Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Yuliza Utari Widyastuti; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Ede Surya Darmawan, Soewarta Kosen
Abstrak:
Secara global, kesehatan adalah industri senilai USD 3.5 triliun atau setaradengan 8% dari PDB dunia. Menurut data, masih ada kekurangan dari sistem kesehatansaat ini, antara lain: (i) angka harapan hidup yang masih bervariasi; (ii) 100 juta orangdimiskinkan oleh pengeluaran kesehatan; (iii) kesenjangan kesehatan yang terus terjadi,bahkan di negara-negara kaya (US dan Australia); (iv) sebagian besar peralatan yangtidak digunakan dengan semestinya. Memperkuat sistem kesehatan berarti mengatasikendala utama di setiap bidang, dengan demikian derajat kesehatan akan meningkat.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analitik.Metode yang digunakan adalah tinjauan kepustakaan. Jenis data yang digunakan adalahdata sekunder yang didapatkan melalui pencarian studi/penelitian yang sudah adasebelumnya dan teori-teori yang berkaitan dengan topik. Kriteria inklusi pada penelitianini adalah penelitian dengan semua jenis metode yang dapat menjawab topik danmenggunakan framework WHO: Six Building Blocks. Kriteria eksklusi penelitian adalahpenelitian lebih dari 10 tahun, serta penelitian yang tidak dapat menjawab pertanyaanpenelitian. Informasi yang didapatkan dari studi literatur ini akan diuraikan dalambentuk table hasil dan narasi, dengan hasil temuannya yaitu kinerja sistem kesehatan dinegara berkembang belum lebih baik dari negara maju, dilihat dari status kesehatanmasyarakat dan permasalahan kesehatan yang sedang dialami.Kata kunci:sistem kesehatan, six building blocks, WHO.
Globally, healthcare is an industry of USD 3.5 trillion worth or equal to 8% ofthe world GDP. According to the data, there are still shortcomings of the current healthsystem, as follows: (i) life expectancy that still varies; (ii) 100 million people areimpoverished by health spending; (iii) health gaps that continue to occur, even inwealthy countries (the US and Australia); (iv) most of the equipment is not usedproperly. Strengthening the health system means overcoming the main obstacles in eachfield, thus the value of health will increase. This research uses a qualitative approachthat is descriptive-analytic. The methods used are a literature review. The type of dataused is secondary data obtained through pre-existing study/research searches and topic-related theories. The inclusion criteria for this study are research with all types ofmethods that can answer topics and use the WHO framework: Six Building Blocks. Theresearch exclusion criteria are the research of more than 10 years, as well as researchthat cannot answer research questions. The information obtained from this literaturestudy will be described in the form of results table and narration, with the result of thehealth systems performance in the developing countries has not been better than indeveloped countries, judging by the public health status and the health problems that arebeing experienced.Key words:healthcare systems, six building blocks, WHO, compare OR comparing.
Read More
Globally, healthcare is an industry of USD 3.5 trillion worth or equal to 8% ofthe world GDP. According to the data, there are still shortcomings of the current healthsystem, as follows: (i) life expectancy that still varies; (ii) 100 million people areimpoverished by health spending; (iii) health gaps that continue to occur, even inwealthy countries (the US and Australia); (iv) most of the equipment is not usedproperly. Strengthening the health system means overcoming the main obstacles in eachfield, thus the value of health will increase. This research uses a qualitative approachthat is descriptive-analytic. The methods used are a literature review. The type of dataused is secondary data obtained through pre-existing study/research searches and topic-related theories. The inclusion criteria for this study are research with all types ofmethods that can answer topics and use the WHO framework: Six Building Blocks. Theresearch exclusion criteria are the research of more than 10 years, as well as researchthat cannot answer research questions. The information obtained from this literaturestudy will be described in the form of results table and narration, with the result of thehealth systems performance in the developing countries has not been better than indeveloped countries, judging by the public health status and the health problems that arebeing experienced.Key words:healthcare systems, six building blocks, WHO, compare OR comparing.
S-10337
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lea Meirina Trisnawati; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Sandi Iljanto, Kurniasari. Hellen Dewi Premeswari, Daniel Marguari
Abstrak:
Kasus HIV dan AIDS di Indonesia terus meningkat. Sementara untuk penularandari ibu ke bayi atau anak, jika tidak dilakukan intervensi program PPIA,kemungkinan penularannya akan lebih besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan peran penentu baik bidang kesehatan dan non kesehatan dalam pelaksanaan program PPIA. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mengambil lokasi di Kabupaten Jayawijaya. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer yaitu melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi sedangkan data sekunder berasal dari survei fasilitas kesehatan yang dilakukan di Papua. Jumlah informan adalah 11 orang.
Hasil penelitian ini menggambarkan pelaksanaan program PPIA dilihat dari peran sistem kesehatanmasih kurang memadai. Mengingat luasnya wilayah dan kesulitan akses kepelayanan kesehatan, Pemerintah Daerah perlu segera melakukan perluasanlayanan PPIA yang komprehensif, pemberian Obat ARV pada ibu hamil dankebutuhan reagen, serta dukungan psikososial pada ODHA.
Kata kunci: HIV/AIDS, PPIA, sistem kesehatan
HIV and AIDS cases are increasing progressively. Especially on HIVtransmission from mother to child, the possibility is greater than others if we donot apply PMTCT intervention. The objective of this research is to determine roleof health system to the implementation of PMTCT. This is qualitative researchlocated in Jayawijaya district. Primary data is collected through in depthinterview, observation, and documentation, while secondary data is collectedbased on health facilities survey in Papua. The informant of this research is 11people.
This research is resulting insufficient PMTCT coverage due to the weakof health system. Access to health facilities is still challenging, so localgovernment is required to provide and expand comprehensive PMTCT services,ensuring provision of HIV related commodities to people living with HIV.
Key words: HIV/AIDS, PMTCT, health system
Read More
Hasil penelitian ini menggambarkan pelaksanaan program PPIA dilihat dari peran sistem kesehatanmasih kurang memadai. Mengingat luasnya wilayah dan kesulitan akses kepelayanan kesehatan, Pemerintah Daerah perlu segera melakukan perluasanlayanan PPIA yang komprehensif, pemberian Obat ARV pada ibu hamil dankebutuhan reagen, serta dukungan psikososial pada ODHA.
Kata kunci: HIV/AIDS, PPIA, sistem kesehatan
HIV and AIDS cases are increasing progressively. Especially on HIVtransmission from mother to child, the possibility is greater than others if we donot apply PMTCT intervention. The objective of this research is to determine roleof health system to the implementation of PMTCT. This is qualitative researchlocated in Jayawijaya district. Primary data is collected through in depthinterview, observation, and documentation, while secondary data is collectedbased on health facilities survey in Papua. The informant of this research is 11people.
This research is resulting insufficient PMTCT coverage due to the weakof health system. Access to health facilities is still challenging, so localgovernment is required to provide and expand comprehensive PMTCT services,ensuring provision of HIV related commodities to people living with HIV.
Key words: HIV/AIDS, PMTCT, health system
T-4118
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lichita Indra; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Adik Wibowo, Agus Rahmanto
Abstrak:
Pendahuluan: Covid-19 yang unprecedented menjadi wakeup call bagi banyak negara di dunia mengenai betapa tidak siapnya sistem kesehatan yang ada dalam menghadapi wabah penyakit berskala besar. Beberapa studi mendukung bahwasanya pandemi merupakan peristiwa struktural yang serupa, sehingga dunia selalu mencari hal-hal yang dapat dipelajari dari respons terhadap wabah penyakit. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan diri dan menanggapi wabah yang akan datang dengan lebih baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran respons berbagai negara terhadap pandemi Covid-19 dan mendapatkan lessons learned-nya untuk menjadi masukan dalam memperkuat sistem kesehatan untuk menghadapi wabah di masa yang akan datang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan memanfaatkan berbagai database elektronik internasional seperti SCOPUS, PubMed, Embase, dan EBSCO Host. WHO Covid-19 Strategic Preparedness and Response Plan 2021 (SPRP) serta WHO Six Building Blocks of Health System (building blocks) digunakan sebagai kerangka dalam menyusun analisis terhadap respons sistem kesehatan dan lessons learned yang didapatkan. Hasil: Pencarian literatur menghasilkan 16 artikel terinklusi yang dipublikasikan pada tahun 2020-2021. Hasil analisis melalui kerangka SPRP menemukan bahwa respons berbagai negara sangat beragam dan dipengaruhi oleh kekuatan sistem kesehatan, kesiapsiagaan, serta karakteristik negara. Lessons learned yang didapatkan berdasarkan building blocks adalah masih diperlukannya investasi, komitmen jangka panjang, perencanaan mitigasi pandemi, serta perlindungan yang adekuat bagi tenaga kesehatan untuk penguatan sistem kesehatan. Selain itu, regulasi pendukung yang jelas juga penting, terutama terkait dengan penggunaan data pribadi masyarakat untuk penanganan pandemi yang lebih baik di masa yang akan datang
Read More
S-10917
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Roy G.A. Massie
BPSK Vol.13, No.3
Surabaya : Balitbangkes Kemenkes RI, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Novita Dwi Istanti; Promotor: Anhari Achadi; Ko Promotor: Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Ede Surya Darmawan, Dede Anwar Musadad, Rizanda Machmud, Achmad Farich
Abstrak:
Tata kelola yang menggunakan alat praktis dalam menilai kinerja program sangat penting yang dapat membantu lebih memahami bagaimana implementasi program diarahkan serta untuk mengidentifikasi perbaikan untuk proses pengambilan keputusan. Penulis mengembangkan alat penilaian baru untuk mengukur kinerja program Model ISTA (Instrument of Sustainability Assessment) yang dirancang secara konseptual dan praktis dengan pendekatan kriteria Malcolm Baldrige. Instrumen ini memungkinkan untuk meninjau dan menilai kinerja program Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH) DKI Jakarta. Metode penelitian mix method dengan jumlah responden 205 petugas KPLDH. Instrumen yang dikembangkan terdiri dari 7 kriteria dan 67 pertanyaan. Analisis data penelitian dengan menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Hasil tahap Design dilakukan uji validitas dan reliabilitas memiliki status valid, nilai rhitung (Corrected Item-Total Correlation) > rtabel (0,3061) dan untuk uji reliabilitas memiliki Alpha Croncbach > 0,90 dinyatakan sangat reliabel. Hasil penelitian pada tahap Design yang dinyatakan memenuhi syarat, dilanjutkan pada tahap Development dan dilakukan SEM. Seluruh kriteria dan pertanyaan yang dikembangkan oleh peneliti memiliki T value >1,96 (tingkat Sig 5% atau Confident Interval 95%) dinyatakan valid dan seluruh kriteria yang dikembangkan dinyatakan memenuhi syarat model fit (Nilai X2 /df ≤3,00, NFI ≥0,90, NNFI ≥0,90, CFI ≥0,90). Menilai proses perumusan implementasi program dari perspektif tata kelola sangat penting untuk perbaikan. Model ISTA yang dikembangkan memenuhi syarat dalam perancangan suatu instrumen penilaian kinerja program dan diharapkan dapat sebagai alat praktis yang bermanfaat untuk pembuat kebijakan saat digunakan dalam penilaian kinerja program.
Read More
D-437
Depok : FKM-UI, 2021
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Evalindo Hutabarat; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Jaslis Ilyas, Prastuti Soewondo, Savitri Handayana, Murniasi Hutapea
Abstrak:
Read More
Penyakit jantung dan pembuluh darah masih merupakan salah satu penyebab utama di Indonesia dan berdampak besar terhadap biaya layanan kesehatan. Untuk menjawab tantangan ini, Kementerian Kesehatan mengembangkan jejaring rumah sakit pengampuan, sebuah sistem kolaboratif yang bertujuan memperluas akses dan meningkatkan mutu layanan kardiovaskular. Dalam jejaring ini, RSUD Kepulauan Seribu ditetapkan sebagai rumah sakit jejaring pengampuan layanan kardiovaskular pada tingkat madya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui RSUD Kepulauan Seribu dalam menjalankan peran tersebut, dengan menelaah berbagai aspek geografis, sosio-demografis, ekonomi, tata kelola dan manajemen, pembiayaan, infrastruktur, sistem informasi dan teknologi, sumber daya manusia, serta rantai pasok. Melalui pendekatan kualitatif dan studi kasus, data diperoleh dari wawancara mendalam serta analisis dokumen. Hasilnya menunjukkan bahwa RSUD Kepulauan Seribu saat ini belum siap menjalankan fungsi jejaring pengampuan layanan kardiovaskular pada tingkat madya secara optimal. Berbagai tantangan masih menghambat, mulai dari ketiadaan dokter spesialis jantung, infrastruktur yang belum sesuai standar nasional, hingga ketergantungan pembiayaan pada APBD. Meskipun demikian, terdapat peluang pengembangan layanan melalui kolaborasi dengan rumah sakit pengampu dan penguatan sistem informasi kesehatan. Penelitian ini merekomendasikan sejumlah langkah strategis, seperti memperkuat tata kelola, membangun infrastruktur yang memadai, mengembangkan tenaga medis, dan memperluas kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari transformasi sistem rujukan layanan kesehatan nasional.
Cardiovascular disease remains one of the leading causes of death in Indonesia and significantly contributes to the national healthcare expenditure. In response to this challenge, the Ministry of Health has developed a hospital mentoring network—a collaborative system aimed at expanding access to and improving the quality of cardiovascular services. Within this network, the Kepulauan Seribu Regional General Hospital (RSUD Kepulauan Seribu) has been designated as a secondary-level mentoring hospital for cardiovascular services. This study aims to assess the hospital’s readiness in fulfilling its role by examining various factors, including geographical conditions, socio-demographic and economic contexts, governance and management, financing, infrastructure, information systems and technology, human resources, and supply chain. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews and document analysis. The findings indicate that RSUD Kepulauan Seribu is currently not fully prepared to carry out its role as a secondary-level cardiovascular mentoring hospital. Several challenges remain, such as the absence of a cardiologist, infrastructure that does not yet meet national standards, and financial dependence on local government funding (APBD). Nevertheless, there are opportunities for service development through collaboration with mentoring hospitals and strengthening the health information system. This study recommends several strategic actions, including strengthening governance, developing adequate infrastructure, expanding the medical workforce, and enhancing cross-sectoral collaboration as part of the transformation of the national referral healthcare system.
T-7299
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
