Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mulia Lestari; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Evi Martha, Dian Ayubi. Sri Rustiati, Rima Damayanti
Abstrak: Inisiasi Menyusu Dini (IMD merupakan langkah penting untuk menjamin pemberian ASI eksklusif yang mereduksi kematian bayi. IMD yang dilaksanakan di RSUD Kota Cilegon dicatat sebesar 72,7% dari target sebesar 100% pada tahun 2018. Studi ini menggali faktor yang mempengaruhi pelaksanaan IMD di RSUD Kota Cilegon dengan pendekatan kualitatif, menggunakan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Wawancara mendalam dilakukan terhadap 14 informan yang terdiri dari kabid pelayanan, kepala ruangan bersalin, dokter spesialis kandungan dan ibu pasca bersalin. Hasil akhir memperlihatkan IMD dilaksanakan cukup baik pada persalinan normal, namun belum dilaksanakan pada persalinan dengan metode yang lain. Faktor yang memerlukan perbaikan adalah Prosedur Operasional Baku (POB) IMD dan pelatihan di dalam rumah sakit. Faktor lain adalah perbaikan kegiatan edukasi bagi ibu hamil di fasilitas pelayanan kesehatan primer untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang IMD.
Kata Kunci : Inisiasi Menyusu Dini

Early Breastfeeding Initiation (IMD) is an important step to guarantee exclusive breastfeeding which reduces infant mortality. IMD implemented in Cilegon City Hospital is recorded at 72.7% of the target of 100% in 2018. This study explores the factors that influence the implementation of IMD in RSUD Cilegon City with a qualitative approach, using in-depth interviews and document review An in-depth interview was carried out on 14 informants consisting of head of health services, head of maternity room, obstetrician and postpartum mothers. The final results showed that IMD was carried out quite well in normal labor, but not yet The method that needs improvement is IMD Standard Operating Procedure (SOP) and training in the hospital Another factor is the improvement of educational activities for pregnant women in primary health care facilities to improve maternal knowledge about IMD.
Keywords: Initiation of Early Breastfeeding
Read More
T-5486
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amanda Widlanisia; Pembimbing: Kemal Nazarudin; Penguji: Sutanto; Sudibyo Alimoeso
Abstrak: Pemberian ASI merupakan usaha dan investasi yang mudah dilakukan untuk menekan angka morbiditas dan mortalitas pada bayi dan anak. Keterlambatan pemberian ASI pertama dapat diakibatkan oleh metode kelahiran yang dipilih seperti secara pervaginam atau persalinan sesar. Penelitian ini dilakukan secara cross sectional dan pendekatan kuantitatif menggunakan data SDKI 2017 untuk mengetahui hubungan antara persalinan sesar dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di Provinsi DKI Jakarta. Sampel yang digunakan adalah wanita usia subur 15-49 tahun saat survei di Provinsi DKI Jakarta yang memiliki anak terakhir yang lahir dalam 2 tahun terakhir sebanyak 236 responden. Dilakukan analisis statistik univariat, bivariat menggunakan chi-square (CI 95%) dan analisis multivariat uji regresi logistik berganda. Hasil analisis menunjukkan ibu yang melahirkan secara persalinan sesar berisiko 0,52 [95%CI 0,27-1,01] kali lebih rendah melakukan IMD dibandingkan ibu yang melahirkan secara pervaginam. Analisis multivariat pada penelitian ini memperlihatkan bahwa ibu secara persalinan sesar berisiko 0,54 [95%CI 0,18-1,61] kali lebih rendah melakukan IMD dibandingkan ibu yang melahirkan secara pervaginam setelah dikontrol dengan variabel tingkat pendidikan, usia, dan status ekonomi. Maka disimpulkan bahwa pembuatan kebijakan dan pemberian intervensi akan bagaimana pelaksanaan dan pentingnya inisasi menyusu dini perlu dilakukan pada ibu yang memiliki tingkat Pendidikan rendah, usia dibawah 35 tahun, status ekonomi rendah, dan yang berencana melahirkan dengan metode persalinan sesar.
Breastfeeding is an easy way to reduce morbidity and mortality in infants and childrens. The delay in giving the first breast milk can be caused by the chosen method of birth such as vaginal or cesarean delivery. This study was conducted in a cross sectional and quantitative approach using the 2017 IDHS data to determine the relationship between cesarean delivery and Early Breastfeeding Initiation (EBFI) in DKI Jakarta Province. The sample used was women of childbearing age 15-49 years during the survey in DKI Jakarta Province who had their last child born in the last 2 years as many as 236 respondents. Univariate, bivariate statistical analysis was performed using chi-square (95% CI) and multivariate analysis with multiple logistic regression tests. The results of the analysis showed that mothers who gave birth by cesarean had 0.52 times [95% CI 0.27-1.01] times lower risk of having an EBFI than mothers who gave birth vaginally. Multivariate analysis in this study showed that mothers who delivered by cesarean had 0.54 times lower risk [95% CI 0.18-1.61] of having an EBFI compared to mothers who gave birth vaginally after controlled by variables such as education level, age, and economic status. It is concluded that policy making and providing interventions on how to implement and the importance of early breastfeeding initiation need to be carried out on mothers who have low levels of education, age under 35 years, low economic status, and who plan to give birth by cesarean delivery method.
Read More
S-11137
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Afrida Fitri; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Ratna Djuwita Hatma, Eti Rohati
S-9674
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dayati; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, Eni Gustina
S-6536
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Hadi Budhy Setyanto; Pembimbing: Sudjianto Kamso; Penguji: Artha Prabawa, Salimar
S-10026
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Restu Adya Cahyani; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Agus Triwinarto
S-10106
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ria Rizki Palupi; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Tiska Yumeida, Endang Sri Wahyuningsih
Abstrak: Bayi yang diberi kesempatan untuk melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) denganmenyusu pada 1 jam pertama setelah kelahiran dan dilakukan kontak kulit ibu dengan bayiselama minimal 1 jam dapat menekan angka kematian bayi. Sedangkan, peran dan komitmendari instansi kesehatan dan pemberi pelayanan sangat diperlukan untuk mendukungpelaksanaan IMD. Untuk tercapainya hal tersebut perlu dilakukannya inovasi yang bisameningkatkan pengetahuan dan ketrampilan bidan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan mediaKomunikasi, Informasi Edukasi (KIE) dalam pelaksanaan IMD oleh bidan di PuskesmasJakarta Timur Tahun 2018. Jenis penelitian quasy eksperimen dengan jumlah sampel 42bidan yang terbagi menjadi 21 bidan kelompok intervensi dan 21 bidan kelompok kontrol.Peneliti membuat suatu media KIE berupa poster dan booklet mengenai alur tahapanpelaksanaan IMD dalam asuhan bayi baru lahir yang menarik, mudah diingat dansebelumnya belum pernah ada, kemudian media tersebut diberikan pada kelompokintervensi. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai Mei 2018. Data yang terkumpuldianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji-t independen.Hasil penelitian didapatkan bahwa, pada analisis univariat jumlah nilai rata-rata skorpelaksanaan IMD pada kelompok intervensi lebih tinggi sebesar 97.41 dibandingkan nilairata-rata pada kelompok kontrol sebesar 78.28. Sedangkan hasil analisis bivariat dengan uji-tindependen didapatkan nilai p = 0.001 yang artinya nilai p < 0.05 dan secara statistikterdapat perbedaan yang signifikan rata-rata skor pelaksanaan IMD antara kelompokintervensi dan kelompok kontrol.Nilai skor pelaksanaan IMD oleh bidan pada kelompok intervensi yang mendapatkanKIE dengan media poster dan booklet lebih tinggi secara bermakna dibandingkan bidan padakelompok kontrol. Sehingga terdapat pengaruh media KIE terhadap pelaksanaan IMD.Kata Kunci : Media KIE, Bidan, Inisiasi Menyusu Dini
Infants given the opportunity to early initiation of breastfeeding by suckling in thefirst hour after birth and making skin contact with a baby for at least 1 hour can reduceinfant mortality. Meanwhile, the role and commitment of health agencies and providers ofservices is needed to support the implementation of early initiation of breastfeeding. Toachieve this it is necessary to do innovations that can increase knowledge and skills ofmidwives.This study aims to determine the influence of the use of communication, information,education media in the implementation of early initiation of breastfeeding by midwife incommunity health centers East Jakarta 2018. Type of quasy experimental research with asample of 42 midwives divided into 21 midwives of the intervention group and 21midwives of the control group. The researcher made a communication, information,education media in the form of posters and booklets about the flow of IMD implementationstage in newborn care that is interesting, easy to remember and never before, then themedia is given to the intervention group. The study was conducted from April to May 2018.Collected data were analyzed univariat and bivariate using independent t-test.The results showed that, in univariate analysis, the mean value of early initiation ofbreastfeeding implementation score in intervention group was higher by 97.41 than themean score in the control group was 78.28. While the results of bivariate analysis withindependent t-test obtained p value = 0.001 which means the value of p <0.05 andstatistically there is a significant difference in the average score of early initiation ofbreastfeeding implementation between the intervention group and the control group.The scores of early initiation of breastfeeding implementation scores by the midwivesin the intervention group that received of communication, information, education mediawith poster and booklet media were significantly higher than the midwives in the controlgroup. So that there is influence of communication, information, education media media onearly initiation of breastfeeding implementation.Keywords: communication, information, education media, Midwife, early initiation ofbreastfeeding.
Read More
T-5425
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Retno Ambarwati; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Trini Sudiarti, Mario Ekoriano, Nida Rochmawati
Abstrak:
Prelakteal adalah makanan atau minuman yang diberikan kepada bayi sebelum Air Susu Ibu (ASI) keluar, salah satu dampak pemberian asupan prelakteal adalah meningkatkan angka kematian pada bayi. Upaya untuk mengurangi perilaku pemberian asupan prelakteal adalah dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini. Salah satu manfaat pelaksanaan IMD adalah merangsang keluarnya ASI. Penelitian ini menggunakan data hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2017 yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan IMD terhadap pemberian asupan prelakteal pada bayi baru lahir setelah dikontrol oleh variabel kovariat (usia, pendidikan, pekerjaan, status ekonomi, wilayah tempat tinggal, frekuensi kunjungan Antenatal Care, penolong persalinan, jenis persalinan, dan berat bayi lahir). Desain studi yang dipergunakan adalah potong lintang (cross sectional) dengan jumlah sampel sebanyak 1.728 responden. Analisis data menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pelaksanaan IMD dengan pemberian asupan prelakteal pada bayi baru lahir di Indonesia tahun 2017 (ρ-value = 0,0001) dengan nilai OR 5,20. Ibu yang tidak melaksanakan IMD berpeluang 5,20 kali lebih besar untuk melakukan pemberian asupan prelakteal pada bayi baru lahir setelah dikontrol oleh variabel wilayah tempat tinggal dan jenis persalinan. Rekomendasi penelitian ini adalah perlu dibuat petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan dari kebijakan-kebijakan yang sudah ada sehingga peraturan ini dapat diimplementasikan oleh daerah

Prelacteal is foods given to newborns before breastfeeding is established or before breast milk comes out, one of the effects of prelacteal feeding practice is to increase mortality in infants. Efforts to reduce the behavior of prelacteal feeding practice is by implementing Early Initiation of Breastfeeding. Where one of the benefits of implementing EIB is stimulate the release of breast milk. This study uses data from the Indonesian Demographic and Health Survey on 2017 which aims to determine the correlation between the implementation of EIB with prelacteal feeding practice among newborns after being controlled by covariate variables (age, education, occupation, economic status, region of residence, frequency of Antenatal Care visits, birth attendants, type of delivery, and birthweight). The study design used was cross sectional with a total sample of 1,728 respondents. Data analysis used multiple logistic regression. The results showed that there was a correlation between the implementation of IMD with prelacteal feeding practice among newborns in Indonesia on 2017 (ρ-value = 0.0001) with an OR value of 5.20, which means that respondents who did not implement EIB had a 5.20 times more likely to do prelacteal feeding practice among newborns after being controlled by variables the region of residence and type of delivery. The recommendations of this research are technical guidelines and implementation guidelines of existing policies so that these regulations can be implemented by the regions.

Read More
T-5927
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eva Agustina; Pembimbing: Anwar Hassan; Penguji: Sandi Iljanto, Dewi Damayanti
S-6804
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Indrayani; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Helda, Harni Wijiastuti
S-7782
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive