Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nahda Salimah; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Ascobat Gani, Devy Pelansiani, Encep Hermawan
Abstrak: Kebijakan komunikasi risiko yang tertuang dalam Pedoman Komunikasi Risiko untuk Penanggulangan Krisis Kesehatan menjadi topik yang perlu diperhatikan sebab Indonesia merupakan negara yang sering mengalami bencana alam dan sedang mengalami bencana non-alam yaitu Pandemi COVID-19. Ada perbedaan komunikasi risiko pada penanganan COVID-19 di daerah rawan bencana. Hal ini di sebabkan ada dua ancaman sekaligus di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan komunikasi risiko dalam penanganan dan pengendalian COVID-19 di daerah rawan bencana. Penelitian ini berupa penelitian kuantitatif dan kualitaif. Desain penelitian adalah Cross Sectional dengan jumlah sampel 451 responden di Wilayah Kabupaten Pandeglang dan menggunakan teknik random sampling. Metode pengumpulan data dengan kuesioner. Metode pengumpulan data yang kedua dengan cara wawancara mendalam. Wawancara mendalam dilakukan ke 4 informan yang berasal dari BPBD Wilayah Kabupaten Pandeglang dan Dinas Kesehatan Wilayah Kabupaten Pandeglang. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat mengenai COVID-19 dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam, karena p sebesar 0,002 (p value < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan dalam pelaksanaan kebijakan, namun perlu adanya pertimbangan perubahan dalam isi Pedoman Komunikasi Risiko untuk Penanggulangan Krisis Kesehatan dan memperhatikan ketersediaan anggaran khususnya anggaran program bencana alam
Read More
T-6428
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ghina Aribah; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Eriyanto, Zulazmi Mamdy
Abstrak: Dalam situasi pandemi COVID-19, komunikasi risiko yang berkaitan denganpencegahan dan penanganan COVID-19 merupakan hal yang penting disampaikan secaraberkesinambungan melalui media massa yang mudah diakses oleh publik. Penelitian inibertujuan untuk mendapatkan gambaran komunikasi risiko dalam berita tentang COVID-19 yang dipublikasi oleh detik.com dan kompas.com. Penelitian ini menggunakan metodeanalisis isi artikel berita dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dalam ilmu komunikasi.Adapun artikel berita yang menjadi data untuk penelitian ini diambil dari tanggal 2 Maret2020 sampai 30 April 2020 dengan metode pengambilan sampel secara acak stratifikasiproporsional. Dari 212 artikel berita di detik.com dan 166 artikel berita di kompas.comdidapatkan bahwa sebagian kecil artikel berita memuat informasi mengenai ukuranepidemiologi, sifat penyakit, cara penanganan, dampak non-kesehatan dari COVID-19,dan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Hampir setengah artikel berita memuatinformasi mengenai kebijakan pemerintah daerah maupun pusat, serta sebagian besarberita pada kedua media daring tersebut memuat informasi mengenai carapencegahan. Adapun sumber informasi yang dimuat di dalam artikel berita dari keduamedia sebagian besar berasal dari institusi. Sementara jenis pesan yang paling banyakdimuat dalam artikel berita dari kedua media adalah pesan yang mengandung ancaman.Kedua media berbeda dalam penggunaan deskripsi bukti, dimana detik.com lebih seringmenggunakan bentuk naratif (studi kasus), sedangkan kompas.com lebih seringmenggunakan bentuk kombinasi antara angka, data statistik dan naratif. Media daringdisarankan lebih banyak memuat pesan efikasi yang dapat membantu publik melewatisituasi pandemi.Kata kunci: COVID-19, berita daring, komunikasi risiko, pandemi.
Read More
S-10360
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nisrina Widyasanti; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Eriyanto, Zulazmi Mamdy
Abstrak: tujuan penelitian ini adalah menggambarkan isi publikasi majalah Tempo mengenai pandemik COVID-19 periode Maret-Mei 2020 melalui metode analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil saja (rentang 4,8%-22,9%) publikasi mengenai pandemik COVID-19 pada majalah Tempo periode Maret-Mei 2020 yang mengandung unsur komunikasi risiko. Aspek data epidemiologi dan sifat alamiah penyakit hanya mendominasi publikasi pada edisi ke satu bulan Marei 2020, namun terus menurun pada edisi-edisi selanjutnya. Framing Peran Pemerintah juga mendominasi publikasi mengenai pandemik COVID-19 pada publikasi majalah Tempo periode Maret-Mei 2020 yakni dengan persentase 93,9 %, disusul Peran Sosial sebesar 73,8 % dan Dampak Pandemik sebesar 34,3 %.
Read More
S-10572
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reshiva Fiero Arista; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Wahyu Septiono, S. Panata Harianja
Abstrak:
Lonjakan kasus HMPV di Tiongkok menjadi sorotan media dan berkaitan dengan komunikasi risiko serta cara penyampaian pesan yang membentuk persepsi publik melalui pengaruh bias dan kepentingan media. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana pemberitaan Human Metapneumovirus (HMPV) pada Detik.com, Kompas.com dan Liputan6.com pada tanggal 1 Desember 2024 hingga 28 Februari 2025 selaras dengan kaidah komunikasi risiko WHO menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan, dari 296 artikel yang dianalisis, sebagian besar belum sepenuhnya mengikuti kaidah komunikasi risiko WHO. Pilar komunikasi risiko dalam membangun kepercayaan publik belum optimal diterapkan, tercermin lebih dari 30% artikel tidak memaparkan informasi dasar HMPV. Informasi sifat penyakit HMPV yang paling banyak ditemukan adalah informasi mengenai gejala HMPV dan paling sedikit adalah informasi penanganan HMPV. Pilar integrasi komunikasi risiko terhadap sistem kesehatan dibuktikan dengan adanya laporan data epidemiologi HMPV namun terbatas pada data kasus penyakit HMPV di Indonesia dan data kasus penyakit HMPV di luar negeri. Pilar praktik komunikasi risiko kurang optimal diupayakan oleh media dibuktikan dalam minimnya informasi yang dimuat mengenai upaya dan kebijakan kesehatan. Liputan6.com menjadi media daring yang paling memenuhi kaidah komunikasi risiko, dibuktikan melalui tingginya persentase temuan informasi dasar HMPV, sifat penyakit, data epidemiologi luar negeri, dan upaya kesehatan oleh pemerintah Indonesia serta fasilitas kesehatan. Kompas.com dan Detik.com lebih banyak memuat informasi bersumber pemerintah, sedangkan Liputan6.com lebih banyak memuat informasi bersumber pakar. Berita yang tidak mencantumkan sumber paling banyak ditemukan pada Detik.com. Tidak semua artikel berita memenuhi kaidah komunikasi risiko karena jenis pesan didominasi dengan pesan berisi ancaman dibandingkan pesan efikasi. Detik.com memuat paling banyak pesan ancaman sekaligus paling sedikit pesan efikasi. Sebanyak 49% artikel mengandung bias komersial berupa tersebarnya potongan dan pengulangan informasi pada artikel berbeda yang paling banyak ditemukan pada Detik.com. Strategi penyampaian pesan oleh media tercermin melalui headline artikel yang dominan menyoroti peristiwa HMPV, penutup yang mendukung isu HMPV, gaya penceritaan deskriptif yang banyak mengandung solusi terhadap penanganan HMPV, disertai penekanan fakta yang dominan melalui gabungan elemen huruf dan visual. 


The surge in HMPV cases in China has been in the media spotlight and is related to risk communication and how messages are conveyed, which shape public perception through media bias and interests. This study aims to identify the extent to which reporting on Human Metapneumovirus (HMPV) on Detik.com, Kompas.com, and Liputan6.com from December 1, 2024, to February 28, 2025, aligns with WHO risk communication guidelines using content analysis methods. The results of this study indicate that, out of 296 articles analyzed, most have not fully adhered to WHO risk communication guidelines. The pillars of risk communication in building public trust have not been optimally applied, as evidenced by over 30% of articles failing to provide basic information about HMPV. The most found information about HMPV is related to its symptoms, while the least common is information about its management. The pillar of integrating risk communication into the health system is evidenced by the availability of HMPV epidemiological data reports, though these are limited to HMPV case data in Indonesia and HMPV case data from other countries. The pillar of risk communication practices is not optimally pursued by the media, as evidenced by the limited information provided on health efforts and policies. Liputan6.com is the online media outlet that best meets the principles of risk communication, as evidenced by the high percentage of basic information on HMPV, disease characteristics, epidemiological data from abroad, and health efforts by the Indonesian government and health facilities. Kompas.com and Detik.com contain more information sourced from the government, while Liputan6.com contains more information sourced from experts. News articles without sources were most found on Detik.com. Not all news articles met risk communication guidelines because the type of message was dominated by threat-based messages rather than efficacy-based messages. Detik.com published the most threat-based messages while having the fewest efficacy-based messages. 49% of articles contained commercial bias in the form of repeated and duplicated information across different articles, most foundon Detik.com. The media's message delivery strategy is reflected through article headlines that predominantly highlight HMPV events, conclusions that support HMPV issues, descriptive storytelling styles that often include solutions for HMPV management, accompanied by a dominant emphasis on facts through a combination of text and visual elements.
Read More
S-12044
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive