Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ika Septika; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Asih Setiarini, Ida Budi Kurniasih
Abstrak: Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada anak di sekolah. Desain penelitian berjenis kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan April 2013, sampel adalah siswa kelas 5 MI Pembangunan UIN Jakarta. Jumlah sampel sebanyak 246 siswa. Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah kuisioner yang berisi daftar pertanyaan tentang faktor-faktor (karakteristik anak, pola makan, aktifitas fisik, dan uang jajan) yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada siswa kelas 5. Selain itu, untuk mendapatkan berat badan dan tinggi badan, instrument yang digunakan adalah timbangan injak dan meteran khusus tinggi badan. Hasilnya, berdasarkan hasil penelitian diketahui 26,4% siswa adalah obesitas. Frekuensi makanan fast food, kebiasaan jajanan, besar uang jajan, kebiasaan ngemil, lama menonton televisi, lama main video game dan lama olahraga berhubungan dengan kajadian obesitas (p <0,05).
 

The purpose of this research was done to determine the factors associated with the incidence of obesity in children in the school. Design of a quantitative research with approach of cross-sectional. Research conducted in April 2013, the sample was grade 5 MI Pembangunan UIN Jakarta. The number of samples were as many as 246 students. In this study, the instruments used are questionnaire that contains a list of questions about the factors (characteristics, diet, physical activity, and allowance) that is associated with the incidence of obesity in students of class 5. In addition, to gain weight and height, the instrument used was a special meter Stampede scale and height. The frequency of fast food, food habits in the past, large allowance, the habit of snacking, watching television, playing video games and old sports-related kajadian obesity (p < 0.05).
Read More
S-7889
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annesya Yusvita Iskandar; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dien Anshari, Yusef Gunawan
Abstrak:
Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa prevalensi konsumsi minuman manis ≥1 kali per hari tertinggi terdapat pada anak usia 5–9 tahun (53%), usia 3–4 tahun (51,4%), dan 10–14 tahun (50,7%). Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan, sikap, dan praktik orang tua terhadap konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) pada anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan praktik orang tua dalam membatasi konsumsi MBDK pada anak sekolah dasar di SDN X Kabupaten Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi tertutup pada informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan orang tua memiliki pengetahuan dasar mengenai definisi, jenis, dan dampak MBDK, tetapi pengetahuan mereka terkait label nilai gizi masih kurang. Orang tua juga memiliki sikap tidak mendukung terhadap konsumsi MBDK. Terdapat ragam praktik pencegahan yang dilakukan oleh orang tua seperti nasihat, peringatan tegas, substitusi minuman sehat, hingga pembatasan uang jajan pada anak. Di sisi lain, seluruh informan tidak menerima informasi mengenai MBDK dari sekolah. Oleh karena itu disarankan kepada sekolah untuk menyelenggarakan edukasi rutin kepada orang tua siswa untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap mereka sebagai salah satu upaya pencegahan konsumsi MBDK berlebih pada siswa sekolah dasar.

The 2023 Indonesian Health Survey (SKI 2023) shows that daily consumption of sweetened beverages (≥1 time/day) is highest among children aged 5–9 years (53%), followed by those aged 3–4 years (51.4%) and 10–14 years (50.7%). Previous studies have indicated a link between parental knowledge, attitudes, and practices and children's consumption of sugar-sweetened packaged beverages. This qualitative study aimed to explore parental knowledge, attitudes, and practices in limiting SSBs consumption among elementary students at SDN X Bogor Regency. Data were collected through in-depth interviews and non-participant observation with purposively selected informants. Findings revealed that parents had basic knowledge about the definition, types, and health impacts of SSBs, but limited understanding of nutrition labels. Most parents showed unsupportive attitudes toward SSBs consumption. Preventive practices included giving advice, firm warnings, providing healthier alternatives, and limiting pocket money. However, none of the parents had received SSB-related information from the school. This study suggests that school should implement regular educational programs for parents to improve their knowledge and attitudes, as a preventive strategy against excessive SSB consumption among elementary school children.
Read More
S-11896
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiurma Sinaga ... [et al.]
JGP Vol.7, No.1
Bogor : Fakultas Ekologi Manusia IPB, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Laila; Pembimbing: Ririn Arminsih; Penguji: Laila Fitria, Zakianis, Cucu Cakrawati, Heri Nugroho
Abstrak: Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah salah satu penyebab kematian padaanak di negara berkembang. Anak-anak adalah salah satu dari kelompok yangpaling berisiko. Selama dua tahun terakhir, ISPA merupakan sepuluh penyakitterbesar di Kecamatan Jatinegara.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan PM10 dalam udara ruangkelas dengan kejadian ISPA pada siswa SD di Jakarta dengan desain studi crosssectional. Jumlah sampel 353 siswa dan 10 SDN di Kecamatan Jatinegara.Variabel yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada siswa SD yaitukonsentrasi PM 10 dalam ruang kelas, lubang udara di dapur, perilaku merokokdalam rumah, penggunaan obat anti nyamuk bakar, dan anggota keluarga sakitISPA. Siswa SD dengan konsentrasi PM 10 dalam ruang kelas yang tidakmemenuhi syarat (>70 μg/m3 ) berisiko 1,7 kali mengalami ISPA setelah dikontrololeh variabel lingkungan fisik kelas lainnya. Upaya yang perlu dilakukandiantaranya menjaga kebersihan kelas dan perawatan secara rutin, menanampohon di halaman sekolah sebagai filter udara, berperilaku hidup bersih dan sehat,dan membuat ventilasi udara yang cukup agar sirkulasi udara dalam ruang lancar.Kata kunci : konsentrasi PM10, ISPA, Siswa SD
Acute Respiratory Infection (ARI) is one of cause of death in children indeveloping countries. Children have the highest risk in increased dose of PM10exposure. In last two years, ARI is one of the top ten diseases in Jatinegara. Thisstudy aimed to analyze the relationship of PM 10 in air in classroom with ARI inthe elementary school students in Jakarta. Study design was cross-sectional with353 students as sample, taken from 10 SDN in Jatinegara area. Variablesassociated with ARI in elementary school students are PM10 concentrations inclassrooms, ventilation in the kitchen, smoking behavior in house, uses ofmosquito repellent, and family members with ARI. Students with PM10concentrations in classrooms which not qualify the standards (> 70 ug / m3 ) hasthe risks 1,7 times in causing ARI after the controlled physical environmentalclass variables. Efforts should be made to prevent ARI include maintaining theclass cleanliness and regular maintenance, planting trees in school yard as air filter,clean and healthy life behavior, and make adequate ventilation for air circulationin rooms.Keywords: concentration of PM10 , ARI , Elementary School Students.
Read More
T-4583
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sitti Chadijah ... [et al.]
MPPK Vol.24, No.1
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Surya Awaludin; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Izzatu Millah
S-7847
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hardiani Andaningrum; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Trini Sudiarti, Rachmawati
Abstrak: Pendidikan gizi penting untuk diajarkan pada anak sejak dini. Pengetahuan gizi yang rendah akan mempengaruhi pola makan dan meningkatkan risiko terkena penyakit degeneratif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuiadanya perubahan pengetahuan gizi pada siswa sekolah dasar. Intervensi pengetahuan gizi dilakukan menggunakan komik Gizi Seimbang dan buklet GiziSeimbang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian praeksperimentaldengan desain one-group pre-test post-test. Penelitian dilakukan terhadap 76siswa kelas 5 SDN Beji 5 Depok pada Desember 2013 dengan jumlah siswa padakelompok perlakuan komik adalah 39 siswa dan pada kelompok perlakuan bukletadalah 37 siswa. Penelitian menggunakan kuesioner sebelum dan sesudahperlakuan. Analisis data menggunakan uji t berpasangan dan uji t independen.Hasil uji t berpasangan menunjukkan adanya rata-rata skor pengetahuanyang lebih tinggi pada kelompok komik saat post-test dibandingkan dengan pre-test. Selain itu terdapat rata-rata skor pengetahuan yang lebih tinggi padakelompok komik bila dibandingkan dengan kelompok buklet. Hasil uji tindependen menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara perubahanskor pengetahuan gizi total pada kelompok komik yang lebih tinggi denganperubahan skor pada kelompok buklet. Oleh karena itu, komik dianggap sebagaimedia yang efektif dalam menyampaikan pesan mengenai Pedoman Gizi Seimbang bagi anak usia sekolah.
Kata Kunci: Pengetahuan Gizi; Komik Pendidikan; Siswa Sekolah Dasar.
Read More
S-8149
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Setia Nugraha; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Asih Setiarini, Tiara Lutfie
Abstrak: Pendidikan gizi sangat penting diajarkan pada anak sejak usia dini. Dengan pengetahuan gizi yang rendah maka akan mempengaruhi pola makan anak dan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit degeneratif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perubahan pengetahuan gizi pada siswa di 2 sekolah dasar.Intervensi dilakukan dengan menggunakan media komik Gizi Seimbang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian praeksperimental dengan desain one-group pre-test post-test. Penelitian dilakukan terhadap 83 siswa SDN 01 Pondok Cina dan 67 siswa MI Nurul Iman Depok pada Mei 2014. Penelitian menggunakan kuesioner sebelum, sesudah dan 2 minggu sesudah dilakukan intervensi. Analisis statistik data menggunakan uji t berpasangan dan uji t independen. Hasil uji t berpasangan menunjukkan adanya rata-rata skor pengetahuan yang lebih tinggi saat post-test dan post-test 2 dibandingkan dengan pre-test pada kedua kelompok. Hasil uji t independen menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kenaikan skor pada kelompok SDN 01 Pondok Cina dan MI NurulIman. Selain itu berdasarkan hasil uji t independen didapat bahwa ada perbedaan yang signifikan pada karakteristik responden pekerjaan ayah terhadap peningkatan skor pengetahuan gizi. Sedangkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara karakteristik keterpaparan sumber informasi, pekerjaan ibu, pendidikan ayah,pendidikan ibu dan pendapatan keluarga terhadap peningkatan skor pengetahuan gizi. Oleh karena itu, komik merupakan media yang efektif dalam menyampaikan pesan mengenai Pedoman Gizi Seimbang pada anak usia sekolah.
Kata Kunci: Pengetahuan Gizi; Komik Pendidikan; Siswa Sekolah Dasar; Karakteristik Orang Tua, Kenaikan Skor Pengetahuan
Nutrition education is very important to be taught at an early age. Lowknowledge about nutrition will affect eating behavior in children and will increasethe risk of degenerative diseases. The purpose of this study is to find out the changesin nutrition knowledge in students of two elementary schools. Intervention wasperformed using the Gizi Seimbang (Balanced Nutrition) comic media. This studywas used pre-experimental design research with one-group pre-test-post-test design.Study was conducted on 83 students of SDN 01 Pondok Cina and 67 students of MINurul Iman Depok in May 2014. This study used questionnaire before, after, and 2weeks after the intervention performed. Statistical analysis of the data uses paired-T-test and independent-T-test.Results of the paired-T-test showed that the average of knowledge score ishigher if post- and post-test 2 had given, compared to pre-test, in both groups. Resultof the independent-T-test showed no significant differences in score between SDN01 Pondok Cina and MI Nurul Iman. However, based on results of the latter T-testfound that there is significant difference on respondents with characteristics onfather‟s occupation to the improvement of nutrition education. While there was nosignificant difference between the characteristics of the exposure of information,mother‟s occupation, father‟s education, mother‟s education, and family income toimprovement of nutrition education. Therefore, comic is an effective medium toconveying message about Pedoman Umum Gizi Seimbang (General Guidelines onBalanced Nutrition) for school-age children.
Key words: Nutrition education; Educational comic; Elementary school students;Parent characteristical; Improvement of nutrition education
Read More
S-8322
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Saskya Bopha; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Trini Sudiarti, Abas Basuni Jahari, Uki Basuki
Abstrak:

Penelitian ini untuk memperoleh gambaran faktor-faktor dan hubungannya dengan TB U yaitu usia, jenis kelamin, berat badan lahir, riwayat sakit, frekuensi konsumsi sumber energi, frekuensi konsumsi sumber protein, frekuensi konsumsi sayur, pekerjaan ayah, pekerjaan ibu, pendidikan ayah, pendidikan ibu dan pengeluaran per kapita. Disain penelitian adalah cross sectional, pendekatan kuantitatif dan pengambilan sampel secara probability proporsional to size (PPS) dengan metode cluster survey, uji regresi logistik. Variabel yang berhubungan adalah usia, riwayat sakit, frekuensi sumber energi, frekuensi sumber protein dan frekuensi konsumsi sayur. Hasil penelitian didapatkan bahwa prevalensi stunting adalah 22,5%. Hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa prevalensi anak pendek merupakan masalah karena masih diatas batas non public health problem yang ditentukan WHO. Diperlukan adanya kerjasama yang baik antara Dinas Kesehatan dengan lintas sektor terkait dalam rangka penurunan prevalensi stunting pada anak sekolah. Kata kunci : Stunting pada anak kelas 1 SD/MI


 This study to obtain a picture of the factors and their relationship height with age ie. age, gender, birth weight, history of illness, frequency of consumption of energy sources, the frequency of consumption of protein sources, the frequency of consumption of vegetables, father’s work, work’s mother, father education, mother’s education and per capita outcome. Research design was cross sectional, quantitative approach and the sampling probability proportional to size (PPS) cluster survey method, logistic regression test.Variables related to the age, history of illness, frequency energy source, frequency source of protein and vegetable consumption frequency. The study found that the prevalence of stunting was 22.5%. The results can be concluded that the prevalence of stunting children is a problem because it is still above the limit of non-public health problem defined by WHO. It is necessary to good cooperation between the Health Department with traffic-related sectors in order to decrease the prevalence of stunting in school children. ix Universitas Indonesia Key words : Stunting children of Class 1 Elementary School

Read More
T-3320
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maharani Hesrinawati; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Laila Fitria, Zarteti
Abstrak: Makanan jajanan memegang peranan yang cukup penting dalam memberikan asupan energi gizi bagi anak-anak usia sekolah. Di lingkungan sekitar sekolah banyak sekali dijumpai makanan jajanan baik yang disediakan oleh kantin sekolah maupun pedagang kaki lima dan umumnya rutin dikonsumsi oleh sebagian anak usia sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis kualitas makanan jajanan dengan kontaminan kimia dan biologi pada jajanan di sekolah dasar. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini meliputi karakteristik penjamah makanan, meliputi pendidikan, pengetahuan dan perilpenulis sertta variabel pendukung seperti fasilitas sanitasi yang meliputi sanitasi tempat berjualan dan sanitasi alat. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (Cross Sectional). Dengan sampel sebanyak 30 penjamah makanan dan makanan jajanan di 6 titik sekolah dasar di wilayah Cipinang Besar Utara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jajanan yang tidak memenuhi syarat (mengandung bahan tambahan makanan) sebanyak 27 makanan jajanan, sedangkan makanan yang mengandung E. Coli Sebanyak 10 makanan. Kata Kunci: E. Coli, BTM, Sekolah Dasar, Makanan Jajanan
Snack food holds an important role in providing energy intake of nutrition for children of school age. In the neighborhood around the school a lot of good common snack food provided by the school cafeteria and vendors and generally regularly consumed by most children of school age. The purpose of this study was to determine the quality of the analysis of snack food with chemical and biological contaminants in snacks in elementary school. Variables examined in this study include characteristics of food handlers, including education, knowledge and behavior variables sertta support such as sanitary facilities which include sanitary place to sell and sanitation tools. This study used a cross-sectional design (cross-sectional). With a sample of 30 food handlers and food snacks in six primary schools in the region point Cipinang Besar Utara. Results from this study indicate that snacks are not eligible (containing a food additive) as much as 27 snack foods, while foods containing E. Coli A total of 10 food. Keywords: E. Coli, Food Additive, Elementary School, Food Snacks
Read More
S-8938
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive