Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 45 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Okti Eko Nurarti; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Dian Ayubi, Enny Mulyatsih, Ns. Siti Anisah
T-5326
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hana Humaira; Pembimbing: Rizka Maulida; Penguji: Dwi Gayatri, Samuel Josafat Olam
Abstrak:
Latar belakang: Kejadian perundungan pada remaja di Indonesia terutama pada pelajar menempati urutan kelima tertinggi diantara 78 negara pada tahun 2018. Dampak dari perundungan yakni terkait dengan aspek fisik, mental, sosial serta memungkinkan perilaku berisiko yang dapat memengaruhi kualitas hidup remaja. Perundungan yang terjadi pada remaja disebabkan berbagai faktor diantaranya faktor individu dan faktor sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor sosial dan faktor individu dengan kejadian perundungan pada remaja di Indonesia berdasarkan data GSHS 2015. Metode: Penelitian ini menggunakan data sekunder Global School-Based Student Health Survey (GSHS) 2015 dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian adalah remaja umur 10-19 tahun yang menjawab variabel penelitian secara lengkap (n=9.500). Analisis univariat dilakukan dengan menampilkan frekuensi dan presentase, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji chi square dan menghitung odds ratio (OR). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 20,1% remaja di Indonesia mengalami kejadian perundungan selama 30 hari terakhir. Diketahui bahwa remaja yang tidak memiliki teman dekat (POR: 1,59; CI:1,20-2,10), tidak mendapat dukungan teman sebaya (POR: 1,51; CI:1,35-1,67), orang tua yang tidak peduli (POR: 1,12; CI: 1,00-1,24), dan orang tua yang tidak mengawasi (POR: 1,38; CI: 1,25-1,54), untuk memiliki odds yang lebih tinggi mengalami kejadian perundungan. Remaja laki-laki (POR: 1,43; CI: 1,30-1,59), berusia 14 tahun kebawah (POR: 1,12; CI: 1,01-1,24) dan memiliki status kerawanan pangan (POR: 2,37; CI: 1,91-2,94) memiliki odds yang lebih tinggi mengalami perundungan. Kesimpulan: Faktor sosial orang tua dan teman serta faktor individu menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian perundungan. Diharapkan penelitian selanjutnya melakukan analisis multivariat untuk melihat besar pengaruh tiap variabel

Background: The incidence of bullying among adolescents in Indonesia, particularly among students, fifth highest among 78 countries in 2018. The impacts of bullying are related to physical, mental, and social aspects, and it can lead to risky behaviors that affect the quality of life of adolescents. Bullying among adolescents is caused by various factors, including individual and social factors. This study aims to determine the relationship between social factors and individual factors with the incidence of bullying among adolescents in Indonesia based on data from the GSHS 2015. Methods: This study uses secondary data from the 2015 Global School-Based Student Health Survey (GSHS) with a cross-sectional study design. The research sample consists of adolescents aged 10-19 years who completed the survey variables (n=9,500). Univariate analysis was performed by presenting frequencies and percentages, while bivariate analysis used the chi-square test and calculated the odds ratio (OR). Results: The study results showed that 20.1% of adolescents in Indonesia experienced bullying in the past 30 days. It was found that adolescents who did not have close friends (POR: 1.59; CI: 1.20-2.10), did not receive peer support (POR: 1.51; CI: 1.35-1.67), had indifferent parents (POR: 1.12; CI: 1.00-1.24), and had unsupervised parents (POR: 1.38; CI: 1.25-1.54) had higher odds of experiencing bullying. Male adolescents (POR: 1.43; CI: 1.30-1.59), those aged 14 years or younger (POR: 1.12; CI: 1.01-1.24), and those with food insecurity (POR: 2.37; CI: 1.91-2.94) also had higher odds of experiencing bullying. Conclusion: Parental and peer social factors as well as individual factors show a significant relationship with the incidence of bullying. Future research is expected to conduct multivariate analysis to determine the influence of each variable
Read More
S-11751
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ade Mulya Nasrun; Pembimbing: Helda; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Tri Yunis Miko, Rima Damayanti, Diah Puspita Sari
Abstrak: Ada hubungan antara frekuensi antenatal care (ANC) dengan kematian neonatal di Indonesia. Bagi ibu hamil agar melakukan antenatal care (ANC) minimal 4 kali selama masa kehamilan sesuai anjuran pemerintah dan WHO dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang pemeriksaan kehamilan dasar sehingga memiliki motivasi untuk meningkatkan kesehatan ibu dan janin. Sehingga dapat menurunkan angka kematian neonatal di Indonesia
Read More
T-5613
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Margaret C. Baker ... [et al.]
AJE Vol.178, No.2
Oxford : Oxford University Press, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Junus Widjaja
AJPPTV Vol.4, No.2
Ciamis : Balitbangkes Depkes RI, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hayatti Rissa; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Hendra, Hanny Harjulianti, Muslina Handayani
Abstrak: Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dimensi-dimensi dari budaya patient safety yang menjadi faktor-faktor yang mempengaruhipatient safety climate di Rumah Sakit ABC. Sehingga identifikasi terhadap faktor-faktortersebut dapat meningkatkan patient safety di Rumah Sakit ABC. Penelitian inimerupakan penelitian survei yang bersifat analitik dengan desain studi potonglintang/cross sectional. Dalam penelitian Cross sectional, variabel sebab (independent)dan akibat (dependensi) yang terjadi pada objek peneltian dikumpulkan secara simultan(dalam waktu yang bersamaan). Hasil temuan dari penelitian ini didapatkan gambaranpersepsi perawat terhadap iklim patient safety di Rumah Sakit ABC, yaitu sebagianperawat menganggap iklim keselamatan pasien buruk. Dari 12 dimensi patient safetydengan menggunakan HSOPSC didapatkan 7 diantaranya mempunyai pandangan positifdari perawat, yaitu : Organization Learning (92,2%), Teamwork within Departement(53,2%), Feedback and Communication About Error (56,4%), Staffing (54,8%),communication oponess (64,5%), Teamwork Across Hospital Units (53,2%), danHospital handoffs and transitiions (53,2%). Dimensi dengan nilai tertinggi adalahOrganization Learning (92,2%). Sementara dimensi dengan nilai terendah adalah nonpunitive response to error (46,8%) dan hospital management support (46,7%). Hubunganantara ketiga variable penelitian adalah mempunyai hubungan yang positif, dimana jikapatient safety climatenya positif, maka dukungan manajemen, sistem pelaporan dankecukupan sumber dayanya juga positif.Keyword : patient safety, patient safty climate, patient safety survey.
The general objective of this study was to describe the dimensions of the cultureof patient safety factors that affect patient safety climate at the ABC Hospital. So theidentification of these factors can increase patient safety in the hospital ABC. Thisresearch is analytic survey with cross sectional study design / cross sectional. In a crosssectional study, because the independent variables and dependencies variables thatoccurred in the course of a study object was collected simultaneously (at the same time).The results of this study, the description of the perception of nurses on patient safetyclimate at the Hospital of the ABC, which most nurses consider patient safety climate isbad. Of the 12 dimensions of patient safety by using HSOPSC got 7 of them have apositive view of nurses : Organization Learning (92.2%), Teamwork within theDepartment (53.2%), Feedback and Communication About Error (56.4%), Staffing(54.8%), communication oponess (64.5%), Teamwork Across Hospital Units (53.2%),and the Hospital handoffs and transitiions (53.2%). Dimensions with the highest score isthe Learning Organization (92.2%). While the dimension with the lowest score is non-punitive response to error (46.8%) and hospital management support (46.7%). Therelationship between the three variables of research is to have a positive relationship,which if positive climatenya patient safety, the support of management, reporting systemsand the adequacy of its resources is also positive.Keyword : patient safety, patient safty climate, patient safety survey.
Read More
T-4574
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sumiati Bedah; Promotor: Ratna Djuwita; Kopromotor: Syahrizal Syarif, Lukman Hakim; Penguji: Nurhayati A. Prihartono, Syafruddin, Budi Haryanto, Besral, Masdalina Pane,
Abstrak:
Pada tahun 2019, Indonesia melaporkan 250.644 kasus malaria. Lima provinsi dengan kasus positif malaria terbesar adalah Papua, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Kalimantan Timur, dan Lampung. Sementara itu, DKI Jakarta dan Bali, yang berbatasan dengan Lampung, sudah masuk kategori provinsi bebas malaria (Kemenkes, 2019). Pemahaman tentang gejala klinis malaria lokal sangat penting bagi suatu wilayah, karena dapat menjadi panduan bagi masyarakat dalam mengenali tanda-tanda awal penyakit malaria. Penelitian ini menggunakan dua desain, yaitu cross-sectional untuk menyusun dan mengembangkan algoritme gejala klinis malaria lokal di wilayah studi, dan quasi- eksperimental untuk menentukan pengaruh Mass Blood Survey (MBS) Plus dalam menemukan kasus malaria. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa kombinasi gejala klinis yang paling sensitif dan spesifik untuk malaria lokal adalah sakit/nyeri kepala, demam, dan menggigil, dengan sensitivitas 88,43% dan NPN 84,95%. Gejala-gejala ini dapat menjadi indikator yang baik untuk skrining di wilayah setempat. Selanjutnya, kelompok intervensi (MBS Plus) memiliki Annual Parasite Incidence (API) yang lebih rendah (16,06) dapat mendeteksi 13 kali lebih banyak kasus malaria dibandingkan kelompok kontrol (MBS reference) dengan API yang lebih tinggi (60,14). Hal ini menunjukkan bahwa jika intervensi serupa diterapkan di populasi dengan API tinggi, kemungkinan besar akan ditemukan lebih banyak kasus malaria. Intervensi MBS Plus penting untuk dilanjutkan dengan tujuan semakin sering ditemukan kasus malaria, maka percepatan dalam mencapai mini eliminasi (eliminasi lokal) semakin terwujud, dengan prinsip "temukan dan obati".

In 2019, Indonesia reported 250,644 cases of malaria. The five provinces with the largest number of positive cases of malaria are Papua, East Nusa Tenggara, West Papua, East Kalimantan and Lampung. Meanwhile, DKI Jakarta and Bali, which border Lampung, have been categorized as malaria-free provinces (Ministry of Health, 2019). Understanding the clinical symptoms of local malaria is very important for a region, because it can be a guide for the community in recognizing the early signs of malaria. This study used two designs, namely cross-sectional to develop and develop an algorithm for local malaria clinical symptoms in the study area, and quasi-experimental to determine the effect of the Mass Blood Survey (MBS) Plus in finding malaria cases. The results of the validity test show that the most sensitive and specific combination of clinical symptoms for local malaria is headache, fever and chills, with a sensitivity of 88.43% and an NPN of 84.95%. These symptoms can be a good indicator for screening in the local area. Furthermore, the intervention group (MBS Plus) had a lower Annual Parasite Incidence (API) (16.06) and was able to detect 13 times more cases of malaria than the control group (MBS reference) with a higher API (60.14). This suggests that if similar interventions were implemented in populations with high APIs, more malaria cases would likely be found. It is important to continue the MBS Plus intervention with the aim that the more frequently cases of malaria are found, the more acceleration in achieving mini elimination (local elimination) will be realized, with the principle of "find and treat"
Read More
D-539
Depok : FKM UI, 2024
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vania Gemma Miari; Pembimbing: Nurhayati A. Prihartono; Penguji: Trisari Anggondowati, Gina Anindyajati
Abstrak:
Bunuh diri merupakan penyebab kematian keempat terbesar pada kelompok usia remaja secara global. Pemikiran bunuh diri atau ideasi bunuh diri dapat menjadi awal dari perilaku bunuh diri dan merupakan kekhawatiran di kalangan remaja. Angka prevalensi pemikiran bunuh diri remaja di Indonesia meningkat dari 4,2% di tahun 2007 menjadi 5,14% di tahun 2015. Melihat situasi saat ini, ada kemungkinan angka kematian akibat bunuh diri semakin meningkat. Terdapat beberapa faktor risiko perilaku kesehatan yang berkontribusi pada peningkatan upaya bunuh diri di kalangan remaja, salah satunya adalah perilaku seksual berisiko. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat hubungan antara perilaku seksual berisiko dengan pemikiran bunuh diri setelah dikontrol dengan variabel confounding. Penelitian menggunakan desain studi potong lintang (cross sectional) dengan analisis data Global School-Based Student Health Survey Indonesia tahun 2015. Hasil penelitian ini adalah prevalensi pemikiran bunuh diri pada Pelajar SMP dan SMA di Indonesia tahun 2015 sebesar 4,8% dan prevalensi perilaku seksual berisiko pada Pelajar SMP dan SMA di Indonesia tahun 2015 dalam penelitian ini sebesar 4,17%. Berdasarkan hasil analisis multivariat, risiko pelajar yang pernah melakukan perilaku seksual berisiko 2,54 (CI 95% 1,56—4,13) kali lebih besar untuk memiliki pemikiran bunuh diri dibandingkan dengan pelajar yang tidak pernah melakukan perilaku seksual berisiko.

Suicide is the fourth largest cause of death in the adolescent age group globally. Suicidal ideation can be a precursor to suicidal behavior and is a concern among adolescents. The prevalence rate of suicidal ideation among teenagers in Indonesia increased from 4.2% in 2007 to 5.14% in 2015. Looking at the current situation, there is a possibility that the death rate due to suicide will increase. Several health behavioral risk factors contribute to the increase in suicide attempts among adolescents, one of which is risky sexual behavior. This research aims to look at the relationship between risky sexual behavior and suicidal thoughts after being controlled by confounding variables. The research used a cross-sectional study design with data analysis from the Global School-Based Student Health Survey Indonesia 2015. The results of this research are that the prevalence of suicidal thoughts among middle and high school students in Indonesia in 2015 was 4.8% and the prevalence of risky sexual behavior among middle and high school students in Indonesia in 2015 was 4.17%. Based on the results of multivariate analysis, the risk of students who have engaged in risky sexual behavior is 2.54 (CI 95% 1.56—4.13) times greater for having suicidal thoughts compared to students who have never engaged in risky sexual behavior.
Read More
S-11539
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shelly Maya Lova; Pembimbing: Besral; Penguji: Evi Martha, Milla Herdayati, Putriayu Hartini, Rahmadewi
Abstrak:
Prevalensi penggunaan metode kontrasepsi modern merupakan salah satu indikator keberhasilan program KB, yang berfungsi sebagai salah satu strategi untuk mengendalikan jumlah penduduk serta mendukung percepatan penurunan AKI, AKB, dan KTD, namun demikian capaiannya masih relatif rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis determinan penggunaan metode kontrasepsi modern pada Wanita Usia Subur di Pulau Sumatera. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross- sectional, menggunakan data sekunder dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017. Sampel penelitian berjumlah 5.276 responden. Analisis data menggunakan uji statistik regresi logistik. Hasil analisis didapatkan persentase penggunaan metode kontrasepsi modern pada WUS di pulau Sumatera adalah sebesar 85%. Tetapi jenis kontrasepsi jangka panjang seperti masih rendah yaitu IUD (4,1%) dan Implan (10,1%), yang paling banyak adalah penggunaan suntik 3 bulan (36,7%). Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor yang mempengaruhi penggunaan metode kontrasepsi modern adalah pendidikan, status bekerja, pengetahuan tentang KB, tempat tinggal, dukungan suami dan dukungan tenaga kesehatan. Dengan faktor dominan yaitu dukungan suami berpeluang 3,35 kali menggunakan metode kontrasepsi modern. Untuk meningkatkan cakupan penggunaan kontrasepsi modern pemerintah perlu meningkatkan pelayanan dan menyusun strategi KIE yang efektif untuk WUS dan pasangannya.

The prevalence of modern contraceptive use is an indicator of the success of the family planning program, which functions as a strategy to control the population and support the accelerated reduction in maternal mortality, unwanted pregnancies, and abortion, however the achievements are still relatively low. The aim of this research is to analyze the determinants of modern contraceptive use among women of childbearing age on the island of Sumatera. This type of research is a quantitative study with a cross-sectional research design, using secondary data from the 2017 Indonesian Health Demographic Survey (IDHS). The study sample consisted of 5276 respondents. Data analysis used logistic regression statistical test. The results of the analysis showed that the percentage of use of modern contraceptive methods among WUS on the island of Sumatra was 85%. However, the types of long-term contraception are still low, namely IUDs (4.1%) and implants (10.1%), the most common being the use of 3-month injections (36.7%). The results of the multivariate analysis show that the factors that influence the use of modern contraceptive methods are education, work status, knowledge about family planning, place of residence, husband's support and support from health workers. With the dominant factor, namely husband's support, there is a 3.35 times chance of using modern contraceptive methods. To increase coverage of modern contraceptive use the government needs to improve services and develop effective IEC strategies for WUS and their partners.
Read More
T-6865
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Juzi Delianna; Pembimbing: Nasrin Kodim; Penguji: Helda; Euis Sa`adah, Rahmadewi
T-3439
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive