Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dwigi Mulya Adam Ginanjar; Pembimbing: L. Meily; Penguji: Mufti Wirawan, Doni Irawan
Abstrak:
Penelitian bertujuan untuk menjelaskan gambaran faktor risiko psikososial dan stres kerja pada perawat pelaksana ruang instalasi bedah sentral RSUD Sekarwangi Sukabumi tahun 2023. Penelitian menggunakan metode mix method dengan desain penelitian the explanatory sequential. Sampel penelitian merupakan perawat pelaksana ruang instalasi bedah sentral RSUD Sekarwangi Sukabumi. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dan wawancara. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 68,2% penghasilan di bawah UMR, 63,6% bekerja tidak secara rotasi, 54,5% lingkungan fisik baik, 77,3% tanggung jawab tinggi, 90,9% konflik peran rendah, 77,3% pengembangan karir rendah, 68,2% home-work interface tinggi, dan 54,5% dukungan sosial tinggi. Pihak RSUD Sekarwangi Sukabumi diharapkan dapat lebih memperhatikan dan mengendalikan faktor risiko stres kerja pada perawat.

The study aims to explain the description of psychosocial risk factors and work stress in the nurses implementing the central surgical installation room of RSUD Sekarwangi Sukabumi in 2023. The study used a mix method with the explanatory sequential research design. The research sample was the nurse implementing the central surgical installation room of RSUD Sekarwangi Sukabumi. Data collection was carried out by filling out questionnaires and interviews. Data analysis was performed using descriptive analysis. The results showed that 68.2% of income was below UMR, 63.6% work not on rotation basis, 54.5% good physical environment, 77.3% high responsibility, 90.9% low role conflict, 77.3% low career development, 68.2% high home-work interface, and 54.5% high social support. RSUD Sekarwangi Sukabumi is expected to pay more attention and control all the risk factors causing work stress in nurses.
Read More
S-11318
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Faridl Wicaksono; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Mufti Wirawan, Fransiscus Fendy Novento, Muhyi Nur Fitra Hanefi
Abstrak:
Penelitian ini membahas faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja pertambangan khususnya operator dan mekanik Mine Ore Flow-Fixed Plant PT XYZ pada tahun 2004. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desian studi potong lintang. Responden penelitian berjumlah 464 yang termasuk ke dalam operator dan mekanik Mine Ore Flow-Fixed Plant PT XYZ. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tuntutan kerja terhadap kelelahan umum, kelalahan fisik, pengurangan aktivitas, pengurangan motivasi, maupun kelelahan mental; terdapat hubungan yang signifikan antara waktu perjalanan terhadap kelelahan umum; kuantitas dan kualitas tidur terhadap kelelahan umum dan kelelahan fisik; serta suhu kerja terhadap gejala kelelahan fisik, pengurangan aktivitas, dan pengurangan motivasi. Peneliti menyarankan untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan terhadap pengelolaan kelelahan kerja sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan kerja.

This research discusses factors related to work fatigue in mining workers, especially operators and mechanics Mine Ore Flow-Fixed Plant PT XYZ in 2004. This study is a quantitative research with a cross-section study design. The research respondents 464 who were included in the operators and mechanics Mine Ore Flow-Fixed Plant PT XYZ. The results of the study showed that there was a significant relationship between work demands with general fatigue, physical fatigue, reduced activity, reduced motivation, and mental fatigue; travel time with general fatigue; quantity and quality of sleep with general fatigue and physical fatigue; as well as working temperature with physical fatigue, reduced activity, and reduced motivation. Researchers suggest making continuous improvements to work fatigue management so that it can reduce the risk of accidents due to fatigue.
Read More
T-7127
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desi Nur Abdi; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Robiana Modjo, Hanny Harjulianti, Adinta Anandani
Abstrak:
Indonesia berada pada posisi kedua dengan jumlah kasus tuberkulosis terbanyak di dunia setelah India lalu diikuti Cina di posisi ketiga, dengan kasus TBC di Indonesia 969.000 kasus dan 144.000 kasus kematian akibat TBC. Salah satu faktor yang juga berpengaruh pada TBC Paru adalah pekerjaan. Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang tidak hanya terjadi di komunitas atau populasi umum. Tetapi juga terjadi pada lingkungan pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan gambaran tentang faktor perilaku, faktor lingkungan dan faktor pekerjaan terhadap kejadian tuberkulosis pada tenaga laboratorium X. Studi ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Fokus penelitian berisi pokok bahasan tentang faktor risiko kejadian tuberkulosis pada tenaga laboratorium X. Faktor perilaku yang menjadi gambaran kejadian tuberkulosis pada tenaga laboratorium di Laboratorium X terjadi kemungkinan disebabkan kurang menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat dan kurangnya kepatuhan dalam menggunakan APD, faktor lingkungan disebabkan karena tempat tinggal yang kurang sehat akibat kurangnya ventilasi dan cahaya matahari yang masuk ke dalam tempat tinggal dan faktor pekerjaan karena belum ada Standard Operational Procedure untuk penanganan bakteri MTB, manajemen risiko yang kurang baik serta belum adanya kebijakan dari manajemen terhadap penyakit akibat kerja dan penyakit menular di tempat kerja.

Indonesia has a total of 969,000 tuberculosis (TBC) infections and 144,000 TBC-related deaths, making it the second country with the largest number of TBC cases globally, after India. Work is an important factor that affects pulmonary tuberculosis. Tuberculosis is a contagious illness which can affect not just the general public, but also other communities. However, it also occurs within the professional setting. The objective of this study is to gain a comprehensive understanding of the behavioural, environmental, and occupational factors that influence the occurrence of tuberculosis among the employees at Laboratory X. This study uses a qualitative research approach. The research focus contains the topic of discussion of risk factors for the incidence of tuberculosis in laboratory staff X. The incidence of tuberculosis among laboratory staff at Laboratory X can be attributed to several behavioural, environmental, and occupational factors. Behavioural factors include the inadequate implementation of clean and healthy living practices, known as Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), as well as a lack of compliance in using personal protective equipment (PPE). Environmental factors are caused by unhealthy living conditions, characterised by poor ventilation and limited exposure to sunlight. Occupational factors stem from the absence of a standard operational procedure for handling MTB bacteria, inadequate risk management practices, and a lack of management policies addressing occupational and infectious diseases in the workplace.
Read More
T-6897
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Dyah Sharifa; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno, Didik Triwibowo
S-12349
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive