Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 11 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mugeni Sugiharto dan Oktarina
BPSK Vol.17, No.3
Surabaya : Balitbangkes Kemenkes RI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Theresia; Pembimbing : Sandi Iljanto; Penguji: Purnawan Junadi, Endah Saras Wati
Abstrak: Tahun 2013, Program Jamkesda menambah jumlah peserta dari 183.791 menjadi 280.974 dan memberlakuan kerjasama dengan 16 rumah sakit di luar Kota Depok.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor penentu pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan oleh peserta Jamkesda di Kota Depok. Desan penelitian adalah cross sectional dengan sampel 107 orang yang dipilih viiipurposive dari populasi 183.791 orang. Variabel dianalisis dengan analisis bivariat. Berdasarkan analisis diketahui bahwa utilisasi secara langsung dipengaruhi aksesibilitas (biaya,jarak, waktu ke fasilitas kesehatan) dan nilai pengetahuan. Agar utilisasi lebihbaik, promosi kesehatan, mempermudah aksesibilitas penting untuk dilakukan. Kata Kunci : Utilisasi, Jamkesda, aksesibilitas.
Read More
S-8252
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Margaretha Kurnia; Pembimbing: Dumilah Ayuningtya; Penguji: Kurnia Sari, Atik Nurwahyuni, Triwandha Elan, Rubaeah
Abstrak: Abstrrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan yang berhubungan dengan penyakit kanker pada peserta Jamkesda Kota Bogor Tahun 2010. Desain penelitian adalah cross sectional dengan menggunakan data sekunder berupa hasil Pendataan Keluarga Untuk Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Daerah Di Kota Bogor Tahun 2010 serta dilengkapi penelitian kualitatif di Dinas Kesehatan Kota Bogor. Sampel penelitian adalah Kepala Keluarga yang menderita kanker dan yang tidak berpenyakit sebanyak 1830 responden. 
Hasil penelitian menemukan bahwa faktor determinan sosial yang berhubungan dengan penyakit kanker pada peserta Jamkesda Kota Bogor adalah jenis kelamin (p=0,001), pendidikan (p=0,070), pekerjaan (p=0,000) dan perilaku merokok (p=0,000). Disarankan untuk meningkatkan koordinasi lintas bidang dan lintas program dalam upaya promotif dan preventif pengendalian penyakit kanker di Dinas Kesehatan Kota Bogor serta kebijakan perluasan manfaat berupa pemeriksaan screening penyakit kanker pada peserta Jamkesda Kota Bogor. 
This study aims to analyze the link between determinant factor and cancer in Bogor Jamkesda participants in 2010. The study design was a cross sectional study using secondary data from Household Survey for Health Insurance In Bogor in 2010 and equipped with qualitative research in Bogor Health Office. The samples were heads of household who had cancer and who had no disease as much as 1830 respondents. 
The study found that social determinant factors related to cancer in Bogor Jamkesda participants were gender (p =0.001), education (p = 0.070), occupation (p = 0.000) and smoking behavior (p = 0.000). It is recommended to improve the coordination between programs in preventive and promotive cancer control policies and expansion of Jamkesda benefits in the form of cancer screening examinations on Bogor Jamkesda participants.
Read More
T-3827
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herly Agfan; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Pujiyanto, Sari Nur Arofah
S-9593
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elga Hedianty Putri; Ascobat Gani; Penguji: Atik Nurwahyuni, Khaidarmansyah
Abstrak:
Integrasi Jamkesda di Kota Bandar Lampung telah diselenggarakan sejak tahun 2017 dengan didaftarkannya sebanyak 800 orang penduduk sebagai Peserta PBI APBD Program JKN-KIS. Meskipun integrasi Jamkesda telah dilakukan, Kota Bandar Lampung tetap mempertahankan pelaksanaan P2KM atau program jaminan kesehatan gratis bagi seluruh penduduk Kota Bandar Lampung dengan alasan kemampuan fiskal daerah. Kondisi ini menghambat tercapainya universal health coverage (UHC) di Kota Bandar Lampung, sehingga perlu dilakukan analisis terhadap upaya Pemerintah Kota Bandar Lampung mencapai UHC ditinjau dari 4 (empat) aspek tata kelola jaminan kesehatan, yaitu aspek kepesertaan, manfaat, penyedia pelayanan kesehatan, dan keuangan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 16 informan yang terlibat dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan di Kota Bandar Lampung, serta telaah dokumen terhadap produk kebijakan pelaksanaan jaminan kesehatan di Kota Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Bandar Lampung telah mengintegrasikan sebagian penduduknya ke dalam JKN, yaitu sebanyak 53.438 Peserta PBPU Pemda dan menyediakan anggaran sebesar Rp29.824.334.795,00 pada tahun 2022. Sedangkan, penduduk yang belum terdaftar sebagai Peserta JKN atau asuransi kesehatan lainnya akan ditanggung biaya pengobatannya oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui P2KM dengan sistem klaim kepada fasilitas kesehatan. Namun, manfaat yang dijamin dan jaringan penyedia pelayanan kesehatan yang telah bekerja sama pada P2KM masih terbatas. Agar seluruh masyarakat Kota Bandar Lampung dapat memperoleh manfaat pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif dan akses kepada fasilitas kesehatan yang lebih luas, serta tercapainya UHC di Kota Bandar Lampung, maka Pemerintah Kota Bandar Lampung perlu mengintegrasikan P2KM ke dalam JKN, yaitu dengan mendaftarkan 130.279 penduduk Kota Bandar Lampung dan menyediakan anggaran sebesar Rp81.006.609.600,00 per tahun.

The integration of regional health insurance scheme (Jamkesda) in Bandar Lampung has been held since 2017 with the registration of 800 residents as PBI APBD Participants for the JKN-KIS Program. Even though the integration of Jamkesda has been carried out, Bandar Lampung continues to implement the P2KM or free health insurance program for all residents of Bandar Lampung with the consideration of their fiscal capacity. This condition hinders the achievement of universal health coverage (UHC) in Bandar Lampung, therefore it is necessary to analyze Bandar Lampung Local Government’s efforts to achieve UHC in terms of 4 (four) aspects of health insurance governance, namely aspects of membership, benefits, health service providers, and finance. This research is a qualitative research conducted through in-depth interviews with 16 informants involved in the implementation of health insurance in Bandar Lampung, as well as a review of documents on product policies for implementing health insurance in Bandar Lampung. The results of the study show that the Government of Bandar Lampung City has integrated part of its population into JKN, namely as many as 53,438 PBPU Pemda Participants and has provided a budget of Rp29,824,334,795.00 in 2022. Meanwhile, residents who have not been registered as JKN Participants or other health insurance will become the Government of Bandar Lampung City’s responsibility to bear the cost of treatment through P2KM with a claim system for health facilities. However, the benefits guaranteed and the network of health service providers who have collaborated on P2KM are still limited. In order for all the people of Bandar Lampung to benefit from more comprehensive health services and access to wider health facilities, as well as achieving UHC in Bandar Lampung, the Government of Bandar Lampung needs to integrate P2KM into JKN, namely by registering 130,279 residents of Bandar Lampung and provided a budget of Rp81,006,609,600.00. per year.
Read More
S-11225
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurhidayat B.; Pembimbing: Prastuti C. Soewondo; Penguji: Atik Nurwahyuni, Vetty Yulianty Permanasari, Triana Puspita Dewi, Farida Indyastuti
Abstrak: Sumber penerimaan terbesar rumah sakit adalah pasien rawat inap persalinan Jam kesda. Integrasi Jamkesda dengan BPJS Kesehatan, akan merubah sistempembayaran dari retrospektif menjadi prospektif. Penelitian ini bertujuan menggambarkan potensi selisih penerimaan rumah sakit berdasarkan tarif Perdadan INA-CBGs serta strategi menghadapi potensi selisih tersebut. Penelitian ini merupakan gabungan kuantitatif dan kualitatif, menggunakan 660 tagihan danrekam medis pasien persalinan Jamkesda Tahun 2013. Komponen biaya terbanyakadalah jasa medis, BHP, jasa sarana, obat dan jasa pelayanan. Selisih terbesar pada persalinan dengan sectio secaria dengan rata-rata Rp.3.373.669/pasien. Diperlukan strategi melalui pengelolaan dokter, perawat dan tenaga farmasi, pengawasan, SIM-RS, rekam medis dan billing, perhitungan biayaserta identifikasi pelayanan dan pasar.Kata kunci : jamkesda; prospektif; retrospektif; selisih; strategi.
Read More
T-4204
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arinda Kurnitasari; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Atik Nuyrwahyuni, Yulia Oktavia
Abstrak: Skripsi ini membahas mengenai utilisasi pelayanan rawat inap program Jamkesda Kota Yogykarta tahun 2013-3015 berdasarkan jenis kepesertaan, jenis kelamin, umur, dan kelas rumah sakit. Penelitian ini adalah penelitian analisiskuantitaf yang bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan mengolah data sekunder yang di dapat dari tempat penelitian. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Seluruh data klaim dari 1 Januari 2013 s/d 31 Desember 2015 digunakan sebagai sampel. Analisis yang dilakukan adalah analisis Univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengguna pelayanan rawat inap program Jaminan kesehatan Daerah Kota Yogyakarta menurun hingga setengahnya dari tahun 2013 ke tahun 2015 yaitu dari 4.644 menjadi 2.422 yang sebanding dengan peningkatan jumlah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sedangkan rerata cost sharing pengguna berkisar Rp 1.004.640 s/d Rp 1.279.369 yang menunjukkan bahwa kemampuan bayar pengguna Jamkesda setara iuran BPJS kesehatan selama tiga tahun. Jumlah kasus rawat inap dari semua kelompok peserta menurun tetapi rata-rata biaya rawat inapnya memiliki tren bervariasi yang dipengaruhi besaran biaya diagnosis penyakit dan besaran cost sharing, yaitu pada tahun 2013 sebesar 28,7% naik menjadi 40% pada tahun 2014 dan turun di tahun 2015 menjadi 26,2%. Jumlah kasus untuk jenis kelamin perempuan lebih tinggi yaitu 1.933 (55,4%) dan 1.371 (56,6%). Meskipun demikian, rata-rata biaya rawat inap untuk jenis kelamin lakilaki selalu lebih tinggi dari jenis kelamin perempuan. Jumlah kasus terbanyak pada umur 0-4 tahun (>10%) kemudian menurun hingga umur 10-14 tahun (<4%) lalu naik lagi hingga puncaknya pada umur 50-54 tahun (7,6%-10,6%) dan setelah itu menurun hingga umur 80+. Rata-rata biaya rawat inap semakin tinggi sebanding dengan kenaikan klasifikasi kelas rumah sakit. Rumah sakit kelas A adalah yang paling tinggi rata-rata biaya rawat inapnya dan rumah sakit kelas B adalah rumah sakit yang paling banyak penggunanya sedangkan rumah sakit kelas C penggunanya paling sedikit Kata kunci: Jamkesda; Pelayanan Rawat Inap; Utilisasi
Read More
S-9045
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fridamarva Yasmine; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Toni Kusdianto
Abstrak: Skripsi ini menganalisis bauran promosi layanan medical check up di RS AzzraBogor tahun 2013-2014. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah Berdasarkan data kunjungan medical check up dari tahun 2011-2014 dilihat jumlah kunjungan dari tahun ke tahun perubahan yang fluktuatif serta dilihat dari dataperusahaan yang bekerja sama untuk layanan medical check up adanya penurunanjumlah perusahaan yang bekerja sama dengan rumah sakit Azzra Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kegiatan bauran promosi layanan medical check updi rumah sakit Azzra tahun 2013-2014 dilihat dari aspek input, proses, output. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara mendalamterhadap manajer marketing, kepala bagian marketing dan staff marketing di rumahsakit Azzra Bogor. Dilakukan pula observasi dan telaah data sekunder dari rumahsakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum efektifnya kegiatan bauran promosi yang dilakukan oleh rumah sakit Azzra untuk layanan medical check up bagi perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah kunjungan yang menurun dan cenderung tidak stabil.Kata kunci :Promosi, pemasaran, medical check up, koorporat
This thesis analyzes the promotional mix service medical check-up at hospitalAzzra Bogor in 2013-2014. The raised issues in this study are based on data fromthe medical check-up visit in 2011-2014 seen the number of visits from year toyear the fluctuating changes and seen from the data of companies workingtogether to medical check-up services to a decrease in the number of companiesworking with the home Bogor Azzra pain. The purpose of this study was todetermine the mix of promotional activities medical check-up services at hospitalsAzzra in 2013-2014 from the aspects of input, process, output. This study is aqualitative research by conducting in-depth interviews marketing manager, headof marketing and marketing staff in the hospital Azzra Bogor. Also conductedobservation and study of secondary data from hospital. The results showed thatthe ineffectiveness of the promotional mix of activities undertaken by Azzrahospital for medical check-up services for the company. It can be seen from thenumber of visits decreases and tends to be unstable.Keywords:Promotion, marketing, medical check-up, coorporate.
Read More
S-8376
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fridamarva Yasmine; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Vetty Yulianty Permansari, Toni Kusdianto
Abstrak: BPJS sudah berjalan sejak tanggal 01 Januari 2014, salah satu program proteksisosial yang belum bergabung dengan BPJS, yaitu Jaminan Kesehatan Daerah(JAMKESDA) khususnya di daerah Kota Tangerang Selatan. Untuk itu perlu adanyasuatu evaluasi program JAMKESDA sehingga dapat menjadi pembanding antaraperencanaan dan kenyataan yang ada di lapangan serta dapat mengetahuipelaksanaan JAMKESDA setalah BPJS berjalan. Penelitian ini merupakan penelitiankualitatif yang menggunakan pendekatan sistem sehingga bertujuan untukmengertahui bagaimana input proses dan output program JAMKESDA pada eraJKN. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pelaksanaan programJAMKESDA sudah berjalan dengan baik. Kendala utama dalam programJAMKESDA di Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan adalah terlambatnya klaimdari rumah sakit yang mengakibatkan terlambatnya pelaporan. Persiapan yangdilakukan untuk bergabung dengan BPJS pada tahun 2015 nanti adalah pegawaipelaksana program sedang melakukan validasi data ulang untuk mengetahui wargaTangerang Selatan yang layak untuk masuk dalam BPJS. Dengan demikian, tidakada perubahan yang signifikan pada program JAMKESDA di era JKN, hanya sajaperlu penambahan kualitas dan kuantitas pegawai serta peningkatan sarana dan prasarana, selain itu pelajaran yang dapat diambil ketika JAMKESDA bergabung dengan BPJS adalah perlunya kesiapan sistem, kebijakan pemerintah daerah serta puskesmas sebagai gate keeper.Kata kunci : Analisis pelaksanaan, Program JAMKESDA, JKN, Sistem
BPJS been running since the date of January 1, 2014, one of the social protectionprograms that have not joined the BPJS, the Regional Health Insurance(JAMKESDA) especially in the area of South Tangerang City. For that there needsto be an evaluation of the program so that it can be JAMKESDA comparisonbetween planning and reality on the ground as well as to know the implementationJAMKESDA after BPJS. This study is a qualitative research using a systemsapproach that aims to determine how the process input and output JAMKESDAprogram at JKN era. Based on this research, it is known that the implementation ofthe program has been running well JAMKESDA. The main obstacle in JAMKESDAprogram in South Tangerang City Health Department is delayed claims fromhospitals that resulted in delays in reporting. Preparations are being made to join in2015 BPJS is implementing employee programs are being re-validate data todetermine the South Tangerang residents eligible for entry in BPJS. Thus, there wasno significant change in the program JAMKESDA in JKN era, only need theaddition of the quality and quantity of personnel and improvement of facilities andinfrastructure, in addition to the lessons that can be taken when JAMKESDA joinBPJS is the need for system readiness, government policy and health centers as agate keeperKeywords: Analysis of implementation, JAMKESDA, JKN, System
Read More
S-8377
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Demitria Aghnia Rachma Effendy; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Vetty Yulianty, Fikrotul Ulya
Abstrak:
Skripsi ini membahas terkait implementasi sistem Surat Jaminan Pelayanan (SJP) Online dalam program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Kota Depok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi sistem Surat Jaminan Pelayanan (SJP) Online dalam program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang dilaksanakan di wilayah Kota Depok. SJP Online merupakan bentuk digitalisasi pelayanan yang bertujuan untuk memudahkan pencatatan, pelaporan, dan proses klaim rumah sakit dengan prosedur yang cepat. Dalam pelaksanaan SJP Online di lapangan, masih terdapat masalah atau kendala dalam Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bersifat data deskriptif dengan metode pengumpulan data wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Hasil dan pembahasan penelitian menggunakan perspektif teori sistem, yaitu input, process, output. Hasil penelitian terkait pelaksanaan SJP Online di Kota Depok dapat dikatakan sudah sesuai dengan kebijakan dan standar yang berlaku, namun suatu kendala-kendala masih terjadi dalam pelaksanaannya. Kendala-kendala, seperti kurangnya jumlah verifikator dalam kepegawaian SJP Online Dinkes Kota Depok, anggaran dana, sarana dan prasarana di Dinkes Kota Depok, struktur organisasi di Puskesmas, motivasi, serta sistem error masih terjadi dalam pelaksanaan SJP Online. Meskipun demikian, upaya perbaikan dan peningkatan kualitas dilakukan dalam pelaksanaan SJP Online di Kota Depok.

This thesis discusses the implementation of the Online Service Guarantee Letter (SJP) system in the Depok City Regional Health Insurance (Jamkesda) program. The purpose of this study was to determine the implementation of the Online Service Guarantee Letter (SJP) system in the Regional Health Insurance (Jamkesda) program which was implemented in the Depok City area. SJP Online is a form of digitizing services that aims to facilitate the recording, reporting, and processing of hospital claims with fast procedures. In the implementation of SJP Online in the field, there are still problems or obstacles. This research is a descriptive qualitative research with data collection methods of in-depth interviews, observation, and document review. The results and discussion of the research use a systems theory perspective, namely input, process, and output. The results of research related to the implementation of SJP Online in Depok City can be said to be in accordance with applicable policies and standards, but there are still obstacles in its implementation. Obstacles, such as the lack of verifiers in the Depok City Health Office's Online SJP staffing, budget funds, facilities and infrastructure at the Depok City Health Office, organizational structure at the Puskesmas, motivation, and system errors still occur in the implementation of SJP Online. Nevertheless, efforts to improve and improve quality are carried out in the implementation of SJP Online in Depok City.
Read More
S-11153
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive