Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nola Radhiah Kusumawati; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Prastuti Soewondo, : Laksmi Damaryanti
Abstrak:
Penelitian ini membahas faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi kualitas aplikasi mobile JKN pada peserta JKN yang berkunjung ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Cibinong tahun 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan data primer melalui kuesioner dengan 102 responden. Hasil penelitian ini didapatkan peserta aplikasi Mobile JKN yang berkunjung ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Cibinong mengatakan bahwa kualitas aplikasi Mobile JKN baik dengan persentase (77.5%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat tujuh variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan persepsi kualitas aplikasi Mobile JKN pada peserta JKN yang berkunjung ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Cibinong yaitu variabel sikap, motivasi, kebutuhan, pengetahuan, tampilan aplikasi, keunikan dan promosi. Selain itu terdapat satu variabel yang tidak memiliki hubungan signifikan dengan persepsi kualitas aplikasi Mobile JKN pada peserta yang berkunjung ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Cibinong yaitu variabel pengalaman. Saran yang dapat diberikan adalah sosialisasi untuk mempromosikan Mobile JKN secara merata dan terus mengembangkan serta memanfaatkan kemajuan teknologi agar aplikasi Mobile JKN selalu update, banyak fitur-fitur yang dapat mempermudah akses peserta JKN di semua segmen kepesertaannya.

This study discusses factors related to the perceived quality of the JKN mobile application among JKN participants visiting the BPJS Kesehatan Cibinong Branch Office in 2024. This study is a quantitative study with a cross-sectional design using primary data through questionnaires with 102 respondents. The results of this study showed that participants of the Mobile JKN application who visited the BPJS Kesehatan Cibinong Branch said that the quality of the Mobile JKN application was good with a percentage of (77.5%). Bivariate analysis shows that there are seven variables that have a significant relationship with the perception of the quality of the Mobile JKN application among JKN participants who visit the BPJS Kesehatan Cibinong Branch, namely the variables of attitude, motivation, needs, knowledge, appearance of the application, uniqueness and promotion. Apart from that, there is one variable that does not have a significant relationship with the perception of the quality of the Mobile JKN application among participants who visit the BPJS Kesehatan Cibinong Branch, namely the experience variable. Suggestions that can be given are outreach to promote Mobile JKN evenly and continue to develop and utilize technological advances so that the Mobile JKN application is always updated, there are many features that can facilitate access for JKN participants in all membership segments.
Read More
S-11654
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reynatha Kusumaningtyas; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Pujiyanto, Ahmad Doantanto Riztama
Abstrak:
Aplikasi Mobile JKN diluncurkan untuk meningkatkan aksesibilitas layanan informasi dan kepesertaaan yang berkaitan dengan program JKN bagi peserta BPJS Kesehatan. Namun, tingkat pemanfaatan aplikasi ini masih tergolong rendah sehingga masih banyak peserta BPJS Kesehatan yang belum merasakan kemudahannya.  Di Poliklinik Denma Mabesad, Jakarta Pusat hanya sekitar 1,46% dari total peserta yang tercatat menggunakan aplikasi Mobile JKN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi pemanfaatan aplikasi Mobile JKN di Poliklinik Denma Mabesad menggunakan pendekatan teori Technology Acceptance Model (TAM). Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data secara wawancara mendalam dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah pengguna dan petugas Poliklinik aplikasi Mobile JKN menyatakan bahwa aplikasi Mobile JKN bermanfaat dan merasakan kemudahkan untuk memperoleh informasi dan pelayanan kepesertaan di Poliklinik Denma Mabesad. Namun, masih terdapat kendala yang dialami seperti rendahnya pengetahuan peserta, keterbatasan pulsa dan penyimpanan data di handphone serta kemampuan peserta yang belum terbiasa dengan aplikasi Mobile JKN. 


The Mobile JKN application was launched to enhance accessibility to information and membership services related to the Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) for BPJS Kesehatan participants. However, the utilization rate of this application remains relatively low, resulting in many BPJS Kesehatan participants not yet experiencing its benefits. At the Poliklinik Denma Mabesad in Central Jakarta, only approximately 1.46% of the total registered participants are recorded as users of the Mobile JKN application. This study aims to explore the implementation of the Mobile JKN application at Poliklinik Denma Mabesad using the Technology Acceptance Model (TAM) approach. This research was conducted using a qualitative approach with in-depth interviews and observation. The result is reveal that both users and healthcare staff at the polyclinic consider the Mobile JKN application to be beneficial and convenient in accessing information and membership services. However, several obstacles hinder optimal utilization, including limited participant knowledge, insufficient phone credit and storage space, as well as participants’ unfamiliarity with using the Mobile JKN application.
Read More
S-12069
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Russiana Dika Pratiwi; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Puput Oktamianti, Amelia Marif
Abstrak: Mulai Januari 2014, Indonesia telah menerapkan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). JKN diselenggarakan oleh Badan Penyelenggaraann Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dimulainya sistem jaminan kesehatan menyebabkan banyaknya antrian yang terjadi di kantor Cabang BPJS Kesehatan 2500 pengunjung perhari pada 2015 sehingga melatarbelakangi BPJS Kesehatan meluncurkan program inovasi yaitu aplikasi Mobile JKN pada November 2017. Saat ini peserta BPJS Kesehatan baru mencapai 1 % yang menggunakan aplikasi Mobile JKN dan juga masih banyaknya pengembangan fitur yang ada dalam aplikasi Mobile JKN. Hal tersebut yang melatarbelakangi penelili untuk mengetahui gambaran implementasi penggunaan aplikasi Mobile JKN di fasilitas kesehatan tingkat pertama provider BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara mendalam dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah pengguna aplikasi Mobile JKN menyatakan bahwa penggunaan aplikasi Mobile JKN sangat bermanfaat dan memudahkan peserta BPJS Kesehatan dalam mengakses informasi dan pelayanan BPJS Kesehatan dan masih banyak masukan saran untuk pegembangan aplikasi Mobile JKN, namun aplikasi Mobile JKN telah memberikan manfaat bagi peserta dan juga petugas BPJS Kesehatan.
Kata kunci : Aplikasi Mobile JKN, JKN, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama

Starting in January 2014, Indonesia has implemented a National Health Insurance (JKN) system. JKN is organized by the National Health Insurance Agency (JKN). Starting of the health insurance system caused a lot of queues in the BPJS Kesehatan office 2500 visitors in a day in 2015 so that the background of BPJS Kesehatan launched the innovation program, there is the JKN Mobile application in November 2017. Currently BPJS Kesehatan participants reach 1% who use the Mobile JKN application and also there are still many feature developments in the JKN Mobile application. This background of the researcher to find out overview of implementation of the Mobile JKN application usage in the primary healthcare provider of BPJS Kesehatan South Jakarta. This research method is qualitative research. The method used in data collection is indepth interviews and observation. The results of this study are JKN Mobile application users stated that the use of the JKN Mobile application is very useful and makes it easier for BPJS Health participants to access BPJS Health information and services and there are still many suggestions for developing the JKN Mobile application, but the JKN Mobile application has provided benefits to participants and also BPJS Kesehatan officers
Key words : JKN Mobile Applications, JKN, Primary Healthcare
Read More
S-9693
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khiswanda Ameliani; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Pujiyanto, Muhammad Ridha Akbar
Abstrak: Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan teknologi Mobile JKN pada peserta JKN. Penelitian ini dengan desain penelitian cross-sectional menggunakan data primer menggunakan kuesioner. Sampel keseluruhan yang diperoleh adalah 298 sampel yang terdiri dari 147 sampel bukan pengguna Mobile JKN dan 151 pengguna Mobile JKN. Uji hubungan dianalisis dengan menggunakan metode analisis SEM.
Read More
S-10561
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmi Darawani Talaohu; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Herman Dinata Mihardja
Abstrak:
Mobile JKN hadir sebagai upaya peningkatan efisiensi dan kualitas pelayanan, namun kunjungan dan pemberian layanan kepesertaan langsung di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan tetap tinggi. Penelitian ini mengeksplorasi alasan peserta memilih datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan dibandingkan dengan menggunakan aplikasi Mobile JKN, dengan mempertimbangkan preferensi dan faktor internal serta eksternal yang mendasarinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berupa studi kasus, dengan menerapkan metode wawancara mendalam dan observasi. Validasi data dilakukan melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan lebih cenderung memilih pelayanan langsung daripada menggunakan aplikasi Mobile JKN, dengan alasan seperti preferensi pelayanan yang sesuai, kecepatan layanan langsung, dorongan dari orang sekitar, budaya tatap muka, dan harapan untuk dilayani dengan baik. Kendala pada penggunaan aplikasi Mobile JKN meliputi minimnya informasi, kendala kuota internet, rendahnya literasi digital, dan ketidaktahuan mengenai fitur aplikasi. Berdasarkan temuan dalam penelitian, disarankan untuk memperkuat pelayanan versi offline dengan menyediakan layanan call center, mengembangkan versi offline Aplikasi Mobile JKN, serta menjalin kerjasama dengan provider seluler dalam penggunaan aplikasi Mobile JKN untuk meningkatkan aksesibilitas dan penggunaan aplikasi tersebut.

Mobile JKN was introduced to improve efficiency and service quality, but visits and in-person membership service delivery at the BPJS Kesehatan South Jakarta Branch Office remain high. This study explores why participants prefer to visit the BPJS Kesehatan South Jakarta branch office instead of using the Mobile JKN app by considering their preferences and underlying internal and external factors. This research uses a qualitative case study approach by applying in-depth interview and observation methods. Data validation was conducted through source and method triangulation. The results showed that informants were more likely to choose direct service rather than using the Mobile JKN application, with reasons such as appropriate service preferences, speed of direct service, encouragement from surrounding people, face-to-face culture, and expectations to be served well. Obstacles to using the Mobile JKN application include lack of information, internet quota constraints, low digital literacy, and ignorance of application features. Based on the findings in the study, it is recommended to strengthen the offline version of the service by providing center services, developing an offline version of the JKN Mobile Application, and establishing cooperation with mobile providers in the use of the JKN Mobile application to increase accessibility and use of the application.
Read More
S-11601
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurzahara Bagus; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Popy Yuniar, Khairina, Dian Ekawati
Abstrak:
Penelitian ini mengevaluasi integrasi Sistem Monitoring Antrian Online (Mobile JKN) dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di RS Hermina Bekasi terhadap standar waktu pelayanan pasien rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian tujuan sistem dengan hasil yang dicapai, dengan fokus pada efisiensi waktu pelayanan menggunakan metode HOT-Fit, yang mengevaluasi aspek manusia, organisasi, dan teknologi. Penelitian deskriptif-eksploratif ini menggunakan wawancara, data observasi, dan pengukuran kinerja sistem untuk mengukur variabel kunci seperti kemampuan dan penerimaan pengguna, kebijakan organisasi, dan keandalan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sistem secara efektif mengurangi waktu tunggu khususnya proses pendaftaran rawat jalan, namun secara keseluruhan Waktu pelayanan masih belum mencapai standar. Beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti pelatihan pengguna,penyesuaian kebijakan, dan update kemampuan sistem. Komponen teknologi sistem menunjukkan keandalan dan fleksibilitas yang tinggi, sehingga meningkatkan efisiensi operasional. Namun, tantangan masih ada dalam mencapai kesesuaian penuh dengan standar waktu pelayanan dan adopsi oleh pengguna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun integrasi ini merupakan langkah signifikan dalam mengoptimalkan layanan bagi peserta BPJS Kesehatan, penyempurnaan lebih lanjut diperlukan untuk memaksimalkan manfaat bersih pada semua aspek operasional..

This study evaluates the integration of the Online Queue Monitoring System (Mobile JKN) with the Hospital Management Information System (SIMRS) at Hermina Bekasi Hospital against outpatient service time standards. The research aims to analyze the alignment of the system's objectives with its outcomes, focusing on service time efficiency using the HOT-Fit method, which evaluates human, organizational, and technological aspects. This descriptive-explorative study employs interviews, observational data, and system performance measurements to assess key variables such as user capability and acceptance, organizational policies, and system reliability. The findings indicate that the system integration effectively reduces wait times, particularly for outpatient registration processes, although overall service time still does not meet the standards. Areas needing improvement include user training, policy adjustments, and system capability updates. The technological components of the system demonstrate high reliability and flexibility, enhancing operational efficiency. However, challenges remain in fully achieving alignment with service time standards and user adoption. The study concludes that while the integration represents a significant step in optimizing services for BPJS Health participants, further refinements are required to maximize net benefits across all operational aspects.
Read More
T-7201
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhesinta Permatasari; Pembimbing: Septiara Putri; Penguji: Pujiyanto, Erfan Chandra Nugraha
Abstrak:
Rendahnya tingkat adopsi aplikasi Mobile JKN oleh peserta JKN menjadi salah satu tantangan dalam optimalisasi layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia. Di Puskesmas Pace, Nganjuk, Jawa Timur, hanya sekitar 10% peserta JKN yang menggunakan aplikasi ini untuk layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku penggunaan aplikasi Mobile JKN dengan menggunakan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Penelitian ini mengadopsi mixed methods yaitu metode kuantitatif melalui survei kuesioner yang melibatkan 49 responden, serta metode kualitatif melalui wawancara mendalam dengan petugas dan pasien Puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi kinerja dan ekspektasi usaha memiliki pengaruh signifikan terhadap minat pemanfaatan aplikasi Mobile JKN. Sebaliknya, pengaruh sosial terhadap minat pemanfaatan, kondisi yang mendukung terhadap perilaku pengguna dan minat pemanfaatan terhadap perilaku pengguna aplikasi Mobile JKN tidak memiliki pengaruh signifikan.

The low adoption rate of the Mobile JKN application among JKN participants presents a significant challenge in optimizing technology-based healthcare services in Indonesia. At Pace Public Health Center, Nganjuk, East Java, only 10% of JKN participants utilize this application for healthcare services. This study aims to analyze the factors influencing the behavior of Mobile JKN application usage by applying the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). The research employed a mixed-methods approach, combining quantitative methods through a questionnaire survey involving 49 respondents and qualitative methods through in-depth interviews with healthcare staff and patients at the Public Health Center. The findings indicate that performance expectancy and effort expectancy significantly influence the intention to use the Mobile JKN application. Conversely, social influence on the intention to use, facilitating conditions on user behavior, and intention to use on user behavior showed no significant effects on Mobile JKN application usage.
Read More
S-11834
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riza Aulia; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Ede Surya Darmawan, Laksmi Damaryanti
Abstrak:
Latar Belakang: BPJS Kesehatan menetapkan target pencapaian peserta BPJS Kesehatan yang mengunduh dan menggunakan aplikasi Mobile JKN sebanyak 10.000.000 pengguna selama tahun 2018 di seluruh Indonesia. Namun hingga saat ini, jumlah pengguna aplikasi Mobile JKN sampai tahun 2021 berjumlah 245.341 pengguna. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi kualitas aplikasi mobile JKN pada peserta JKN yang berkunjung ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok tahun 2023. Metode: Desain studi cross-sectional. Jenis data primer menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan peserta aplikasi Mobile JKN yang berkunjung ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok mengatakan bahwa kualitas aplikasi Mobile JKN baik dengan persentase (50.5%). Faktor-Faktor yang berhubungan dengan persepsi kualitas Aplikasi Mobile JKN yaitu variabel sikap, motivasi, kebutuhan, pengalaman, tampilan aplikasi, keunikan dan promosi. Selain itu terdapat satu variabel yang tidak berhubungan dengan persepsi kualitas Aplikasi Mobile JKN yaitu variabel pengetahuan. Kesimpulan: Variabel pengalaman, tampilan aplikasi, keunikan, kebutuhan dan sikap merupakan predikator yang dominan dalam persepsi kualitas Aplikasi Mobile JKN.

Background: BPJS Health has set a target of achieving 10,000,000 BPJS Health participants downloading and using the Mobile JKN application throughout Indonesia in 2018. However, until now, the number of users of the Mobile JKN application until 2021 is 245,341 users. Objective: To determine the factors associated with the perceived quality of the JKN mobile application among JKN participants who visit the BPJS Kesehatan Depok Branch Office in 2023. Methods: Cross-sectional study design. The primary data type uses a questionnaire. Results: The results of this study found that the participants of the Mobile JKN application who visited the BPJS Kesehatan Depok Branch Office said that the quality of the Mobile JKN application was good with a percentage (50.5%). Factors related to the perceived quality of the JKN Mobile Application are attitude, motivation, needs, experience, appearance of the application, uniqueness and promotions. In addition, there is one variable that is not related to the perceived quality of the JKN Mobile Application, namely the knowledge variable. Conclusion: The variables of experience, application appearance, uniqueness, needs and attitudes are the dominant predictors in the perception of the quality of the JKN Mobile Application.
Read More
S-11481
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bintan Muthia Farha; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Puput Oktamianti, Ahmad Doananto Riztama
Abstrak:

Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor yang berkaitan dengan pengetahuan, sikap dan perilaku Karang Taruna Kelurahan Pejaten Barat mengenai aplikasi Mobile JKN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi Cross Sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 80 Karang Taruna Kelurahan Pejaten Barat. Diperoleh hasil bahwa Karang Taruna Kelurahan Pejaten Barat memiliki tingkat pengetahuan tinggi (86,3%), sikap yang favorable (mendukung/positif) (53,8%), dan perilaku bukan pengguna (66,3%) terhadap penggunaan aplikasi Mobile JKN. Terdapat hubungan antara sumber informasi (p-value 0,021) dengan perilaku penggunaan aplikasi Mobile JKN. Terdapat hubungan yang signifikan juga dengan perilaku penggunaan aplikasi Mobile JKN dengan sikap (p-value 0,005).


This study discusses the factors associated with the knowledge, attitudes, and practices of Karang Taruna in Pejaten Barat Sub-district regarding the Mobile JKN application. A quantitative approach was employed using a cross-sectional study design. The study involved 80 respondents from the Karang Taruna in Pejaten Barat. The results indicated that the majority of respondents had a high level of knowledge (86,3%), favorable (positive) attitudes (53,8%), and were predominantly non-users (66,3%) of the Mobile JKN application. Statistical analysis revealed a significant relationshio between information sources and application usage behavior (p-value = 0,021). Additionally, there was a significant association between attitudes and the use of the Mobile JKN application (p-value = 0,005).   

 

Read More
S-12154
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive