Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dewa Ayu Ari Padmadewi; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Prastuti Soewondo, Mieke Savitri, Indah Rosana Djajadiredja, Amila Megraini
Abstrak: Latar belakang: Setiap rumah sakit berusaha memberikan pelayanan yang berkualitas berdasarkan standar yang telah ditetapkan sehingga diharapkan pasien akan puas dan menjadi konsumen yang loyal bagi rumah sakit. Untuk itu rumah sakit harus mendesain kualitas layanan yang terdiri dari lima dimensi mutu yang lebih unggul dari rumah sakit lainnya. Dalam upaya membina hubungan dengan pasien, rumah sakit juga dituntut untuk menjaga dan meningkatkan profitabilitas pelanggan, mengkonversi pelanggan yang tidak menguntungkan menjadi pelanggan yang menguntungkan
Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk tujuan mengetahui hubungan kualitas pelayanan rawat inap yang diukur berdasarkan dimensi mutu yaitu dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy terhadap profitabilitas pelanggan di RSIA Puri Bunda Denpasar.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain cross sectional dengan sampel 100 responden dari pasien rawat inap selama bulan April-Mei 2018
Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa koefisien korelasi masing-masing variabel dimensi terhadap profitabilitas adalah sebesar0,766 untuk tangibles; 0,780 untuk reliability; 0,804 untuk responsiveness; 0,836 untuk assurance dan 0,724 untuk empathy dengan standardized coefisient tertinggi pada dimensi tangibles. Berdasarkan hasil analisis determinasi didapatkan koefisien determinasi 95,6%
Simpulan: Kualitas pelayanan yang diukur berdasarkan dimensi mutu (tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy) memiliki hubungan sangat kuat dan signifikan terhadap profitabilitas dimana dimensi tangible paling dominan berhubungan dengan profitabilitas pelanggan.Sebesar 95,6% dimensi kualitas pelayanan secara simultan berhubungan dengan profitabilitas sedangkan sisanya sebesar4,4% ditentukan oleh variabel lain diluar penelitian ini.
Kata kunci: kualitas pelayanan; dimensi mutu; profitabilitas

Introduction: Each hospital strives to provide quality services based on predefined standards so that patients are expected to be satisfied and become loyal customers for the hospital. For that hospital should design the quality of service consisting of five dimensions of superior quality than other hospitals. In an effort to foster relationships with patients, hospitals are also required to maintain and improve customer profitability, convert unprofitable customers into profitable customers
Aim: This research was conducted for the purpose of knowing the correlation of service quality measured by dimension of quality that is tangible dimension, reliability, responsiveness, assurance and empathy to customer profitability at RSIA Puri Bunda Denpasar
Method: This study is a quantitative research using cross sectional design with 100 responden samples from inpatients during April-May 2018
Result: This research found that the corelation coefficient of each dimension variable to profitability is 0,766 for tangibles; 0.780 for reliability; 0.804 for responsiveness; 0.836 for assurance and 0.724 for empathy with the highest standardized coefficient on tangibles dimension. Based on the results of determination analysis obtained coefficient of determination 95.6%
Conclusion: Quality of service measured on the dimension of quality (tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy) has a very strong and significant relationship to profitability where the tangible dimension is most dominantly related to the profitability of customers. 95.6% dimension of service quality simultaneously related to profitability while the rest of 4.4% is determined by other variables outside this study.
Keywords: Service Quality; dimension of quality; customer profitability
Read More
B-2001
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sayyidatul Munawaroh; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Puput Oktamianti, Adang Bachtiar, Fajar Arianti, Amila Megraini
Abstrak:
erjadinya konflik diberbagai negara sehingga sebagian warga negaranya memutuskan untuk meninggalkan negaranya dan mengungsi, pada tahun 2019 sebesar 13.657 pengungsi yang ada Indonesia. Sehingga keadaan mereka tidak beruntung ini dengan berbagai kesulitan namun pengungsi tetap memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang terstandar sebagai bagian dari hak asasi manusia. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix methods) dengan mengambil data metode kuantitatif terlebih dahulu setelah itu memperkuat dengan melakukan metode kualitatif kepada stakeholder yang langsung memberikan pelayanan kesehatan.Hasil analisis univariat, menunjukkan bahwa dimensi pengungsi yang merasa puas 36% dan tidak puas 35%, sedangkan dimensi emphaty sebesar 51% tidak puas dan dimensi assurance 52%. Berbeda dengan hasil kualitatif kepada stakeholder dapat disimpulkan bahwa seluruh dimensi sudah terpenuhi sesuai dengan harapan para pengungsi. Secara stimultan provider dapat meninjau efektif dan efisien pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan para pengungsi sehingga mampu melaksanakan pelayanan yang prima.

Conflicts in some countries cause their citizens to leave the country to seek asylum. In 2019, the number of overseas refugees in Indonesia was 13,657 people. In conditions that are full of disadvantages and difficulties, refugees still have the right to fulfil their basic needs, including access to health cares. This study used a mixed method, consisting of quantitative and qualitative methods. The qualitative method was used to confirm the results of quantitative analysis, which was done by interviewing the health service providers. The results of the analysis showed that 36% of refugees were satisfied with health services in the X health center (Puskesmas), while 35% were not satisfied. On the other hand, the percentage of refugees who were not satisfied with health services based on the dimension of empathy and assurance was 51% and 52%, respectively. However, the results of qualitative approach demonstrated otherwise, where the health care providers stated that all dimensions of service quality have met the standard and were in accordance with the expectations of refugees. The Puskesmas are advised to evaluate and improve the effectiveness and efficiency of the health services by considering the needs of refugees.

Read More
T-5886
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sahridayanti Nainggolan; Pembimbing: Rita Damayanti, Dian Ayubi; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Ummi Kalsum, Intan Kusumawati
Abstrak: Kepuasan pelayanan merupakan salah satu indikator pemantauan kualitas pelayanan. Kepuasan pelayanan persalinan dipengaruhi berbagai faktor dan dinilai dari lima dimensi mutu pelayanan tangible, reability, responsivness, assurance dan emphaty. Tujuan penelitian mengetahui tingkat kepuasan pelayanan persalinan dan faktor yang berpengaruh dengan kepuasan pelayanan. Variabel terikat kepuasan pelayanan persalinan, variabel bebas: umur, jumlah anak, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, tempat pelayanan dan biaya pelayanan. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, waktu penelitian 1-20 Mei 2017 menggunakan kuesioner. Populasi seluruh ibu bersalin normal 538, sampel sebanyak 140 diambil secara systemstic random sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat kepuasan pelayanan persalinan di fasilitas kesehatan se-Kota Jambi 89,9%. Prioritas utama perbaikan pelayanan pada kebersihan ruang persalinan dan kebersihan kamar mandi ruang perawatan. Faslitas swasta paling berpengaruh terhadap kepuasan, diikuti keterjangkauan biaya dan ibu dengan pendidikan tinggi. Perlunya rumah sakit, puskesmas, rumah bersalin dan BPS untuk menjaga kebersihan terutama di ruangan pelayanan dan kamar mandi pasien, memperhatikan karakteristik pasien saat memberikan pelayanan. Khususnya fasilitas pemerintah dapat efesiensi biaya guna mensejajarkan pelayanan dengan swasta. Bagi fasilitas swasta ikut kerjasama dengan BPJS agar biaya pelayanan dapat dijangkau masyarakat. Kata kunci: Kepuasan, pelayanan persalinan, dimensi mutu Service satisfaction is one of the indicators of service quality monitoring. Maternity service satisfaction is influenced by various factors and assessed from five dimensions of tangible, reability, responsiveness, assurance and emphaty service quality. The purpose of the study to know the level of satisfaction of delivery services and factors that influence with service satisfaction. Dependent variable of satisfaction of delivery service, independent variable: age, number of children, education, occupation, knowledge, service place and service cost. The type of quantitative research with cross sectional design, the time of the study from May 1 to 20, 2017 using questionnaires. The total maternal population was 538, 140 samples were taken by systemstic random sampling. The results showed the satisfaction level of delivery service in health facilities in Jambi City 89.9%. The main priority of service improvement on the cleanliness of the delivery room and the cleanliness of the bathroom treatment room. Private facilities are most influential on satisfaction, followed by cost affordability and mothers with higher education. The need for hospital, health center, maternity hospital and BPS to maintain hygiene, especially in patient service room and bathroom, pay attention to patient characteristic when giving service. In particular, government facilities can cost efficiency to align services with the private sector. For private facilities join the cooperation with BPJS so that service costs can be reached by the community. Key words: Satisfaction, delivery service, quality dimension
Read More
T-5058
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Putri S; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Adang Bachtiar, Sutopo
Abstrak:
Tesis ini membahas kepuasan pasien berdasarkan mutu pelayanan rawat inap di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi yang diukur melalui 5 dimensi mutu pelayanan kesehatan, terdiri dari tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis kepuasan pasien berdasarkan mutu pelayanan rawat inap di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi tahun 2023. Penelitian ini adalah penelitian dengan metode campuran (mix methode) dengan melakukan pengambilan data kuantitatif terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan data kualitatif kepada stakeholder melalui Focus Group Discussion (FGD). Berdasarkan analisis deskriptif statistik diketahui bahwa 36 item sudah mendapatkan nilai kesesuaian diatas 90%, artinya pasien sudah puas dengan dimensi mutu pelayanan rawat inap secara keseluruhan. Ada hubungan antara dimensi mutu pelayanan kesehatan tangibles (p-value 0.002), assurance (p-value 0.040) dan emphaty (p-value 0.014) dengan kepuasan pasien rawat inap di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi. Dari hasil analisis diagram kartesius didapatkan 5 item pada kuadran I yang menjadi prioritas untuk dilakukan perbaikan, 13 item pada kuadran II, 8 item pada Kuadran III dan 12 item pada kuadran IV. Hasil studi kualitatif menunjukkan bahwa manajemen rumah sakit juga telah melakukan inovasi dan improvement secara berkelanjutan dalam pemberian layanan kesehatan kepada pasien. Untuk meningkatkan kualitas layanan, rumah sakit dapat terus melakukan impelentasi manajemen mutu terpadu yang berfokus pada penjenjangan prioritas secara simultan sehingga dapat disusun upaya mempertahankan prestasi dimensi yang sudah baik dan meninjau efektivitas upaya-upaya perbaikan yang dilakukan dapat memenuhi harapan pasien.

This thesis explores patient satisfaction based on the quality of inpatient services at H. Abdul Manap General Hospital Jambi City. The study measures patient satisfaction using the five dimensions of healthcare service quality: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and emphaty. The research aims to assess and analyze patient satisfaction based on the quality of inpatient services at H. Abdul Manap General Hospital, Jambi City in 2023. The study employs a mixed-methods approach, collecting quantitative data followed by qualitative data through Focus Group Discussions (FGD). Descriptive statistical analysis reveals that 36 items have achieved a satisfaction score above 90%, indicating overall patient satisfaction with the dimensions of inpatient service quality. The study further establishes a significant relationship between the tangibles (p-value 0.002), assurance (p-value 0.040), and emphaty (p-value 0.014) dimensions of healthcare service quality and patient satisfaction with inpatient services at H. Abdul Manap General Hospital Jambi City. Cartesian diagram analysis identifies 5 items in quadrant I that require priority improvement, 13 items in quadrant II, 8 items in quadrant III, and 12 items in quadrant IV. The qualitative study findings indicate that the hospital management has implemented continuous innovation and improvement in providing healthcare services to patients. To enhance service quality, the hospital can continue implementing integrated quality management focusing on simultaneous prioritization. This approach will facilitate the development of strategies to maintain the performance of well-rated dimensions and review the effectiveness of improvement efforts to meet patient expectations.
Read More
T-7102
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nicky Anelia; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Adang Bachtiar, Puput Oktamianti, Nur Ardianty, Erizon Safari
Abstrak:
Tesis ini membahas kepuasan pasien JKN berdasarkan mutu pelayanan rawat jalan di RS “X” Jakarta yang diukur melalui 5 dimensi mutu pelayanan kesehatan, terdiri dari tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis kepuasan pasien JKN berdasarkan mutu pelayanan rawat jalan di RS “X” Jakarta tahun 2023. Penelitian ini adalah penelitian dengan metode campuran (mix methode) dengan melakukan pengambilan data kuantitatif terlebih dahulu, kemudian diperkuat dengan data kualitatif kepada stakeholder pemberi pelayanan kesehatan. Berdasarkan analisis deskriptif statistik diketahui bahwa 29 item sudah mendapatkan nilai kesesuaian diatas 90%, artinya pasien sudah puas dengan dimensi mutu pelayanan rawat jalan secara keseluruhan. Dari hasil analisis diagram kartesius didapatkan 14 item pada kuadran II yang perlu dipertahankan prestasinya karena dinilai sangat baik dan melebihi harapan pasien, 11 item pada kuadran IV, 8 item pada Kuadran III dan 5 item pada kuadran I yang menjadi prioritas untuk dilakukan perbaikan. Hasil studi kualitatif menunjukkan bahwa manajemen rumah sakit juga telah melakukan inovasi dan improvement secara berkelanjutan dalam pemberian layanan kesehatan kepada pasien JKN. Pengukuran NPS menunjukkan bahwa sebanyak 53,8% pasien sudah berada pada level promotors. Untuk meningkatkan kualitas layanan, rumah sakit dapat terus melakukan impelentasi manajemen mutu terpadu yang berfokus pada penjenjangan prioritas secara simultan sehingga dapat disusun upaya mempertahankan prestasi dimensi yang sudah baik dan meninjau efektivitas upaya-upaya perbaikan yang dilakukan dapat memenuhi harapan pasien.

This thesis discusses the satisfaction of National Health Insurance (JKN) patients based on the quality of outpatient care at Jakarta “X” Hospital, which is measured through 5 dimensions of healthcare quality: tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The aim of this research is to examine and analyze the satisfaction of JKN patients based on the quality of outpatient care at Jakarta “X” Hospital in the year 2023. This study utilizes a mixed methods approach, starting with the collection of quantitative data, followed by qualitative data from healthcare service stakeholders. Based on descriptive statistical analysis, it is revealed that 29 items have achieved suitability scores above 90%, indicating that patients are satisfied with the overall quality dimensions of outpatient care. The Cartesian diagram analysis results in 14 items located in Quadrant II, which need to maintain their excellent performance as they are evaluated to exceed patient expectations, there are 11 items in Quadrant IV, 8 items in Quadrant III, and 5 items in Quadrant I, which are prioritized for improvement efforts. The qualitative findings indicate that the hospital management has consistently engaged in innovation and continuous improvement in providing healthcare services to JKN patients. The NPS measurement indicates that 53.8% of patients are already at the promoters level. The hospital should continue implementing integrated quality management, focusing on prioritization strategies concurrently, to sustain the dimensions that perform well and assess the effectiveness of improvement efforts to meet patient expectations.
Read More
T-6800
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evi Sihan Murdewenti; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Puput Oktamianti, Syaifuddin Zuhri
S-8420
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive