Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 28 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Puti Farisa; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dian Ayubi, Dini Dachlia
Abstrak:

Kegagalan kontrasepsi merupakan salah satu penyebab terjadinya kehamilan yangtidak diinginkan. Kehamilan yang tidak diinginkan akan meningkatkan angkaaborsi yang disengaja dan angka kematian ibu dan anak. Pemilihan kontrasepsiyang tepat sesuai dengan kebutuhan akan meningkatkan efektivitas fungsikontrasepsi dalam menunda, menjarangkan dan menghentikan kehamilan. Tujuanpenelitian ini adalah untuk melihat kejadian kegagalan kontrasepsi berdasarkandeterminannya pada wanita usia subur 15-49 tahun di Indonesia tahun 2017. Desainpenelitian yang digunakan adalah potong lintang dan menggunakan data hasilsurvei SDKI 2017. Hasil penelitian didapatkan bahwa kejadian kegagalankontrasepsi di Indonesia tahun 2017 sebesar 18,2%. Metode yang paling banyakdipilih oleh responden adalah KB Non-MKJP yaitu sebesar 77,3%. Berdasarkankejadian gagal, kegagalan kontrasepsi terbesar ada pada pengguna KB Non-MKJPsebesar 66,1%. Kejadian kegagalan kontrasepsi pada penelitian ini memilikihubungan bermakna dengan usia, pendidikan, status ekonomi, tempat tinggal,paritas, kunjungan pelayanan KB dan pengetahuan KB pada wanita usia subur 1549 tahun diIndonesiatahun2017.

Katakunci:Kegagalankontrasepsi;metodekontrasepsi,SDKI2017


 

Contraceptive failure is one of the causes of unintended pregnancy. Unintendedpregnancies will increase the rate of induced abortion and maternal and childmortality. Choosing the right contraceptive according to the needs will increase theeffectiveness of the contraceptive function in delaying, spacing and stoppingpregnancy. The purpose of this study was to observe the incidence of contraceptivefailure by its determinants among women of childbearing age 15-49 years inIndonesia in 2017. The study design used was cross-sectional and this research wasusing data from the 2017 IDHS survey results. The results showed that the incidenceof contraceptive failure in Indonesia in 2017 was 18.2%. The contraceptive methodthat was mostly chosen by respondents was short-acting methods contraception(KB Non-MKJP), which was 77.3%. Based on failure incidents, the highestincidence of contraceptive failure was among short-acting methods contraception(KB Non-MKJP) users at 66.1%. There was a significant relationship between theincidence of contraceptive failure with age, education, economic status, residence,parity, visited by fieldworker and knowledge of contraceptives among women ofchildbearing age 15-49 years in Indonesia in 2017.

Keywords: contraceptive failure; contraceptive methods; SDKI 2017

Read More
S-11548
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Agrianti; Pembimbing: Sutiawan; Penguji: Evi Martha, Mugia Bayu Raharja
S-8343
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadia Terry Tiara; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dadan Erwandi, Rizka Ayu Intany
Abstrak: Skripsi ini membahas mengenai analisis kegagalan praktik pemberian ASI Eksklusif diWilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Penelitiandilaksanakan pada bulan Juni-Juli tahun 2018. Penelitian ini adalah penelitian kualitatifdengan 10 informan yaitu ibu yang memiliki bayi berusia 6-24 bulan yang dibagiberdasarkan kegagalan praktik pemberian ASI Eksklusifnya. Data dikumpulkan melaluiwawancara mendalam (Indepth Interview) dan dilakukan triangulasi sumber data yangmencakup bidan puskesmas dan keluarga informan. Hasil penelitian menunjukkanadanya kecenderungan hubungan antara faktor pendorong, faktor pemungkin dan faktorpenguat dengan kegagalan praktik pemberian ASI Eksklusif. Adapun faktor pendorongadalah pendidikan, pekerjaan, pengetahuan dan sikap, sedangkan faktor pemungkinadalah akses media massa (sumber informasi). Dari segi faktor penguat, dukungankeluarga dan dukungan tenaga kesehatan paling kuat pengaruhnya terhadap kegagalanpraktik pemberian ASI Eksklusif. Hasil penelitian menyarankan agar dinas kesehatanmelakukan upaya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya ASIEksklusif melalui media massa, petugas kesehatan melakukan penyuluhan dan konselingtentang ASI Eksklusif dengan media edukasi yang lebih menarik serta melakukankoordinasi dengan lintas sector seperti bidan praktik swasta dan rumah sakit terkaitpemberian ASI Eksklusif.Kata Kunci : Kegagalan ASI Eksklusif, Pengetahuan, Sikap, Dukungan Keluarga.
Read More
S-9700
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahma Laili Khairina; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Abdul Kadir, Herry Prayitno
Abstrak: Kecelakaan transportasi darat menjadi penyebab kematian urutan ke-8 di dunia dengan jumlah kematian mencapai 1,35 juta orang per tahun (WHO, 2021). Data Korlantas Polri tahun 2019 ? 2021 menunjukkan kasus kecelakaan transportasi darat di Indonesia berada di atas angka 100 ribu setiap tahunnya. Untuk mengetahui penyebab kecelakaan secara komprehensif, penelitian ini mengidentifikasi faktor kegagalan laten dan kegagalan aktif yang berkontribusi pada kasus kecelakaan transportasi darat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu 320.084 laporan kasus kecelakaan lalu lintas tahun 2019 ? 2021 milik NTMC Korlantas Polri. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan analisis berdasarkan Swiss Cheese Model. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor kegagalan laten pada kecelakaan transportasi darat di Indonesia tahun 2019 ? 2021 yaitu kondisi awal kendaraan rem tidak berfungsi (5,7%), terjadi di jalan dengan kondisi baik (92,5%), terjadi pada kondisi cuaca cerah (92,3%), dan kondisi pencahayaan terang/jelas (79,1%). Faktor kegagalan aktif pada kecelakaan kecelakaan transportasi darat di Indonesia tahun 2019 - 2021 adalah usia pengendara berusia 22 ? 29 tahun (15,7%), pengendara berpendidikan SLTA/sederajat (48,4%), pengendara yang tidak memiliki SIM (28,3%), dan pengendara yang ceroboh terhadap lalu lintas dari depan (19,0%).
Road transportation accidents are the eighth leading cause of death worldwide, reaching 1.35 million people annually (WHO, 2021). Data from the NTMC Korlantas Polri for 2019-2021 shows that the number of road transportation accidents in Indonesia is above 100 thousand every year. This study identifies latent and active failure factors contributing to Indonesia's land transportation accidents to determine the causes of accidents comprehensively. This study uses secondary data with 320,084 traffic accident case reports in 2019-2021 belonging to the NTMC Korlantas Polri. The method used is qualitative by analyzing based on the Swiss Cheese Model. The results of this study indicate latent failure factors in road transportation accidents in Indonesia in 2019-2021, namely the initial condition of the brake vehicle not functioning (5.7%), occurring on roads with suitable conditions (92.5%), occurring in sunny weather conditions ( 92.3%), and bright/clear lighting conditions (79.1%). Active failure factors in land transportation accidents in Indonesia in 2019 - 2021 are the age of drivers aged 22 ? 29 years (15.7%), drivers with a senior high school education/equivalent (48.4%), drivers who do not have a driver's license (28.3 %), and drivers who are careless towards traffic from the front (19.0%).
Read More
S-11081
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Fitrian; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Mieke Savitri, Sjahrul Amri, Rizka Hasanah
B-1960
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurlaely Presty Diasanti; Pembimbing: Sutiawan; Penguji: Milla Herdayanti, Anindita Dyah Sekarputri
Abstrak: Kehamilan tidak diinginkan menjadi penyebab utama aborsi tidak aman danberdampak buruk pada wanita yang mengalaminya serta janin yang dikandungnya. Risiko kehamilan tidak diinginkan semakin meningkat padawanita usia di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun. Penelitian ini menggunakan disain studi cross-sectional dengan menganalisis lanjut data SDKI tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan 18% wanita hamil pada usia berisiko yang memiliki kehamilan tidak diinginkan. Wanita yang mengalami kegagalan kontrasepsi berkecenderungan 8,5 kali untuk memiliki kehamilan tidak diinginkan setelah dikontrol oleh variabel umur, jumlah anak, status ekonomi, pengetahuan KB, danakses ke pelayanan kesehatan.Kata Kunci : Kehamilan tidak diinginkan, kegagalan kontrasepsi.
Unwanted pregnancy is a major cause of unsafe abortion and adverse impacton women who experience it as well as the fetus. The risk of unwanted pregnancyincreased in women aged less than 20 years and more than 35 years old. Thisstudy used a cross-sectional study design to analyze further the IDHS 2012 data.Results showed 18% of pregnant women at risk of age had unwanted pregnancies,and women who experience contraceptive failure 8.5 times tended to have anunwanted pregnancies after controlled by age, number of children, economicstatus, knowledge of family planning, and access to health care variables.Keywords : unwanted pregnancy, contraceptive failure
Read More
S-8382
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shellina Tiara Nirwana; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Toha Muhaimin, Mario Ekoriono
Abstrak: Angka total fertility rate Indonesia mengalami stagnansi pada tahun 2012 dengan rata-rata 2,6 anak pada setiap wanita selama masa reproduksinya, padahal jumah pengguna kontrasepsi terus meningkat hingga tahun 2012 mencapai 57,9%. Peningkatan jumlah pengguna kontrasepsi ini diiringi dengan kenaikan pemakaian non-MKJP sebagai metode kontrasepsi yang memiliki angka drop out cukup tinggi sehingga memicu terjadinya kegagalan kontrasepsi. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui estimasi kegagalan kontrasepsi non-MKJP pada wanita usia 15- 49 tahun di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, menggunakan disain studi cross-sectional dengan menganalisis lanjut data PMA2020. Sampel penelitian merupakan wanita berusia 15-49 tahun dan sedang menggunakan alat kontrasepsi non-MKJP yakni pil, suntik 1 bulan dan suntik 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 23% wanita yang menggunakan metode kontrasepsi non-MKJP berisiko mengalami kegagalan kontrasepsi. Wanita dengan umur 20-35 tahun, memiliki anak ≤ 3, cukup terpapar media tentang informasi kontrasepsi, tinggal di desa, berpendidikan sedang dan berpengetahuan cukup merupakan kelompok yang paling banyak mengalami kejadian kegagalan kontrasepsi. Pada kelompok tersebut, metode yang paling banyak digunakan adalah pil dan suntik 3 bulan.
Kata kunci: Kegagalan kontrasepsi, Kontrasepsi non-MKJP
Read More
S-9348
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fara Fauzia; Promotor: Nurhayati Adnan; Kopromotor: Ratna Djuwita, Radiyati Umi Partan; Penguji: Asri C. Adisasmita, Sudarto Ronoatmodjo, Trisari Anggondowati, Laniyati Hamijoyo
Abstrak:

Pendahuluan. Artritis reumatoid (AR) adalah peradangan kronik autoimun yang terutama melibatkan persendian secara bilateral dan simetris. Walaupun memiliki prevalensi yang rendah namun jika tidak diterapi secara adekuat maka akan menimbulkan masalah persendian yang bersifat permanen, kecacatan dan gangguan fungsi sendi sehingga menimbulkan dampak secara ekonomi dan sosial pada individu yang mengalaminya. Penyakit AR ini tidak dapat disembuhkan namun penyakit ini harus tetap ditatalaksana untuk mencegah progresifitas dari penyakit itu sendiri dan saat ini  prediksi kegagalan atau keberhasilan terapi MTX belum pernah  dilakukan di Indonesia terutama pengembangan terhadap suatu sistem skoring yang aplikatif, hal ini menjadi  landasan  untuk melakukan analisis faktor-faktor yang memengaruhi kegagalan pengobatan metotreksat pada pasien AR dalam hal ini dalam skala rumah sakit yang menyesuaikan dengan kondisi di Indonesia dan melakukan pengembangan sistem skoring prediktor terhadap kegagalan monoterapi metotreksat. Metode. Penelitian menggunakan desain studi kohort retrospektif yang menggunakan data rekam medis elektronik (RME) pasien poli reumatologi penyakit dalam RSCM pada kurun waktu Oktober 2020 - September 2023. Dilakukan analisis deskriptif dan bivariat dengan menggunakan analisis chi-square yang dilanjutkan dengan analisis multivariat dengan analisis model Generalized Linear Model (GLM) dengan family Poisson untuk mendapatkan nilai koefisien, RR dengan interval kepercayaan 95% dari variabel independen terhadap kegagalan terapi monoterapi metotreksat yang dilanjutkan proses eliminasi variabel melalui metode backward. Hasil. Penelitian ini mendapatkan jumlah sampel sebanyak 215 subyek setelah melalui seleksi kriteria inklusi dan eksklusi, dan didapatkan hasil bahwa jumlah sendi nyeri ≥ 6 memiliki RR 1,52 (CI 95% 1,09-2,16), obesitas memiliki RR 1,41 (CI 95% 1,04-1,24), faktor peradangan LED memiliki RR 2,21 (CI 95%1,07-4,10) dan derajat aktifitas penyakit yang tinggi dengan RR 1,36 (CI 95% 1,03-1,79) adalah variabel yang memengaruhi kegagalan monoterapi metotreksat. Pada pembentukan skoring didapatkan skoring TOLD memiliki nilai kalibrasi dari Hosmer-Lemeshow goodness of fit sebesar 0,29 dan nilai diskriminasi area under curve (AUC) pada kurva receiver operating characteristics (ROC) sebesar 0,71 (CI 95% 0,65-0,78; p-value 0,03). Kesimpulan. Jumlah sendi nyeri ≥ 6, obesitas, faktor peradangan LED dan derajat aktifitas penyakit yang tinggi adalah variabel yang memengaruhi kegagalan monoterapi metotreksat dan pembentukan skoring prediksi TOLD memiliki nilai diskriminasi dan kalibrasi yang cukup baik


 

Introduction. Rheumatoid arthritis (RA) is a chronic autoimmune inflammation that mainly involves the joints bilaterally and symmetrically. Even though it has a low prevalence, if it is not treated adequately, it will cause permanent joint problems, disability and impaired joint function, causing economic and social impacts on the individuals who experience it. RA disease cannot be cured but this disease must still be managed to prevent progression of the disease itself and currently predictions of failure or success of MTX therapy have never been carried out in Indonesia, especially the development of an applicable scoring system, this is the basis for conducting analysis of factors that influence methotrexate treatment failure in RA patients, in this case on a hospital scale that adapts to conditions in Indonesia and develops a predictor scoring system for failure of methotrexate monotherapy. Methods. The study used a retrospective cohort study design using electronic medical record (RME) data from patients in the RSCM internal medicine rheumatology clinic in the period October 2020 - September 2023. Descriptive and bivariate analysis was carried out using chi-square analysis followed by multivariate analysis using Generalized model analysis. Linear Model (GLM) with the Poisson family to obtain coefficient values, RR with a 95% confidence interval of the independent variable for failure of methotrexate monotherapy therapy, followed by a variable elimination process using the backward method. Results. This study obtained a sample size of 215 subjects after going through selection criteria for inclusion and exclusion, and the results showed that the number of painful joints ≥ 6 had an RR of 1.52 (CI 95% 1.09-2.16), obesity had an RR of 1.41 (CI 95% 1.04-1.24), inflammatory factor ESR had RR 2.21 (CI 95% 1.07-4.10) and high degree of disease activity with RR 1.36 (CI 95% 1.03 -1.79) are variables that influences the failure of methotrexate monotherapy. In forming the scoring, it was found that TOLD scoring had a calibration value from the Hosmer-Lemeshow goodness of fit of 0.29 and an area under curve (AUC) discrimination value on the receiver operating characteristics (ROC) curve of 0.71 (CI 95% 0.65-0 .78; p-value 0.03). Conclusion. The number of painful joints ≥ 6, obesity, ESR inflammatory factors and a high degree of disease activity are variables that influence the failure of methotrexate monotherapy and the formation of TOLD prediction scoring has quite good discrimination and calibration values.

Read More
D-545
Depok : FKM UI, 2024
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Aini Hidayah; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Adria Rusli
Abstrak: Pada kondisi dengan keterbatasan sumber daya untuk mengakses pemantauan viral load, pemantauan imunologis menjadi bagian dari standar perawatan terapi pasien dengan pengobatan antiretroviral yang dapat digunakan untuk menilai respon terapi. Studi ini dilakukan untuk melihat hubungan antara ketidakpatuhan pengobatan terhadap kegagalan imunologis pada pasien HIV/AIDS di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Studi kohort retrospektif dilakukan di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso pada 284 pasien HIV/AIDS dewasa yang inisiasi antiretroviral lini pertama pada periode Januari 2014-April 2018, yang diikuti selama 12 bulan waktu pengamatan. Analisis menggunakan Kaplan Meier digunakan untuk mengestimasi probabilitas kegagalan imunologis berdasarkan ketidakpatuhan pengobatan (ambil obat dan minum obat), yang signifikansinya dilihat dengan Log-Rank Test. Analisis Cox Proportional Hazard dilakukan untuk menghitung Hazard Ratio dengan 95% confidence interval. Sebanyak 29 (10,2%) pasien mengalami kegagalan imunologis dengan 4,8 per 10.000 orang hari. Kepatuhan ambil obat (aHR 1,72, 95%CI: 0,67-4,44) dan kepatuhan minum obat (aHR 1,14, 95%CI: 0,41-3,19) berasosiasi terhadap kejadian gagal imunologis, meskipun tidak signifikan. Asosiasi yang tidak signifikan ini dimungkinkan karena pemantauan imunologis bukanlah gold standard dalam menilai respon pengobatan. Perhitungan sensitivitas dan spesifisitas kegagalan imunologis terhadap kegagalan virologis pada penelitian ini yaitu 50% dan 82,66%. Monitoring kepatuhan secara berkala dan pemeriksaan CD4/viral load yang lebih tepat waktu diperlukan untuk mencegah kegagalan pengobatan lebih dini. Kata kunci: Kegagalan imunologis, kepatuhan minum obat, kepatuhan ambil obat
Read More
T-5530
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adenan; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Robiana Modjo, Doni Hikmat Ramdhan, Roslinormansyah Ridwan
T-3407
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive