Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 11 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Deasy Febriyanty; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Suprijanto Rijadi, Slamet Effendy, Inggit Meliana
Abstrak: Tesis ini membahas tentang analisa mutu pelayanan unit hemodialisa ditinjau dari Kriteria Baldrige di Rumah Sakit Anna Medika Bekasi Tahun 2015. Hal ini didasari karena saat ini unit hemodialisa menjadi rumah sakit dengan tindakan hemodialisa terbesar ke dua di Jawa Barat, sehingga perlu diketahui kekuatan dan kelemahan dalam pelayanan unit hemodialisa. Hal lain karena belum dilakukan kajian terhadap mutu pelayanan, maka dilakukan analisa dengan menggunakan kriteria Baldrige. Kriteria Baldrige digunakan karena fleksibel, tidak mengukur satu aspek saja, namun terhadap faktor organisasi, operasional dan hasil pelayanan.

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Pengolahan dan analisa data menggunakan petunjuk/panduan penilaian kriteria Baldrige.

Hasil penelitian menemukan bahwa mutu pelayanan unit hemodialisa telah mencapai poin 527,75 dari total skor dalam kriteria Baldrige yakni 1000 poin. Dalam penilaian ini, unit hemodialisa menuju tahap pengembangan dan perbaikan. Aspek yang terkuat dalam pelayanan unit hemodialisa terletak pada kepuasan pelanggan (pasien), operasional dan berorientasi terhadap pelayanan, namun terdapat aspek yang perlu perbaikan yakni dalam hal strategi, monitoring dan evaluasi serta kepemimpinan.

Saran penelitian ini agar unit memperhatikan, membuat program kerja, pedoman pelayanan/standar operasional prosedur, sistem keamanan dan keselamatan pasien dan karyawan guna mencapai pelayanan yang bermutu tinggi.

Kata kunci : kriteria Baldrige, mutu pelayanan, rumah sakit
Read More
T-4410
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rinie Indah Chandra Wirasati; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Puput Oktamianti, Iwan Turniawan, Ida Aju Kusuma Wardani
Abstrak: Hasil kerja yang baik dan keuntungan yang optimal serta tercapainya tujuan yang diharapkan akan dapat berhasil melalui manajemen organisasi yang efektif dan efisien. Sehingga dibutuhkan suatu cara tata kelola rumah sakit yang efektif dan efisien. Untuk itu maka perlu dilakukannya penerapan prinsip-prinsip good corporate governance (GCG) sebagai pedoman melaksanakan tata kelola dalam organisasi RS Tk IV Singaraja hal ini berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 44 tahun 2009 disebutkan bahwa rumah sakit merupakan institusi penyedia jasa layanan kesehatan perorangan yang secara paripurna mempunyai peran strategis mewujudkan derajat kesehatan setinggi-tingginya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan implementasi good corporate governance terhadap kinerja RS Tk. IV Singaraja, Buleleng, Bali, tahun 2020. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Berdasarkan hasil analisis univariat kinerja RS Tk. IV Singaraja, Buleleng, Bali saat ini dalam kondisi kinerja yang cukup baik dengan rata-rata 76,08 (SD 11,50 dan 95% CI: 73,48-78,67) serta telah terdapat implementasi prinsip-prinsip GCG di RS Tk. IV Singaraja dengan hasil penerapan prinsip transparansi cukup baik rata-rata 19,81 (SD 2,35 dan 95% CI: 19,28-20,34), akuntabilitas cukup baik dengan rata-rata 19,00 (SD 2,97 dan 95% CI: 18,33-19,67), responsibilitas cukup baik dengan rata-rata 19,21 (SD 2,75 dan 95% CI: 18,59-19,82), independensi cukup baik dengan rata-rata 18,89 (2,67 dan 95% CI: 18,29 - 19,49), kesetaraan/kewajaran cukup baik dengan rata-rata 20,12 (SD 2,27 dan 95% CI: 19,60 - 20,63). Dengan estimasi interval tersebut diatas prinsip kesetaraan/kewajaran memiliki implementasi/penerapan yang lebih dominan. Berdasarkan hasil analisis bivariat melalui uji statistik regresi linear sederhana didapatkan ada hubungan yang signifikan antara implementasi prinsip-prinsip GCG (transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan kesetaraan/kewajaran dengan kinerja RS Tk IV Singaraja (p = 0,0001). Berdasarkan hasil analisis multivariat melalui uji statistik regresi linear berganda, kelima prinsip GCG (transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kesetaraan/kewajaran) dapat menjelaskan kinerja rumah sakit sebesar 76.2 % sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor lain yang mempengaruhi. Interpretasi hubungan yang diperoleh dari implementasi prinsip-prinsip GCG dengan kinerja RS Tk. IV Singaraja, yaitu : Setiap kenaikan skor transparansi sebesar 1 skor, maka skor kinerja rumah sakit akan menurun sebesar 0.49 skor. Setiap kenaikan skor akuntabilitas sebesar 1 skor, maka skor kinerja rumah sakit akan naik sebesar 1.09 skor. Setiap kenaikan skor responsibilitas sebesar 1 skor, maka skor kinerja rumah sakit akan naik sebesar 0.91 skor. Setiap kenaikan skor independen atau kemandirian sebesar 1 skor, maka skor kinerja rumah sakit akan naik sebesar 1.84 skor. Setiap kenaikan skor kesetaraan atau kewajaran sebesar 1 skor, maka skor kinerja rumah sakit akan naik sebesar 0.43 skor. Dari interpretasi tersebut didapatkan prinsip GCG yang paling besar pengaruhnya terhadap penentuan kinerja RS Tk. IV Singaraja adalah prinsip independen atau kemandirian. Saran peneliti adalah agar kinerja rumah sakit dan penerapan prinsip-prinsip GCG di RS Tk. IV Singaraja yang sudah cukup baik perlu lebih ditingkatkan lagi dengan berbagai cara seperti sosialisasi maupun pembinaan satuan yang lebih berkesinambungan disertai komitmen yang kuat antara Pimpinan/direksi dan seluruh karyawan guna meningkatkan profesionalisme dan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit
Good work results and optimal benefits and the achievement of expected goals will be successful through effective and efficient organizational management. So that we need an effective and efficient way of hospital governance. For this reason, it is necessary to implement the principles of good corporate governance (GCG) as a guideline for implementing governance in the Tk. IV Singaraja Hospital organization. Based on the Law of the Republic of Indonesia No. 44 of 2009 states that the hospital is an institution that provides individual health services which completely plays a strategic role in realizing the highest degree of health. The purpose of this study was to determine the relationship between the implementation of good corporate governance and the performance of Tk. IV Singaraja Hospital, Buleleng, Bali, 2020. This research is a quantitative study with a cross sectional design. Based on the results of the univariate analysis of the performance of Tk. IV Singaraja Hospital, Buleleng, Bali is currently in a fairly good performance condition with a mean of 76.08 (SD 11.50 and 95% CI: 73.48-78.67) and there has been an implementation of GCG principles at the Tk. IV Singaraja Hospital with the results of applying the principle of transparency is fairly good with a mean of 19.81 (SD 2.35 and 95% CI: 19.28-20.34), accountability is fairly good with a mean of 19.00 (SD 2.97 and 95% CI: 18.33-19.67), the responsibility was fairly good with a mean of 19.21 (SD 2.75 and 95% CI: 18.59-19.82), the independence was fairly good with a mean of 18 , 89 (2.67 and 95% CI: 18.29 - 19.49), the fairness was fairly good with a mean of 20.12 (SD 2.27 and 95% CI: 19.60 - 20.63). With the interval estimation above, the fairness principle has a more dominant implementation / application. Based on the results of bivariate analysis through simple linear regression statistical tests, it was found that there was a significant relationship between the implementation of GCG principles (transparency, accountability, responsibility, independence and fairness with the performance of Tk. IV Singaraja Hospital (p = 0.0001). Based on the results of multivariate analysis through multiple linear regression statistical tests, the five principles of GCG (transparency, accountability, responsibility, independence, and fairness) can explain hospital performance by 76.2% while the rest is explained by other influencing factors. Interpretation of the relationship obtained from the implementation of GCG principles with the performance of Tk. IV Singaraja Hospital, namely: Every increase in the transparency score of 1 score, then the hospital performance score will decrease by 0.49 score. Every increase in the accountability score of 1 score, the hospital performance score will increase by 1.09 score. Every increase in the responsibility score of 1 score, then the hospital performance score will increase by 0.91 score. Every increase in the independence score of 1 score, then the hospital performance score will increase by 1.84 score. Every increase in the fairness score of 1 score, then the hospital performance score will increase by 0.43 score. From this interpretation, it was found that the principles of GCG had the greatest influence on the determination of the performance of Tk. IV Singaraja Hospital is the principle of independence. Researcher's suggestion is that the hospital's performance and the application of the principles of GCG in Tk. IV Singaraja Hospital, which is fairly good, needs to be further improved in various ways such as socialization and more sustainable unit guidance accompanied by a strong commitment between the leadership / directors and all employees in order to increase professionalism and improve the quality of hospital service
Read More
B-2183
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bunga Listia Paramita; Pembimbing: Ayuningtyas Dumilah; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Adik Wibowo, Ari Setyaningrum, Erni Yustisiani
Abstrak:
Pijakan kebijakan tentang layanan kedokteran olahraga di rumah sakit di Indonesia masih bersifat umum sehingga butuh adanya pedoman. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rancangan pedoman penyelenggaraan pelayanan kedokteran olahraga di rumah sakit umum kelas B di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif di 4 lokasi rumah sakit, yang berlangsung pada bulan September sampai Desember 2020 dengan teknik triangulasi dan metode Delphi 2 tahap, kemudian dianalisis. Saat ini pada lokasi penelitian masih terlihat adanya variasi pelayanan, mulai dari alur, ketenagaan, prasarana, peralatan, dan proses penyelenggaraan layanan. Begitupula pada metode Delphi dimana terdapat 59 topik yang tidak berhasil mencapai konsensus sehingga perlu dianalisis dan dicari penguatan dari sumber lainnya. Adapun rekomendasi rancangan pedomannya pada kondisi yang ideal (gold standard) yaitu layanan dilakukan secara tim yang dipimpin dokter spesialis kedokteran olahraga dan anggota yang terdiri dari manajer, tenaga klinisi dan tenaga sains olahraga dengan konsep multidisiplin dan interdisiplin; prasarana dan peralatan gold standard seperti CT-Scan, DXA Scan, Echocardiography, dan CPET perlu disediakan lengkap di dalam satu area; optimalisasi alur layanan; upaya promotif diberikan kepada seluruh pasien, pelatih, dan tenaga kesehatan; MCU yang melibatkan unit kedokteran olahraga dari awal hingga akhir; dilakukannya program exercise is medicine sesuai FITT; pengawasan terhadap doping; coding diagnostik spesifik; serta pasien atlet yang perlu ditangani secara kolaboratif sejak awal sampai return to sports, sedangkan pasien non atlet, alih rawat pasien dari dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi kepada dokter spesialis kedokteran olahraga dilakukan setelah pasien bebas cedera. Rekomendasi ini diharapkan menjadi awal dari disusunnya naskah akademik dan kemudian ditetapkan sebagai kebijakan guna mewujudkan pelayanan terintegrasi, one stops services, athlete /patient centered-care, dan paripurna.

The policy foundation for sports medicine services in hospitals in Indonesia is still general in nature, so guidelines are needed. This study aims to develop guidelines of sports medicine services in class B general hospitals in Indonesia. This research is a qualitative study in 4 hospital locations, which took place from September to December 2020 with triangulation techniques and the 2-stage Delphi method, then analyzed. Currently, at the research location there are still variations in services, starting from the flow, workforce, infrastructure, equipment, and service delivery processes. Likewise in the Delphi method where there were 59 topics that failed to reach a consensus so that it needed to be analyzed and sought reinforcement from other sources. The recommendations for draft guidelines in ideal conditions (gold standard), namely services are carried out in a team led by sports medicine specialists and members consisting of managers, clinicians and sports science personnel with multidisciplinary and interdisciplinary concepts; gold standard infrastructure and equipment such as CT-Scan, DXA Scan, Echocardiography, and CPET need to be fully provided in one area; optimization of service flow; promotive efforts are given to all patients, trainers, and health workers; MCU involving the sports medicine unit from start to finish; doing exercise is medicine program according to FITT; supervision against doping; specific diagnostic coding; as well as athletic patients who need to be handled collaboratively from the start to return to sports, while non-athletic patients, transfer of patient care from a physical medicine specialist and rehabilitation to a sports medicine specialist is carried out after the patient is free of injury. This recommendation is expected to be the beginning of the preparation of an academic paper and then set as a policy to realize integrated services, one stop services, athlete /patient centered-care, and plenary.
Read More
B-2200
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadia Annisa Nurani; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Adang Bachtiar, Puput Oktamiani, Rinaldi, Emilya Indahyati
Abstrak:
Dalam menjalankan fungsi pelayanan RS berupa jasa kepada seluruh masyarakat yang berhak menerima pelayanan kesehatan dibutuhkan karyawan dengan kinerja yang baik. Sistem penilaian kinerja dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja karyawan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan penilaian kinerja dengan metode 360 derajat yang melibatkan atasan, rekan kerja/bawahan dan diri sendiri dengan faktor individual, psikologis dan organisasi. Metode penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional, menggunakan data primer kuesioner dan data sekunder telaah dokumen. Sampel penelitian sebanyak 52 responden di populasi unit pelayanan RS. Hasil penelitian didapatkan penilaian kinerja oleh atasan dan rekan kerja dengan distribusi yang sama sebanyak 34 orang (65,4%), sedangkan penilaian oleh diri sendiri menghasilkan penilaian baik lebih banyak yaitu 36 orang (69,2%). Variabel prakarsa yang paling dominan berhubungan dengan penilaian kinerja atasan (OR 4,1, 95%CI 1,2-15,3), rekan kerja (OR 3,9, 95%CI 1,1-14) dan diri sendiri (OR 6.1, 95%CI 1,3-17,5). Kesimpulannya terdapat hubungan antara tanggung jawab dengan penilaian oleh rekan kerja/bawahan dan diri sendiri. Dimana variabel prakarsa yang merupakan variabel independen paling dominan berhubungan dengan penilaian kinerja oleh atasan, rekan kerja/bawahan dan diri sendiri

Working in the healthcare services must be concerned with the quality of the employee performance for the society. The performance appraisal system could be motivated the employee performance. This research is aim to understand the correlation between performance appraisal and 360° assessment tool which is involve several level of employee who work around them such as superior, peers and also itself with individual, psychologist and organization factors. The research methods is quantitative with correlational cross sectional approaches, which is collecting questioner as primer data and reliable documents as secondary data. The research sample is 52 respondents in the healthcare unit. The performance appraisal distribution from the superior/ higher and peers have the same number which are 34 persons (65,4%), the performance appraisal from itself is so much more which is 36 persons (69,2%). The result is dominant variable is initiative which is correlation with the performance appraisal from the superior/higher (OR 4,1, 95%CI 1,2-15,3) , peers (OR 3,9, 95%CI 1,1-14) and itself (OR 6.1, 95%CI 1,3-17,5). The conclusion of this research, there is correlation within responsibility of the performance appraisal from peers and itself. Which is initiative variable is a dominant independent variable with the performance appraisal from superior/ higher and its correlation with performance appraisal from itself.
Read More
B-2228
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rita Kumalasari; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Ascobat Gani, Arief Wardoyo, Mohammad Baharudin
Abstrak:
Pandemi COVID-19 berdampak pada keberlangsungan suatu rumah sakit, salah satunya penurunan jumlah kunjungan pasien, terutama pasien rawat jalan. Hal ini terjadi karena adanya penerapan protokol kesehatan, pembatasan mobilitas, ketakutan masyarakat untuk berkunjung ke rumah sakit, dan kekhawatiran para petugas dan tenaga kesehatan di rumah sakit tertular COVID-19. Perubahan ini juga berdampak dalam pelaksanaan pemberian pelayanan rumah sakit kepada pasien. Seperti pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit Simpangan Depok (RSSD) pada masa pandemi ini, mengalami perubahan pada pemberlakuan alur pelayanan, penerapan protokol kesehatan, juga adanya pembatasan jumlah dan jenis pelayanan yang berpotensi menyebabkan penularan COVID-19. Tujuan penelitian ini melakukan analisis optimalisasi kinerja pelayanan Rehabilitasi Medik di RSSD pada masa pandemi COVID-19, pada kasus Osteoarthritis (OA) lutut yang banyak ditemukan di poliklinik rawat jalan dan merupakan layanan unggulan di RSSD. Penelitian ini merupakan penelitian mixed methods (kualitatif dan kuantitatif) dengan disain penelitian kualitatif adalah studi kasus dengan sampelnya staf (tenaga kesehatan dan non kesehatan) yang berkaitan dengan pelayanan Poliklinik Rehabilitasi Medik dan pasien OA lutut, kemudian disain penelitian kuantitatif adalah potong lintang dengan sampelnya pasien OA lutut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur pelayanan di RSSD, seperti kecukupan jumlah sumber daya manusia (SDM) saat awal dan puncak pandemi tidak mengalami permasalahan karena jumlah kunjungan pasien yang menurun, namun sejak awal tahun 2022 kunjungan pasien sudah mulai meningkat, sehingga kecukupan SDM perlu mendapatkan solusi. Kinerja pelayanan Poliklinik Rehabilitasi Medik selama pandemi COVID-19 tetap optimal, dilihat dari penilaian penentu kualitas pelayanan melalui efikasi, efisiensi, efektivitas, optimalitas, akseptabilitas, legitimasi dan ekuitas yang menurut persepsi pasien secara umum sudah baik. Namun, terakait sarana penunjang pada penilaian akseptabilitas menunjukkan penilaian yang masih kurang, yaitu pada kenyamanan ruang tunggu, kelengkapan fasilitas kamar mandi, dan fasilitas pendukung ketersediaan kantin bagi pasien dan keluarganya. Disarankan kepada pihak manajemen RSSD untuk mendukung perbaikan pelaksanaan pelayanan terutama pada beberapa permasalahan yang ada. Kemudian, meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan dari seluruh staf di RSSD dan pemberian informasi secara rutin kepada pasien dan keluarganya juga sangat diperlukan dalam terlaksananya pelayanan yang optimal. Kata kunci: Optimalisasi, kinerja pelayanan, rumah sakit, osteoartritis lutut, COVID-19

The COVID-19 pandemic impacts the sustainability of a hospital, one of which is a decrease in the number of patient visits, especially outpatients. This happened because of the implementation of health protocols, restrictions on mobility, people's fear of visiting hospitals, and concerns of officers and health workers at hospitals contracting COVID- 19. This change also has an impact on the implementation of hospital service delivery to patients, such as the Medical Rehabilitation service at the Simpangan Depok Hospital (SDH) during this pandemic, experiencing changes in the implementation of the service flow, the application of health protocols, as well as restrictions on the number and types of services that have the potential to cause COVID-19 transmission. The purpose of this study is to analyze the optimization of the performance of Medical Rehabilitation services at the SDH during the COVID-19 pandemic, in cases of knee osteoarthritis (OA), which are often found in outpatient polyclinics and are the flagship service at SDH. This research is a mixed methods research (qualitative and quantitative) with a qualitative research design is a case study with the sample are staff (health workers and non-health) related to the services of the Medical Rehabilitation Polyclinic and knee OA patients. Then, the quantitative research design is cross-sectional with the sample being knee OA patients. The results of this study indicate that the service structure at SDH, such as the adequacy of the number of human resources (HR) at the beginning and peak of the pandemic did not experience problems because the number of patient visits decreased, but since the beginning of 2022 patient visits have begun to increase so that the adequacy of human resources needs to find a solution. The service performance of the Medical Rehabilitation Polyclinic during the COVID-19 pandemic remains optimal, as seen from the assessment of service quality determinants through efficacy, efficiency, effectiveness, optimality, acceptability, legitimacy, and equity according to patient perceptions are generally good. However, related to supporting facilities, the acceptability assessment shows that the assessment is still lacking, namely in the comfort of the waiting room, completeness of bathroom facilities, and supporting facilities for the availability of canteens for patients and their families. It is recommended to the SDH management to support the improvement of service implementation, especially on some of the existing problems. Then, increasing awareness and discipline of all staff in SDH, and providing information regularly to patients and their families are also very necessary in the implementation of optimal services. Key words: Optimization, service performance, hospital, knee osteoarthritis, COVID-19
Read More
B-2280
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Purnamasari; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Budi Hidayat, Budi Hartono
S-6743
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Umi Sa`adah; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Masyitoh, Umi Asyiyah
Abstrak: Infeksi luka operasi merupakan infeksi yang terjadi 30 hari pasca operasi. Angka kejadian ILO di RSUP Fatmawati dari tahun 2014-2016 mengalami peningkatan dari 0,74% menjadi 1,24%. Tahun 2016 0,3% dari total angka kejadian ILO berasal dari pasien kebidanan dan kandungan. Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan upaya perbaikan pencegahan kejadian infeksi luka operasi sehingga diharapkan dapat mengurangi kejadian infeksi luka operasi di RSUP Fatmawati. Penelitian ini merupakan jenis penelitian operasional yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Metode yang digunakan adalah telaah data sekunder, wawancara, observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ILO masih terjadi di RSUP Fatmawati walaupun rumah sakit sudah mempunyai SOP terkait ILO untuk melakukan pencegahan dan pengendalian ILO, karena ILO bisa terjadi dari sisi kondisi pasien dan sistem pelayanan rumah sakit. Maka dari itu diperlukan kerjasama dan komitmen antar seluruh pihak yang berkaitan dengan pencegahan dan pengendalian ILO, yakni Instalasi Rawat Inap Teratai, Instalasi Bedah Sentral, KPPI dan Komite Mutu serta diperlukan penelitian lanjutan untuk membahas faktor lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini.
Read More
S-9631
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agustry Cipra Antice; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: R. Sutiwan, Martya Rahmaniati, Makful, Tri Astuti, A. Wawan Setyawan
T-3340
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indra Yanti; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Anhari Achadi, Dumilah Ayuningtyas, Sri Handayani, Emil Ibrahim
Abstrak:
ABSTRAK Di era pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia, Rumah Sakit dipicu untuk beroperasi secara efisien, efektif dan bermutu tinggi. Keberhasilan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) bidang kesehatan sangat tergantung pada pelaksanaan pelayanan di Rumah Sakit. Rumah Sakit Otorita Batam - Badan Pengusahaan Batam (RSOB-BP Batam) dalam operasionalnya mempunyai keterbatasan otonomi karena berbagai peraturan yang mengikat, sehingga berdampak pada kelancaran operasional pelayanan di Rumah Sakit. Penelitian yang bertujuan meletakkan posisi tingkat otonomi mengungkap bahwa Rumah Sakit mempunyai otonomi sebagian dalam aspek pembelian dan administrasi harian, sedang otonomi sangat terbatas dalam aspek manajemen strategis, keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini mengancam pertumbuhan, fleksibilitas dan sustainability Rumah Sakit dimana terdapat kebijakan nasional reformasi sistem pembayaran menggunakan INA-CBGs yang mengharuskan Rumah Sakit lebih fleksibel dan responsif pada kondisi yang ada. Kedepan Rumah Sakit harus lebih berperan responsif terutama dalam aspek keuangan, manajemen strategis dan SDM agar dapat bersaing dan kualitas layanan meningkat.

ABSTRACT In the implementation of the National Health Insurance (JKN) in Indonesia, Hospitals are triggered to operate in efficiently, effectively and good quality off care. The success of the National Social Security System (SJSN) is highly rely on the health care delivery in the hospital. RSOB-BP Batam, as one of public hospitals, has limited autonomy in its operations due to tight regulations, that may impact on the services at the Hospital. The research aims to position the degree of Hospital autonomy. The study revealed that most of autonomy are in purchasing and administrative aspects (daily mattres), whlie very limited autonomy is found in aspecs of strategic management, financial aspecs and human resources (HR). This condition may threaten on the growth, flexibility and sustainability of Hospital since recent reform in providers payment system using INA-CBGs Hospital. Hospital should have a more role that allows the hospital to be responsive, especially in the aspects of finance, strategic management and human resources in order to compete and increase quality of health services.
Read More
B-1625
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desriana Elizabeth Ginting; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Adang Bachtiar, Amal Chalik Sjaaf, Sri Handayani
Abstrak: Abstrak
Penelitian ini menguji hubungan antara variabel indikator kinerja mutu pelayanan, kepedulian kepada masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan dengan kepuasan pelanggan terhadap 14 rumah sakit vertikal di indonesia. Untuk melihat kinerja dan hubungan di antara indikator-indikator tersebut, digunakan analisis deskriptif dan uji korelasi regresi dengan bootstrapping. Selain itu, dilakukan pula pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam. Dari hasil penilaian kinerja, didapatkan sebagian dari sasaran strategik belum mencapai nilai optimum.
 
 
Sementara dari hasil analisis bivariat, didapatkan tidak ada hubungan antara variabel indikator kinerja mutu pelayanan, kepedulian kepada masyarakat, kepedulian terhadap lingkungan yang berkolerasi dengan kepuasan pelanggan. Dengan demikian, diperlukan adanya perbaikan manajemen dan sistem di internal rumah sakit, maupun Kementrian Kesehatan sebagai regulator terkait indikator kinerja yang digunakan dalam penelitian BLU, termasuk indikator sasaran strategik di dalamnya.
 

This study examines relationship between the variables of service quality performance indicators, public awareness and concern for the environment and customer satisfaction among 14 vertical hospitals in Indonesia. To see the performance and the relationship between these indicators, used descriptive analysis and correlation regression with bootstrapping. In addition, a qualitative approach through in-depth interviews was also applied. Performance evaluation resultes obtained from a portion of the strategic objectives have not yet reached the optimum value.
 
 
The results of the bivariate analysis, found no association between the variables of service quality performance indicators, public awareness, environmental awareness is correlated with customer satisfaction. Thus, it is necessary improve management and internal systems in hospitals, and the Ministry of Health as a regulator on the performance indicators used in the hopsital autonomy (BLU) assessment, including its strategic targets.
Read More
B-1535
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive