Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anastasia Nuansa Fitri; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Sirpan
Abstrak: Analisis waktu tunggu operasi elektif memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan khususnya untuk pasien operasi elektif. Adapun tujuan daripenelitian ini yaitu untuk mengetahui rata-rata waktu tunggu operasi elektif pasienkhususnya dari rawat inap dan untuk mengetahui penyebab lamanya waktu tunggu dilihat dari input, proses dan output. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan, pencatatan waktu, telaah dokumen dan wawancara mendalam. Waktutunggu dihitung 2 kali, yaitu ketika pasien di poliklinik dan ketika pasien di rawatinap. Hasil penelitian didapatkan rata-rata waktu tunggu operasi elektif (daripoliklinik) yaitu 5.39 hari, dan 0.32 hari (dari rawat inap). Lamanya waktu tungguoperasi elektif dipengaruhi oleh kekurangan kamar perawatan, kamar dan alatoperasi, kekurangan SDM medis operasi, serta kondisi fisik pasien. Kesimpulan padapenelitian ini adalah waktu tunggu operasi elektif pasien rawat inap masih cukuplama, yaitu 5.39 hari yang melebihi standar SPM Rumah Sakit.
Read More
S-8439
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yanwar Hadiyanto; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Amal C. Sjaaf, Wachyu Sulistiadi, Adib Abdullah Yahya, G.A. Kusmiati
B-1585
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisy Mutiara Rachmawati; Pembimbing: Atik Nurwayuni; Penguji: Masyitoh, Ika Wahju Nusati
S-9453
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Devi Setyawati; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Ede Surya Darmawan, Sonia Redmana, Immanuel Natanael Tarigan
Abstrak:

Latar Belakang: Waktu tunggu sering kali dijadikan untuk menilai kualitas pelayanan rumah sakit oleh pasien. Penelitian ini menunjukkan bahwa waktu tunggu penjadwalan operasi pada pelayanan bedah elektif onkologi di RSUD Kota Bogor masih lebih dari 90 hari, jauh melampaui standar nasional maupun internasional yang idealnya berada di bawah 30–45 hari. Persentase pasien yang sudah dioperasi di tahun 2024 mencapai 46,1%. Banyak pasien mengalami nyeri berkepanjangan, kecemasan, bahkan satu kasus meninggal dunia dalam masa tunggu, yang menandakan bahwa sistem belum responsif terhadap kebutuhan klinis yang mendesak. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dari total 154 pasien bedah elektif onkologi, sebanyak 72 pasien (46,8%) telah mendapatkan jadwal operasi, sementara 82 pasien (53,2%) belum dijadwalkan hingga waktu pengumpulan data dilakukan. Data ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh pasien belum memperoleh kepastian waktu tindakan medis, meskipun telah memenuhi indikasi untuk menjalani operasi. HasiI: Hasil penelitian ditemukan faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu penjadwalan operasi elektif onkologi sangat mempengaruhi proses pelayanan yang akhirnya berdampak pada outcome berupa kepuasan dan keterlambatan tindakan medis. Kesimpulan : Permasalahan di dalam pelayanan operasi elektif pasien onkologi di RSUD Kota Bogor adalah keterbatasan sumber daya manusia, fasilitas, dan sistem yang belum terdigitalisasi, serta kurangnya penguatan koordinasi antar elemen pelayanan.

Background: Waiting time is often used to assess the quality of hospital services by patients. This study shows that the waiting time for scheduling surgery in elective oncology surgery services at Bogor City Hospital is still more than 90 days, far exceeding national and international standards which are ideally below 30-45 days. The percentage of patients who have been operated on in 2024 reached 46.1%. Many patients experience prolonged pain, anxiety, and even one case died during the waiting period, indicating that the system is not yet responsive to urgent clinical needs. Methods: This study used a qualitative method. Of the total 154 elective oncology surgery patients, 72 patients (46.8%) had received a surgery schedule, while 82 patients (53.2%) had not been scheduled until the time of data collection. These data indicate that more than half of the patients have not received certainty about the time of medical action, even though they have met the indications for surgery. Results: The results of the study found that factors that influence the waiting time for scheduling elective oncology surgery greatly affect the service process which ultimately has an impact on outcomes in the form of satisfaction and delays in medical action. Conclusion: Problems in elective surgery services for oncology patients at Bogor City Hospital are limited human resources, facilities, and systems that have not been digitized, as well as the lack of strengthening coordination between service elements.

 

Read More
B-2536
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive