Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tri Sakinah; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyon, Rizki Noviana Purnama
Abstrak: Belum diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi pasca persalinan di Puskesmas kecamatan Jagakarsa membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang factor apa saja yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi pasca persalinan di Puskesmas Kecamatan Jagakarsa. Faktor-faktor yang akan diteliti adalah: faktor predisposisi (pengetahuan ibu tentang kontrasepsi dan layanan KB, sikap ibu terhadap kontrasepsi, umur ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, jumlah anak hidup, umur anak terkecil, niat reproduksi dan otonomi terhadap fertilitas dan KB), faktor pemungkin (keterjangkauan terhadap layanan KB) dan faktor penguat (dukungan suami dan konseling KB).   Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian kasus kontrol yang dilakukan pada bulan Mei – Juni 2013. Dalam penelitian ini populasi kasus adalah semua wanita yang berusia 15-49 tahun, mempunyai anak terkecil dengan usia 0-42 hari dan menggunakan kontrasepsi. Sedangkan populasi control adalah semua wanita yang berusia 15-49 tahun, mempunyai anak tterkecil dengan usia 0-42 hari dan belum menggunakan kontrasepsi. Jumlah sampel yang didapat dari rumus uji beda dua proporsi adalah 49 responden untuk kelompok kasus dan 49 responden untuk kelompok kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan sistematik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengajkan pertanyaan yang ada pada kuesioner.
 

The unknown factors affecting postpartum contraceptive use in sub-district health centers Jagakarsa makes the writer interested in conducting research on the factors that influence the use of postpartum contraception in Jagakarsa district health center. The factors that will be examined are: predisposing factors (maternal knowledge about contraception and family planning services, maternal attitudes toward contraception, maternal age, maternal education, maternal occupation, number of living children, the youngest child age, reproductive intentions and autonomy on fertility and family planning) , enabling factors (affordability of family planning services) and reinforcing factors (husband support and counseling KB). This research is quantitative research design of case-control study conducted in May-June 2013. In the case of this study population was all women aged 15-49 years, had the smallest child to the age of 0-42 days and using contraception. While population control is all women aged 15-49, have children ages 0-42 tterkecil the day and not using contraception. Number of samples obtained from two different test formula proportions were 49 respondents for the case group and 49 respondents to the control group. Sampling was done by systematic random sampling. Data collected by mengajkan question on the questionnaire.
Read More
S-7944
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zefanya Meilinda; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Yovsyah, Rahmadewi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor yang memengaruhi perilaku penggunaan KB pada ibu pasca persalinan di Indonesia menggunakan data sekunder SDKI 2017. Desain penelitian yang digunakan adalah studi potong lintang, dengan sampel wanita usia 15-49 tahun yang menikah dan anak terakhir berusia ≤24 bulan. Hasil penelitian menunjukan 24.8% ibu tidak menggunakan KB pasca persalinan di Indonesia. Pendekataan perilaku Lawrance Green meninjau faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat. Dalam studi ini tidak ditemukan perbedaan antara faktor perdisposisi usia, pengetahuan, status pekerjaan, jumlah anak, pendidikan dan daerah tempat tinggal dengan penggunaan KB pasca persalinan.
Read More
S-10838
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizqie Putri Novembriani; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Ratna Djuwita, Evi Martha, Nina Herlina
Abstrak: Depresi pasca persalinan merupakan gangguan suasana hati nonpsikotik yang paling umum dan terjadi setelah melahirkan, dan memiliki dampak jangka panjang merugikan bagi hubungan ibu dan anak. Rendahnya dukungan sosial merupakan faktor yang cukup konsisten dilaporkan sebagai faktor risiko depresi pasca persalinan. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi besarnya risiko depresi pasca persalinan akibat kurangnya dukungan sosial pada wanita menurut paritas di Indonesia. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan sampel penelitian 136 ibu yang berada dalam periode 6 minggu hingga 6 bulan setelah persalinan dan tinggal di wilayah kerja Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember, dan dibagi menjadi dua kelompok (primipara dan multipara). Hasil penelitian pada primipara diketahui hubungan dukungan sosial dan kejadian depresi pasca persalinan tidak signifikan, dengan p value=0,562 dan OR 1,822 (95% CI 0,239-13,874), sedangkan pada kelompok multipara didapatkan p value=0,014 dan OR 11,493 (95% CI 1,630-81,041). Studi menunjukkan bahwa pada kelompok primipara tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara dukungan sosial terhadap kejadian depresi pasca persalinan setelah dikontrol oleh variabel perancu. Sebaliknya, pada kelompok multipara ditemukan hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan depresi pasca persalinan, di mana ibu multipara yang kurang mendapat dukungan sosial berisiko 11,5 kali mengalami depresi pasca persalinan dibandingkan dengan ibu multipara dengan dukungan sosial yang baik.
Read More
T-5801
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Wijayanti; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Agustin Kusumayati, Sudarto Ronoatmodjo, Ning Sulistyowati, Luknis Sabri
Abstrak:

ABSTRAK Analisi data sekunder Riskesdas 2010 mengidentifikasi kejadian komplikasi pasca persalinan di Indonesia. Sampel 9665 wanita yang berumur 10 – 59 tahun pernah kawin, hamil dan melahirkan anak terakhir dalam kurun waktu 5 tahun terkahir sebelum survai dan memiliki data lengkap sesuai dengan variabel yang akan diteliti. Variabel dependen komplikasi pasca persalinan. Hasil penelitian faktor yang berhubungan dengan komplikasi pasca persalinan, riwayat komplikasi kehamilan (OR = 2,18; 95% CI : 1,18– 2,63; P value : 0,0001); riwayat komplikasi persalinan (OR = 3,01; 95% CI : 2,66–3,40; P value : 0,000) dan penolong persalinan (OR = 1,32; 95% CI : 1,14–1,52; P value : 0,0001). Riwayat komplikasi persalinan merupakan faktor yang paling berhubungan, dengan nilai p 0,0001 dan OR 3,01. Memberikan perhatian khusus pada ibu hamil yang memiliki riwayat komplikasi baik kehamilan maupun persalinan, sehingga dapat dilakukan penanganan secara dini terhadap komplikasi pasca persalinan.


 

 ABSTRACT In depth analysis of the Riskesdas data 2010 identifity determinants of postpartum complication in Indonnesia. The sampel was taken 9.665 women aged 10-59 years old have been married, pregnant and gave birth to the last child in the last 5 years prior to the survey and had complete data in accordance with the variables to be studied. Dependent variable postpartum complications. The results of factors associated with postpartum complications, history of pregnancy complications (OR = 2.18, 95% CI: 1.18 to 2.63, P value: 0.000), a history of birth complications (OR = 3.01, 95% CI: 2.66 to 3.40, P value: 0.000) and birth attendants (OR = 1.32, 95% CI: 1.14 to 1.52, P value: 0.000). It was found that history of childbirth complications was the main factor in postpartum complication with p 0.0001 and OR 3.01. Giving special attention to pregnant women who have a history of either pregnancy or childbirth complications, so it can be done early treatment of complications after delivery.

Read More
T-3838
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nia Reni Adha; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Dina Bisara, Maria Gayatri
Abstrak:
Setelah melahirkan banyak wanita tidak menyadari kapan akan kembali masa subur, dan pada umumnya rata-rata wanita mengalami masa subur setelah terjadi menstruasi. Indonesia tren periode kembalinya menstruasi pertama pasca persalinan pada tahun 2007 adalah 3,1 bulan, pada tahun 2012 adalah 2,4 bulan, dan pada tahun 2017 menjadi 3 bulan. Kembalinya menstruasi terlalu dini dapat mengakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), jarak melahirkan yang berikutnya terlalu pendek dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kembalinya mentruasi pasca persalinan adalah status tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status tempat tinggal dengan waktu kembalinya menstruasi pertama pasca persalinan berdasarkan SDKI 2017. Desain penelitian ini yang digunakan adalah kohort retrospektif dengan populasi studi 3464 wanita. Hasil analisis multivariat dengan menggunakan Cox Regression, didapatkan adanya perbedaan secara signifikan untuk terjadinya kembali menstruasi pertama pasca persalinan antara wanita yang tinggal di urban dibandingkan wanita yang tinggal dirural. Wanita yang tinggal di urban akan lebih cepat 1,141 kali untuk kembali menstruasi pasca persalinanan dibandingkan wanita yang tinggal di rural

After giving birth many women do not realize when they will return to the fertility period, and at the same time women decide on the fertile period after menstruation occurs. The Indonesian trend for the period of the return of the first menstruation post partum in 2007 was 3.1 months, in 2012 it was 2.4 months, and in 2017 it became 3 months. Return of menstruation too early can be obtained unwanted (KTD), the distance to get the next one is also short can cause various health problems. One of the factors influencing the return of postpartum menstruation is the status of residence. This study aims to study the relationship of residence status with the time of the return of first menstruation after childbirth based on the 2017 IDHS. The design of this study was a retrospective cohort with 3464 study participants. The results of multivariate analysis using Cox Regression, obtained significant differences earlier to increase the return of first menstruation after childbirth among women who lived in urban areas compared to women who lived dirural. Women who live in urban areas will be 1,141 times faster to return to menstruation after women who live in rural areas.

Read More
T-5944
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maria Fransiska Elisabeth Tey Eda; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Muhammad Noor Farid, Sudarto Ronoatmodjo, Flourisa Juliaan Sudradjat
T-4083
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Inti Mudjati; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Agustin Kusumayati, Yovsyah, Wahyuni Khaulah, Televisiningsih
Abstrak:

Abstrak

Pelayanan Keluarga Berencana merupakan salah satu dari enam upaya Kesehatan Wajib Puskesmas. Cakupan KB Pasca Persalinan merupakan salah satu indikator kinerja Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Puskesmas dalam hubungannya dengan cakupan KB Pasca Persalinan di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan pada tahun 2012. Desain pada penelitian ini adalah cross sectional dengan sampel seluruh Puskesmas (57 Puskesmas) yang ada di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik Puskesmas yang mendukung cakupan KB Pasca Persalinan adalah kepemimpinan dan faktor kepemimpinan ini paling dominan mempengaruhi cakupan KB pasca Persalinan (p = 0.017) dan OR 7.2. Hasil penelitian ini merekomendasikan penguatan kepemimpinan Puskesmas dalam peningkatan cakupan KB Pasca Persalinan.


 

ABSTRACT Family Planning Services is the one of the six attempts of mandatory of Community Health Center. Postpartum Family Planning coverage is the one of indicator of performance in Community Health Center. This research was purposed for investigating the characteristics of Community Health Center in conjunction with the coverage of postpartum family planning in Tangerang and South Tangerang City in 2012. Design of this research is a cross sectional with samples of all community health centers (57 units) in Tangerang and South Tangerang City. Data analysis using by chi-square test and logistic regression. The results showed the characteristics of the community health centers those support postpartum family planning coverage is leadership and the most dominant factor of leadership is affecting the coverage of postpartum family planning (p = 0.017) and OR 7.2. Results of this research recommend to strength the leadership in improve the coverage of postpartum family planning in community health centers.

Read More
T-3872
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rachel Amanda; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Salimar
Abstrak:
Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi, 4.627 kematian pada tahun 2020 dengan penyebab terbesarnya adalah perdarahan pasca persalinan, sebanyak 1.330 kasus. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena angka kematian ibu menjadi indikator pengukur derajat kesehatan perempuan di Indonesia dan menjadi komponen indeks pembangunan maupun indeks kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah mengatahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perdarahan pasca persalinan di Indonesia menggunakan data sekunder Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017. Desain studi penelitian ini cross-sectional dengan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Sampel penelitian berjumlah 8.511 ibu dengan usia 15-49 tahun, memiliki data lengkap paritas, jarak kelahiran anak terakhir dengan anak sebelumnya, kunjungan antenatal care, penolong persalinan, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe selama kehamilan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 6,7% ibu mengalami perdarahan pasca persalinan. Usia ibu, paritas, jarak kelahiran, kunjungan antenatal care, penolong persalinan, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe tidak ada hubungan signifikan dengan perdarahan pasca persalinan (p-value >0,05), juga tidak dapat ditemukan faktor dominannya. Kepatuhan konsumsi tablet Fe selama kehamilan masih rendah memiliki angka terendah dari variabel lainnya, sebesar 47,7%. Oleh karena itu disarankan instansi kesehatan untuk berupaya meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe ibu hamil

The maternal mortality rate in Indonesia is still high, with 4.627 deaths in 2020 with the biggest cause being postpartum hemorrhage 1.330 cases. Maternal mortality rate is an indicator of measuring the health status of women in Indonesia and is a component of the development health and quality of life index. The purpose of this study was to determine the factors associated with postpartum hemorrhage in Indonesia using secondary data from the Indonesian Demographic and Health Surveys 2017. The study design was cross-sectional with chi-square test and multiple logistic regression. The study sample was 8.511 mothers aged 15-49 years, had complete data on parity, birth interval between the last child and the previous child, antenatal care visits, birth attendants, and adherence in Fe tablets consumption during pregnancy. The results showed that 6,7% mothers experienced postpartum hemorrhage. Maternal age, parity, birth interval, antenatal care visits, birth attendants, and adherence in Fe tablet consumtion had no significant relationship with postpartum hemorrhage (p-value >0,05), nor could the dominant factor found. Compliance with Fe tablet consumption during pregnancy is still low and has the lowest number of other variables, about 47.7%. Therefore, it is recommended that health agencies try to improve compliance with Fe tablet consumption for pregnant women.
Read More
S-11160
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmah Aulia Zahra; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Yovsyah, Zakiah
Abstrak: Perdarahan pasca persalinan merupakan salah satu penyebab terbesar terjadinya kematian pada ibu. Pada tahun 2017 terdapat sekitar 295.000 wanita meninggal selama kehamilan dan persalinan, dimana 75% penyebab kematian ibu diantaranya adalah perdarahan pasca persalinan, infeksi, preeklamsia/eklamsia, dan komplikasi lainnya dari persalinan. Di Indonesia dari 20 penyebab kematian ibu, perdarahan pasca persalinan merupakan penyebab nomor satu kemarian ibu. Angka Kematian Ibu di Indonesia masih jauh dari target MDGs yang telah ditetapkan bahkan tiga kali lipat lebih tinggi dari target yang seharusnya. Hal ini merupakan suatu permasalahan yang serius dan perlu diprioritaskan. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian perdarahan pasca persalinan di Indonesia pada tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan data sekunder Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2017 (SDKI 2017). Populasi dari penelitian ini merupakan seluruh wanita usia subur yang berusia 15-49 tahun yang pernah melahirkan selama 5 tahun terakhir sebelum survei dilakukan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa umur (PR= 1,1), tingkat pendidikan (PR= 1,39), tempat tinggal (PR= 1,11), paritas (PR= 1,13), riwayat komplikasi kehamilan (PR= 0,91), kelengkapan pemeriksaan ANC (PR= 1,35), penolong persalinan (PR= 1,59), tempat persalinan (PR= 1,38), dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (PR= 1,14) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian perdarahan pasca persalinan (p= <0,05). Perlunya komitmen pemerintah dalam mengoptimalisasi upaya perencanaan program yang strategis dan sistematis meliputi pencegahan dan manajemen yang tepat sejak ibu berada dalam periode kehamilan hingga masa nifas serta pemberdayaan dan pemberian edukasi pada perempuan, keluarga, dan masyarakat, khususnya pada kelompok-kelompok rentan
Read More
S-10898
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widdefrita; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Agustin Kusumayati, Mondastri Korib Sudaryo, Dedi Kuswenda, Eka Rusdianto Gunardi
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku penggunaan kontrasepsi pasca persalinan, dengan desain kasus kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi pasca persalinan diwilayah kerja Puskesmas Air Dingin Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Sumatera Barat tahun 2011 adalah otonomi memutuskan fertilitas dn KB, konseling, dan akses sarana pelayanan KB. Faktor paling dominan mempengaruhi perilaku penggunaan kontrasepsi pasca persalinan adalah otonomi responden. Disarankan untuk meningkatkan kualitas pelayanan ANC dan nifas dengan memberikan KIE dan konseling tentang fertilitas pasca persalinan, kontrasepsi untuk ibu menyusui dan Metode Amenore Laktasi (LAM). Serta meningkatkan dukungan suami dengan melibatkan suami dalam kunjungan ANC dan nifas. Kata kunci: Kontrasepsi pasca persalinan, KB, otonomi dan konseling


 This study aim was to assess the behavioral determinants contracepted use postpartum, using case-control design. The results showed that factors associated with postpartum contraceptive use in was the autonomy to decide both fertility and family planning, counseling, and access to means of family planning services. The most dominant factor influencing the behavior of postpartum contraceptive use was the autonomy of the respondent. To increase the use of postpartum behavior it was suggested to improve the quality of ante natal and postnatal care by providing IEC and counseling on postpartum fertility, contraception for breastfeeding mothers including Lactation Amenorrhea Method (LAM). In addtion it is implementive improve husband support by enganging in ANC and postpartum visits. Key words: Postpartum contraception, family planning, autonomy and counseling

Read More
T-3396
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive