Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Esti Rahmayuni; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Pujiyanto, Muhammad Ridha Akbar
Abstrak: Penelitian ini merupakan literature review mengenai faktor- faktor yang berkaitan dengan angka rujukan rawat jalan tingkat pertama (RJTP) peserta JKN. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan dan faktor apa saja yang berkaitan dengan angka rujukan rawat jalan tingkat pertama (RJTP) peserta JKN. Tinjauan literatur menggunakan pedoman PRISMA. Didapatkan 12 jurnal yang layak uji dan semua jurnal menggunakan metode kualitatif. Terdapat 4 faktor yang diidentifikasi berkaitan dengan masih tingginya angka rujukan rawat jalan di FKTP, yaitu masih kurangnya jumlah tenaga kesehatan atau SDM di fasilitas kesehatan tingkat pertama, kurangnya pemahaman tenaga kesehatan mengenai sistem rujukan dan fungsinya sebagai gatekeeper, belum memadainya ketersediaan fasilitas dan alat kesehatan, serta ketidakcukupan ketersediaan obat- obatan atau bahan medis habis pakai. Kata kunci: Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama, RJTP, BPJS Kesehatan This research is the literature review regarding the factors that related with the first level outpatient referral rate (RJTP) of JKN participants. The purpose of this paper is to discover an overview of the implementation and several factors are associated with the first level outpatient referral rate (RJTP) for JKN participants. The literature review in this paper is using PRISMA guidelines. There were 12 journals that were worth for the test and all journals used qualitative methods. There are 4 factors are identified that the number of outpatient on referrals is still quite high at FKTP, that are the lack of number of health workers or human resources in first-level health facilities, lack of understanding of health workers regarding the referral system and the function as gatekeepers, inadequate availability of medical facilities and devices, as well as insufficient availability of medicines or medical consumables. Key words: First level outpatient referral, RJTP, BPJS Healthcare
Read More
S-10390
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Irwanto; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Anhari Achadi, Jenal Mutakin Sambas
Abstrak: Skripsi ini membahas mengenai pelaksanaan rujukan rawat jalan pertama peserta askes yang berkunjung di Puskesmas, dan dilakukan pelayanan rujukan oleh petugas Dokter yang ada di Puskesmas Harapan Raya selaku Provider PT Askes (Persero) Cabang Utama Pekanbaru di Kota Pekanbaru tahun 2012. Penelitian ini untuk mengetahui gambaran pemahaman dokter puskesmas sebagai gatekeeper, pemahaman kapitasi, sistem rujuk balik dan aspek kebijakan terhadap rujukan rawat jalan tingkat pertama di Puskesmas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain kualitatif. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukkan Puskesmas Harapan Raya yang memiki rasio rujukan diatas 50% diatas standart PT Askes dimana dokter selaku penanggung jawab rujukan sudah melaksanakan rujukan dengan indikasi medis, tapi masih saja adanya tuntutan pasien dalam merujuk, rata-rata dokter yang merujuk tidak memahami dokter di Puskesmas sebagai gatekeeper atau penjaga pintu akses dari rujukan, sistem rujuk tidak berjalan dengan baik dan mempengaruhi pelaksanaan rujukan. Diharapkan PT. Akses (Persero) Kantor Cabang Utama Pekanbaru lebih meningkatkan pendekatan dan kordinasi dengan pihak Puskesmas dalam mengendalikan rujukan dapat terkendali.
 

This Skrip discussed the implementation of a referral for outpatient first participants Askes visit in Primary Health Care, service a referral to and done by a physician who is in Puskesmas Harapan Raya as provider Pt Askes ( Persero ) of the Main Branch Pekanbaru in the City of Pekanbaru 2012. This research to know a sense of understanding doctor as gatekeeper, a capitation, understanding a system of rujuk balik and the aspect of policy terhadapat the referent of an ambulatory the first degree in PHC. This research is research descriptive with a design qualitative. A result that is found in the research indicated Puskesmas Harapan Raya have the ratio of the referent of the above 50 % and above standart Pt Askes where a doctor as caretaker a reference have been carried out the referent of the medical, with the indications but still, a patient in a reference to the demands the implementation of a referral . which of the average physician who refer don ' t understand a physicians in PHC as a gatekeeper or a door-keeper access from the reference, a system of reconcilement does not run.
Read More
S-7692
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Amilia Wulandhani; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Atik Nurwahyuni, Pujiyanto, Lina Marlina, Donni Hendrawan
Abstrak:
Ageing population merupakan permasalahan bagi sistem kesehatan di berbagai negara. Lansia merupakan kelompok rentan yang berisiko tinggi menderita penyakit tidak menular kronis, multimorbiditas, serta disabilitas. FKTP menjadi akses pelayanan kesehatan terdekat lansia berkaitan dengan sistem berjenjang dalam skema JKN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan rawat jalan tingkat pertama pada lansia peserta JKN tahun 2022. Penelitian dilakukan dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sampel BPJS Kesehatan tahun 2023. Pemanfaatan pelayanan RJTP pada lansia peserta JKN tahun 2022 adalah 43,35%. Terdapat hubungan signifikan antara kelompok usia, jenis kelamin, hubungan keluarga, segmen peserta, wilayah tempat tinggal, riwayat penyakit kronis, jenis FKTP, dan kepemilikan FKTP dengan pemanfaatan pelayanan RJTP pada lansia. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan RJTP pada lansia adalah riwayat penyakit kronis dimana lansia dengan riwayat penyakit kronis berpeluang lebih besar (AOR 41,84; 95% CI 37,35-46,87; p value 0,000) memanfaatkan pelayanan RJTP dibandingkan lansia tanpa riwayat penyakit kronis. Diperlukan kerja sama antara Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan program pelayanan kesehatan lansia seperti ILP, Prolanis, serta mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan pemanfaatan pelayanan RJTP pada lansia.

The ageing population is a problem for the health system across countries. The elderly are a vulnerable population with higher risk of chronic diseases, multimorbidity, and disability. Primary care facilities (FKTP) are the closest access to health services for elderly related to the tiered system in JKN scheme. This study aims to determine factors associated with the utilization of primary outpatient services (RJTP) among elderly JKN participants in 2022. This is a cross-sectional study using BPJS Kesehatan sample data in 2023. This study found RJTP utilization among elderly JKN participants in 2022 was 43,35%. There is a significant relationship between age group, gender, family relationship, participant segment, area of residence, chronic condition, type of FKTP, and ownership of FKTP with the utilization of RJTP. The most dominant factor related to the utilization of RJTP is chronic conditions, where elderly with a chronic disease have a greater chance (AOR 41,84; 95% CI 37,35–46,87; p value 0.000) of utilizing RJTP compared to elderly without a chronic disease. Collaboration is needed between Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, and local government to optimize elderly health service programs such as ILP, Prolanis, and educate people to increase RJTP utilization for the elderly.
Read More
T-7056
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Nabilah Noviyanti Putri; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Purnawan Junadi, Erfan Chandra Nugraha
Abstrak:
Pelayanan Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) memiliki peran strategis dalam pengelolaan diabetes melitus pada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keteraturan kunjungan RJTP serta faktor-faktor yang memengaruhinya pada peserta JKN penderita diabetes melitus di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan memanfaatkan data sekunder sampel BPJS Kesehatan tahun 2024, melibatkan 10.834 peserta diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kunjungan RJTP sebesar 9,54 kali per tahun, namun sebagian besar peserta masih tergolong tidak rutin. Terdapat hubungan signifikan antara utilisasi RJTP dengan usia, jenis kelamin, segmentasi kepesertaan, jenis FKTP, wilayah tempat tinggal, dan jenis diabetes melitus. Temuan ini menunjukkan adanya ketimpangan keteraturan kunjungan pelayanan primer dan perlunya penguatan peran FKTP dalam pengelolaan diabetes melitus untuk meningkatkan keteraturan kunjungan dan efisiensi pembiayaan JKN.

Primary Outpatient Services (RJTP) play a strategic role in the management of diabetes mellitus in National Health Insurance (JKN) participants. This study aims to analyze the regularity of RJTP visits and the factors influencing it in JKN participants with diabetes mellitus in Central Java Province. The study used a quantitative design with a cross-sectional approach and utilized secondary data from the 2024 BPJS Kesehatan sample, involving 10,834 participants with type 1 and type 2 diabetes mellitus. Analysis was performed using univariate and bivariate analyses using the chi-square test. The results showed that the average RJTP visit was 9.54 times per year, but most participants were still classified as irregular. There was a significant relationship between RJTP utilization and age, gender, participant segmentation, type of FKTP, area of residence, and type of diabetes mellitus. These findings indicate an imbalance in the regularity of primary care visits and the need to strengthen the role of FKTP in diabetes mellitus management to improve visit regularity and JKN financing efficiency.
Read More
S-12212
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
cover
Putri Maharani Zhafirah Khotib; ;Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Puput Oktamianti, Erfan Chandra Nugraha
Abstrak:
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pemantauan berkelanjutan melalui pelayanan kesehatan primer. Pola keteraturan kunjungan Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) menjadi salah satu indikator pemanfaatan layanan yang penting dalam mendukung pengendalian penyakit dan pencegahan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran pola keteraturan kunjungan RJTP serta hubungan faktor predisposisi dan faktor pemungkin dengan pola keteraturan kunjungan tersebut pada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) penderita DM usia produktif di DKI Jakarta tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan memanfaatkan data sekunder Data Sampel BPJS Kesehatan Tahun 2025 yang mencakup periode pelayanan Januari–Desember 2024. Sampel penelitian terdiri atas 2.074 peserta aktual yang merepresentasikan estimasi sampel terbobot sebanyak 25.470 peserta usia 15–64 tahun dengan diagnosis DMT1 maupun DMT2. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan regresi logistik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peserta (90,5%) termasuk dalam kategori tidak rutin melakukan kunjungan RJTP berdasarkan definisi operasional penelitian. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa seluruh variabel independen, yaitu usia, jenis kelamin, status perkawinan, segmen kepesertaan, jenis FKTP, dan kepemilikan FKTP, tidak memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan pola keteraturan kunjungan RJTP (p-value > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ketidakteraturan kunjungan RJTP yang tercatat dalam data klaim ditemukan pada sebagian besar peserta JKN usia produktif dengan DM di DKI Jakarta, dan belum dapat dijelaskan oleh variabel predisposisi maupun pemungkin yang dianalisis dalam penelitian ini. Diperlukan penguatan peran FKTP dalam pemantauan peserta DM, optimalisasi sistem pengingat kunjungan, serta evaluasi hambatan layanan untuk meningkatkan kesinambungan pengelolaan DM di pelayanan primer.

Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that requires continuous monitoring through primary healthcare services. The pattern of regularity of Primary Outpatient Care (POC) visits is an important indicator of service utilization in supporting disease control and preventing complications. This study aimed to analyze the pattern of regularity of POC visits and the association between predisposing and enabling factors and visit regularity among productive-age National Health Insurance (JKN) participants with DM in DKI Jakarta in 2024. This study employed a cross-sectional design using secondary data from the 2025 BPJS Kesehatan Sample Data, covering services from January to December 2024. The study sample consisted of 2,074 actual participants, representing a weighted estimate of 25,470 participants aged 15–64 years diagnosed with T1DM or T2DM. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with simple logistic regression. The results showed that the majority of participants (90.5%) were classified as having irregular POC visits based on the study’s operational definition. Bivariate analysis revealed that all independent variables, namely age, sex, marital status, membership segment, type of primary healthcare facility, and facility ownership, were not significantly associated with the pattern of regularity of POC visits (p-value > 0.05). These findings indicate that irregular POC visits recorded in claims data were observed among most productive-age JKN participants with DM in DKI Jakarta and were not explained by the predisposing and enabling variables analyzed in this study. Strengthening the role of primary healthcare facilities in monitoring DM patients, optimizing appointment reminder systems, and evaluating service barriers are needed to support sustainable DM management in primary care.
Read More
S-12441
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive