Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
ARS Agustiningsih; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Suprijanto Rijadi, Purnawan Junadi, Endang Adriyani
B-1345
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Christina Saputera; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Anhari Achadi, Theryoto, Lianingsih Partahusniutojo
Abstrak:
Service time merupakan salah satu indikator mutu pelayanan IGD RS termasuk di IGD RS St. Carolus Summarecon Serpong, dengan pencapaian service time ≤ 3 jam 74,3% dari target > 90% total pasien rawat inap dari IGD. Penelitian ini menggunakan desain operational research dengan metode kuantitatif dan kualitatif serta teknik probability sampling dalam pengambilan sampel sejumlah 32 pasien IGD. Hasil penelitian dengan pendekatan lean six sigma berhasil mengidentifikasi waste waiting pada tahap transfer pasien IGD ke ruang rawat inap sebagai penyebab akar masalah, menurunkan lead time dari 4 jam 14 menit menjadi 2 jam 39 menit 2 detik (↓ 37,4%) pada tahap post intervensi dan menjadi 2 jam 19 menit 46 detik (↓ 12,1%) pada tahap control; menurunkan aktivitas non value-added dari 1 jam 38 menit 19 detik menjadi 32 menit 22 detik (↓ 67,1%) pada tahap post intervensi dan menjadi 25 menit 23 detik (↓ 21,6%) pada tahap control serta berhasil mengeliminasi waste transport dan menurunkan waktu waste waiting. Kombinasi berbagai tools lean six sigma dalam penelitian ini (heijunka, standardized work, 5 S, Single Exchange Minutes of Dies, dan visual management) mampu menurunkan lead time sebesar 55% pada tahap control, apabila dibandingkan dengan intervensi menggunakan satu tools saja.

Service time is an indicator of the quality of hospital ER services, including at St. Carolus Summarecon Serpong Hospital, by achieving service time ≤ 3 hours 74,3% of the target > 90% of the total inpatients from the ER. This study used an operational research design with quantitative and qualitative methods as well as probability sampling techniques in taking a sample of 32 ER patients. The results of this study using the lean six sigma approach succeeded in identifying waste waiting at the transfer stage of ER patients to the inpatients room as the root cause of the problem, reducing lead time from 4 hours 14 minutes to 2 hours 39 minutes 2 seconds (↓ 37,4%) in the post stage intervention and became 2 hours 19 minutes 46 seconds (↓ 12,1%) in the control stage; reduced non value-added activities from 1 hour 38 minutes 19 seconds to 32 minutes 22 seconds (↓ 67,1%) in the post intervention stage and became 25 minutes 23 seconds in the control stage; succeeded in eliminating transport waste and reduce waste waiting time. The combination of various lean six sigma tools in this study (heijunka, standardized work, Single Exchange Minutes of Dies, and visual management) was able to reduce lead time by 55% in the control stage, compared with intervention using just one tool.
Read More
B-2404
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asiyah Tsabita Maulana; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Sandi Iljanto; Indra Joko Mulyono
Abstrak: Penelitian ini membahas waktu pelayanan pasien rawat jalan di RSU Hasanah Graha Afiah pada tahun 2014 menggunakan pendekatan Six sigma. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran waktu pelayanan rawat jalan dan menganalisis penyebab lamanya waktu pelayanan rawat jalan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara mandalam. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata waktu pelayanan rawat jalan adalah 102,95 menit. Proses yang paling lama adalah pada saat menunggu rekam medis, menunggu panggilan poli, dan menunggu obat. Penyebab lamanya waktu menunggu tersebut dikarenakan jumlah pasien meningkat, sistem booking, lamanya waktu pemeriksaan, dan kurangnya SDM di unit farmasi.
Kata kunci : Rawat jalan, Six sigma, waktu pelayanan

This research discusses about outpatient service time in General Hospital Hasanah Graha Afiah in 2014 using six sigma approach. Purposes of this research are to determine the overview of outpatient service time and to uncover the root causes of long service time. This research uses both quantitative and qualitative method by using observation and in-depth interview. Tehe research reveals an average service time of 102.92 minutes. The longest processes are medical record waiting time, poly waiting time, and medication waiting time. The causes of the long waiting time are increased patient number, booking system, length of examination, and lack of human resources in pharmacy.
Keywords : Outpatient, Six sigma, service time
Read More
S-8543
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heru Mulyanto; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Jaslis Ilyas, Arief Oetama, Julian
Abstrak: Tesis ini merupakan suatu penelitian dengan metode penelitian kualitatif terhadap waktupelayanan Instalasi Gawat Darurat RS Gading Pluit Jakarta. Tujuan penelitian adalah untukmengetahui waktu pelayanan IGD serta mencari penyebab lamanya waktu pelayanan IGD.Penelitian dilakukan dengan menghitung waktu pelayanan IGD terhadap pasien yang berobat keIGD RS Gading Pluit selama bulan Januari 2016. Waktu pelayanan IGD maksimal 90 menitdihitung sejak pasien masuk ke IGD atau setelah dilakukan triase pada pasien. Dilakukanobservasi terhadap proses pendaftaran pasien, triase pasien, asuhan keperawatan danpemeriksaan dokter, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologi serta konsultasi dokterspesialis. Terhadap waktu pelayanan pasien IGD yang melebihi waktu 90 menit dilakukanpenelusuran penyebab lamanya pelayanan. Wawancara mendalam dilakukan untuk mendapatkaninformasi mengenai penyebab lamanya waktu pelayanan IGD. Dari penelitian didapatkan bahwawaktu pelayanan IGD dipengaruhi faktor-faktor kategori triase pasien dan diagnosis penyakitpasien. Rata-rata waktu pelayanan IGD untuk kategori gawat darurat (Label Merah) adalah 70menit 40 detik sedangkan rata-rata waktu pelayanan untuk kategori darurat tidak gawat (LabelKuning) adalah 80 menit 40 detik. Saran-saran penelitian : membatasi tindakan konsultasi kedokter spesialis hanya untuk kasus-kasus gawat darurat, waktu pelayanan IGD sebaiknyaberbeda berdasarkan kategori pasien dan menjamin proses triase berjalan dengan prosedur yangberlaku.Kata kunci :Waktu pelayanan IGD, penyebab lamanya waktu pelayanan IGD, saran-saran perbaikan waktupelayanan IGD.
Read More
B-1797
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurzahara Bagus; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Popy Yuniar, Khairina, Dian Ekawati
Abstrak:
Penelitian ini mengevaluasi integrasi Sistem Monitoring Antrian Online (Mobile JKN) dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di RS Hermina Bekasi terhadap standar waktu pelayanan pasien rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian tujuan sistem dengan hasil yang dicapai, dengan fokus pada efisiensi waktu pelayanan menggunakan metode HOT-Fit, yang mengevaluasi aspek manusia, organisasi, dan teknologi. Penelitian deskriptif-eksploratif ini menggunakan wawancara, data observasi, dan pengukuran kinerja sistem untuk mengukur variabel kunci seperti kemampuan dan penerimaan pengguna, kebijakan organisasi, dan keandalan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sistem secara efektif mengurangi waktu tunggu khususnya proses pendaftaran rawat jalan, namun secara keseluruhan Waktu pelayanan masih belum mencapai standar. Beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti pelatihan pengguna,penyesuaian kebijakan, dan update kemampuan sistem. Komponen teknologi sistem menunjukkan keandalan dan fleksibilitas yang tinggi, sehingga meningkatkan efisiensi operasional. Namun, tantangan masih ada dalam mencapai kesesuaian penuh dengan standar waktu pelayanan dan adopsi oleh pengguna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun integrasi ini merupakan langkah signifikan dalam mengoptimalkan layanan bagi peserta BPJS Kesehatan, penyempurnaan lebih lanjut diperlukan untuk memaksimalkan manfaat bersih pada semua aspek operasional..

This study evaluates the integration of the Online Queue Monitoring System (Mobile JKN) with the Hospital Management Information System (SIMRS) at Hermina Bekasi Hospital against outpatient service time standards. The research aims to analyze the alignment of the system's objectives with its outcomes, focusing on service time efficiency using the HOT-Fit method, which evaluates human, organizational, and technological aspects. This descriptive-explorative study employs interviews, observational data, and system performance measurements to assess key variables such as user capability and acceptance, organizational policies, and system reliability. The findings indicate that the system integration effectively reduces wait times, particularly for outpatient registration processes, although overall service time still does not meet the standards. Areas needing improvement include user training, policy adjustments, and system capability updates. The technological components of the system demonstrate high reliability and flexibility, enhancing operational efficiency. However, challenges remain in fully achieving alignment with service time standards and user adoption. The study concludes that while the integration represents a significant step in optimizing services for BPJS Health participants, further refinements are required to maximize net benefits across all operational aspects.
Read More
T-7201
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive