Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 17 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Azizah Hanif; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Vetty Yulianty Permanasari
Abstrak: Tesis ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kompetensi dengan kinerja petugas promosi kesehatan di Puskesmas se-Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan survey analitik cross sectional dengan metode peneltian kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel semua variabel yaitu kompetensi intelektual, kompetensi emosional dan kompetensi sosial berhubungan dengan kinerja petugas promosi kesehatan. Untuk pengaruh dari variabel kompetensi dengan kinerja, variabel yang sangat berpengaruh adalah kompetensi emosional. Hasil penelitian diharapkan Dinas Kesehatan Kota Tangerang membuat kebijakan untuk meningkatkan kompetensi dari petugas promosi kesehatan dengan memberikan pelatihan, pembinaan petugas promkes enam bulan sekali atau setahun sekali dan petugas dan pimpinan puskesmas mau dan mampu berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk mengajukan usulan diadakannya pendidikan dan latihan sehingga petugas promosi kesehatan terampil.
Kata kunci: Petugas Promosi Kesehatan, Kompetensi, Kinerja

This thesis aims to analyze the relationship of competence with the performance of health promotion officers at the Health Center of Tangerang City. This research use cross sectional analytic survey with quantitative research method. The results showed that the variables of all variables, namely intellectual competence, emotional competence and social competence related to the performance of health promotion officers. For the influence of competence variable with performance, highly influential variable is emotional competence. The result of the research is expected by Tangerang City Health Office to make policy to increase the competence of Health Promotion Officer by giving training, guidance of six monthly or once a year promotion officer and officer and leader of puskesmas willing and able to coordinate with health department to propose education and training skilled promotion.
Keywords: Health Promotion Officer, Competency, Performance
Read More
T-5046
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Aisyah; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Indri Hapsari Susilowati, Oktomi Wijaya, Annes Waren
Abstrak: Kecelakaan kendaraan bermotor adalah penyebab utama yang fatal di PT X. Jumlah kejadian kecelakaan kendaraan bermotor (motor vehicle crash/MVC) di PT X untuk wilayah operasi Sumatera, lebih banyak dibandingkan jumlah kejadian kecelakaan kerja lainnya. PT X telah menerapkan sebelas model kebijakan keselamatan berkendara (Motor Vehicle Safety/MVS) dari tahun 2012 hingga 2019. Dari laporan kinerja MVS di tahun 2019, diketahui bahwa tren kejadian MVC di PT X menujukkan penurunan setiap tahunnya yaitu 55 kejadian pada tahun 2012 menjadi 24 kejadian pada tahun 2019. Tujuan penelitian untuk mengetahui kebijakan yang berkontribusi menurunkan kejadian kecelakaan dalam kurun waktu itu, sebagai titik kritis yang menjadi perhatian untuk dikembangkan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan data kecelakaan kendaraan bermotor dari tahun 2012 hingga 2019 dengan metode Change Point Analysis untuk mencari titik perubahan tingkat kejadian kecelakaan sepanjang periode 2012 hingga 2019. Selanjutnya diidentifikasi bagaimana penerapan atau perubahan kebijakan MVS yang telah dilakukan oleh PT X, baik sebelum atau sesudah periode perubahan tingkat kejadian MVC. Pada akhirnya dilakukan analisis konten untuk mengetahui hubungan faktor risiko dan kejadian MVC dalam kurun waktu sebelum atau sesudah periode perubahan dengan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan dari total 315 kejadian MVC dideteksi 1 titik perubahan dalam tingkat kejadian MVC yang ditemukan pada Januari 2017, dipengaruhi oleh sembilan rangkaian model yang selesai diselenggarakan pada Mei 2016. Tingkat kejadian MVC menunjukkan penurunan 32% (=0,68; 95%; 0,47- 1,01). Disimpulkan kebijakan Field Verification Competency yang selesai diselenggarakan pada Mei 2016 terbukti menurunkan tingkat kejadian MVC di PT X
Motor vehicle crash are the main cause of serious incident at PT X. The number of motor vehicle crash (MVC) at PT X in Sumatra operations are more than the number of other occupational incident. PT X has implemented eleven models of motor vehicle safety (MVS) policies in period 2012 to 2019. MVS performance report in 2019 shows that the trend of MVC incidents is decreasing for each year i.e., 55 incidents in 2012 to 24 incidents in 2019. The objective of the research is to determine the policies that contribute in reducing the incident during that period, as a critical point of concern to be developed. The research was conducted with a quantitative approach, using motor vehicle incident data from 2012 to 2019 with the Change Point Analysis method to find the point of change in the incident rate throughout the period 2012 to 2019. Furthermore, it is identified how to implement or change the MVS policy, whether before or after the MVC event rate change period. Finally, content analysis was carried out to determine the relationship between risk factors and MVC events in the period before or after the change period with bivariate analysis. The results showed that out of a total of 315 MVC events, one point change in the MVC incident rate was detected in January 2017, influenced by nine series of models that were completed in May 2016. The MVC rate showed a decrease of 32% (= 0.68; 95%; 0.47- 1.01). It was concluded that the Field Verification Competency policy, which was completed in May 2016, was proven to reduce the MVC incidence rate at PT X
Read More
T-6344
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kadek Puji Astini; Pembimbing: Mieke Savitri; Dumilah Ayuningtyas, Amila Megraini, Mustika Sari, Sumijatun
B-1603
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yaniek Sufiandari; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Sumijatun
Abstrak: peningkatan kualitas dari sumber daya manusia (SDM) kesehatan. Setiap upaya meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit harus juga disertai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan yang menjadi bagian SDM terbanyak di tatanan layanan rumah sakit. Strategi peningkatan kualitas SDM keperawatan adalah melalui mekanisme penilaian kinerja perawat. Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan gambaran penilaian kinerja Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam serta peran standar praktik dan kompetensi keperawatan. Metode penelitian ini kualitatif dengan jenis penelitian yang dipakai adalah operations research. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah dan telaah dokumen untuk data sekunder pada tahap pertama dan pada tahap kedua mengembangkan rancangan penilaian kinerja perawat berbasis kompetensi yang didiskusikan bersama pimpinan melalui diskusi kelompok terarah. Hasil penelitian didapatkan gambaran penilaian kinerja masih relevan dan dapat digunakan untuk penilaian perilaku kerja karyawan secara umum. Tidak terdapat peran standar praktik dan kompetensi keperawatan serta tidak menggambarkan deskripsi uraian tugas perawat sebagai profesi. Disepakati perlunya pengembangan penilaian kinerja perawat dengan tanpa membedakan level dan unit kerja sebagai langkah awal. Kemudian dirancang pengembangan penilaian kinerja perawat dan direkomendasikan melengkapi penilaian kinerja karyawan yang ada. Kata Kunci : Penilaian Kinerja, Perawat, Kompetensi Keperawatan Improving the quality of health care quality, one of them by improving the quality of human resources (HR) health. Every effort to improve the quality of hospital services should also be accompanied by efforts to improve the quality of nursing services that are part of human resources in the order of most hospital services. Strategies to improve the quality of nursing human resources is through the mechanism of performance appraisal nurses. This study aimed to get an overview of the performance appraisal in Hospital Budi Kemuliaan Batam and the role of nursing standards of practice and competence. This research method qualitative research type used is operations research. Collecting data in this study conducted in-depth interviews, focus group discussions and study documents for secondary data in the first phase and the second phase to develop draft competency-based performance appraisal nurses discussed with the leadership through focus group discussions. The results of research, it was shown the performance assessment is still relevant and can be used for the assessment of employee behavior in general. There is no role of nursing practice standards and competencies and job descriptions do not describe description nursing as a profession. Agreed on the need to develop performance assessment without distinguishing nurses and unit level as a first step. Then designed the development of nurses' performance appraisal and recommended complement existing performance appraisal. Keywords: Performance Appraisal, Nurse, Nursing Competency
Read More
B-1816
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yunita Apriane Purba; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Anhari Achadi, Enie Rochaeni
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang kepuasan pegawai non PNS Bidang Penunjang Medis terhadap remunerasi berbasis Competency Based Human Resource Management (CBHRM) di RSUD Pasar Rebo Tahun 2011. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi potong lintang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Sebanyak 134 kuesioner disebarkan dan hanya 107 kuesioner lengkap yang kembali. Responden pada penelitian ini adalah 107 pegawai non PNS Bidang Penunjang Medis RSUD Pasar Rebo yang terbagi ke dalam 6 instalasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 53,3% pegawai yang menyatakan tidak puas terhadap remunerasi yang diterima. Dalam penelitian ini diketahui bahwa lama kerja, pengetahuan pegawai mengenai sistem remunerasi, kepemimpinan, supervisi, kebijakan remunerasi, sosialisasi sistem remunerasi berhubungan dengan kepuasan pegawai non PNS Bidang Penunjang Medis terhadap remunerasi berbasis CBHRM. Pihak rumah sakit perlu menindaklanjuti hasil penelitian tersebut dengan melakukan evaluasi kembali terhadap remunerasi berbasis CBHRM serta meningkatkan sosialisasi sistem remunerasi di RSUD Pasar Rebo dengan melibatkan manajemen terkait serta pegawai dari setiap instalasi yang bersangkutan.

This study examines about the satisfaction of medical support affairs of non-civil servants of the remunerations based Competency Based Human Resource Management (CBHRM) in Pasar Rebo Hospital in 2011. This research is a cross sectional research using quantitative methods. The data was collected by filling questionnaires. A total of 134 questionnaires distributed but only 107 complete questionnaires are returned to the researcher. Respondents in this research are 107 medical support affairs of non-civil servants in Pasar Rebo Hospital which is divided into 6 installations. The result showed that there are 53.3 % officers who stated that they are not satisfied with the remuneration received. By this research, known that amount of time working, knowledge about remuneration system, leadership, supervision, remuneration policy, dissemination of remuneration system associated with satisfaction of medical support affairs of non-civil servants of the remunerations based CBHRM. The hospital needs to follow up these findings by evaluating remuneration and improve dissemination of the remuneration system in Pasar Rebo Hospital, involving relevant management and employees of related installation.
Read More
S-6869
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erik Suhendra; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Purnawan Junadi, Sumijatun, Sugih Asih
Abstrak:

ABSTRAK

Latar belakang : Sebagai unsur tenaga kesehatan terbesar di RSUD Ilaga, kualitas perawat sangat mempengaruhi kualitas pelayanan di RSUD. Pengetahuan, keterampilan, dan kinerja perawat yang baik akan berbanding lurus dengan kualitas pelayanan di RSUD Ilaga. Pelatihan perawat di RSUD Ilaga bertujuan meningkatkan kualitas perawat, namun pada pelaksanaannya tidak memberikan dampak yang signifikan pada laporan kinerja sebelum dan sesudah pelatihan. Hal ini harus segera diatasi, karena kegagalan pelatihan yang tidak efektif, tidak efisien dan tidak relevan dengan kebutuhan perawat di RSUD Ilaga dapat menghambat upaya peningkatan kualitas pelayanan di RSUD Ilaga.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan di RSUD Ilaga.
Metodologi Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kuantitatif dilakukan dengan menggunakan data survei dari kussioner Hennesy-Hicks pada responden (n=29, purposive sampling), yang terdiri dari 25 pertanyaan (lima kategori). Hasil survey kemudian diolah dengan pedoman Hennesey-Hicks, dengan menggunakan software Microsoft Excell dan SPSS 29, kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Metode kualitatif dilakukan dengan menggunakan data hasil wawancara semi terstruktur (n=14) terdiri dari 42 pertanyaan (analisis organisasi, analisis tugas, analisis personal) kemudian diolah dengan analisis tematik.
Hasil Penelitian : Prioritas utama kebutuhan pelatihan responden menurut jenjang pendidikan yaitu administrasi dan keterampilan klinis, tetapi kesenjangan kompetensi lebih kecil pada responden S1 + Profesi. Prioritas kebutuhan pelatihan menurut asal instansi bekerja yaitu administrasi dan keterampilan klinis, dengan kesenjangan paling tinggi di IRNA. Prioritas kebutuhan pelatihan menurut usia tidak berbeda yaitu administrasi dan keterampilan klinis, dengan kesenjangan cenderung menurun dengan pertambahan usia. Prioritas kebutuhan pelatihan menurut lama bekerja yaitu administrasi dan keterampilan klinis, namun terdapat variasi kesenjangan pada tiap kategori lama bekerja. Hasil analisis organisasi menunjukan kebutuhan pelatihan adalah pelatihan RME. Hasil analisis tugas menunjukan terdapat kebutuhan pelatihan keterampilan klinis (operasional alat medis, dan tindakan emergensi) dan pelatihan SOP. Hasil analisis personal menunjukan perlunya pelatihan motivasi.
Kesimpulan : Hasil analisis kebutuhan pelatihan ini dapat menjadi dasar pertimbangan dalam perencanaan dan pelaksanaan pelatihan di RSUD Ilaga.

Kata Kunci : Gap Competency Analysis, Hennessy-Hicks Questionairre, Organisational Analysis, Personal Analysis, Training Needs Analysis.


ABSTRACT   Background: As the largest health workforce in Ilaga Regional Hospital, the quality of nurses greatly affects the quality of service at the hospital. Good knowledge, skills, and performance of nurses will be directly proportional to the quality of service at Ilaga Regional Hospital. Nurse training at Ilaga Regional Hospital aims to improve the quality of nurses, but in its implementation it does not have a significant impact on performance reports before and after training. This must be addressed immediately, because the failure of ineffective, inefficient and irrelevant training to the needs of nurses at Ilaga Regional Hospital can hinder efforts to improve the quality of service at Ilaga Regional Hospital. Research Objectives: This study aims to identify training needs at Ilaga Regional Hospital. Research Methodology: This study uses qualitative and quantitative methods. The quantitative method was carried out using survey data from the Hennesy-Hicks questionnaire on respondents (n = 29, purposive sampling), consisting of 25 questions (five categories). The survey results were then processed with the Hennesey-Hicks guidelines, using Microsoft Excel and SPSS 29 software, then presented in table form. Qualitative methods were conducted using semi-structured interview data (n=14) consisting of 42 questions (organizational analysis, task analysis, personal analysis) then processed with thematic analysis. Research Results: The main priority of respondents' training needs according to education level is administration and clinical skills, but the competency gap is smaller for S1 + Profession respondents. The priority of training needs according to the institution of origin is administration and clinical skills, with the highest gap in IRNA. The priority of training needs according to age is no different, namely administration and clinical skills, with the gap tending to decrease with age. The priority of training needs according to length of service is administration and clinical skills, but there are variations in the gap in each category of length of service. The results of the organizational analysis show that the training need is RME training. The results of the task analysis show that there is a need for clinical skills training (operation of medical devices, and emergency actions) and SOP training. The results of the personal analysis show the need for motivational training. Conclusion: The results of this training needs analysis can be the basis for consideration in planning and implementing training at Ilaga Hospital.  Keywords: Gap Competency Analysis, Hennessy-Hicks Questionnaire, Organizational Analysis, Personal Analysis, Training Needs Analysis.

Read More
B-2505
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anton Suryatma; Pembimbing: Besral, Martgya Rahmaniati Makful; Penguji: R. Sutiawan. Harimat Hendrawan, Rini Rachmawati
Abstrak: Pendahuluan. Indonesia menerapkan program internship dokter Indonesia sejak tahun 2010 dengan tujuan pemahiran kompetensi dokter umum yang baru lulus. Salah satu permasalahan dalam program internship adalah kelayakan wahana. Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh kelayakan wahana terhadap kompetensi dokter Indonesia. Metode. Penelitian ini merupakan analisis lanjut dari data penelitian Assesmen Program Internship Dokter Indonesia 2015 yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan menggunakan desain potong lintang. Data diambil dari peserta internship dan data wahana yang berada di 9 Kabupaten yang terpilih berdasarkan metode sampling proportional probability to size (PPS). Analisis yang digunakan adalah analisis jalur dimana ingin dilihat pengaruh langsung maupun tidak langsung dari wahana terhadap peningkatan kompetensi yang terdiri dari pengetahuan upaya kesehatan masyarakat, upaya kesehatan perorangan, kemampuan diagnosa dan kemampuan tindakan dokter internship. Hasil. Dari 9 kabupaten tersebut, wahana terbagi menjadi empat kategori yaitu: rs tidak layak pkm tidak layak (3 wahana), rs tidak layak pkm layak (1 wahana), rs layak pkm tidak layak (2 wahana) dan rs layak pkm layak (3 wahana). Untuk pengaruh wahana terhadap pengetahuan upaya kesehatan masyarakat secara statistik bernilai signifikan dengan kategori wahana yang memiliki puskesmas layak menghasilkan peningkatan nilai ukm lebih baik dibandingkan kategori lainnya. Untuk pengaruh wahana terhadap pengetahuan upaya kesehatan perorangan, diagnosa dan tindakan secara statistik tidak bernilai signifikan. Kesimpulan. Tempat penempatan / wahana merupakan salah satu komponen penting dalam program internship dokter indonesia, hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan kompetensi pengetahuan dan tindakan pada peserta internship di masing-masing kategori wahana. Peningkatan pengetahuan upaya kesehatan masyarakat karena pengaruh wahana lebih besar terjadi pada wahana dengan kategori puskesmas layak, sedangkan peningkatan pengetahuan upaya kesehatan perorangan karena pengaruh wahana hampir merata pada semua kategori wahana. Untuk peningkatan kemampuan diagnosa karena pengaruh wahana dapat dilihat dari jalur langsung ataupun jalur tidak langsung melalui pengaruh pengetahuan upaya kesehatan perorangan dan walaupun tidak signifikan secara statistik, peningkatannya juga terjadi pada seluruh wahana. Dan peningkatan kemampuan tindakan karena pengatuh wahana dapat dilihat dari jalur langsung ataupun jalur tidak langsung melalui pengaruh pengetahuan upaya perorangan dan jalur tidak langsung melalui pengaruh kemampuan diagnosa. Kata kunci: Analisis jalur, kompetensi, internship, wahana Introduction. Indonesian medical internship program has been adopted in Indonesia since 2010 with aim to exercise medical competency of the newly graduated general practitioner. One of the critical problems in internship program is the feasibility of medical internship training facilities. Thus, this study was to reveal the influence of medical internship training facilities feasibility on Indonesian doctor competency. Method. This study was a further analysis of research data Asesmen Program Internship Dokter Indonesia 2015 previously done by National Institute of Health Research Development Indonesian Ministry of Health using cross sectional study design. The data was taken from internship participants and training facilities in 9 chosen districts based on sampling method proportional probability to size (PPS). Analysis was using pathway analysis to see both direct and indirect influence of training facilities on competence improvement, consisted of public health knowledge, personal health care, diagnosis and intervention skills. Results. Of all 9 districts, training facilities were divided into 4 categories: improper hospital- improper public health center (3 facilities), improper hospitalproper public health center (1 facility), proper hospital-improper public health center (2 facilities), and proper hospital-proper public health center (3 facilities). The influence of training facility on intern knowledge showed significant results, in which facilities with proper public health center improved public health knowledge score better than other categories. On the other hand, the influence of training facility on personal health care, diagnosis, and intervention skills was not significant. Conclusion. Training facility is one of important components in Indonesian medical internship program, as it was proven by improvement of intern knowledge and intervention skills in each training facility categories. Improvement of public health knowledge contributed by training facility is higher in facilities with proper public health center, while improvement of personal health care knowledge is similar in almost all facilities. Improvement of diagnosis skill contributed by training facility can be seen in both direct and indirect pathways through increased personal health care knowledge, despite statistically not significant, improvement was found in all facilities. Improvement of intervention skill contributed by training facility can be seen in both direct and indirect pathways through increased personal health care knowledge and in indirect pathway through increased diagnosis skill. Key words: Pathway analysis, Competency, Internship, Training Facility
Read More
T-5043
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Antony Halim Gunawan; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Jaslis Ilyas, Dumilah Ayuningtyas, Eko Budi Santosa, Sumijatun
Abstrak: Perawat, sebagai SDM tenaga kesehatan memberikan kontribusi besar terhadappelayanan kesehatan di rumah sakit dalam hal pelayanan langsung kepada pasien.Pelayanan keperawatan Unit Pelayanan Intensif merupakan pelayanan keperawatanyang saat ini perlu untuk dikembangkan di Indonesia, sejalan denganperkembangan teknologi dibidang perawatan intensif. Oleh karena itu, demiefisiensi kebutuhan tenaga dan kompetensi perawat Unit Pelayanan Intensif perludikonsentrasikan. Penelitian ini membahas tentang analisa kebutuhan tenagakeperawatan di Unit Pelayanan Intensif RS dr Oen Solo Baru berdasarkan bebankerja (menggunakan time and motion study kepada 7 perawat kemudian diolahdengan Metode Ilyas) dan kompetensi kerja berdasarkan Aditama 2007 dan Ilyas(depth interview kepada tiga informan dengan fokus kepada pengetahuan seputarpekerjaan , keterampilan dan sikap ). Hasil penelitian ini menyatakan waktuproduktif sebesar 81,56 %, beban kerja 6,88 jam/shift, belum memenuhi standardan kompetensi yang ada, dan dibutuhkan 51 perawat.Kata kunci :Beban kerja , kompetensi kerja , perawat, unit pelayanan intensif
Nurses, as human resources for health also contribute greatly to the health servicesin hospitals and to provide services directly to patients. Nursing services atIntensive Care Unit has to be developed along with the technology development.Therefore, there is a need to concern the effieciency of nurses in term of quantityand competencies. This research discussed about the needs analysis nursing staffin the Intensive Care Unit of dr. Oen Solo Baru Hospital based on workload (usingtime and motion technique to 7 nurses then processed by Ilyas Methods) and workcompetencies based on Aditama 2007 and Ilyas (depth interview to threeinformants with a focus on job knowledge, skills and attitudes). Results of thisresearch show that productive time amounted to 81.56%, the lack of standards andcompetencies, and it need 51 nursesKey Words :Workloads , work competency , nurses, intensive care unit
Read More
B-1746
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novi Wahyu Utami AN.; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Yuli Prapancha Satar
Abstrak: Abstrak

Program Orientasi Berbasis Kompetensi merupakan metode dalam program orientasi perawat baru. Penelitian descriptive correlational secara cross sectional bertujuan menganalisis Hubungan antara Kompetensi Pasca Orientasi dengan Kinerja Perawat Baru di RS X Jakarta Tahun 2013.

Hasil penelitian pada 127 perawat baru di RS X didapatkan perawat baru mempersepsikan kompetensi interpersonal baik (74.81%), kompetensi teknis baik (80.31%), kompetensi berpikir kritis baik (62.21%). Kinerja perawat baru mempersepsikan baik adalah 69,39%.

Analisis menunjukkan ada hubungan antara program orientasi berbasis kompetensi dengan kinerja perawat baru (pvalue= 0,000, CI: 0,336; 0,696). Variabel dominan berhubungan dengan kinerja perawat baru adalah kompetensi teknis. Kompetensi perawat baru membentuk perawat baru memiliki penampilan kerja profesional sehingga program ini penting diterapkan di setiap orientasi perawat baru.


Competency-based orientation program is a method of new nurse orientation programs. Research on cross-sectional descriptive correlational aimed to analyze the relationship of competency-based orientation program with the performance of new nurses at X Hospital, Jakarta in 2013.

Results for 127 new nurses in X Hospital, Jakarta new nurses get a good view of interpersonal competence (74.81%), good technical competence (80.31%), good competence in critical thinking (62.21%). New nurses to see better performance is 69,39%.

Analysis showed no relationship between competency-based orientation program with the performance of new nurses (p = 0.000, CI: 0.336, 0.696). The dominant variables associated with the performance of new nurses is technical competencies. Competence of new nurses to form a new nurse has a professional performance so that important programs applied in any orientation of new nurses.

Read More
B-1559
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meidy maulia Rakhmi; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Anhari Achadi, Sandi Iljanto, Sumiyatun, Frans PieterKaunang
Abstrak:

Keberhasilan penyelenggaraan Diklat berbasis kompetensi ditunjukkan dengan adanya keselarasan tujuan program dengan kebutuhan dan strategi organisasi, dukungan manajemen dan teknis pelaksanaan program. RSIA Hermina Bekasi termasuk salah satu rumah sakit yang memiliki keseriusan dalam penyelenggaraan program Diklat Keperawatan berbasis kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyelenggaraan serta rencana pengembangan program Diklat Keperawatan berbasis kompetensi di RSIA Hermina Bekasi dengan mengacu pada Teori Dubois (1996) tentang Model Sistem Strategik Diklat Berbasis Kompetensi. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam semi terstruktur serta telaah data sekunder. Dari hasil penelitian diketahui bahwa penyelenggaraan Diklat Keperawatan berbasis kompetensi di RSIA Hermina Bekasi sudah cukup baik dilaksanakan dari segi teknisnya. Perlu adanya perbaikan terutama pada tahap analisa kebutuhan pelatihan, tahap pengembangan model kompetensi dan pada tahap pengembangan intervensi pembelajaran. Rencana pengembangan program Diklat Keperawatan berbasis kompetensi di RSIA Hermina Bekasi meliputi perlunya dilakukan pengkajian kembali budaya organisasi, meningkatkan profesionalisme SDM pengelola Diklat, mengadakan penelusuran potensi dan kompetensi guna pembuatan matriks kompetensi, penilaian kompetensi metode 360º, membuat model kompetensi kelompok unit kerja, standarisasi penilaian kompetensi dasar, mengembangkan metode pembelajaran mandiri dan diskusi kelompok, membudayakan pembelajaran masal sistem on-line, dan membuat penilaian kompetensi instruktur.Diharapkan saran pada penelitian ini dapat menjadi masukan dan perbaikan bagi pelaksanaan Diklat Keperawatan berbasis kompetensi di RSIA Hermina Bekasi pada masa mendatang.


 The success of the organizing a competency-based training was demonstrated by the synchronized program goals with the needs and organization strategy, management support and the organizing program techniques. RSIA Hermina Bekasi is an exemplary hospital that showed seriousness in implementation of nursing competence-based training.  This research aims to find out the organizing as well as competency-based Nursing development training program in the RSIA Hermina Bekasi. The method referenced to the theory of Dubois (1996) on the Strategic System Competency-based Training Model. Research methods using qualitative methods with semi structured in depth interviews and deep examination of secondary data. The results of the study noted that organizing of the Nursing competence-based training program in the RSIA Hermina Bekasi already fairly well implemented in terms of technical assistance. Improvements are necessary especially on training needs analysis phase, the development model of competence and on the stage of development of the learning intervention. Nursing development plan-based competency training program in the RSIA Hermina Bekasi needs to be evaluated. Particularly the study of organization culture to enrich the values, increase the professionalism of HRD, conducting soft competency assessment in order to assemble competency matrix, assessment by the method of 360º, models for competency based work team development, standardization of basic competencies assessment, develop self study method and forum group discussion, cultivate learning mass on-line system and create assessment of the competence of trainers. The recommendation on the study is expected can be used as inputs to improve the implementation of the nursing competence-based training in the RSIA Hermina Bekasi in the future.

Read More
B-1373
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive