Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Septia Tri Purwaningsih; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Abdul Kadir, Indri Hapsari Susilowati, Hanny Harjulianti, Ratih Dewanti Alawiyah
Abstrak:
Perawat menjadi profesi dengan jumlah tenaga kerja terbanyak di rumah sakit, dimana tidak terlepas dari bahaya distress. Distress erat kaitannya dengan work life balance, dimana distress yang dialami dapat memengaruhi work life balance. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan distress dengan work life balance pada perawat di RSUD X, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan pada Bulan Mei – Juli 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di RSUD X, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Desain penelitian menggunakan cross sectional, pengumpulan data melalui metode kuantitatif. Penelitian menggunakan data primer dimana pengambilan data penelitian oleh peneliti diperoleh secara langsung melalui kuesioner. Sedangkan untuk analisis data diperoleh menggunakan analisis univariat (deskriptif) dan bivariat (inferensial). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran work life balance pada perawat di RSUD X, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah secara general sebanyak 51% perawat di RSUD X memiliki work life balance dalam kategori baik, sedangkan 49% lainnya berada dalam kategori buruk. Sebanyak 50,3% responden memiliki distress yang tinggi dan 49,7% memiliki distress yang rendah. Secara general, terdapat hubungan yang signifikan antara distress dengan work life balance (p-value = 0,027) dengan nilai OR sebesar 2,2. Berdasarkan dimensinya, terdapat hubungan yang signifikan antara distress dengan PLEW (p-value = 0,009) dengan nilai OR sebesar 2,6. Sedangkan berdasarkan kelompoknya, terdapat hubungan yang signifikan antara distress dengan work life balance dalam kelompok pekerjaan (p-value = 0,007) dengan nilai OR sebesar 2,6. Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara distress dengan work life balance dalam kelompok personal life (p-value = 0,002) dengan nilai OR sebesar 3. Oleh karena itu, sebaiknya RSUD X membangun kesadaran akan pentingnya mengelola distress dan work life balance melalui komitmen, kebijakan, dan program kerja yang mendukung.

Nurses are the profession with the largest number of workers in hospitals, where they are exposed to the risk of distress. Distress is closely related to work life balance, where the distress experienced can affect work life balance. This study aims to analyze the relationship between distress and work life balance among nurses at X Regional General Hospital, Klaten Regency, Central Java. The study was conducted from May to July 2025. The population in this study were nurses at RSUD X, Klaten Regency, Central Java. The study design was cross-sectional, with data collection using quantitative methods. The study used primary data obtained directly by the researcher through questionnaires. Data analysis was performed using univariate (descriptive) and bivariate (inferential) analysis. The results of the study show that the work life balance of nurses at X Regional General Hospital, Klaten Regency, Central Java, is generally 51% of nurses at X Regional General Hospital have good work life balance, while the other 49% are in the poor category. A total of 50.3% of respondents had high distress and 49.7% had low distress. In general, there was a significant relationship between distress and work life balance (p-value = 0.027) with an OR value of 2.2. Based on its dimensions, there is a significant relationship between distress and PLEW (p-value = 0.009) with an OR value of 2.6. Meanwhile, based on its groups, there is a significant relationship between distress and work life balance in the work group (p-value = 0.007) with an OR value of 2.6. In addition, there is a significant relationship between distress and work life balance in the personal life group (p-value = 0.002) with an OR value of 3. Therefore, RSUD X should build awareness of the importance of managing distress and work life balance through commitment, policies, and supportive work programs.
Read More
T-7478
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agustina Kurniasih; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Dien Anshari, Dumilah Ayuningtyas, Indah Nugraheni Mardhika, Pribudiarta Nur Sitepu
Abstrak:
Masalah kesehatan mental pada pekerja merupakan hal yang tidak boleh dianggap remeh karena dapat mengganggu produktivitas pekerja itu sendiri maupun instansi. Tesis ini membahas hubungan work-life balance, motivasi dan faktor demografi dengan kepuasan kerja pegawai yang bekerja di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross- sectional. Sampel sebesar 150 dari 338 pegawai diambil secara simple random sampling. Data dikumpulkan dengan cara responden mengisi kuesioner secara online karena Indonesia sedang mengalami pandemi COVID-19. Data dianalisis dengan uji chi square dan regresi logistik ganda menggunakan program SPSS. Hasil penelitian mendapatkan 59,3% pegawai merasa tidak puas bekerja, 56,7% pegawai memiliki work-life balance tidak seimbang dan 54,7% memiliki motivasi kerja tinggi. Work-life balance, umur dan lama bekerja tidak berhubungan dengan kepuasan kerja dalam penelitian ini sedangkan motivasi dan pendidikan berhubungan dengan kepuasan kerja. Pegawai dengan motivasi tinggi merasa lebih puas dengan pekerjaannya dibanding yang motivasinya rendah. Pegawai yang bependidikan rendah lebih merasa puas dengan pekerjaannya dibanding pegawai yang berpendidikan tinggi. Saran yang dapat diberikan adalah pemberian insentif, diklat secara berkala, pembagian tugas sesuai beban kerja secara proporsional dan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang baik.

Mental health problems in workers are things that should not be underestimated because they can interfere with the productivity of workers themselves and agencies. This thesis discusses the relationship between work-life balance, motivation and demographic factors with job satisfaction of employees who work at the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection. This research is a quantitative study with cross-sectional design. 59.3% of employees were not satisfied working, 56.7% of employees had an unbalanced work-life balance and 54.7% had high work motivation. Work-life balance is not statistically related in this study while motivation is related to employee job satisfaction, employees who have high motivation feel more satisfied with their work than those with low motivation. Demographic factors related to employee job satisfaction are education. Low-educated employees are more satisfied with their work than highly educated employees after being controlled by work-life balance and motivation. Age and length of work are not related to employee job satisfaction. Suggestions that can be given based on the results of the study are the provision of incentives, regular training, division of tasks according to workload proportionally and the use of good information and communication technology to help employees achieve work-life balance and satisfaction.

Read More
T-5890
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive