Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nurul Wahdiyah; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Yovsyah, Zulvia Oktanida Syarif
S-6714
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabilah Noviyanti Putri; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Purnawan Junadi, Erfan Chandra Nugraha
Abstrak:
Pelayanan Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) memiliki peran strategis dalam pengelolaan diabetes melitus pada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keteraturan kunjungan RJTP serta faktor-faktor yang memengaruhinya pada peserta JKN penderita diabetes melitus di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan memanfaatkan data sekunder sampel BPJS Kesehatan tahun 2024, melibatkan 10.834 peserta diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kunjungan RJTP sebesar 9,54 kali per tahun, namun sebagian besar peserta masih tergolong tidak rutin. Terdapat hubungan signifikan antara utilisasi RJTP dengan usia, jenis kelamin, segmentasi kepesertaan, jenis FKTP, wilayah tempat tinggal, dan jenis diabetes melitus. Temuan ini menunjukkan adanya ketimpangan keteraturan kunjungan pelayanan primer dan perlunya penguatan peran FKTP dalam pengelolaan diabetes melitus untuk meningkatkan keteraturan kunjungan dan efisiensi pembiayaan JKN.

Primary Outpatient Services (RJTP) play a strategic role in the management of diabetes mellitus in National Health Insurance (JKN) participants. This study aims to analyze the regularity of RJTP visits and the factors influencing it in JKN participants with diabetes mellitus in Central Java Province. The study used a quantitative design with a cross-sectional approach and utilized secondary data from the 2024 BPJS Kesehatan sample, involving 10,834 participants with type 1 and type 2 diabetes mellitus. Analysis was performed using univariate and bivariate analyses using the chi-square test. The results showed that the average RJTP visit was 9.54 times per year, but most participants were still classified as irregular. There was a significant relationship between RJTP utilization and age, gender, participant segmentation, type of FKTP, area of residence, and type of diabetes mellitus. These findings indicate an imbalance in the regularity of primary care visits and the need to strengthen the role of FKTP in diabetes mellitus management to improve visit regularity and JKN financing efficiency.
Read More
S-12212
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Maharani Zhafirah Khotib; ;Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Puput Oktamianti, Erfan Chandra Nugraha
Abstrak:
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pemantauan berkelanjutan melalui pelayanan kesehatan primer. Pola keteraturan kunjungan Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) menjadi salah satu indikator pemanfaatan layanan yang penting dalam mendukung pengendalian penyakit dan pencegahan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran pola keteraturan kunjungan RJTP serta hubungan faktor predisposisi dan faktor pemungkin dengan pola keteraturan kunjungan tersebut pada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) penderita DM usia produktif di DKI Jakarta tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan memanfaatkan data sekunder Data Sampel BPJS Kesehatan Tahun 2025 yang mencakup periode pelayanan Januari–Desember 2024. Sampel penelitian terdiri atas 2.074 peserta aktual yang merepresentasikan estimasi sampel terbobot sebanyak 25.470 peserta usia 15–64 tahun dengan diagnosis DMT1 maupun DMT2. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan regresi logistik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peserta (90,5%) termasuk dalam kategori tidak rutin melakukan kunjungan RJTP berdasarkan definisi operasional penelitian. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa seluruh variabel independen, yaitu usia, jenis kelamin, status perkawinan, segmen kepesertaan, jenis FKTP, dan kepemilikan FKTP, tidak memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan pola keteraturan kunjungan RJTP (p-value > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ketidakteraturan kunjungan RJTP yang tercatat dalam data klaim ditemukan pada sebagian besar peserta JKN usia produktif dengan DM di DKI Jakarta, dan belum dapat dijelaskan oleh variabel predisposisi maupun pemungkin yang dianalisis dalam penelitian ini. Diperlukan penguatan peran FKTP dalam pemantauan peserta DM, optimalisasi sistem pengingat kunjungan, serta evaluasi hambatan layanan untuk meningkatkan kesinambungan pengelolaan DM di pelayanan primer.

Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that requires continuous monitoring through primary healthcare services. The pattern of regularity of Primary Outpatient Care (POC) visits is an important indicator of service utilization in supporting disease control and preventing complications. This study aimed to analyze the pattern of regularity of POC visits and the association between predisposing and enabling factors and visit regularity among productive-age National Health Insurance (JKN) participants with DM in DKI Jakarta in 2024. This study employed a cross-sectional design using secondary data from the 2025 BPJS Kesehatan Sample Data, covering services from January to December 2024. The study sample consisted of 2,074 actual participants, representing a weighted estimate of 25,470 participants aged 15–64 years diagnosed with T1DM or T2DM. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with simple logistic regression. The results showed that the majority of participants (90.5%) were classified as having irregular POC visits based on the study’s operational definition. Bivariate analysis revealed that all independent variables, namely age, sex, marital status, membership segment, type of primary healthcare facility, and facility ownership, were not significantly associated with the pattern of regularity of POC visits (p-value > 0.05). These findings indicate that irregular POC visits recorded in claims data were observed among most productive-age JKN participants with DM in DKI Jakarta and were not explained by the predisposing and enabling variables analyzed in this study. Strengthening the role of primary healthcare facilities in monitoring DM patients, optimizing appointment reminder systems, and evaluating service barriers are needed to support sustainable DM management in primary care.
Read More
S-12441
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive