIV antara lain: berjenis kelamin laki-laki(PR= 4,6, 95% CI= 1,67-12,84), belum menikah (PR= 3, 95% CI=1,39-6,62), penasun(PR= 5,9, 95% CI= 2,51-13,81), bergantian alat suntik dalam 6 bulan terakhir(PR= 2,8, 95% CI= 1,31-6,13), mengetahui informasi adanya tes dari petugas/kader(PR= 2,5, 95% CI= 1,18-5,27), pernah berhubungan seks berisiko dalam 6 bulan terakhir(PR= 0,22, 95% CI=0,1-0,49), dan mendapat informasi adanya tes dari dokter/bidan(PR= 0,39, 95% CI= 0,18-0,85). Dari hasil tersebut, maka perlu ditingkatkan sistem konseling dan pencatatan record dalam klinik VCT dan juga promosi kesehatan terutama mengenai HIV/AIDS di wilayah Jakarta, selain itu perlu dipertimbangkan untuk penelitian lanjutan dengan desain yang lebih baik analisis yang lebih valid untuk mengatasi kemungkinan bias dan confounding.
 

HIV/AIDS has became a major health problem among Jakarta’s population. To cope with this problem, many VCT clinics has been established in Jakarta, one of which is Gambir VCT Clinic. This research was conducted using cross-sectional method by using entries from Gambir VCT clinic’s forms between January-December 2011. There was 95 clients from the entries, from which, 20 clients got HIV positive status. There is no significant association between HIV test result and age, education, work status, client status, reason for testing, and history of testing. The factors associated with HIV test result are: male(PR= 4,6, 95% CI= 1,67-12,84), has not married(PR= 3, 95% CI=1,39-6,62), IDUs(PR= 5,9, 95% CI= 2,51-13,81), sharing needles in past 6 months PR= 2,8, 95% CI= 1,31-6,13), got the information of testing from field officers(PR= 2,5, 95% CI= 1,18-5,27), having unsafe sex in past 6 months(PR= 0,22, 95% CI=0,1-0,49), and got the information of testing from doctors/midwives(PR= 0,39, 95% CI= 0,18-0,85). From those results, it is recommended to improve the recording and counseling system in the VCT clinic and also the health promotion regarding HIV/AIDS in Jakarta, it is also necessary to consider doing an advanced research with better design and more valid analysis to eliminate the probability of bias and confounding.
Read More
S-7568
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fazria Ayuandina Arianingrum; Pembimbing: Yosyah; Penguji: Syahrizal, Fristika Mildya
Abstrak: Tujuan: Menganalisis faktor sosiodemografi dan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DM tipe 2 di DKI Jakarta tahun 2020 berdasarkan data SIPTM Kemenkes RI. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Variabel independen terdiri dari faktor sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status perkawinan) dan faktor risiko PTM (riwayat DM keluarga, hipertensi, perilaku merokok, aktivitas fisik, obesitas sentral, konsumsi sayur dan buah, dan obesitas berdasarkan IMT) sedangkan diabetes melitus tipe 2 merupakan variabel dependen.
Read More
S-10654
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hana Shaffiyah Shalihah; Pembimbing: Syahrizal; Penguji: Yovsyah, Fristika Mildya
Abstrak: Tujuan: Menganalisis hubungan antara faktor gaya hidup dan faktor sosiodemografi dengan obesitas sentral pada wanita di DKI Jakarta berdasarkan data Sistem Informasi Penyakit Tidak Menular (SIPTM) 2020. Metode: Desain studi cross sectional pada data SIPTM 2020. Variabel Independen terdiri dari faktor gaya hidup (status merokok, status konsumsi sayur dan buah, status konsumsi alkohol, dan aktivitas fisik) dan faktor sosiodemografi (usia, status perkawinan, tingkat pendidikan, dan pekerjaan). Obesitas sentral merupakan variabel dependen.
Read More
S-10714
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Darayani Madarina; Pembimbing: Nasrin Kodim; Penguji: Syahrizal Syarif, Eli Winardi
Abstrak: Penyakit diare merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian. Di Indonesia mulai dari tahun 2000 hingga 2010 IR (Insiden Rate) untuk penyakit Diare terus meningkat, bahkan pada tahun 2009 dan 2010 terjadi KLB diare di 24 kecamatan pada tahun 2009 dan 33 kecamatan pada tahun 2010. Penelitian ini menggunakan studi korelasi dan menggunakan data sekunder yang dilaksankan pada bulan Februari hingga Mei 2016 berlokasi di Wilayah DKI Jakarta. Variabel yang digunakan adalah faktor sosiodemografi (kepadatan penduduk, jenis kelamin, orang yang bekerja, pendidikan rendah dan public health center) dan faktor lingkungan (produksi sampah). Hasil analisis bivariat dengan regresi linear sederhana menunjukkan bahwa variabel yang secara signifikan terhadap prevalensi kejadian diare adalah kepadatan penduduk dengan diare (p = 0,001; r = 0,496) , rasio jenis kelamin dengan diare (p = 0,002; r = 0,463) rasio puskesmas (p = 0,011; r = 0,378). Hasil analisis multivariate dengan regresi linear ganda menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prevalensi kejadian diare. Kata kunci : Sosiodemografi, Lingkungan, Diare, DKI Jakarta Diarrhea is still one of the main cause of pain and death. In Indonesia started to from 2000 until 2010 IR (incident rate) to diarrhea to increase even in 2009 and 2010 outbreaks of diarrhea in 24 districts in 2009 and 33 districts in 2010. This study is a correlation study using secondary data was carried out in February to May 2016 and are located in Jakarta. Values is a factor socio-demography ( population density, sex, one who works, low education and public health center ) and factors environment (production garbage). The result of the bivariate analysis with simple linear regression show that variables which significantly affect the prevalence diarrhea is population density (p = 0,001; r = 0,496), sex ratio ((p = 0,002; r = 0,463) and public health center ratio( p = 0,011; r = 0,378). The result of multivariate analysis using multiple linear regression showed that three variable of them significantly affect the prevalence diarrhea. Keyword : Sociodemograph, Environment, Diarrhea, DKI Jakarta
Read More
S-9172
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gazala Savana Putra; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Fitri Kurniasari, Fajar Nugraha
Abstrak:
Pada tahun 2023, Provinsi Daerah Khusus Jakarta mencatat prevalensi diabetes tertinggi di Indonesia berdasarkan data Survei Kesehatan Nasional, yaitu sebesar 3,9%. Di sisi lain, konsentrasi rata-rata PM2.5 di Jakarta pada tahun yang sama mencapai 43,8 µg/m³, menjadikannya salah satu wilayah dengan tingkat polusi udara tertinggi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan data sekunder, mencakup 42 kecamatan di wilayah administratif DKI Jakarta (tidak termasuk Kabupaten Kepulauan Seribu) sebagai unit analisis. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi dan analisis spasial untuk mengevaluasi hubungan antara konsentrasi PM2.5 pada udara ambien serta faktor sosiodemografi dengan prevalensi diabetes di tahun 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari seluruh variabel sosiodemografi, hanya proporsi penduduk dengan usia berisiko yang memiliki hubungan signifikan dengan prevalensi diabetes (p < 0,001). Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara konsentrasi PM2.5 dan prevalensi diabetes. Namun demikian, rata-rata konsentrasi PM2.5 di Jakarta pada tahun 2024 tercatat sebesar 37,45 µg/m³, yang melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) yang ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, perlunya pemantauan kualitas udara secara berkelanjutan serta pendekatan preventif berbasis usia dalam pengendalian diabetes di wilayah perkotaan.

In 2023, Jakarta recorded the highest diabetes prevalence in Indonesia based on the National Health Survey, with a rate of 3.9%. Concurrently, the average concentration of PM2.5 in Jakarta reached 43.8 µg/m³, classifying the city as one of the most polluted urban areas in the country. This study employed an ecological study design utilizing secondary data, with 42 sub-districts in Jakarta, excluding Kepulauan Seribu Regency, as the units of analysis. Data analysis comprised correlation tests and spatial analysis to examine the association between ambient PM2.5 concentrations and sociodemographic factors with the prevalence of diabetes in Jakarta in 2024. The statistical analysis indicated that among the sociodemographic variables, only the proportion of the population within the at-risk age group demonstrated a statistically significant association with diabetes prevalence (p < 0.001). In contrast, ambient PM2.5 concentrations were not significantly associated with diabetes prevalence in the region during the study period. Nonetheless, the average PM2.5 concentration in Jakarta in 2024 was 37.45 µg/m³, exceeding the national ambient air quality standard set by the government.
Read More
S-11884
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vera Febria; Pembimbing: Helda; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, Anna Maria Sirait
S-9197
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurlely Bethesda Sinaga; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Fatmah, Toha Muhaimin, Ning Sulistyowati, F. Jeanne UKtolseja
Abstrak:

ABSTRAK Diperkirakan dua puluh persen dari total penduduk Indonesia pada tahun 2010 adalah remaja . Kelompok masyarakat ini berada pada usia dimana kesadaran dan aktifitas seksual meningkat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mereka adalah kelompok rentan terhadap infeksi menular seksual akibat keterbatasan akses informasi dan layanan program kesehatan reproduksi remaja. Tujuan penelitian untuk mempelajari faktor sosiodemografi dan sosiokultur yang berhubungan dengan Infeksi Menular Seksual (IMS) pada remaja Indonesia. Penelitian dilakukan dengan melakukan analisis data sekunder dari SKRRI 2007 yang dilakukan di 33 provinsi di Indonesia. Didapatkan prevalensi IMS pada remaja yang mengikuti SKRRI 2007 adalah 10 %. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian IMS adalah jenis kelamin. Remaja perempuan berisiko 8,31 kali dibandingkan remaja laki-laki untuk tertular IMS. Hal ini karena luas penampang organ reproduksi perempuan lebih luas dibandingkan laki-laki dan bersifat reseptif.


 

ABSTRACT According to the data at 2007, it is estimated about twenty percents of total Indonesia population are adolescents. These adolescents within in range of their age with consciousness and risen sexual activity. Some studies have showed that adolescents are such vulnerable population to sexually transmitted infection. This study is aimed to analyze sociodemography and socioculture factors which related with sexual transmitted infection (STI) amongst Indonesia adolescents. It is conducted as secondary data analyzing by using Young Adult Reproductive Health Survey 2007. The prevalence of STI amongst Indonesia adolescents whom became SKRRI 2007 respondents is 10%. Sex has strong association with STI. Girls are more vulnerable to STI than boys. It caused by its reproductive organ is wider and receptive type.

Read More
T-3452
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Stefani Diorani; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Milla Herdayati, Grace Wangge
Abstrak: Masalah gizi yang sering ditemukan pada usia remaja adalah tingginya angka overweightdan obesitas. Kabupaten Malang memiliki angka prevalensi obesitas remaja lebih tinggidibandingkan se-provinsi Jawa Timur, yaitu sebesar 2.6%. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh faktor sosiodemografi, gaya hidup, dan pengetahuan gizi terhadapkejadian overweight dan obesitas pada pelajar SMA di Kabupaten Malang, Jawa Timur.Sumber data penelitian yang digunakan adalah Survei Program Gizi Untuk PrestasiSEAMEO RECFON 2018 dengan desain cross-sectional.
Read More
S-10342
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive