Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Haerun; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Mila Tejamaya, Devie Fitri Octaviani
Abstrak: Merujuk pada ketentuan ILO (International Labour Organizations), perusahaanpetrokimia merupakan perusahaan yang dikategorikan sebagai perusahaan denganrisiko Major Hazard. PT Pupuk Kujang melibatkan amonia untuk prosesproduksinya yang disimpan pada tanki penyimpanan 10000 MT. Meskipun peristiwakebocoran pada tanki amonia di PT Pupuk Kujang belum pernah terjadi, akan tetapirisiko kebocoran tersebut seluruhya masih tetap ada. Penyimpanan amonia di PTPupuk Kujang masih menyimpan potensi-potensi terjadinya kerusakan atau gangguanpada proses penyimpanannya yang dapat merusak tanki, sehingga timbul kebocoranamonia dalam jumlah besar. Dengan kemungkinan tersebut PT Pupuk Kujang memerlukan analisis konsekuensi untuk dijadikan landasan perencanaan sistemtanggap darurat jika skenario kebocoran dalam jumlah besar terjadi.Dalam studi ini analisa konsekuensi kebocoran dilakukan dengan menggunakan BREEZE Incident Analyst. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terjadinya bahayadan dampak kebocoran dapat disebabkan oleh kegagalan major dan kegagalan minoryang dianalisa dengan Fault Tree Analysis jarak dispersi terjauh mencapai lebih dari 262.6 m dengan kadar amonia 25 ppm dan 164.6 m untuk kadar 150 ppm dan116.9 m untuk kadar 750 ppm. Daerah yang berisiko terkena sebaran dispersiamonia dalam berbagai skenario adalah Pabrik Kujang 1A, utility Pabrik Kujang1B,cooling tower dan refrigerant amoniaKata kunci: Storage tank, Amonia, dispersi , BREEZE Incident analyst, Fault TreeAnalysis
According to ILO convention (International Labour Organizations), petrochemicalinstallation is one among other industry with a major hazard risk involved in theindustrial process. PT Pupuk Kujang Involved ammonia in the production processsaved on 10000 MT capacity storage tank. Although there is no leaking history forammonia storage tank at PT Pupuk Kujang it does not mean the potential for theevent to happen became impossible. The ammonia storage process still process thepotential of a mishap, malfunction or damage that could jeopardize the integrity ofthe storage tank an eventually leakage could occur. With this background, anconsequence analysis required for PT Pupuk Kujang around the facility to understandthe hazard and risk possibly occur, so proper mitigation and emergency plan could beproduce.In this study, the analysis of the consequences of leakage performed using BREEZEIncident Analyst . This studies show that the occurrence and impact of leakage can becaused by the failure of major and minor failures were analyzed by Fault TreeAnalysis, The projection produced by BREEZE Incident Analyst show the maximumdispersion distance is more 262.6 m with 25 ppm ammonia concentration and164.6 m for 150 ppm ammonia concentration and 116.9 m for 750 ppm ammoniaconcentration. Areas at risk of dispersion of the distribution of ammonia in variousscenarios are Factory Cleaver 1A, 1B Kujang utility plant, cooling tower andammonia refrigerant.Keywords : Storage tank, Ammonia, dispersion, BREEZE Incident analyst, FaultTree Analysis
Read More
S-7738
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Sulistyowati; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Budi Hartono, Edeng Rachmat
Abstrak: ABSTRAK Nama : Dewi Sulistyowati Program Studi : Kesehatan Lingkungan Judul : EfektifitasInstalasiPengolahan Air Limbah (IPAL) dalammemperbaikikualitas air limbah(COD, BOD, TSS, MinyakdanLemak, Amonia (NH3), dan Total Coli) di RumahSakitIbudanAnakRestiMulyaTahun 2017. Rumah Sakit Ibu dan Anak Resti Mulya dalam mengelola limbah cair menggunakan IPAL dengan sistem biofilter aerob-anaerob pada tahun 2014. Penelitian ini membahas efektifitas Instalasi Pengolahan Air Limbah di Rumah Sakit Ibu dan Anak Resti Mulya. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskripsi observasional dengan pendekatan cross sectional. Hasil Penelitian terhadap kualitas effluent untuk parameter TSS, COD, BOD, minyak dan lemak tidak melebihi baku mutu yang ditetapkan oleh Pergub DKI Jakarta No. 69 tahun 2013 dan MenLH No. 05 tahun 2014. Sedangkan untuk parameter amonia dan total Coliform melebihi baku mutu yang ditetapkan. Rata-rata kualitas effluent untuk masing-masing parameter adalah : TSS 22,96 mg/L, amonia 8,90 mg/L, minyak dan lemak 0,995 mg/L, COD 50,61 mg/L, BOD 15,43 mg/L, dan total Coliform adalah sebesar 5.838 MPN/100 ml. Sedangkan berdasarkan analisis hasil laboratorium, efisiensi penurunan kadar pencemar untuk setiap parameter adalah : TSS 25,27%, amonia 56,26%, minyak dan lemak 50,37%, COD 54,36%, BOD 34,17%, dan total Coliform sebesar 60.81%. Persentase efisiensi IPAL dapat diketahui tidak hanya berdasarkan hasil outlet melainkan dengan menguji inlet secara berkala. Apabila parameter amonia, BOD, dan COD melebihi baku mutu yang telah ditetapkan , maka tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan memperbaiki sistem aerasi dan melakukan treatment dengan menambahkan zat penetral seperti PAC.
Kata kunci : Efektifitas, IPAL, TSS, COD, BOD, Minyak dan Lemak, Amonia, Total Coliform

Mother and Child Resti Mulya Hospital in managing Waste Water Treatment Plant (WWTP) with aerob-anaerob biofilter system in 2014. This research discuss effectiveness of Waste Water Treatment Plant Installation at Resti Mulya Hospital. This research is an observational description with cross sectional approach. The result of the research on the effluent quality for TSS, COD, BOD, Oil and fat parameters do not exceed the quality standard specified by Jakarta governor regulation No. 69/2013 and regulation of environment minister number 05/2014. As for amonia and total Coliform parameters exceeded standard Quality set. The average quality of effluent for each parameter are TSS 22,96 mg/L, amonia 8,90 mg/L, oil and fat 0,995 mg/L, COD 50,61 mg/L, BOD 15,43 mg/L, and the total Coliform is 5,838 MPN/100 ml. While based on laboratory analysis, efficiency of decreasing pollutant level for each parameter are : TSS 25,27%, ammonia 56,26%, oil and fat 50,37%, COD 54,36%, BOD 34,17% and total colimorm amounted to 60,81%.The percentage of WWTP efficiency can be known not only based on outlet results but by regularly testing the inlet. If the ammonia, BOD, and COD parameters exceed the predefined quality standard, then the action that can be done is to improve the aeration system and perform treatment by adding a neutralizing agent such as PAC.
Keyword : Effectiveness, WWTP, TSS, COD, BOD, Oil and Fat, Amonia, Total Coliform
Read More
S-9515
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fondariesta Wulandini; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Al Asyary, Budi Hartono, Suryana, Adang Mulyana
Abstrak:
Usaha peternakan merupakan usaha yang memberikan peranan penting bagi kehidupan pokok manusia. Menurut data BPS Jawa Barat tahun 2023, memiliki populasi ternak ayam petelur sejumlah 9.496.122. Peternakan menjadi salah satu sumber pencemaran udara melalui bau yang mengandung amonia. Pajanan amonia dapat menyebabkan gangguan pernapasan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat risiko pajanan NH3 dengan gangguan pernapasan pada masyarakat sekitar peternakan ayam di wilayah kerja Puskesmas Sukamakmur, Kabupaten Bogor tahun 2025. Metode yang digunakan dengan pendekatan ARKL dan EKL (mixed methods) dengan desain studi cross sectional dan jumlah sampel sebanyak 96 orang. Hasil penelitian ini didapatkan tingkat risiko pajanan NH3 pada efek non karsinogenik pada 4 titik (RQ <1) yang artinya tidak memiliki risiko terhadap kesehatan. Perhitungan RQ dengan konsentrasi 0,021 mg/m3 ≈ 0,03 ppm, pada masyarakat dengan berat badan 58,31 kg dan bermukim di rumahnya selama 24 jam/hari dalam 365 hari selama 38,48 tahun dengan nilai RQ (RQ= 0,014) menunjukkan dalam batas aman. Skor dari gambaran gangguan pernapasan menunjukkan bahwa adanya gangguan pernapasan sedang pada responden (20,50). Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara intake dengan gangguan pernapasan (p= 0,490) dengan arah dan kekuatan yang lemah dan berpola searah (r= 0,071).

Livestock business is an effort that plays an important role in human life. According to BPS data from West Java in 2023, it has a population of 9,496,122 laying hens. Farms are one of the sources of air pollution through odors containing ammonia. Ammonia exposure can cause respiratory distress for the community. This study aims to analyze the relationship between the level of risk of NH3 exposure and respiratory disorders in the community around chicken farms in the working area of the Sukamakmur Health Center, Bogor Regency in 2025. The method used was with the ARKL and EKL approaches (mixed methods) with a cross sectional study design  and a sample of 96 people. The results of this study obtained the level of risk of NH3 exposure to non-carcinogenic effects at 4 points (RQ <1) which means that there is no risk to health. The calculation of RQ with a concentration of 0.021 mg/m3 ≈ 0.03 ppm, in people with a body weight of 58.31 kg and living in their homes for 24 hours/day in 365 days for 38.48 years with an RQ value (RQ = 0.014) showed within safe limits. The score from the description of respiratory distress showed that there was moderate respiratory distress in the respondents (20.50). Bivariate analysis showed no significant association between intake and respiratory distress (p= 0.490) and weak and unidirectional direction and strength (r= 0.071). 
Read More
T-7471
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive