Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sri Nur Pujiyani; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Evi Martha, Sondang K.S. Siregar
S-4238
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Ekawati; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Rina Artining Anggorodi, Prastowo
S-4535
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratna Dewi Handayani; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Mieke Savitri, Widyastuti Dewi
S-4138
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarino Trimansyah; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Henny Mulyati
S-5185
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tahani; Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo; Penguji: Zarfiel Tafal, Bagus Satriya Budi
S-5226
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Nurrachmawati, Nurohma, Puspa Mustika Rini
JKR Vol.3, No.1
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Octa Amalia; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Sabarinah, Lies Rosdianty, Weni Kusumaningrum
Abstrak:
Kekerasan terhadap anak merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berpengaruh pada kesehatan dan kesejahteraan anak di sepanjang hidupnya. Berdasarkan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) pada tahun 2022, lebih dari separuh kasus kekerasan terjadi pada anak dan 34,27% pada anak berusia 13-17 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berkontribusi pada kejadian kekerasan terhadap anak usia 13-17 tahun di Indonesia. Penelitian menggunakan kerangka model sosio-ekologi yang menganalisis faktor individu (jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan status pekerjaan), interpersonal (status domisili, status orang tua kandung, pengalaman menyaksikan kekerasan, dan status pernikahan), dan komunitas (tempat tinggal) terhadap kekerasan anak berusia 13-17 tahun. Penelitian ini menggunakan data Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) di Indonesia tahun 2021 dengan studi cross sectional dan sampel sebanyak 4.903 anak berusia 13-17 tahun, yang dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa hampir setengah dari anak-anak usia 13-17 tahun mengalami kekerasan, dengan tingkat prevalensi sebesar 46,2% (95% CI: 43,6%-48,8%). Kekerasan ini terjadi pada anak perempuan sebanyak 50,6% dan anak laki-laki sebanyak 42,1%. Bentuk kekerasan tersebut meliputi kekerasan fisik (13,8%), kekerasan emosional (41,6%), dan kekerasan seksual (6,9%). Faktor yang berhubungan dengan kekerasan terhadap anak adalah status pekerjaan anak (OR: 1,852; 95% CI: 1,478-2,320), status domisili (OR: 1,253; 95% CI: 1,018-1,541), dan pengalaman anak menyaksikan kekerasan (OR: 6,784; 95% CI: 5,778-7,966) yang merupakan faktor paling dominan. Anak yang berpengalaman menyaksikan kekerasan berisiko hampir 7 kali untuk mengalami kekerasan dibanding yang tidak memiliki pengalaman, setelah dikontrol oleh status pekerjaan dan status domisili. Diperlukan peningkatan kesadaran, penguatan intervensi, dan deteksi dini dalam pencegahan kekerasan terhadap anak.

Violence against children is a public health concern that has long-term impacts on their health and well-being. In 2022, the Online System for the Protection of Women and Children (SIMFONI PPA) reported that more than half of the violence cases involved children, with 34.27% of these cases affecting children aged 13-17 years. This study aims to identify the factors contributing to violence against children aged 13-17 years. Using a socio-ecological model framework, it analyzes individual factors (sex, education level, and employment status), interpersonal factors (living arrangement, biological parents' status, witnessing violence, and marital status), and community factors (place of residence), related to child abuse among 13-17 years olds. The study used data from the National Survey on Children and Adolescent’ Life Experience (SNPHAR) conducted in Indonesia in 2021. It employed a cross-sectional design, which involved a sample of 4,903 children aged 13-17 years, and conducted data analysis using logistic regression. The research findings indicate that nearly half of children aged 13-17 experience violence, with a prevalence rate of 46.2% (95% CI: 43,6%-48,8%). This violence occurs in 50,6% of girls and 42,1% of boys. The forms of violence include physical violence (13.8%), emotional violence (41.6%), and sexual violence (6.9%). The factors associated with violence against children include the child's employment status (OR: 1.852; 95% CI: 1.478-2.320), living arrangement (OR: 1.253; 95% CI: 1.018-1.541), and witnessing violence (OR: 6.784; 95% CI: 5.778-7.966), with witnessing violence being the most dominant factor. Children who have witnessed violence are at nearly 7 times higher risk of experiencing violence compared to those without such experiences, after controlling for employment status and living arrangement. There is need for increased awareness, strengthened interventions, and early detection in the prevention of violence against children.
Read More
T-6672
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rovika Trioclarise; Pembimbing: Sabarinah; Penguji: Evi Martha, Fitra Yelda, Mutia Prayanti Errufana, Herry Haerul Fattah
Abstrak: Abstrak

Penelitian membahas KDRT yang berakibat tidak terpenuhinya hak reproduksi istri. Tujuannya untuk mengidentifikasi kekerasan fisik, psikis, ekonomi, dan seksual serta akibatnya terhadap pemenuhan hak reproduksi, tempat korban mencari pertolongan, dan harapan terhadap pemerintah. Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dan cross setional. Respondennya adalah perempuan menikah. Hasil analisis didapatkan KDRT sebanyak 86,2%, kekerasan psikis 77,7%, kekerasan ekonomi 59,8%, kekerasan seksual 53,1% dan 23,6% kekerasan fisik. Akibatnya terhadap tidak terpenuhi hak reproduksi istri sebanyak 58%. Kekerasan ekonomi, seksual, fisik bermakna secara statistik. Tempat korban mengadu adalah orang tua, 41,1%. Harapan kepada pemerintah adalah diberikannya bantuan hukum, 41,5%.


The research is aimed at describing the domestic violence occured in Indonesia which brings about the unfulfillment of the rights of wives. The objectives of the research are to identify physical, psychological, economical, and sexual violence and the impacts to the fulfillment of the rights of sexual reproduction, to figure out the place where the victims gets protection, and to explain the expectations of the victims toward the government. The research is qualitatively and descriptively done and cross sectional. Subject is the women who have been married. Having analyzed the data, it is found that 86.2 percentage of respondents had ever been the victims of domestic violence within their marriage, 77,7 % psychological, 59.8 % of the economical, 53.1% of sexual, and 23,6 % of physical violence. The impacts experienced are unfulfillment 58%. These violences are statistically meaningful. Parents are those to whom the violence mostly complain (41.1%). Around 41.5 % of the victims expect that the government will give them judicial support.

Read More
T-4009
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Izati; Pembimbing: Adi Sasongko; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Sunyono
Abstrak: Pacaran tidak selamanya selalu indah bahkan ada beberapa yang mengaku pernah mengalami kekerasan dalam pacaran. Kasus kekerasan dalam pacaran seperti fenomena gunung es, di mana kasus yang lebih besar tidak muncul ke permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap kekerasan dalam pacaran pada siswa kelas XI SMA Negeri 113 Jakarta.
 
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data primer menggunakan instrumen berupa kuesioner, yang diisi oleh 138 siswa. Hasil penelitian ditemukan 91,3% responden pernah mengalami kekerasan dalam pacaran. Dari beberapa variabel yang diteliti, tidak ada yang mempunyai hubungan bermakna dengan kekerasan dalam pacaran.
 

Dating is not always beautiful, as even claimed have ever dating violence. Cases of dating violence like a ice mountain phenomena, where the bigger cases are never known. The aim of this research is to get to know about the relation of knowledge and attitude towards dating violence on XIth grade students at SMA Negeri 113 Jakarta.
 
The type of research is quantitative with the research design cross sectional. The primiere data was collected use instrument which is questionnaires. The result of the research shows 91,3% of respondents have ever dating violence. From some of the variables of the research, there is no have a significant relation to dating violence.
Read More
S-7592
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Radyan Rifka Pramanik; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Tiara Amelia, Inggrid Pudyaningrum T
Abstrak:
Majelis Kesehatan Dunia ke-49 menyatakan kekerasan sebagai masalah utama bagi kesehatan masyarakat di dunia. Sekolah menjadi salah satu tempat terjadinya kekerasan. kekerasan yang paling umum terjadi di sekolah adalah Bullying. Bullying merupakan perilaku agresif yang melibatkan tindakan negatif, tidak diinginkan yang dilakukan secara berulang dan tidak adanya kekuatan yang seimbang antara pelaku dan korban. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku bullying pada remaja di SMP Negeri 3 Kota Bogor tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 213 sampel.Hasil penelitian didapatkan sebanyak 51,8% siswa memiliki perilaku bullying. Uji statistik didapatkan bahwa jenis kelamin (p-value 0,02), lingkungan keluarga (p-value 0,017), lingkungan teman (p-value 0,001) dan penggunaan sosial media (p-value 0,000) memiliki hubungan dengan perilaku bullying. Sedangkan, usia (p-value 0,227) tidak memiliki hubungan dengan perilaku bullying. Maka dari itu, disarankan untuk melakukan edukasi dan komunikasi pada siswa dan keluarga tentang bullying dengan bekerja sama antara sekolah, keluarga dan tenaga kesehatan untuk membentuk lingkungan yang aman dan nyaman, Meningkatkan fungsi UKS (Unit Kesehatan Siswa) dengan bekerja sama bersama tenaga kesehatan, Menjalankan Program Roots sebaik mungkin, dengan membentuk agen perubahan ke arah positif, Membuat hotline pelaporan kasus bullying untuk masyarakat sekolah.

The 49th World Health Assembly declared violence as a major issue for the health of the world’s public. Schools are one of the places of violence. The most common violence in schools is bullying. Bullying is an aggressive behavior involving negative, unwanted actions that are repeatedly performed and the absence of a balanced force between the perpetrator and the victim. The purpose of this study is to find out factors related to bullying behavior in adolescents at Bogor City 3 State Junior High School in 2023. The research uses quantitative methods with cross-sectional study design. The sample in this study was 213 samples. The results of the study found that 51.8% of students had bullying behavior. Statistical tests found that gender (p-value 0.02), family environment (p-value 0.017), friend environment (p-value 0.001) and social media use (p-value 0.000) have a relationship with bullying behavior. Age (p-value 0.227) has no connection with bullying behavior. Therefore, it is advisable to conduct education and communication in students and families about bullying by working together between schools, families and health workers to form a safe and comfortable environment, Improve the function of UKS (Student Health Unit) by working with health workers, Running Roots Programs as best as possible, by forming change agents towards positive, Create a hotline reporting case bullying for school communities.
Read More
S-11488
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive