Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hasnel Sofyan, Mukhlis Akhadi
BA Vol.16, No.1
Jakarta : PTKMR BATAN, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hasna Khalishah; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Sofwan
Abstrak: Dunia aviasi memiliki banyak kegiatan yang turut menghasilkan berbagai macam limbah, termasuk limbah padat bahan berbahaya dan beracun atau B3. Kegiatan pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul pesawat terbang merupakan salah satu kegiatan yang memiliki dampak buruk pada masyarakat maupun lingkungan. Dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan dari dampak timbulan limbah padat B3, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana sistem pengelolaan limbah padat B3 hasil pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul pesawat terbang di perusahaan perawatan pesawat terbang. Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif observasional dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dari penelitian ini berasal dari data primer yang berasal dari wawancara mendalam dan observasi secara langsung, serta secara sekunder dengan melakukan telaah dokumen perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pengelolaan limbah padat B3, terdapat permasalahan diantaranya yaitu prasarana TPS limbah B3 yang tidak memadai, jumlah SDM kurang, dan hambatan dalam efisiensi limbah padat B3. Adapun sistem pelaporan dan penyebaran informasi pengelolaan limbah padat B3 sudah tergolong cukup baik karena dilakukan secara rutin dan informatif. Saran yang dapat diberikan yaitu adanya melakukan analisis beban kerja, memperbaiki sistem perlabelan, pengawasan rutin terhadap wadah penyimpanan, perbaikan prasarana TPS limbah B3, pengangkutan secara rutin, pengecekan kesehatan petugas limbah B3, dan penyebaran informasi dampak limbah padat B3 kepada masyarakat.
The world of aviation has many activities that also produce various kinds of waste, including solid waste of hazardous and toxic materials. Aircraft maintenance, repair, and overhaul activities harm society and the environment. The impact of hazardous solid waste has to be prevented from the public and the environment. This research was conducted to determine how the hazardous solid waste management system results from aircraft maintenance, repair, and overhaul in aircraft maintenance companies. This study uses a descriptive observational study design using a qualitative approach. The source of data from this research comes from primary data, which comes from in-depth interviews and direct observation, and secondarily by reviewing company documents. The results of this study indicate that the hazardous solid waste management system has problems, including inadequate temporary disposal sites for hazardous and toxic waste, insufficient human resources, and obstacles to the efficiency of hazardous solid waste. The system for reporting and disseminating information on hazardous solid waste management is quite good because it is carried out routinely and informatively. Suggestions that this research can be given are conducting a workload analysis, improving the labeling system, routine monitoring of storage containers, repairing temporary disposal sites for hazardous and toxic waste, carrying out routine waste management, checking the health of hazardous waste officers, and disseminating information on the impact of hazardous solid waste to the public.
Read More
S-10959
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Visityari Dwi Suryani; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ema Hermawati, Ali Isha Wardhana
Abstrak: Kebisingan merupakan salah satu masalah kesehatan lingkungan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada mayarakat yaitu tekanan darah tinggi. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara intensitas kebisingan dengan tekanan darah tinggi pada masyarakat sekitar bandara di kelurahan Makasar, Jakarta Timur. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Pengukuran kebisingan menggunakan Sound Level Meter, dilakukan pada dua titik di rumah warga. Tekanan darah warga diketahui berdasarkan pengukuran tekanan darah menggunakan Digital Blood Pressure Monitor Automatic. Informasi mengenai karakteristik individu dan gaya hidup juga diamati pada penetitian ini. Hasil pengukuran kebisingan pada rumah 1 sebesar 64,89 WECPNL dan di Rumah 2 sebesar 75,1 WECPNL telah melebihi batas intensitas kebisingan. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan yang signifikan untuk intensitas kebisingan (Leq 24 jam) dengan tekanan darah tinggi (p < 0,05). Hasil yang signifikan dengan tekanan darah tinggi pada variabel kerakteristik responden ditunjukkan pada jenis kelamin (p=0,045) dan umur (p=0,021). Sedangkan pada variabel gaya hidup tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan dengan tekanan darah tinggi. Masyarakat disarankan untuk menanam tumbuhan di sekitar rumah dan tidak membangun rumah tingkat untuk mengurangi paparan kebisingan.
Kata kunci: kebisingan, pesawat, tekanan darah tinggi, bandara, gaya hidup
Read More
S-8713
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadia Maretti; Pemb. L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Chandra Satrya, Dadan Erwandi, Istiati Suraningsih, Hanny Haryulianti
Abstrak:

Perawat IGD berisiko terkena Nyeri Pinggang Bawah (NPB). Penelitian ini dilakukan untuk deteksi awal tingkat risiko ergonomi pada aktivitas perawat di IGD RSUD Tarakan Jakarta tahun 2013. Dari 36 perawat, 26 orang mengeluh nyeri pada punggung tengah dan 22 orang nyeri pada punggung bawah sehabis bekerja. Penelitian kualitatif dengan mengamati aktivitas perawat mengukur tekanan darah, memasang infus, memasang kateter, membuang urin, menjahit luka, mengangkat dan memindahkan pasien, teridentifikasi mereka memiliki hazard ergonomi, yaitu saat membungkuk, mengangkat dan jongkok dengan peralatan kerja. Menggunakan metode REBA dan NIOSH lifting equation analysis, hasilnya mendapatkan aktivitas tingkat risiko tinggi adalah membuang urin, mengangkat dan memindahkan pasien. Tingkat risiko dapat diturunkan pada alat kerja yaitu tempat tidur dan kursi adjustable; meja spesimen dari stainless steel,dan pispot leher panjang dilengkapi angka ukur.


 

Nurse in the Emergency room at risk of Lower Back Pain (LBP). This research aimed at early detection of ergonomic risk level in nurse activities at emergency room Tarakan Hospital Jakarta in 2013. Of the 36 nurses, 26 complained of middle back pain and 22 lower back pain after work. Case study by observing the activity of the nurse measuring blood pressure, putting IV drip, putting a catheter, passing urine, suturing wound, lifting and moving patients who had ergonomic hazard, for example bending, lifting and squatting with working equipment (bed size, brandkard). Using REBA method and the NIOSH lifting equation analysis had the results, high risk level of activities were identified as passing urine, lifting and moving patients. The level of risk could be lowered by using adjustable beds and chairs; specimen table made of stainless steel, and a long neck numbered pot to measure urine.

Read More
T-3871
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suci Wulandari; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Puput Oktamianti, Dumilah Ayuningtyas, Amila Megraini, Emilia Amir
Abstrak:

ABSTRAK Family-work conflict (FWC) adalah salah satu bentuk inter role conflict yaitu tekanan atau ketidakseimbangan peran, antara peran di dalam keluarga dengan peran di pekerjaan. Salah satu dampak yang ditimbulkan dari family-work conflict adalah penurunan hasil kinerja yang ditandai dengan indikator meningkatnya absensi perawat perempuan diluar cuti tahunan dengan alasan ketidakhadiran karena kepentingan keluarga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara family-work conflict yang terdiri dari time-based conflict, strain-based conflict dan behaviour-based conflict dengan kinerja pada perawat perempuan di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Metode penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan sampel sebanyak 78 responden perawat perempuan di bagian rawat inap. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara time-based conflict (p-value 0,007), strain-based conflict (p-value 0,007) dan behaviour based conflict (p-value 0,026) dengan kinerja pada perawat perempuan di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. ABSTRACT Family-work conflict (FWC) is a form of inter-role conflict, namely the role of stress or imbalance, between the roles in the family with roles in the job. One impact of family-work conflict is characterized by reduction in performance with increased absenteeism indicators female nurse outside absences due to leave the family's interests. The purpose of this study was to determine the relationship between family-work conflict consisting of time-based conflict, strain-based conflict and behavior-based conflict with the performance of female nurses in hospitals Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Methods This study uses cross-sectional design with a sample of 78 respondents female nurse on the inpatient. The results show there is a relationship between time-based conflict (pvalue 0.007), strain-based conflict (p-value 0.007) and behavior-based conflict (pvalue 0.026) with the performance of the female nurses in hospitals Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.

Read More
T-3868
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhamad Abdurrahman Al Hakim; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Apib KWW. Prayogi
Abstrak:
Kompleksitas dalam industri penerbangan menjadikan penyebab kecelakaan masih melibatkan faktor manusia, teknologi, dan organisasi. Sehingga, diperlukan adanya analisis yang mendalam mengenai contributing factors, underlying (root) causes, dan organizational failures untuk mengurai kompleksitas industri penerbangan serta mencegah faktor penyebab kecelakaan terulang kembali kedepannya. Penelitian ini menganalisis faktor yang berkontribusi dalam insiden kecelakaan pesawat dengan menggunakan metode Incident Cause Analysis Method (ICAM) dengan pedoman analisis yang dikhususkan untuk untuk menganalisis contributing factors, underlying (root) causes, dan organizational failures. Bentuk penelitian yang dilakukan adalah deskriptif analitis. Untuk kasus kecelakaan yang diteliti adalah Boeing 737-500 yang sudah dilakukan investigasi oleh KNKT serta data dari sumber lainnya. Dari hasil analisis menggunakan metode ICAM didapati hasil mengenai faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan yaitu Prosedur, Keterlambatan Sistem CTSM, Faktor Manusia, Pelatihan terkait Upset Recovery, sistem Manajemen Keselamatan pihak PT X, dan Regulasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Saran yang dapat ditarik dari analisis ICAM berada dalam area peralatan, manusia, dan manajemen atau organisasi sesuai dengan akar yang berkontribusi terhadap kecelakaan terutama pada prosedur, peralatan, pelatihan pilot, sistem manajemen keselamatan, dan kebijakan.

The complexity of the aviation industry means that the causes of accidents still involve human, technological and organizational factors. Thus, an in-depth analysis of contributing factors, underlying (root) causes, and organizational failures is needed to unravel the complexity of the aviation industry and prevent accident-causing factors from recurring in the future. This research analyzes contributing factors in aircraft accident incidents using the Incident Cause Analysis Method (ICAM) with analysis guidelines specifically for analyzing contributing factors, underlying (root) causes, and organizational failures. The form of research conducted is descriptive analytical. The accident case studied is the Boeing 737-500 accident which has been investigated by the KNKT and data from other sources. From the results of the analysis using the ICAM method, it was found that the factors that contributed to the accident were Procedures, Delays in the CTSM System, Human Factors, Training related to Upset Recovery, PT X Air's Safety Management system, and Directorate General of Civil Aviation regulations. Suggestions that can be drawn from the ICAM analysis are in the areas of equipment, people, and management or organization according to the roots that contribute to accidents, especially in procedures, equipment, pilot training, safety management systems, and policies.
Read More
S-11675
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mochamad Safari; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Hendra, Moh. Hadiyin, Imam Syafi`i
Abstrak: Tingginya penggunaan pesawat angkat dan angkut di industri manufaktur dan pelabuhan angkutan barang membutuhkan peningkatan pengawasan dan pembinaan dalam pamakaiannya. Dari hasil laporan kasus membuktikan tingkat kecelakaan bidang pesawat angkat dan angkut masih terus terjadi. Faktor minimnya kompetensi pengawas ketenagakerjaan bidang K3 spesialis pesawat angkat dan angkut serta kurangnya jumlah pengawas menambah permasalahan pesawat angkat dan angkut semakin bertambah. Peningkatan kualitas dan kuantitas pengawas K3 spesialis pesawat angkat dan angkut merupakan suatu solusi yaitu melalui diklat berbasis kompetensi / Competence Based Training (CBT) sesuai Standar Kompetensi Kerja (SKKNI) Pengawas Ketenagakerjaan. Penelitian dilakukan dengan desain deskriptif dan analitik melalui data primer hasil observasi dan wawancara serta data sekunder dari literatur dan Kementerian Ketenagakerjaan. Penelitian ini menggambarkan kondisi pelaksanaan diklat fungsional pengawas saat ini dan dibandingkan dengan hasil pengembangan diklat berpola CBT, dengan melibatkan 3 pilar pendukung yaitu Lembaga diklat, lembaga sertifikasi dan dunia usaha/industri. Kata kunci: Diklat CBT, Pengawas K3, Pesawat angkat dan angkut, Standar kompetensi, Lembaga diklat, Lembaga sertifikasi.

The high use of lifting and transport equipment in manufacturing and freight ports requires increased supervision and guidance in their use. From the results of the case report proves the level of accidents in the field of lifting and transport equipment is still going on. The lack of competence of labor inspector in OSH of lift and transport equipment as well as the lack of supervisors increased the problem of lifting and transport equipment. Improving the quality and quantity of Inspectors Occupational Safety specialist of lifting and transport equipment is a solution that is through Competence Based Training (CBT) in accordance with the Competency Standards (SKKNI) of Labor inspector. The research was conducted with descriptive and analytic design through primary data of observation and interview and secondary data from literature and document from Ministry of Manpower. This study describes the condition of the implementation of functional training of current inspector and compared with the development of CBT patterned training, involving 3 supporting pillars namely Training Institute, certification body and business / industry. Keywords: CBT Training, Inspector of OHS, Lifting and Transport Equipment, Competency Standard (SKKNI), Training institution, Certification institution.
Read More
T-4951
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuli Subiakto; Promotor: Ratna Djuwita; Kopromotor: Nurhayati A. Prihartono, Mohamad Sadikin; Penguji: Purwantyastuti, Sabarinah B. Prasetya, Meily Kurniawidjaja, Carmen M. Siagian, Wawan Mulyawan
Abstrak: Dengan Vitamin E 200 mg Terhadap Penurunan Stres Oksidatif Dan Peningkatan Antioksidan Pada Teknisi Awaak Pesawat Terbang Militer. Stres oksidatif merupakan kondisi patologis tubuh yang disebabkan oleh terjadinya ketidakseimbangan antara oksidan dengan antioksidan tubuh, yang menghasilkan radikal bebas yang dapat mengakibatkan kerusakan sel secara dini. Radikal bebas akan berikatan bahan penyusun sel meliputi lemak, protein dan DNA akibatnya sel mengalami kerusakan, sehingga sel tidak dapat beregenerasi yang berdampak timbulnya penyakit degeneratif. Teknisi awak pesawat terbang militer sebagai personel khusus dalam melakukan pekerjaan bersinggungan langsung dengan bahan-bahan oksidan, sehingga berisiko tinggi mengalami stres oksidatif. Vitamin C dan vitamin E merupakan antioksidan non enzim dari luar luar tubuh yang memiliki peran menghambat stres oksidatif, sehingga stres oksidatif tidak terjadi. Desain penelitian studi eksperimental dengan intervensi (intervention study) dengan randomized double blind controled trial. Besar sampel 206 orang terbagi dua kelompok yaitu kelompok intervensi besar sampel 103 orang diberikan suplemen kombinasi vitamin C 500 mg dengan vitamin E 200 mg dan kelompok kontrol besar sampel 103 orang diberikan placebo selama 40 hari tanpa putus. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik responden, pola dan jumlah konsumsi vitamin C, vitamin E dan nutrien makanan, yang diperoleh dari food frequecy questionnaire (FFQ) dan 24 jam recall, pemeriksaan stres oksidatif berdasarkan pemeriksaan kadar malondialdehyde (MDA) dan antioksidan berdasarkan pemeriksaan kadar glutathione (GSH) dalam serum darah pada pre dan post intervensi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan stres oksidatif pada kelompok yang mendapatkan suplemen kombinasi vitamin C 500 mg dengan vitamin E 200 mg dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mendapatkan placebo, secara bermakna dengan p value 0,04 dengan besar efek - 0,089 nmol/mL, selang kepercayaan 95% (-0,17875 – 0,00095). Tidak terjadi peningkatan antioksidan pada kelompok yang mendapatkan suplemen kombinasi vitamin C 500 mg dengan vitamin E 200 mg dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mendapatkan placebo, secara tidak bermakna dengan p value 0,81 dengan besar efek -0,019 ug/mL, selang kepercayaan 95% (-0,140 – 0,180). Kata kunci : Suplemen Kombinasi Vitamin C dan Vitamin E, Stres Oksidatif, Antioksidan, Teknisi Awak Pesawat Terbang Milite
 

500 mg with Vitamin E 200 mg to Decrease Oxidative Stress and Increase Antioxidant on Technician Crew Military Aircraft. Oxidative stress is pathological condition body that is caused by imbalance between oxidants with antioxidants body, which produces free radicals that can lead cell damage early. Free radical will bind building blocks cell covering of fat, protein and DNA will result damage cell, so cell can not regenerate that affect onset of degenerative diseases. Technicians crew military aircraft as specialized personnel with activity job direct contact with material oxidant, thus high risk of oxidative stress. Vitamin C and vitamin E are antioxidant enzyme exogen outside body which has role inhibiting oxidative stress, so oxidative stress does not occur. The design study experimental studies with intervention randomized double blind controled trial. Sample size 206 people divided into two groups are intervention group with sample size 103 people are given supplements combination vitamin C 500 mg with vitamin E 200 mg and control group with sample size 103 people are given placebo for 40 days without break. Data collected include are characteristics of respondent, pattern and amount of consumption of vitamin C, vitamin E and nutrient food, derived from food frequecy questionnaire (FFQ) and 24-hour recall, examination of oxidative stress by checking levels malondialdehyde (MDA) and examination of antioxidant by checking levels glutathione (GSH) in blood serum in pre and post intervention. The results showed decrease oxidative stress in group intervention who are received suplement combination vitamin C 500 mg with vitamin E 200 mg compared with control group who are received placebo, are significant with p value 0.04 with effects size -0.089 nmol/mL, confidence interval 95 % (-0.17875 - 0.00095). No increase antioxidants in group intervention who are received supplement combination vitamin C 500 mg with vitamin E 200 mg compared with control group who are received placebo, are not significant with p value 0.81 with effects size -0.019 ug/mL, 95% confidence interval ( -0.140 - 0.180).
Read More
D-350
Depok : FKM-UI, 2016
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive