Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 12 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Diesty Eka Kurnia Wati; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Chandra Satrya, Delvi Yolanda
Abstrak: Bahaya psikososial kerja adalah salah satu bahaya yang ada di tempat kerja, namun karena sifatnya yang abstrak sehingga sulit untuk diidentifikasi. Dengan menggunakan referensi dan model-model stress kerja, kesulitan ini dapat teratasi. Dalam skripsi ini, penulis membahas persepsi bahaya psikososial di tempat kerja pada pekerja di bagian direct service PT.Trakindo Utama Cabang Jakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian ini menyarankan bahwa perusahaan perlu lebih mensosialisasikan tentang bahaya psikososial kerja ini dengan memasukkan ke dalam program-program Safety Health Environment (SHE) yang telah berjalan, seperti training, IBPR, Family gathering, dan sebagainya. Hal ini penting untuk diperhatikan agar dampaknya dapat dicegah dan dikendalikan sedini mungkin, seperti meningkatnya angka absensi dan resign, timbulnya stress kerja, atau bahkan kecelakaan kerja.
Read More
S-5617
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Yana; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Amila Megraini, Enie Rochaeni, Sumijatun
Abstrak: Tesis ini membahas tentang stres kerja serta faktor yang mempengaruhi stres kerjapada perawat IGD RSUD Pasar Rebo Tahun 2014. National Institute forOccupational Safety and Health (NIOSH) membagi faktor yang mempengaruhistres kerja menjadi faktor kondisi pekerjaan, non pekerjaan, individu dandukungan. Penelitian dilakukan pada 24 perawat IGD. Desain penelitian yangdigunakan adalah deskriptif observasional dengan metode cross sectional.
Padapenelitian ditemukan 45,8% perawat mengalami stres yang tinggi. Perbedaanproporsi terbesar ditemukan pada faktor individu (kepercayaan diri) dan dukungan(dukungan atasan). Hasil merekomendasikan perbaikan deskripsi kerja yang lebihjelas dan akurat serta pelatihan komunikasi terkait upaya manajemendalammengelola stres kerja.
This study discusses work stress and the factors that affect work stress amongnurses In Emergency Room in RSUD Pasar Rebo 2014. National Institute forOccupational Safety and Health (NIOSH)categorizes the factors that influencework stress, which are as job stressor, non-work, individual, and support factors.This study was conducted among 24 emergency room nurses at RSUD PasarRebo. Descriptive observational cross-sectional method was used in this study.
The results found that 45.8% of nurses experienced high stress. The largestproportionswere found in individual factor (self-esteem) and support (supervisorsupport). This study recommend improvements on clearer job descriptions andaccurate communication and training related to management efforts in managingwork stress.
Read More
B-1628
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Wahyuningsih; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Dadan Erwandi, Hanny Harjulianti, Istiati Suraningsih
T-4233
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nugroho Aji Andika; Pembimbing: Baiduri; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Dadan Erwandi, Ramzy Siddiq Amier, Muhidin
T-5060
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Permata Sari; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Hendra, Nurul Sugiarti
S-7858
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novalita Lamanda Putri; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Farida Tusafariah
Abstrak: Stres kerja merupakan salah satu risiko penurunan kemampuan kerja, yang berdampak kepada produktifitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stres kerja dengan kemampuan kerja pada operator mesin cetak di PT. X. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diadaptasi dari Niosh Gereric Job Stress Questionnare dan Work Ability Index. Variabel pekerjaan sebagai faktor penyebab stres memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stres yaitu variabel lingkungan kerja, disain kerja, dukungan dalam pekerjaan, dan perkembangan karir. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat stres kerja mempengaruhi kemampuan kerja pekerja, dengan proporsi 80,6% pekerja yang mengalami stres berat memiliki kemampuan kerja buruk, dengan odd ratio 8, sehingga pekerja yang mengalami stres berat memiliki risiko 8 kali lebih tinggi untuk memiliki kemampuan kerja yang buruk dibandingkan pekerja yang mengalami stres ringan.
 

Job stress is one of risk factor to work ability impairment, which has impact to productivity. The purpose of this research is to analyze the relation between stress level and work ability on press- machine operator in PT. X year 2014. This research is quantitative research with cross sectional design study. Data is collected using questionnaire which is adapted from Niosh Gereric Job Stress Questionnare and Work Ability Index. Job factor which has significant relation with job stress is work environment, work design, social support, and career development. This research show that there is a siginificant relation between job stress, and work ability, with proportion 80,6% workers that had heavy work related stress has poor work ability. Based on chi square test, worker with heavy stress have risk until 8 times higher to have work ability impairment, than worker with light stress.
Read More
S-8326
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gatha Haris Widodo; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Baiduri Widanarko, Neni Julyatri Sagala
Abstrak: Perkembangan bisnis yang pesat di Indonesia saat ini menuntut pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di setiap tempat kerja termasuk sektor kesehatan. Laboratorium merupakan salah satu sarana dalam sektor kesehatan yang dituntut dapat unggul dalam memberikan pelayanan kepada konsumen. PT. X adalah salah satu laboratoium swasta di Indonesia yang sudah memiliki beberapa penghargaan. Bagian pelayanan menjadi salah bagian terpenting dalam suatu sistem produksi di perusahaan ini. Penilaian terhadap faktor-faktor bahaya psikososial yang berhubungan dengan stres pada pekerja bagian pelayanan di PT. X cabang se-Jabodetabek belum pernah dilakukan sebelumnya, dimana pencatatan mengenai penilaian terhadap faktor-faktor yang berhubungan dengan stres dan pengendaliannya belum tersedia sebagai suatu dokumen K3 yang dapat disosialisasikan bagi seluruh elemen bagian pelayanan di PT. X cabang se-Jabodetabek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor bahaya psikososial yang berhubungan dengan tingkat stres pekerja bagian pelayanan di PT. X cabang se-Jabodetabek tahun 2016. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan bagian pelayanan yang berjumlah 291 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari instansi terkait dan data primer yang diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada responden. Dari hasil penelitian didapatkan 51,2% responden mengalami stress kerja tinggi dan 48,8% mengalami stres kerja rendah. Hasil analisis bivariat dengan tingkat kemaknaan 5%, diperoleh lima faktor yang berhubungan dengan stres kerja yakni budaya dan fungsi organisasi dengan p value 0,001, peran dalam organisasi dengan p value 0,002, pengembangan karir 0,001, hubungan interpersonal dengan p value 0,001, dan peralatan kerja dengan p value 0,001. Dari hasil penelitian tersebut perusahaan harus segera mengambil tindakan pengendalian untuk guna mencegah terjadinya stres di kalangan pekerja dan yang akhirnya bisa merugikan pekerja dan perusahaan sendiri.
Read More
S-9203
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arie Januarius Putra; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Baiduri Widanarko, Mufti Wirawan, Hanny Harjulianti, Diantika Prameswara
Abstrak:
Stres kerja merupakan tantangan besar dalam kesehatan kerja yang berdampak negatif pada kesehatan fisik, mental, dan produktivitas pekerja. Aparatur Sipil Negara (ASN) menghadapi tuntutan kerja tinggi yang berpotensi menyebabkan stres, namun penelitian mengenai faktor psikososial yang mempengaruhinya masih terbatas di Indonesia. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor psikososial yang mempengaruhi terjadinya stres kerja di Balai Besar Pelatihan X. Penelitian ini merupakan penelitian inferensial dengan pendekatan cross sectional. Analisis data dilakukan dengan chi-square untuk menganalisis hubungan dua variable dan analisis regresi logistic untuk menganalisis faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi stres kerja. Hasil penelitian menunjukkan jumlah responden yang mengalami stres sebanyak 48.7%, dengan 49.2% responden merasa memiliki tuntutan kerja yang tinggi, 55.8% memiliki kontrol pekerjaan yang rendah dan dukungan sosial yang rendah 68%. Hasil bivariat menunjukkan bahwa seluruh variable (tuntutan pekerjaan, kontrol pekerjaan dan dukungan sosial) berpengaruh secara signifikan terhadap terjadinya stres. Pada analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan mempengaruhi stres kerja adalah tuntutan tinggi. Merujuk pada tingginya tingkat stres pekerja, maka perlu adanya wellness program yang dirancang guna mengurangi tingkat stres kerja. Peneliti selanjutnya dapat menguji coba model intervensi seperti wellness program tersebut.


Job stress is a significant challenge in occupational health, harming the physical and mental health, as well as the productivity of workers. The State Civil Apparatus (ASN) faces high work demands that have the potential to cause stress; however, research on psychosocial factors that influence it is still limited in Indonesia. Therefore, the purpose of this study was to examine the psychosocial factors that contribute to the occurrence of work stress at the X Training Center. This study employs a inferential, cross-sectional approach. Data analysis was conducted using the chi-square test to examine the relationship between two variables and logistic regression analysis to identify the most significant factors influencing work stress. The results showed that 48.7% of respondents experienced stress, with 49.2% feeling they had high work demands, 55.8% having low job control and 68% experiencing low social support. The bivariate results showed that all variables (job demands, job control and social support) had a significant effect on the occurrence of stress. The multivariate analysis showed that the most dominant factor influencing work stress was high demands. In response to the high level of worker stress, a wellness program is necessary that is designed to mitigate work-related stress. Further researchers can test intervention models such as wellness programs.

Read More
T-7321
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lugina Prativi; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Farida Tusafariah
S-7625
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Asri; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Elva Adhyaksani
Abstrak: Besarnya proporsi pegawai perempuan dengan status menikah yang bekerja di puskesmas Padasuka menghadapi tekanan dari berbagai aspek sehingga menimbulkan beberapa masalah dalam kinerja pegawai. Penelitian bertujuan mengidentifikasi kinerja pegawai perempuan menikah yang mempunyai anak dipengaruhi oleh konflik peran ganda dan stres kerja. Jenis penelitiannya kuantitatif dan kualitatif, teknik pengumpulan data primer dan sekunder pada bulan april-mei 2014. Sumber informasi 11 orang. Hasil penelitian didapatkan informan mengalami konflik ringan pekerjaan–keluarga 36,4% dan keluarga-pekerjaan 27,3%, mengalami stres kerja ringan yang berasal dari pekerjaan 36,4% dan luar pekerjaan 27,3% sehingga menyebabkan kinerja menjadi rendah. Diharapkan pimpinan melibatkan pegawai dalam mengambil strategi untuk mengatasi konflik ini.
 

 
The magnitude proportion of women employees with the status married who work in health centers Padasuka face pressure from various aspects, giving rise to some problems in the performance of employees. The research aims to identify the performance of employees married who have children affected by the conflict and the dual role of work stress. Types of quantitative and qualitative research, techniques of primary and secondary data collection in April-May 2014. Sources of information from 11 people. The results showed the informant suffered a mild work-family conflict by 36.4% and 27.3% family-work, light work stress stemming from work 36.4% and 27.3% outside of work, causing the performance to be low. It is expected that leaders engage employees in taking the strategy to resolve this conflict.
Read More
S-8356
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive