Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 16 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Gusti Indah Lestari; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra
S-9720
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vania Shinta Pramesti; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Triyanti, Sumartini
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan kecenderungan perilaku makan menyimpang pada remaja. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kecenderungan perilaku makan menyimpang. Terdapat delapan variabel independen yang diteliti yaitu jenis kelamin, media sosial, pengaruh tokoh media massa, pengaruh keluarga, pengaruh teman sebaya, rasa percaya diri, riwayat diet, dan citra tubuh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 410 responden (kelas 10 dan 11) di SMA Negeri 5 Kota Bekasi, menggunakan kuesioner daring. Hasil penelitian menunjukan terdapat 91,7% responden yang memiliki kecenderungan perilaku makan menyimpang. Hasil analisis menemukan hubungan bermakna antara kecenderungan perilaku makan menyimpang dengan variabel media sosial, pengaruh tokoh media massa, pengaruh keluarga, pengaruh teman sebaya, rasa percaya diri, dan riwayat diet. Ditemukan riwayat diet sebagai faktor dominan terhadap kecenderungan perilaku makan menyimpang (Odd ratio = 5.342). Diperlukan peran keluarga dan kolaborasi antara sekolah dan tenaga kesehatan untuk memberikan pendidikan gizi serta pendampingan agar remaja memiliki perilaku makan yang sehat.
Read More
S-10764
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adila Naura Iftinan Sugiharto; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Trini Sudiarti, Trulyana Tantiyani
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan perbedaan proporsi kecenderungan PMM berdasarkan faktor risikonya seperti literasi gizi, self-esteem, citra tubuh, pengaruh social networking sites (SNS), tingkat stres, uang saku, dan jenis kelamin pada siswa-siswi SMAN 5 Malang tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan 134 responden. Pengambilan data penelitian dilakukan pada bulan Desember 2020 dan didapatkan dari pengisian kuesioner secara daring.
Read More
S-10549
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jennifer Vidya; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Pinondang Situmorang
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari media komik terhadap kecenderungan PMM pada remaja perempuan di SMA WR. Supratman 2 Medan. Media komik yang diberikan berbentuk webtoon. Penelitian menggunakan rancangan kuasi eksperimen, yang dilakukan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol secara tidak acak. Total sampel yang digunakan adalah sejumlah 63 siswi. Hasil penelitian diperoleh melalui kuesioner secara daring, menunjukan adanya pengaruh media komik terhadap perubahan pengetahuan PMM setelah diberikan media komik pada kelompok perlakuan (nilai p= 0,032).
Read More
S-10664
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nicola Putri Sasmita; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Endang L. Achadi, Hera Ganefi
S-8219
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabila Arifai Arrieta; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Zainal Abidin
S-8475
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ariyani Novita Savitri; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Elmy Rindang Turhayati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan siklus menstruasi pada penari balet di Namarina Ballet-JazzFitness Jakarta tahun 2015. Penelitian yang melibatkan 84 penari balet ini menggunakan desain cross sectional dengan metode pengambilan sampel berupa accidental sampling. Data yang dikumpulkan berupa riwayat menstruasi, durasi latihan, IMT, persen lemak tubuh, usia menarche, perilaku makan menyimpang, dan stres. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner secara mandiri, pengukuran antropometri untuk berat dan tinggi badan, serta pengukuran persen lemak tubuh menggunakan BIA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65,5% responden mengalami gangguan siklus menstruasi. Uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan rata-rata durasi latihan, IMT, dan persen lemak tubuh yang signifikan antara penari balet yang mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi dengan penari balet yang mengalami keteraturan siklus menstruasi. Uji chi square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara usia menarche, perilaku makan menyimpang, dan stres dengan siklus menstruasi. Analisis regresi logistik ganda menunjukan bahwa perilaku makan menyimpang (OR= 4,8) merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan siklus menstruasi pada penari balet di Namarina Ballet-Jazz-Fitness Jakarta tahun 2015.
Kata Kunci: Siklus menstruasi, penari balet, perilaku makan menyimpang

The aim of this study is to identify the dominant factor associated with the menstrual cycle on ballet dancer in Namarina Ballet-Jazz-Fitness Jakarta 2015. This study which conducted on 84 ballet dancers used cross sectional design and was performed by accidental sampling. The collected data were menstrual history, duration of exercise, BMI, body fat percentage, menarche age, eating disorder, and stress. These data were collected by using self administered questionnaire, measurement for weight and height, and body fat measurement using BIA. The result of this study showed that 65,5% respondents experience menstrual cycle disorder. Mann-Whitney test showed no significant differences in the average duration of exercise, BMI and body fat percentage between ballet dancers who experience menstrual cycle irregularity with ballet dancers who experience menstrual cycle regularity. Chi square test showed significant relation between the age of menarche, eating disorder, and stress to the menstrual cycle. Regression binary logistic analysis showed that eating disorder (OR= 4,8) as the dominant factor associated with the menstrual cycle on ballet dancer in Namarina BalletJazz-Fitness Jakarta 2015.
Keywords: Menstrual cycle, ballet dancer, eating disorder
Read More
S-8639
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Prima Elda; Pembimbing: Kusharisupeni, Ahmad Syafiq; Penguji: Triyanti, Iip Syaiful, Anies Irawati
Abstrak:

Ada tiga kategori PMM yaitu anoreksia nervosa, bulimia nervosa, eating disorder not otherwise specified (EDNOS) termasuk binge eating. Pagsberg dan Wang (1994) dalam Keel (2005) sebanyak 0,7% remaja di Denmark mengalami bulimia nervosa. Turnbull et al (1996) dalam Keel (2005) di Inggris  pada tahun 1988-1993, sebanyak 12,2% remaja mengalami bulimia nervosa. Tantiani (2007) 34,8%  remaja di Jakarta mengalami PMM , 11,6% anoreksia nervosa dan 27% bulimia nervosa. Faktor genetik, kepercayaan diri, pola makan dan citra tubuh merupakan sebagian dari faktor penyebab PMM  (Gibney,et al. 2005). Profesi sebagai pramugari dituntut untuk menjaga penampilan fisik agar mempunyai bentuk tubuh yang proporsional. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kejadian PMM  pada pramugari di beberapa maskapai penerbangan Indonesia tahun 2011. Desain penelitian adalah kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian kualitatif, informan, sebanyak 3 orang penelitian dan sampel kuantitatif, 300 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2011 di Balai Kesehatan Penerbangan dan Bandara Soekarno Hatta. Hasil penelitian  sebanyak 15% responden mengalami PMM, anoreksia 2,7%, bulimia 4.3%, binge eating 8%, kecenderungan anoreksia  31 % dan EDNOS sebanyak 13.3%. Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku diet, citra tubuh, percaya diri, kekerasan fisik, tuntutan pekerjaan, kompetisi dan pengetahuan gizi. Dari hasil tersebut diharapkan akan muncul penelitian untuk mendalami PMM. Kata kunci : Perilaku Makan Menyimpang (PMM), Pramugari


 

There are three categories of PMM namely anorexia nervosa, bulimia nervosa, eating disorder Not Otherwise Specified (EDNOS), including binge eating. Pagsberg and Wang (1994) in Keel (2005) as much as 0.7% of adolescents have bulimia nervosa in Denmark. Turnbull et al (1996), Keel (2005) in England in 1988-1993, 12.2% of adolescents have bulimia nervosa. Tantiani (2007) 34.8% of adolescents in Jakarta have PMM, 11.6% anorexia nervosa and 27% bulimia nervosa. Genetic factors, confidence, diet and body image are some of the factors causing the PMM (Gibney, et al. 2005). Profession as a flight attendant is required to maintain the physical appearance in order to have a proportionate body shape. The purpose of this study was to determine incidence of PMM on the flight attendants on some airlines Indonesia in 2011. The study design was quantitative and qualitative. Qualitative research subjects, informants, as many as 3 people research and quantitative sample, 300 people. The experiment was conducted in March-May 2011 at the Aviation Health Institute and the Soekarno-Hatta Airport. The results as much as 15% of respondents experienced PMM, anorexia 2.7%, 4.3% bulimia, binge eating 8%, 31% and the trend of anorexia EDNOS as much as 13.3%. There is a significant relationship between dietary behaviors, body image, self confidence, physical violence, job demands, competition and knowledge of nutrition. From the results of the research are expected to arise to explore the PMM. Key words: Behavior Eating Notwithstanding (PMM), Flight Attendant

Read More
T-3454
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Delicia Salsabila; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Cesilia Meti Dwiriani
Abstrak:
Perilaku makan menyimpang adalah setiap gangguan yang ditandai oleh gangguan patologis sikap dan perilaku yang berkaitan dengan makanan. Telah diketahui bahwa pandemi COVID-19 menyebabkan berbagai perubahan pada aktivitas harian dan gaya hidup yang dapat meningkatkan masalah berat dan bentuk tubuh serta berdampak negatif pada pola makan, pola tidur dan aktivitas fisik yang kemudian berdampak pada meningkatnya risiko dan gejala PMM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan proporsi faktor individu dan lingkungan terhadap kecenderungan perilaku makan menyimpang pada mahasiswi FKM UI tahun 2023 saat dan setelah pandemi. Penelitian dilakukan secara daring selama bulan Mei-Juli 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi potong lintang dan metode purposive sampling digunakan untuk memperoleh 128 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik saat pandemi (p1) mauipun setelah pandemi (p2), terdapat perbedaan proporsi citra tubuh (p1=p2<0,001), riwayat diet (p1=p2<0,001), pengaruh keluarga (p1=p2<0,001), pengaruh teman (p1<0,001; p2=0,024), dan pengaruh media (p1<0,001; p2=0,012) terhadap kecenderungan perilaku makan menyimpang pada mahasiswi FKM UI tahun 2023.

Eating disorder is any disorder characterized by pathological disturbances of attitudes and behavior related to food. It is known that the COVID-19 pandemic has caused various changes to daily activities and lifestyle which may increase weight and body shape problems and have a negative impact on diet, sleep patterns and physical activity which then have an impact on increasing the risk and symptoms of EDs. This study aims to measure proportion differences of individual and environmental factors towards eating disorder tendencies of female college students of FKM UI in 2023 during and after the pandemic. This research was conducted online from May to July 2023. The research design used was a cross-sectional study design and purposive sampling method was used to obtain 128 respondents. The results of this study show that both during the pandemic (p1) and after the pandemic (p2), there were differences in the proportion of body image (p1=p2<0.001), dietary history (p1=p2<0.001), family influence (p1=p2<0.001), peer influence (p1<0.001; p2=0.024), and media influence (p1<0.001; p2=0.012) towards eating disorder tendencies in FKM UI students.
Read More
S-11458
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sesilia Agata; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Ahmad Syafiq, Cesilia Meti Dwiriani
Abstrak:
Perilaku makan menyimpang adalah kondisi perilaku yang ditandai dengan gangguan parah dan terus-menerus dalam perilaku makan serta pikiran dan emosi. Pandemi COVID-19 telah berdampak pada kesehatan, ekonomi, keuangan, dan sosial yang signifikan serta telah berimplikasi pada peningkatan jumlah individu yang mengalami perilaku makan menyimpang (PMM). Mahasiswa psikologi dapat memiliki tingkat tekanan psikologis atau masalah kesehatan mental yang lebih tinggi karena tuntutan program dan paparan materi yang didapatkan sehingga dapat berdampak pada perilaku makan menyimpang. Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia juga termasuk dalam kategori remaja dan dewasa muda yang lebih rentan mengalami perilaku makan menyimpang. Penelitian mengukur perbedaan kecenderungan perilaku makan menyimpang saat dan setelah pandemi COVID-19 berdasarkan faktor aktivitas fisik, stres, media sosial, pengetahuan gizi, citra tubuh, tempat tinggal, status tinggal, dan uang saku. Penelitian dilakukan secara daring pada bulan Maret-Juni 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi potong lintang dan digunakan metode purposive sampling untuk memperoleh 110 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami perubahan kecenderungan Perilaku Makan Menyimpang pada saat pandemi (36,4%) jika dibandingkan dengan setelah pandemi (33,6%). Selain itu, tidak ada juga perubahan yang signifikan pada aspek aktivitas fisik, stres, pengaruh media, dan citra tubuh pada saat dan setelah pandemi COVID. Meskipun begitu, hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada uang saku saat dan setelah pandemi COVID-19. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat perbedaan proporsi kecenderungan perilaku makan menyimpang saat pandemi berdasarkan stres (p-value=0,001), pengaruh media (p-value=0,001), dan citra tubuh (p-value=0,001). Sedangkan, terdapat perbedaan proporsi kecenderungan perilaku makan menyimpang setelah pandemi berdasarkan stres (p-value=0,001), pengaruh media (p-value=0,001), citra tubuh (p-value=0,001), dan uang saku (p-value=0,026).

Eating Disorder is a condition characterized by severe and persistent disturbances in eating behavior, as well as thoughts and emotions. The COVID-19 pandemic has had significant impacts on health, economy, finance, and social aspects, and has resulted in an increase in the number of individuals experiencing Eating Disorder. Psychology students may have higher levels of psychological stress or mental health issues due to the demands of their program and exposure to course materials, which can affect Eating Disorder. Female students in the Faculty of Psychology at the University of Indonesia are also included in the category of adolescents and young adults who are more vulnerable to experiencing eating disorder. This study aims to measure the differences in the tendency of eating disorder during and after the COVID-19 pandemic based on factors such as physical activity, stress, social media, nutritional knowledge, body image, place of residence, living status, and pocket money. The study was conducted online from March to June 2023. The research design used was a cross-sectional study design, and purposive sampling method was used to obtain 110 respondents. The results of this study showed that the majority of respondents did not experience a change in the tendency of eating disorder during the pandemic (36.4%) compared to after the pandemic (33.6%). Furthermore, there were no significant changes in terms of physical activity, stress, media influence, and body image during and after the COVID-19 pandemic. However, the Wilcoxon test results showed a significant difference in pocket money during and after the COVID-19 pandemic. The chi-square test results indicated differences in the proportions of deviant eating behavior tendencies during the pandemic based on stress (p-value=0.001), media influence (p-value=0.001), and body image (p-value=0.001). Meanwhile, there were differences in the proportions of deviant eating behavior tendencies after the pandemic based on stress (p-value=0.001), media influence (p-value=0.001), body image (p-value=0.001), and pocket money (p-value=0.026).
Read More
S-11452
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive