Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fikri Prakoso; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Prastuti Soewondo, Purnawan Junadi
Abstrak: Dunia sedang dilanda pandemi virus COVID-19. Pemerintah di berbagai negara menetapkan protokol pembatasan untuk menghambat penyebaran virus COVID-19. Protokol tersebut membatasi akses ke pelayanan kesehatan, sistem pelayanan tatap muka di minimalisir. Hal tersebut memberikan dampak pada anak dengan autisme. Menurut Kaplan, pada anak dengan autisme gejala inti tidak bisa diobati dengan obat medis, akan tetapi dengan edukasi dan intervensi perilaku. Akan tetapi, sebelum pandemi, edukasi dan intervensi umumnya dilaksanakan dengan sistem tatap muka. Solusi dari masalah tersebut adalah penggunaan layanan kesehatan jarak jauh atau telehealth. Penelitian ini adalah penelitian yang membahas bagaimana penggunaan telehealth-telemedicine untuk intervensi pada kasus anak dengan autisme di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan database Pubmed, Proquest, Sage Journal, dan Portal Garuda yang menghasilkan 9 artikel terinklusi. Penelitian terinklusi dilaksanakan pada rentang waktu dinyatakannya COVID-19 sebagai pandemi, yaitu tanggal 11 Maret 2020 hingga 1 Mei 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi menghasilkan dampak pada anak dengan autisme berupa pengurangan perilaku yang ditargetkan, dan meningkatnya keterampilan. Selain itu pada cargeiver dijumpai peningkatan kepuasan dan persepsi mengenai pelayanan telehealth. Bagi penyedia layanan telehealth, dijumpai artikel yang menjelaskan tentang persepsi mengenai layanan telehealth tersebut. Berdasarkan temuan yang didapat, pelayanan telehealth di rekomendasikan bagi anak dengan autisme, para caregiver baik orang tua ataupun bukan, penyedia jasa layanan juga di rekomendasikan jika ingin menyelenggarakan layanan telehealth berdasarkan temuan berupa tingkat kepuasan dan perkembangan yang muncul setelah intervensi. Sedangkan bagi pemerintah diharapkan mengembangkan kebijakan dan program terkait dengan telehealth terutama di masa pandemi, sehingga masyarakat yang membutuhkan tetap mendapat pelayanan yang dibutuhkan.
The world is being hit by the COVID-19 pandemic. Governments in various countries set protocols for the spread of the COVID-19 virus. The protocol limits access to health services, the face-to-face service system is minimized. This has an impact on children with autism. According to Kaplan, children with autism symptoms cannot be treated with medical drugs, but with education and behavioral interventions. However, before the pandemic, education and intervention were generally carried out face-to-face. The solution to this problem is the use of remote health services or telehealth. This study is a study that discusses how telehealth is used for intervention in cases of children with autism during the COVID-19 pandemic. This study uses a literature review method using the Pubmed, Proquest, Sage Journal, and Garuda Portal databases which produces 9 included articles. Inclusive research was carried out during the time period that COVID-19 was declared a pandemic, namely March 11, 2020 to May 1, 2022. The results showed that the intervention had an impact on children with autism in the form of a reduction in targeted behavior and skills. In addition to the carrier, increased satisfaction and perception of telehealth services. For telehealth service providers, article explain the perception of the telehealth service. Based on the findings obtained, telehealth services are recommended for children with autism, caregivers, whether parents or not. Service providers are also recommended if they want to provide telehealth services based on the findings about the level of satisfaction and development that appears after the intervention. Meanwhile, the government is expected to develop policies and programs related to telehealth, especially during the pandemic, so that people in need can still receive the services they need.
Read More
S-11131
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Halimatussa Diah; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Laila Fitria, Dewi Susanna, Eli Setyawati, Sukanda
T-4383
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Rahmawati; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Anhari Achadi, Titi Sari Renowati, Nirmala Ahmad Ma'ruf
Abstrak: Meningkatnya prevalensi obesitas anak-anak belum didukung dengan kebijakan pencegahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis untuk pembuatan kebijakan pencegahan obesitas anak-anak sebagai dasar dalam rancangan kebijakan pencegahan obesitas anak-anak. Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan data sekunder dari telaah dokumen berupa peraturan, naskah akademik, jurnal ilmiah, data hasil riset, buku, dan media elektronik lainnya, serta dilengkapi dengan data primer melalui wawancara mendalam pada informan terpilih. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 18 dokumen peraturan, namun belum mengarah pada upaya pencegahan obesitas anak-anak secara nyata dan tegas. Pengaturan baru sebatas hak dan kewajiban pemerintah sedangkan bentuk implementasinya belum terlihat, karena belum menjadi kegiatan prioritas. Para stakeholder mendukung untuk adanya kebijakan pencegahan obesitas anak-anak. Usulan rekomendasi mengacu strategi WHO dengan menggabungkan usulan dari stakeholder, peraturan yang ada dan literatur, dan menyusunnya dengan bahasa hukum. Rekomendasi yang dihasilkan menurut penulis layak untuk dilanjutkan menjadi rancangan undang undang, hanya untuk pengaturan pajak dan subsidi perlu pengkajian lebih lanjut dengan pihak terkait, dan perlu diusulkan dalam Prolegnas.
Read More
T-4260
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Susilowati, Siti Sundari
BPSK Vol.13, No.3
Surabaya : Balitbangkes Kemenkes RI, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fajaria Nurcandra; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Didik Supriyono
Abstrak: Diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang cukup seriusdi Kabupaten Karawang. Angka kejadian diare di wilayah ini termasuk tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2012, kasus diare di Kabupaten Karawang pada tahun 2012 sebanyak 75.892 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko diare di DesaSedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Disain penelitian adalah kasuskontrol. Kasus merupakan ibu dari anak usia di bawah 12 tahun yang menderitadiare selama sebulan terakhir dan kontrol merupakan ibu dari anak usia di bawah12 tahun di Desa Sedari yang tidak menderita diare selama sebulan terakhir.Jumlah sampel kasus yaitu 29 responden dan kontrol 116 responden. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari kegiatan assessment Program DesaBinaan CSR Pertamina dan FKM UI. Variabel pada penelitian ini ialah jumlah anggota keluarga, umur ibu, pendidikan ibu, sarana air bersih, jamban, dan pengelolaan sampah keluarga. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan kejadian diare (nilai p<0,1) danOdds Ratio1,435 (CI 95% 0,248-2,980) untuk kategori tidak sekolah / tidak lulusSD serta Odds Ratio 0,552 (CI 95% 0,102-2,980) untuk kategori lulus SD / lulus SMP. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor risiko yang paling dominan adalah pendidikan ibu.
Kata kunci : diare, kasus kontrol, anak-anak, faktor risiko
Diarrhea is still a public health problem that is serious enough inKarawang district. The incidence of diarrhea in this region is high in recent years.In 2012 , cases of diarrhea in Karawangdistrict in 2012 as many as 75 892 cases.This study aims to analyze the risk factors for diarrhea in Sedari Village ,District Cibuaya , Karawangdistrict . The design was a case-control study . Thecase is a mother of a child under 12 years of age suffering from diarrhea for thepast month and control the mother of children aged under 12 years in the villageof Sedari that does not suffer from diarrhea during the past month . The number ofsample cases are 29 respondents and controls are 116 respondents . The data usedare secondary data from assessment activities CSR Pertamina Village ProgramPatronage and FKM UI . Variable in this study is the number of family members ,maternal age , maternal education , clean water , latrines , and waste managementfamily. The results of the bivariate analysis showed a significant associationbetween maternal education with incidence of diarrhea ( p < 0.1 ) and Odds Ratio1.435 ( 95% CI 0.248 to 2.980 ) for the category of no school / no pass elementaryand Odds Ratio 0.552 ( 95 % CI 0.102 to 2.980 ) for the category of graduatingelementary / junior high school graduation. The conclusion of this study is themost dominant risk factor is maternal education.
Keywords : diarrhea, case-control, children, risk factors
Read More
S-8106
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Wahyuni; Pembimbing: Sri Tjahyani Budi Utami; Penguji: Budi Hartono, Ririn Arminsih, Sri Malem Indirawati, Cucu Cakarawati
Abstrak: Anak-anak merupakan kelompok berisiko untuk terkena anemia akibat paparan Pb (timbal). Pb dalam darah dapat mengganggu sistem biosintesis heme dimana berfungsi sebagai pembentuk sel darah merah dan dapat memperpendek umur eritrosit sehingga berisiko anemia. Pb telah mencemari air sumur yang dikonsumsi masyarakat Kelurahan Bagan Deli. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kadar Pb darah Dengan anemia pada anak. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan sampel 60 anak diambil . Pemeriksaan kadar Pb darah dilakukan dengan metode Atomic Absorption Spectrophotometer. Hasil uji statistik didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kadar Pb darah dan anemia pada anak (P value 0,000 < 0,05 PR, 2,2 95% CI: 1,39 - 3,55) dan juga terdapat hubungan signifikan antara intake dan laju asupan dengan anemia pada anak, tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar Pb air dan lama konsumsi air sumur yang tercemar Pb dengan anemia. Hasil analisis multivariat didapatkan bahwa ada variabel counfounding yaitu intake dan laju asupan. Adanya pengaruh kadar Pb darah dengan anemia menunjukan bahwa perlunya penanganan Pb pada air sumur sehingga mencegah anemia serta penyakit lanjutan akibat pajanan Pb. Kata kunci : kadar Pb darah, anemia, kadar Pb air, anak-anak
Read More
T-4803
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuni Kusmiyati; Promotor: Sudarto Ronoatmodjo; Ko-Promotor: Mei Neni Sitaresmi, Sekartini, Asri C. Adisasmita, / Penguji : Sudijanto Kamso, Nuning MK. Masjkuri, Mondastri Korib Sudaryo, Rini Sekartini,
D-327
Depok : FKM-UI, 2016
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive