Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Norma Yangkawedar Putriamanah; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Anggi Osyka, Noridha Weningsari
Abstrak:
Tesis ini membahas hubungan antara keterlibatan ayah dengan perilaku berisiko remaja
untuk melakukan perilaku berisiko 5 kali lebih tinggi dibandingkan remaja dengan
persepsi keterlibatan ayah yang tinggi. Saran yang diberikan adalah melakukan kerja
sama lintas sektor dan pelibatan komunitas, organisasi pemerintah, dan tokoh masyarakat
atau pemuka agama dalam program maupun kampanye kesadaran keterlibatan ayah
dalam pengasuhan serta mengembangkan layanan ramah remaja yang lebih
memfokuskan pada kebutuhan remaja sebagai subyek.
Kata kunci:
Remaja, perilaku berisiko, keterlibatan ayah
This thesis discusses the relationship between father involvement and adolescent risky
behavior from the perspective of adolescents. This research is a quantitative study with a
father involvement and adolescent risky behavior (p < 0.05; OR 5.07), which means that
Suggestions include fostering cross-sector cooperation and community involvement,
engaging government organizations, community leaders, or religious figures in programs
or campaigns to raise awareness about father involvement in parenting, and developing
more youth-friendly services that focus on the needs of adolescents as subjects.
Keywords: Adolescent, Risky Behavior, Father Involvement.
Read More
berdasarkan sudut pandang remaja. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan
desain cross sectional. Penelitian dilakukan di SMA Negeri Jakarta dengan jumlah
sampel sebanyak 204 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubunganpersepsi keterlibatan ayah dengan perilaku berisiko remaja (p < 0,05; OR 5,07) yang
berarti remaja dengan persepsi keterlibatan ayah yang rendah memiliki kecenderunganuntuk melakukan perilaku berisiko 5 kali lebih tinggi dibandingkan remaja dengan
persepsi keterlibatan ayah yang tinggi. Saran yang diberikan adalah melakukan kerja
sama lintas sektor dan pelibatan komunitas, organisasi pemerintah, dan tokoh masyarakat
atau pemuka agama dalam program maupun kampanye kesadaran keterlibatan ayah
dalam pengasuhan serta mengembangkan layanan ramah remaja yang lebih
memfokuskan pada kebutuhan remaja sebagai subyek.
Kata kunci:
Remaja, perilaku berisiko, keterlibatan ayah
This thesis discusses the relationship between father involvement and adolescent risky
behavior from the perspective of adolescents. This research is a quantitative study with a
cross-sectional design. The study was conducted at SMA Negeri Jakarta with a sample
size of 204 students. The results indicate that there is a relationship between perceivedfather involvement and adolescent risky behavior (p < 0.05; OR 5.07), which means that
adolescents with low perceptions of father involvement are 5 times more likely to engage
in risky behavior compared to those with high perceptions of father involvement.Suggestions include fostering cross-sector cooperation and community involvement,
engaging government organizations, community leaders, or religious figures in programs
or campaigns to raise awareness about father involvement in parenting, and developing
more youth-friendly services that focus on the needs of adolescents as subjects.
Keywords: Adolescent, Risky Behavior, Father Involvement.
T-7422
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Krisna Murti Tri Putranto; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Chandra Sartya, Dadan Erwandi, Bama Herdiana Gusmara, Hasbullah
Abstrak:
Kecelakaan kerja seringkali disebabkan oleh perilaku tidak aman. Program Behavior Based Safety memiliki peranan penting dalam menciptakan zero accidents. Implementasi dari program BBS memfokuskan pada observasi dimana dari observasi tersebut akan membentuk suatu kewaspadaan terhadap perilaku tidak aman dan meningkatkan perilaku aman. PT X sudah menerapkan program BBS dari tahun 2008-2016 dan didapatkan hasil evaluasi internal yang cukup baik, akan tetapi setelah ditanyakan secara langsung terhadap observer (karyawan), ditemukan praktik observasi yang tidak sesuai dengan kaidah BBS yang sudah disepakati yang mana hal ini dapat mempengaruhi hasil evaluasi internal PT X, dimana hal ini ditunjukkan ketika reinforcement ditiadakan, jumlah observer mengalami penurunan sebesar 68,2%. Tujuan penelitian ini mengevaluasi program BBS yang ada di PT X. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Evaluasi yang dilakukan menggunakan 3 parameter besar, dengan total 8 sub parameter dengan penyebaran kuesioner terhadap divisi operasional, perawatan, tim pendukung ( Field Engineering Support, Laboratory, Medical dan Facility Management). Hasil analisis data menyebutkan bahwa evaluasi internal yang dilakukan oleh PT X masih kurang dimana terdapat unsur-unsur yang belum dimasukkan dalam evaluasi tersebut, antara lain keterlibatan pekerja dalam penentuan baseline, goal setting dan komitmen pekerja dan manajemen dalam pemberian feedback. Dan ditemukan bahwa reinforcement merupakan faktor penting dalam menjalankan program BBS ini. Key words: BBS, involvement, worker and management commitment, consistency program plays an important role to create zero accidents. The implementation of behavior-based safety program is focused to observe the behavior which is in observation will create unsafe behavior awareness and improve safe behavior. PT X has implemented BBS program from 2008-2016 and got good internal evaluation results, but after crosscheck directly to observer (employee), found observation practice which is not in accordance with BBS rules which it can influence the results of internal evaluation PT X, indicated when reinforcement is eliminated, the number of observers decreased by 68.2%. The purpose of this study is to evaluate the BBS program in PT X. This research is a descriptive research with quantitative approach. The evaluation was conducted using 3 large parameters, with a total of 8 subparameters with questionnaires distributed to the operational, maintenance, support gorup (Field Engineering Support, Laboratory, Medical and Facility Management) divisions. The results of the data analysis indicate that the internal evaluation conducted by PT X is still lacking where there are elements that have not been included in the evaluation, including the involvement of workers in determining the baseline, goal setting and commitment of workers and management in giving feedback. And found that reinforcement is an important factor in implementing BBS program. Key words: BBS, involvement, worker and management commitment, consistency
Read More
T-5064
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Novie Irawaty Laura Manurung; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Adang Bachtiar, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Galuh Budhi Leksono Adhi, Retno Kusuma Dewi
Abstrak:
Read More
Pada tahun 2022, diperkirakan TBC anak 0-14 tahun menyentuh angka tertinggi yaitu 12% dari total kasus global atau sebesar 1,3 juta jiwa setiap tahunnya dan setengahnya merupakan anak dibawah usia 5 tahun. Indonesia berada pada peringkat kedua TBC terbanyak dimana 9,7% diantaranya adalah kasus TBC anak. Tingkat cakupan penemuan kasus TBC anak mencapai 158% namun penegakan TB pada anak yang cenderung sulit masih menjadi tantangan di lapangan, kemungkinan overdiagnosis atau underdiagnosis pada kasus anak masih cukup besar. Faktor sumber daya kesehatan dan faktor akses pelayanan kesehatan menjadi kendala dari penemuan kasus TBC anak secara aktif dan pasif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan faktor yang berhubungan dengan cakupan penemuan kasus tuberkulosis anak di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross sectional) dan dengan unit penelitian 514 kabupaten kota di Indonesia. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa masih terdapat ketimpangan pada tingkat cakupan penemuan kasus TB anak, faktor ketersediaan SDM kesehatan yang terlatih, ratio ketersediaan faskes, realisasi belanja kesehatan per kapita, pelaporan dengan SITB, keterlibatan komunitas, tingkat kemiskinan, dan kewilayahan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan cakupan penemuan kasus TBC anak adalah pelaporan fasilitas kesehatan menggunakan SITB, keterlibatan komunitas,tingkat kemiskinan, dan kewilayahan. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan tingkat cakupan penemuan kasus TBC anak adalah keterlibatan komunitas masyarakat. Wilayah kabupaten kota yang memiliki keterlibatan komunitas masyarakat berpeluang 4,059 kali (95% CI 2,360-6,983) untuk cakupan penemuan kasus TBC anak tercapai dibandingkan dengan wilayah kabupaten kota yang tidak memiliki keterlibatan komunitas masyarakat setelah variabel lainnya dikontrol. Keterlibatan komunitas masyarakat untuk mendukung program TBC akan meningkatkan penemuan kasus TBC anak secara aktif dengan terselenggaranya kegiatan investigasi kontak dan skrining TB yang semakin kuat di masyarakat
In 2022, it is estimated that tuberculosis (TB) in children 0–14 years old will touch 12% of the total global cases (1.3 million children), meanwhile in Indonesia 9.7% of the total case being childhood TB. The coverage rate of finding childhood TB reaches 158%; however, difficulty diagnosing tuberculosis in children is still a challenge in the field. The possibility of overdiagnosis or underdiagnosis is still quite large. Health resource factors and health service access factors are obstacles to the implementation of active and passive discovery of childhood TB. The purpose of this study is to determine the determinants of factors related to the scope of finding childhood TB in Indonesia. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design and with research units from 514 urban districts in Indonesia. The findings of this study reveal that there are still inequalities in the level of coverage of finding childhood TB due to factors such as the availability of trained human resources, the ratio of availability of health facilities, the realisation of health spending, reporting with SITB, community involvement, poverty levels, and territoriality. Factors related to the coverage of finding childhood TB are the reporting of health facilities using SITB, community involvement, poverty rates, and territoriality. The most dominant variable related to the level of coverage for finding child TB cases is community involvement. It was possible to find 4,059 times as many cases of childhood TB (CI 95% 2,360–6,983) in districts with community involvement as in districts without community involvement, even when other factors were taken into account. Community involvement to support TB programmes will increase the discovery of active child TB cases by conducting stronger contact investigations and TB screening activities in the community.
T-6854
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Justhanto Mongan; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Dadan Erwandi, Djoko SUsanto, Irma Setiawati
Abstrak:
Penelitian ini memiliki tujuan umum untuk menganalisis praktek manajemen K3 terkait motivasi pekerja PT PQR sehingga dapat menjadi dasar pertimbangan dalam pembuatan kebijakan manajemen terkait K3 yang lebih tepatsasaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed approachatau semi kuantitatif dengan desain cross sectional. Kombinasi ini dilakukanuntuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian yang tidak sepenuhnya dapatdijawab dengan pendekatan kualitatif ataupun kualitatif. Hasil dalam penelitiansebagai berikut : (1) Penelitian menunjukan bahwa rata-rata dimensi yang diamatiberada pada skala 5 atau dalam skala sangat sesuai. Hal tersebut menunjukkanbahwa motivasi keselamatan terkait praktik manajemen sudah tinggi dan perlu dipertahankan kedepannya. (2) Komunikasi keselamatan dan umpan balik di ketahui merupakan faktor yang dipersepsikan paling rendah di bandingkan faktor yanglain. Namun berbeda dengan hasil wawancara yang menunjukkan bahwa : Komunikasi Keselamatan dan Umpan Balik terlihat sudah cukup berjalan denganbaik. Hal ini menujukkan adanya perbedaan antara hasil kuesioner dengan hasil wawancara. (3) Hasil penelitian menujukkan bahwa terhadap hubungan yang bermakna antara komitmen amanjemen pelatihan keselamatan, keterlibatan karyawan, komunikasi keselamatan dan umpan balik, peraturan dan prosedur keselamatan, kebijakan promosi keselamatan dengan motivasi keselamatan. Hal tersebut menujukkan bahwa motivasi keselamatan kerja karyawan di PT PQR initerkait dengan komitmen amanjemen pelatihan keselamatan, keterlibatan karyawan, komunikasi keselamatan dan umpan balik, peraturan dan prosedur keselamatan, dan kebijakan promosi keselamatan. Kata Kunci: Komitmen Manajemen, Pelatihan Keselamatan, Keterlibatan Karyawan, Komunikasi Keselamatan Dan Umpan Balik, Peraturan Dan ProsedurKeselamatan, Kebijakan Promosi Keselamatan dan Motivasi Keselamatan
This study purpose is to analyze Occupational Health and Safety (OHS)management practices related to worker motivation at PT PQR to use in makinggood safety management policy related OSH. The approach used in this study isa mixed or semi-quantitative with a cross-sectional design. This combination isused to answer the research questions that can not fully answered by qualitativeor qualitative approach. The results of the study as following: (1) Research showsthat the average dimensions are observed mostly at 5 in scale or in high scale. Itshows that management practices related to safety motivation is high and needs tobe maintained in the future. (2) Safety Communication and feedback are the mostlower factor compared to the other factors. However, the results of the interviewsshowed that: Safety Communication and Feedback perform well on the field bythe mamagment. This shows the difference between the results of thequestionnaire with the interview. (3) The results showed that the significantrelation between management commitment, safety training, employeeinvolvement, safety communication and feedback, regulations and safetyprocedures, safety promotion policy with safety motivation. It shows that themotivation for the employee's safety PT PQR is linked to managementcommitment, safety training, employee involvement, safety communication andfeedback, regulations and safety procedures, and safety promotion policies.Keywords: Management Commitment, Safety Training, Employee Involvement,Safety Communication and Feedback, Regulations and Safety Procedures, SafetyPromotion Policy and Safety Motivation
Read More
This study purpose is to analyze Occupational Health and Safety (OHS)management practices related to worker motivation at PT PQR to use in makinggood safety management policy related OSH. The approach used in this study isa mixed or semi-quantitative with a cross-sectional design. This combination isused to answer the research questions that can not fully answered by qualitativeor qualitative approach. The results of the study as following: (1) Research showsthat the average dimensions are observed mostly at 5 in scale or in high scale. Itshows that management practices related to safety motivation is high and needs tobe maintained in the future. (2) Safety Communication and feedback are the mostlower factor compared to the other factors. However, the results of the interviewsshowed that: Safety Communication and Feedback perform well on the field bythe mamagment. This shows the difference between the results of thequestionnaire with the interview. (3) The results showed that the significantrelation between management commitment, safety training, employeeinvolvement, safety communication and feedback, regulations and safetyprocedures, safety promotion policy with safety motivation. It shows that themotivation for the employee's safety PT PQR is linked to managementcommitment, safety training, employee involvement, safety communication andfeedback, regulations and safety procedures, and safety promotion policies.Keywords: Management Commitment, Safety Training, Employee Involvement,Safety Communication and Feedback, Regulations and Safety Procedures, SafetyPromotion Policy and Safety Motivation
T-4248
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
