Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 10 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Natasha Griselda Stephanie; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Ascobat Gani, Jaslis Ilyas, Dini Indrawati, Jusuf Kristianto
Abstrak:
Pengguna internet di seluruh dunia meningkat termasuk dalam dunia pemasaran. Pelaku bisnis beradaptasi dengan melakukan pemasaran melalui media sosial, termasuk rumah sakit. Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit atau dikenal dengan RSKD Duren Sawit, merupakan rumah sakit yang mulai memberikan layanan kesehatan umum bagi masyarakat. Pemanfaatan media sosial terutama Instagram digunaan sebagai sarana pemasaran produk layanan kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan social media marketing dengan niat berkunjung pasien. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan data melalui kuesioner dengan link google form kepada followers Instagram RSKD Duren Sawit. Sampel penelitian sebanyak 102 orang. Analisis dilakukan dengan metode SEM-PLS. Pada variabel social media marketing memiliki enam dimensi, yaitu aksesibilitas, kredibilitas, hiburan, interaksi, trendiness, dan word of mouth. Hasil yang diperoleh adalah hubungan langsung social media marketing pasien dengan brand awareness, brand awareness dengan niat berkunjung pasien, serta social media marketing dengan niat berkunjung pasien memiliki nilai signifikan (P-value < 0,05). Hubungan tidak langsung social media marketing dengan niat berkunjung yang dimediasi brand awareness juga menunjukkan hasil yang signifikan (P-value < 0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan langsung dan tidak langsung antara social media marketing dengan niat berkunjung yang dimediasi oleh brand awareness.

Internet users around the world increase including in the world of marketing. Business people need to adapt by marketing via social media, including hospitals. Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit, as known as RSKD Duren Sawit, is a hospital that started providing general health services to the community. The use of social media, especially Instagram, is used as media marketing of health service products. The objective of this study is to find the correlation between social media marketing and pastient’s visit intentions. This study was a quantitative study with a cross sectional design. Data was collected using a questionnaire by google form link to RSKD Duren Sawit Instagram followers. The sample size was 102 followers. Data analysis used SEM-PLS method. The social media marketing variable has six dimensions, namely accessibility, credibility, entertainment, interaction, trendiness, and word of mouth. The results of analysis were obtained that the direct correlation between social media marketing and brand awareness, brand awareness and patient’s visit intention, social media marketing and patient’s visit intention were significant (P-value < 0,05). The indirect correlation between social media marketing and patient visit intention that mediated by brand awareness was also significant (P-value < 0,05). This study concluded that there were direct and indirect correlation between social media marketing and patient’s visit intention which was mediated by brand awareness.
 
Read More
T-6968
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Dheif Athoillah; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, M. Helmy Ilhamsyah
Abstrak:
Proyek pembangunan jalan tol Yogyakarta – Bawen Seksi 1 (Paket 1) merupakan proyek pembangunan infrastruktur transportasi yang memiliki beberapa aktvitas kerja yang kompleks dan berisiko. Meningkatnya kompleksitas kegiatan kerja dalam sektor konstruksi dapat menyebabkan kurangnya akan kesadaran situasi pada pekerja. Kesadaran situasi dalam bekerja yaitu memperhatikan apa yang terjadi di sekitar pekerja, di mana pekerja berada dalam hubungannya dengan orang atau benda lain, dan potensi risiko dan bahaya apa yang mungkin ada pada lingkungan, perilaku, dan peralatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional dan pengumpulan data kesadaran situasi, kecelakaan kerja, dan faktor risiko lainnya dilakukan dengan kuesioner, wawancara, dan observasi yang telah dilakukan pada bulan Maret 2023 dengan 260 responden (241 pekerja outdoor dan 19 pekerja indoor). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 237 (91.2%) pekerja memiliki tingkat kesadaran situasi sedang dan sebanyak 23 (8.8%) pekerja memiliki tingkat kesadaran situasi tinggi. Penelitian ini menemukan bahwa kesadaran situasi (OR = 3.733), beban kerja (OR = 3.367), durasi kerja (OR = 2.948), kelelahan (OR = 2.778), dan kuantitas tidur (OR = 2.032) memiliki hubungan terhadap kecelakaan kerja. Berdasarkan hasil studi tersebut, perlu dilakukan berbagai upaya pengendalian seperti melakukan intervensi untuk meningkatkan kesadaran situasi pekerja, penerapan jadwal shift kerja, dan memperbanyak tenda tempat beristirahat untuk pekerja outdoor.

The Yogyakarta – Bawen toll road construction project package 1 (section 1) is a transportation infrastructure development project that has several complex and risky work activities. The increasing complexity of work activities in the construction sector can lead to a lack of situational awareness among workers. Situational awareness at work, namely paying attention to what is happening around the worker, where the worker is in relation to other people or objects, and what potential risks and hazards may exist in the environment, behavior and equipment. This research is a quantitative study with a cross-sectional study design and data collection on situational awareness, work accidents, and other risk factors was carried out using questionnaires, interviews, and observations which were conducted in March 2023 with 260 respondents (241 outdoor workers and 19 indoor workers). ). The results showed that 237 (91.2%) workers had a moderate level of situational awareness and 23 (8.8%) workers had a high level of situational awareness. This study found that situation awareness (OR = 3.733), workload (OR = 3.367), work duration (OR = 2.948), fatigue (OR = 2.778), and sleep quantity (OR = 2.032) have a correlation to work accidents. Based on the results of these studies, it is necessary to carry out various control efforts such as conducting interventions to increase awareness of the situation of workers, implementing work shift schedules, and increasing the number of resting tents for outdoor workers.
Read More
S-11353
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Putu Indriati Peramarani; Pembimbing: Mufti Wirawan; Penguji: Abdul Kadir, Hanif Safar
Abstrak:
Human factors masih menjadi kontributor dominan terhadap kecelakaan di sektor penerbangan. Laporan IATA (2024), termasuk situational awareness. Mental workload (MWL) diketahui sebagai salah satu faktor yang memengaruhi situational awareness (SA). Petugas Airside Operation berperan penting dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasional bandara, tetapi kajian mengenai MWL dan SA pada unit ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat MWL dan SA, serta hubungan antara kedua variabel tersebut pada petugas Airside Operation. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan desain cross-sectional pada komponen kuantitatif dan thematic analysis pada komponen kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas 56 responden dan 8 informan petugas Airside Operation di Bandara X pada bulan September-Desember 2025. Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan kuesioner NASA-TLX dan SART, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi terstruktur. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson, sementara data kualitatif dianalisis menggunakan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki MWL kategori tinggi (53,6%) dan SA kategori sedang (71,4%). Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara MWL dan SA (r = −0,370; p = 0,005). Hasil thematic analysis mengidentifikasi 9 tema utama yang menggambarkan fenomena MWL dan SA pada petugas Airside Operation. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan MWL dan SA sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan operasional bandara.

Human factors remain a dominant contributor to accidents in the aviation sector. The IATA report (2024) highlights human factors, including situational awareness. Mental workload (MWL) is recognized as one of the factors influencing situational awareness (SA). Airside Operation personnel play a crucial role in maintaining airport safety and operational efficiency; however, studies on MWL and SA within this unit remain limited. This study aims to analyze the levels of MWL and SA and examine the relationship between these two variables among Airside Operation personnel. This study employed a mixed-method approach, consisting of a cross-sectional design for the quantitative component and thematic analysis for the qualitative component. The study participants included 56 respondents and 8 informants from the Airside Operation unit at Airport X, collected between November and December 2025. Quantitative data were obtained using the NASA Task Load Index (NASA-TLX) and the Situation Awareness Rating Technique (SART), while qualitative data were collected through semi-structured interviews. Quantitative data were analyzed using Pearson’s correlation test, and qualitative data were analyzed using thematic analysis. The results indicated that the majority of respondents experienced high MWL (53.6%) and moderate SA (71.4%). Correlation analysis revealed a significant negative relationship between MWL and SA (r = −0.370; p = 0.005). The thematic analysis identified nine main themes describing the phenomena of MWL and SA among Airside Operation personnel. These findings highlight the importance of managing mental workload and situational awareness as part of efforts to enhance airport operational safety.
Read More
S-12202
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mismaini Noor; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Ahmad Syafiq, Dewi Permaesih, M. Natsir
T-3966
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elsa Adila Ramadhian; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Rico Kurniawan, Wachyu Sulistiadi, Ivoni Pollatu, Setiaji
Abstrak:
Transformasi digital di sektor kesehatan menghadirkan tantangan serius terhadap keamanan sistem informasi, terutama di rumah sakit yang menyimpan data pasien bersifat sensitif. Rendahnya kesadaran staf terhadap keamanan informasi dapat meningkatkan risiko kebocoran data dan pelanggaran etika profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadaran keamanan sistem informasi di kalangan sumber daya manusia RSIA Bina Medika serta memberikan rekomendasi strategi peningkatannya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang dan melibatkan 134 responden yang merupakan sumber daya manusia pengguna rekam medis elektronik. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis model Knowledge, Attitude, Behavior (KAB) dan dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48% responden memiliki tingkat kesadaran sistem informasi rumah sakit yang rendah. Dimensi pengetahuan, sikap, dan perilaku menunjukkan hubungan signifikan terhadap tingkat kesadaran keamanan (masing-masing p < 0,001). Model regresi logistik menunjukkan bahwa perilaku menjadi faktor dominan yang mempengaruhi kesadaran keamanan sistem informasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan kesadaran keamanan sistem informasi tidak hanya memerlukan penguatan aspek pengetahuan dan sikap, tetapi juga pembiasaan perilaku aman melalui pelatihan aktif, audit berkala, dan dukungan kebijakan manajemen rumah sakit.

Digital transformation in the health sector presents serious challenges to information system security, especially in hospitals that store sensitive patient data. Low staff awareness of information security can increase the risk of data leakage and violations of professional ethics. This study aims to analyze the level of information system security awareness among human resources at RSIA Bina Medika and provide recommendations for strategies to improve it. The study used a quantitative approach with a cross-sectional design and involved 134 respondents who were human resources who used electronic medical records. Data collection was carried out through a questionnaire based on the Knowledge, Attitude, Behavior (KAB) model and analyzed univariately, bivariately, and multivariately. The results showed that 48% of respondents had a low level of hospital information system awareness. The dimensions of knowledge, attitude, and behavior showed a significant relationship to the level of security awareness (each p <0.001). The logistic regression model showed that behavior was the dominant factor influencing information system security awareness. The conclusion of this study is that increasing information security awareness requires not only strengthening aspects of knowledge and attitude, but also habituation of safe behavior through active training, periodic audits, and support for hospital management policies.

Read More
B-2541
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abdining Ageng Pratikno; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Adang Bachtiar, Dumilah Ayuningtyas, Ivanny Khosasih, Mahendro Prasetyo Kusumo
Abstrak:
Latar belakang: Perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah cara manusia mencari informasi, termasuk layanan kesehatan. Rumah Sakit Yos Sudarso Padang memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasaran namun masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan jumlah kunjungan pasien. Tujuan: Penelitian ini mengkaji hubungan antara media sosial dan electronic word of mouth (e-WOM) melalui brand awareness terhadap minat kunjungan pasien di RS Yos Sudarso Padang. Temuan penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif untuk meningkatkan jumlah kunjungan pasien. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif dan teknik purposive sampling dengan menyebar kuesioner online kepada 100 sampel penelitian yang merupakan konsumen setia (followers) akun media sosial (Instagram, TikTok, YouTube, Facebook) dari Rumah Sakit Yos Sudarso Padang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil: Hasil analisis melihatkan adanya hubungan yang signifikan antara media sosial dan brand awareness, serta antara media sosial dan minat kunjungan. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dan brand awareness, serta antara e-WOM, brand awareness, dan minat kunjungan secara bersama-sama. Meskipun begitu, terdapat hubungan yang signifikan antara e-WOM dan minat kunjungan, serta antara brand awareness dan minat kunjungan. Kesimpulan: Berdasarkan temuan ini, Rumah Sakit Yos Sudarso Padang dapat mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif dengan memanfaatkan media sosial sebagai alat utama untuk meningkatkan minat kunjungan pasien dan memperkuat kesadaran merk calon pasien.

Background: The development of technology and social media has transformed how people seek information, including healthcare services. Yos Sudarso Hospital in Padang utilizes social media as a marketing tool but still faces challenges in increasing patient visits. This study examines the relationship between social media and electronic word of mouth (e-WOM) through brand awareness on patient visit interest at Yos Sudarso Hospital Padang. The findings are expected to develop more effective marketing strategies to increase patient visits. Methodology: This study employed a cross-sectional design with a quantitative approach and purposive sampling technique, distributing online questionnaires to 100 research samples who were loyal consumers (followers) of RS Yos Sudarso Padang's social media accounts (Instagram, TikTok, YouTube, Facebook). Data analysis was conducted using Partial Least Square (PLS). Results: The analysis confirmed a significant relationship between social media and brand awareness, as well as between social media and visit intention. However, there was no significant relationship between and brand awareness, as well as between e-WOM, brand awareness, and visit intention together. Nevertheless, there was a significant relationship between e-WOM and visit intention, as well as between brand awareness and visit intention. Conclusion: Based on these findings, Yos Sudarso Hospital Padang can develop more effective marketing strategies by leveraging social media as a primary tool to increase patient visit interest and strengthen brand awareness among potential patients.
Read More
B-2463
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ari Fitri Sandini; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Doni Hikmat Ramdhan, Mufthi G Sukardi, Kemas Ahmad Widad
Abstrak: Tesis ini membahas tentang Kinerja Sistim Manajemen Keselamatan TransportasiDarat (SMKTD) yang terdiri dari 5 (lima) pilar yaitu Manajemen Pengemudi,Manajemen Risiko Perjalanan, Manajemen Peralatan dan Kendaraan, ManajemenHSSE, Manajemen Kontraktor dan insiden mobil tangki. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan kinerja masing-masing dan keseluruhan pilar padaSistem Manajemen tersebut dengan penurunan insiden di PTMS. Penelitianbersifat deskriptif analitikal dengan menggunakan metode statistik analisisunivariat, bivariat, multivariat dan dilengkapi dengan analisis kualitatif. Hasilpenelitian menyarankan agar dapat dilakukan awareness kepada semua pihak ataspelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Transportsi Darat melalui seminar,pelatihan dan pembinaan pengemudi, ketersediaan pelaporan data insiden yangakurat dan penyediaan media informasi yang efektif sehingga diharapkan dapatmeningkatkan kepedulian dan konsistensi dalam pelaksanaan Sistem ManajemenKeselamatan Transportasi Darat.Kata kunci:Sistim Manajemen Keselamatan Transportasi Darat, Manajemen Pengemudi,Manajemen Risiko Perjalanan, Manajemen Peralatan dan Kendaraan, ManajemenHSSE, Manajemen Kontraktor, awareness.
This thesis discusses about performance of Land Transportation SafetyManagement System (SMKTD) which consist of 5 (five) pillar are drivingmanagement, expedition management risk, tools and vehicle management, HSSEmanagement, and contractor management and tanker incident. Aim of this thesisis to find out relation of each performance and the entire pillar on the safetymanagement system with decreasing incidence in PTMS. This analyticaldescriptive thesis uses univariat, bivariat, multivariate analysis statistic methodand completed by qualitatif analysis. The result of this thesis is suggestingawareness for all parties for the implementation of Land Transportation SafetyManagement System through seminar, training and driver development,accurancy incident data availability and effectiveness of information mediaprovider which is expected to raise awareness and consistency in theimplementation of the Land Transportation Safety Management System.Key Words:Land transportation safety management system, driver management, riskexpedition management, tools and vehicle management, HSSE management,contractor management, awareness.
Read More
T-4433
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bayu Pratama Tarigan; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Ema Hermawati, Laila Fitria, Indra Chahaya, Adi Darmawan
Abstrak:
Limbah elektronik (e-waste) merupakan salah satu limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang terus mengalami peningkatan jumlah setiap tahunnya. Provinsi Daerah Khusus Jakarta merupakan provinsi dengan data timbulan sampah tertinggi di Indonesia dengan timbulan tertinggi berada di Kota Administrasi Jakarta Timur sebesar 844.252,43 ton per tahun. Tujuan umum dari penelitian ini adalah menganalisis kegiatan pengelolaan limbah elektronik (e-waste) berdasarkan aspek manajemen pengelolaan limbah B3 serta menganalisis tingkat kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah elektronik (e-waste) di wilayah Daerah Khusus Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi dengan desain mix method. Analisis mengenai tingkat kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah elektronik di tingkat rumah tangga Provinsi DKI Jakarta didapatkan hasil bahwa tingkat kesadaran tertinggi masyarakat di wilayah DKI Jakarta berada pada wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara dengan persentase sebesar 82,95%, sedangkan tingkat kesadaran masyarakat terendah berada pada wilayah Kota Administrasi Jakarta Pusat dengan persentase sebesar 76%. Berdasarkan aspek manajemen pengelolaan limbah elektronik yang berlaku di wilayah Daerah Khusus Jakarta, pengelolaan limbah elektronik sudah cukup baik. Pemerintah mampu menginisiasi program tersebut dimana daerah lain belum ada yang mencanangkan program pengelolaan limbah elektronik tersebut. Perlu adanya upaya pengkategorian lebih lanjut terhadap limbah elektronik yang dikumpulkan agar pada saat proses pemisahan dapat terurai dengan lebih sistematis.

Electronic waste (e-waste) is one of the Hazardous and Toxic (B3) wastes that continues to increase in number every year. Jakarta Special Region Province is the province with the highest waste generation data in Indonesia with the highest generation being in the East Jakarta Administrative City of 844,252.43 tons per year. The general objective of this research is to analyze e-waste management activities based on aspects of hazardous waste management and analyze the level of public awareness in managing e-waste in the Special Region of Jakarta. This research uses a combination method with a mix method design. Analysis of the level of public awareness in managing electronic waste at the household level in DKI Jakarta Province found that the highest level of public awareness in the DKI Jakarta area was in the North Jakarta Administrative City area with a percentage of 82.95%, while the lowest level of public awareness was in the Central Jakarta Administrative City area with a percentage of 76%. Based on the management aspects of e-waste management that apply in the Special Region of Jakarta, e-waste management is already quite good. The government was able to initiate the program where no other region has launched the e-waste management program. Further categorization of collected e-waste is needed so that during the separation process it can be decomposed more systematically.
Read More
T-7101
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fiori Amelia Putri; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Ina Agustina Isturini
Abstrak: Universitas merupakan salah satu institusi yang memiliki kemungkinan terjadi bencana. Selama dua dekade, terdapat sejumlah bencana yang memberikan dampak negatif terhadap universitas. Ketangguhan adalah sebuah konsep penting yang telah dikembangkan dalam bidang manajemen bencana. Hal ini merupakan konsep yang menekankan untuk membangun kapasitas adaptif melalui pengembangan sosial, kompetensi komunitas, dan komunikasi yang kuat dan sistem informasi. Mahasiswa sebagai komunitas yang sering berada di kampus untuk melakukan aktivitas, baik kegiatan belajar, penelitian, maupun kegiatan organisasi memiliki risiko dan bahaya, dan merupakan hal penting bahwa mahasiswa seharusnya memiliki kesiapan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Sehingga mampu meningkatkan ketangguhan apabila terjadi bencana di universitas. Mahasiswa fakultas kedokteran, fakultas kedokteran gigi, fakultas ilmu keperawatan, dan fakultas farmasi universitas indonesia dalam menghadapi bencana sebagai upaya peningkatan ketangguhan menghadapi bencana di universitas. Desain penelitian yang digunakan adalah studi cross sectional yang dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa sudah tangguh dalam menghadapi bencana di universitas. Namun perlu dilakukan perbaikan pada beberapa variabel, antara lain persiapan menghadapi bencana di kampus, pengetahuan sistem peringatan dini di lingkungan kampus, kepemilikan asuransi bencana, sumber informasi, dan keikutsertaan dalam pelatihan penanggulangan bencana.
Kata kunci: bencana, manajemen bencana, kesadaran, kesiapsiagaan, ketangguhan, sistem peringatan dini bencana, respon tanggap darurat

The university is one of the institutions that have the possibility of disaster event. For two decades, there have been a number of disasters that negatively impacted the university. Resilience is an important concept that has been developed in disaster management. This is a concept that emphasizes building adaptive capacity through social capital development, community competences, and solid communication and information systems. Students as a community that is often on campus to conduct activities, both learning activities, research, and organizational activities have risks and dangers, and it is important that students should be prepared for the possibility of disaster event, as of to increase the resiliency of disaster at university. The purpose of this study is to explain the preparedness and awareness of the students from the faculty of medicine, faculty of dentistry, faculty of nursing, and faculty of pharmacy university of indonesia in facing disaster as efforts to enhance the resilience of the university. The research design of this study using cross sectional study conducted with a quantitative approach. The results show that students are already resilient facing disaster at university. However, several variables needs to be improved, there are: disaster preparedness, knowledge of disaster early warning system in university, disaster insurance ownership, resources of information, and participation in disaster management training.
Keywords: disaster, disaster management, awareness, preparedness, resilience, disaster early warning system, emergency responses
Read More
S-9519
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ridha Stalli Adha; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Riyadh Firdaus, Yuni Kusminanti
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai tingkat kesiapan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dalam menghadapi bencana. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif berdesain cross sectional dengan sampel sebanyak 417 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia sudah siap terhadap bencana diantaranya dalam hal validitas sumber edukasi bencana, pengetahuan tentang langkah respon tanggap darurat, pengetahuan tentang adanya klinik di sekitar kampus, kesadaran terhadap potensi bencana di kampus, kesadaran persiapan bencana, dan kepemilikan asuransi bencana. Namun dibutuhkan peningkatan terhadap beberapa hal seperti pengetahuan sistem peringatan dini di lingkungan kampus, keikutsertaan dalam pelatihan dan simulasi bencana, langkah persiapan menghadapi bencana, dan persepsi tentang tingkat kesiapan bencana.
Kata kunci: Bencana, kesiapan, ketangguhan, langkah persiapan bencana, sistem peringatan dini, kesadaran, sumber edukasi bencana, pelatihan, simulasi, asuransi bencana, respon bencana, pemulihan.

This study discusses the readiness level of Public Health Faculty of University of Indonesia students in facing disasters. The design of this study uses a descriptive quantitative method with a cross sectional approach and a total sample of 417 respondents. The results of this study concludes that generally, Public Health Faculty of Indonesia students are prepared in facing disasters, specifically in terms of the validity of disaster education source, knowledge of disaster response, knowledge of health clinics around the campus area, awareness of the potential of disasters on campus, awareness of disaster preparation, and owning disaster insurance. However there are also several factors, such as preparation for disasters, knowledge towards early warning systems, involvement in training or simulations for disasters, readiness in facing disasters, and perception towards the level of readiness in facing disasters that needs to be improved.
Keywords: Disasters, readiness, resilience, disaster preparation, early warning system, awareness, disaster education source, disaster training, disaster simulation, disaster insurance, disaster response, recovery.
Read More
S-9362
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive