Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sri Hastuti; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amal C. Sjaaf, Anwar Hassan, Mohammad Baharudin
Abstrak:

RSIA Budi Kemuliaan merupakan salah satu rumah sakit tertua dan tetap eksis di kota Jakarta.Tinggi rendahnya kunjungan/utilisasi poliklinik merupakan interaksi antara pemberi pelayanan dan pengguna pelayanan (pasien). Peningkatan jumlah kunjungan yang berbeda di setiap poliklinik dan belum tercapainya target peningkatan jumlah kunjungan 10% setiap tahunnya menjadi latar belakang penelitiaan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik responden RSIABK dan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan utilisasi poliklinik di RSIABK. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 270 responden yang mewakili poliklinik lantai II, lantai III pagi dan lantai III sore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai tingkat pendidikan menengah ke atas (SLTA - ≥ tamat S1) sebesar 83,7%, sebagian besar responden adalah bekerja (69,3%) dengan penghasilan keluarga kurang dari Rp.3 juta (51,5%), memiliki tingkat pengetahuan yang kurang baik (67,4%), sebanyak 76,3% biaya pengobatan ditanggung sendiri (out of pocket), memiliki rata-rata waktu tempuh dari tempat tinggal ke rumah sakit 37,01 menit. Terdapat perbedaan karakteristik responden yang memilih poliklinik lantai II,lantai III pagi dan lantai III sore. Faktor yang langsung mempengaruhi utilisasi poliklinik lantai II vs poliklinik lantai III sore adalah kualitas alur pelayanan, pengetahuan, jarak tempuh, tarif dan asal biaya pengobatan. Sedangkan faktor yang langsung mempengaruhi utilisasi poliklinik lantai II vs poliklinik lantai III pagi adalah kualitas fisik RS, keterampilan bidan/perawat,asal biaya pengobatan dan pendapatan. Citra poliklinik RSIABK umumnya cukup baik dengan skor rata-rata 7,7.

Budi Kemuliaan Maternal and Child Hospital is one of the oldest hospitals and still exists in Jakarta. The frequency of polyclinic utilization represents the interaction between service providers and service users (patients). The difference of visit amount development for each polyclinic and the 10% target of visit amount development that has not been achieved become the background of this research. The purpose of this study is to understand the picture of respondents characteristic and to understand of the factors associated with utilization polyclinic of Budi Kemuliaan Maternal and Child Hospital. The type of this research is quantitative research. The writer applies analytical descriptive study by using cross-sectional approach. There are 270 respondents as the sample of the research representing polyclinic 2nd floor, 3rd floor in the morning and afternoon the 3rd floor. The results showed that the majority of respondents upper middle level of education (≥ high school graduation-S1) of 83.7%, the majority of respondents were working (69.3%) with family income of less than Rp.3 million (51.5%), has a poor level of knowledge (67.4%), as much as 76.3% of medical costs are afforded privately (outof- pocket), and has an average travel time from residence to hospital 37.01 minutes. There are several differences in respondent characteristics between polyclinics 2nd floor, 3rd floor in the morning and the 3rd floor in the afternoon. Factors that directly affect of polyclinic's utilization 2nd floor vs polyclinic 3rd floor in the afternoon are the quality of service, knowledge, mileage, rates and home treatment costs. While the factors that directly affect of the polyclinic's utilization 2nd floor vs polyclinic 3rd floor in the morning are the physical quality of hospital, midwives or nurses' skills, and sources of medical expenses and revenues. Polyclinic RSIABK image is generally quite good with an average score of 7.7.

Read More
B-1378
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahma Syahidina Fajri; Pembimbing: Vetty Yulianti Permanasari; Penguji: Ede Surya Darmawan, Nani Suryani
Abstrak: Belum optimalnya kegiatan pemasaran dan belum adanya kerjasama dengan BPJS Kesehatan mengakibatkan sedikitnya jumlah pasien baru dibandingkan pasien lama dan menurunnya jumlah kunjungan poliklinik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai segmen pasar sebagai dasar analisis segmentasi, target dan posisi pasar poliklinik anak RSIA Buah Hati Ciputat pada tahun 2015. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah segmen pasar yang dibagi berdasarkan variabel geografis, demografis, psikografis dan perilaku. Target pasar yang paling sesuai merupakan hasil segmen pasar yang dianggap potensial yaitu, ibu usia produktif dan berpendidikan tinggi yang memiliki anak usia 3-5 tahun dengan penghasilan keluarga 2-5 juta perbulan. Posisi pasar yang terbentuk adalah pelayanan kesehatan anak yang ekonomis dengan tenaga kesehatan berkualitas di Wilayah Kota Tangerang Selatan. Kata Kunci : Pemasaran, segmentasi pasar, target pasar, posisi pasar, poliklinik anak
The marketing activities in RSIA Buah Hati Ciputat has not optimal and there are no coorporation with BPJS Kesehatan that has been targeted and has result least number of new patients compare to number of old patients and decreasing the number of visits in pediatric polyclinic. This study aims to get information about market segments as the basis for the analysis of market segmentation, target and market position of pediatric polyclinic of RSIA Buah Hati Ciputat 2015. The types of this study is descriptive with quantitative and qualitative. The result of this study are market segments which is divided by the variable geographic, demographic, psychographic and behavioral. Target market is the potential of market segments is young mother and well educated who have children between 3-5 years old, with family income between 2-5 million rupiahs each month. The market position are the child health care which economical with qualified health personnel in South Tangerang City. Key Word : Marketing, market segmentation, target market, market position, pediatric polyclinic
Read More
S-8954
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Faradiza Shafira; Pembimbing: Amila Megraini; Penguji: Pujiyanto, Edward
Abstrak: Perkembangan dan persaingan dunia pelayanan kesehatan membuat pihakmanajemen berupaya memberikan yang terbaik kepada konsumen. RSUD KotaBogor telah menyediakan pelayanan komprehensif bagi masyarakat Bogor dansekitarnya, namun masih terdapat fenomena berupa kesenjangan jumlah pasiendan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahuigambaran umum bauran pemasaran poliklinik onkologi RSUD Kota Bogor.Penelitian ini menggunakan rancangan peneltian deskriptif kualitatif dandilaksanakan di poliklinik Onkologi RSUD Kota Bogor pada bulan Mei 2016.Hasil penelitian menunjukkan bauran pemasaran poliklinik onkologi RSUD KotaBogor belum maksimal. Terdapat 9 bed di poliklinik onkologi namun masihbanyak pasien kemoterapi yang belum tertangani karena tingginya jumlah pasiendan keterbatasan sumber daya. Tarif yang berlaku dirasa cukup terjangkau bagimasyarakat. Promosi RSUD Kota Bogor telah memadai, dilihat dari jumlahkunjungan pasien yang terus meningkat, namun jumlah pasien out of pocket masihminim. Berdasarkan hasil penelitian, diperlukan monitoring dan evaluasi kinerjaRSUD Kota Bogor, dan dapat dipertimbangkan penambahan sumber dayapoliklinik onkologi terutama bagi pasien out of pocket serta untuk memenuhikebutuhan konsumen.Kata kunci: pemasaran, manajemen rumah sakit, poliklinik onkologi, RSUD Bogor.
Read More
S-9088
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Muthia Amalia Pratiwi; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Prisca Gisella
Abstrak:
Waktu tunggu merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan waktu tunggu pasien di poliklinik anak dan penyakit dalam RS X pada kuartal IV tahun 2024. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data sekunder diperoleh dari laporan bulanan dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil menunjukkan rata-rata waktu tunggu adalah 34,23 menit, dengan faktor yang berhubungan secara signifikan yaitu keterlambatan dokter, jenis poliklinik, hari kunjungan, dan jumlah pasien. Variabel jenis poliklinik merupakan faktor paling dominan dengan nilai Exp(B) sebesar 2,254, yang berarti pasien di poliklinik penyakit dalam berisiko lebih tinggi mengalami waktu tunggu ≥60 menit. Disimpulkan bahwa penguatan kepatuhan terhadap jadwal praktik dokter serta pengelolaan beban pelayanan diperlukan untuk mengurangi lama durasi waktu tunggu.

Waiting time is a crucial indicator in assessing the quality of outpatient services. This study aims to analyze the factors influencing patient waiting time at the pediatric and internal medicine clinics of Hospital X during the fourth quarter of 2024. A cross-sectional design with a quantitative approach was used. Secondary data were obtained from monthly polyclinic reports and analyzed using chi-square tests and multiple logistic regression. The results showed that the average waiting time was 34.23 minutes. Significant factors associated with longer waiting times included doctor delays, clinic type, visit day, and number of patients per doctor. Among these, clinic type was the most dominant factor, with an odds ratio (Exp(B)) of 2.254, indicating that patients in the internal medicine clinic were more likely to experience delays of 60 minutes or more. It is concluded that strengthening adherence to doctors' practice schedules as well as managing service load is necessary to reduce waiting time duration.
Read More
S-11904
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irfan Rohot Uli Manik; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Prastuti Soewondo, Puput Oktamianti, Sri Diana Ginting Suka, Relia Sari
Abstrak:
Latar Belakang: RSU Hermina Podomoro merupakan salah satu rumah sakit swasta yang memiliki pelayanan poliklinik eksekutif. Unit layanan ini diharapkan dapat menjadi layanan unggulan rumah sakit. Data rekam medis menunjukkan bahwa dalam kurun waktu empat tahun terakhir, angka kunjungan dari unit poliklinik eksekutif belum pernah mencapai target sesuai yang telah ditetapkan. Keberadaan layanan eksekutif sendiri sesungguhnya dapat memberikan pemasukan yang cukup besar bagi rumah sakit. Jika angka kunjungan poliklinik eksekutif bisa meningkat hingga mencapai target maka pemasukan rumah sakit juga semakin besar. Tujuan penelitian: secara umum adalah tersusunnya rencana strategi peningkatan kinerja poliklinik eksekutif RSU Hermina Podomoro untuk periode 2024-2027. Secara khusus adalah teridentifikasi analisis situasi dan diperolehnya gambaran positioning poliklinik eksekutif, tersusunnya strategi yang tepat bagi RSU Hermina Podomoro untuk mengembangkan layanan poliklinik eksekutif, ditetapkannya indikator kinerja yang tepat digunakan untuk mengevaluasi implementasi rencana strategi dengan pendekatan Balanced Scorecard, ditetapkannya target sesuai dengan indikator kinerja yang digunakan dan ditetapkannya aktivitas dan biaya yang dibutuhkan. Metode penelitian: Jenis data pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa data kualitatif hasil wawancara mendalam dan Consensus Decisions Making Group (CDMG) bersama informan. Data sekunder terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa laporan rekam medis, laporan kinerja rumah sakit dan data pendukung lain sedangkan data kualititatif adalah dokumen internal RS dan dokumen eksternal yaituregulasi pemerintah, literatur, hasil penelitian dan data pendukung lain. Hasil penelitian: visi dan misi rumah sakit mendukung rencana strategis pengembangan layanan poliklinik eksekutif. Analisis lingkungan internal dan eksternal dengan EFE Matrix dan IFE Matrix menunjukkan data yang mendukung untuk pengembangan. Hasil Matching Stage pada matriks IE menunjukkan posisi rumah sakit pada sel 1 di matriks IE, yaitu grow dan build. Hasil QSPM digabungkan dengan teori yang ada dalam penentuan strategi prioritas menghasilkan urutan strategi sebagai berikut: optimalisasi promosi layanan poliklinik eksekutif, optimalisasi sarana danfasilitas, optimalisasi produk serta layanan, optimalisasi teknologi, optimalisasi SDM serta optimalisasi service excellence poliklinik eksekutif. Strategi yang ada dilengkapi dengan 28 (dua puluh delapan) KPI dengan target, aktivitas dan biaya masing-masing. Kesimpulan: rencana strategis yang dibuat lengkap dengan indikator sesuai BSC dan target akan mampu menjadi pedoman bagi RSU Hermina Podomoro dalam mewujudkan layanan poliklinik eksekutif sebagai layanan unggulan.

Background : Hermina Podomoro General Hospital is a private hospital that has executive polyclinic services. This service unit is expected to become the hospital's superior service. Medical recorddata shows that in the last four years, the number of visits from the executive polyclinic unit has never reached the target that has been set. The existence of executive services itself can actually provide quite a large income for hospitals. If the number of visits to executive clinics can increase to reach the target, the hospital's income will also increase. Objectives : In general, the preparation of a strategic plan for improving the performance of the executive polyclinic of Hermina Podomoro General Hospital for the period 2024-2027. Specifically, the identificationof a situation analysis and obtaining a picture of the positioning of the executive polyclinic, thepreparation of an appropriate strategy for Hermina Podomoro General Hospital to develop executive polyclinic services, the establishment of performance indicators appropriate to use to evaluate the implementation of strategic plans using the Balanced Scorecard approach, setting targets in accordance with the performance indicators used and determining the activities and costs needed. Method : The types of data in this research are primary data and secondary data. Primary data is qualitative data from in-depth interviews and the Consensus Decisions MakingGroup (CDMG) with informants. Secondary data consists of quantitative data and qualitative data. Quantitative data is in the form of medical record reports, hospital performance reports and other supporting data, while qualitative data is internal hospital documents and external documents, namely government regulations, literature, research results and other supporting data. Results : The hospital's vision and mission supports the strategic plan for the development of executive polyclinic services. Analysis of the internal and external environment with the EFEMatrix and IFE Matrix shows data that supports development. The Matching Stage results in the IE matrix show the position of the hospital in cell 1 in the IE matrix, namely grow and build. The QSPM results combined with existing theory in determining priority strategies produce the following strategy sequence: optimizing promotion of executive polyclinic services, optimizing facilities and facilities, optimizing products and services, optimizing technology, optimizing human resources and optimizing service excellence at executive polyclinics. The existing strategy is equipped with 28 (twenty eight) KPIs with their respective targets, activities and costs. Conclusion: The strategic plan made complete with indicators according to the BSC and targets will be able to serve as a guide for Hermina Podomoro General Hospital in realizing executive polyclinic services as superior services
Read More
B-2455
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive