Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Kencana Sari; Promotor: Ratu Ayu Dewi Sartika; Kopromotor: Endang L. Achadi, Atmarita; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Hartono Gunardi, Widjaja Lukito, Yekti Widodo
Abstrak:
Agar dapat mencegah permasalahan akibat stunted di usia selanjutnya, anak yang sudah stunted diupayakan dapat mengejar pertumbuhan pada waktu yang tepat. Tujuan penelitian menganalisis insiden, waktu, dan faktor terkait kejar tumbuh pada anak stunted dan tidak stunted. Waktu dan bagaimana kejar tumbuh terjadi pada anak stunted dan tidak stunted penting diketahui sebagai dasar pertimbangan intervensi. Metode Penelitian ini adalah penelitian longitudinal dengan menggunakan data penelitian Kohor Tumbuh Kembang Anak (KTKA) yang dilaksanakan sejak tahun 2012 di Kota Bogor. Sampel penelitian ini adalah Balita yang menjadi sampel pada Studi Kohor Tumbuh Kembang dengan pengukuran berulang. Anak balita yang dimaksud adalah anak yang lahir pada rentang tahun 2012-2014 dan diikuti setiap tahun hingga anak berusia 5 tahun (pada tahun 2017-2019). Pengukuran dilakukan di beberapa titik waktu yaitu pada usia 1 tahun (baseline), kemudian kembali diamati (follow up) pada saat usia 2, 3, 4, dan 5 tahun. Hasil: Kejar tumbuh pada level individual terjadi pada anak, apapun indikator yang digunakan (HAD,HAZ, pulih dari stunted) dengan incidence rate antara 19,7 sampai dengan 76,6 per 100 anak per tahun, Pada anak yang tidak stunted hampir 2 kali lebih cepat dibandingkan anak stunted. Median survival time kejar tumbuh pada anak stunted adalah 36 bulan, 14 bulan, dan 24 bulan berurutan menurut indikator HAD, HAZ, dan pulih dari stunted. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kejar tumbuh dipengaruhi oleh konsumsi energi anak pada umur 24 bulan, tinggi ibu pada usia 24, 36, 48, 60 bulan.

In order to prevent adverse effects of stunted in later life, stunted children shall catch growth at the right time. The aims of this study are to analyze the incidence, timing, and identify the determinants of catch-up growth on stunted and non-stunted children. Knowing time and how catch-up growth can be achieved on stunted children is important as basis for interventions. Method, this research is a longitudinal study using data from the Child Growth and Development Cohort Study (KTKA) conducted since 2012 in Bogor City. The sample is children who participated the Child Growth and Development Cohort Study and were born in the 2012-2014 period and followed every year until the child is 5 years old (in 2017-2019). Measurements were made at several points time, namely at the age of 1 year (baseline) then followed up at ages 2, 3, 4, and 5 years. Results, catch up growth occurs at the individual level in children regardless of the indicators used (HAD, HAZ, recovered from stunted) with an incidence rate of between 19.7 to 76.6 per 100 children per year. Not stunted children can accelerate their growth twice faster than stunted children. The median survival time of catch up in stunted children was 36 months, 14 months, and 24 months respectively according to the indicators of HAD, HAZ, and recovered from stunted. The results of this study indicate that the pursuit of catch-up growth was influenced by energy consumption of children at the age of 24 months, the height of the mother at the aged of 24, 36, 48, 60 months.
Read More
D-470
Depok : FKM-UI, 2022
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Avliya Quratul Marjan; Promotor: Ratu Ayu Dewi Sartika; Kopromotor: Endang Laksminingsih Achadi, Sri Redatin Retno Pudjiati; Penguji: Hartono Gunardi, Atmarita, Hera Nurlita, Ceisilia Meti Dwiriani, Besral
Abstrak:
Latar Belakang : Kemampuan kognitif anak dipengaruhi oleh kondisi gizi anak pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau saat anak usia dini. Upaya dalam peningkatan kemampuan kognitif anak salah satunya dengan menanggulangi masalah stunting anak baduta di Indonesia. Kondisi kejar tumbuh anak memberikan pengaruh pada kemampuan kognitif saat usia sekolah hingga remaja akhir. Tujuan: Menganalisis pengaruh kejar tumbuh dengan kemampuan kognitif anak di Indonesia.Metode : Penelitian menggunakan data longitudinal Indonesia Family Life Survey (IFLS) dengan desain studi observasional metode retrospektif. Penelitian dibagi menjadi 2 model sesuai periode pengamatan yaitu model 1 usia 0-23 bulan s/d 10-12 tahun (643 anak) dan model 2 usia 0-23 bulan s/d usia 17-19 tahun (515 anak). Penelitian ini menggunakan 2 model pengamatan karena pengukuran kemampuan kognitif menggunakan kuesioner yang berbeda saat usia 10-12 tahun dan usia 17-19 tahun. Anak dibagi menjadi 4 kelompok berdasarkan perubahan nilai HAZ >-1 SD, menjadi (1) kelompok tidak stunted, (2) stunted kejar tumbuh, (3) tidak stunted menjadi stunted, dan (4) stunted tidak kejar tumbuh. Hasil Penelitian : Hasil multivariat model 1 menunjukkan anak yang stunted tidak kejar tumbuh saat usia balita memiliki kemampuan kognitif usia 10-12 tahun 1,7 poin lebih rendah dibandingkan dengan anak tidak pernah stunted (p=0,001). Model 2 menunjukkan bahwa kelompok anak stunted kejar tumbuh memiliki kemampuan kognitif 0,9 poin lebih rendah dibandingkan dengan anak yang tidak stunted (p=0,020). Anak stunted yang kejar tumbuh memiliki kemampuan kognitif yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang tidak kejar tumbuh pada usia 10-12 tahun, namun memiliki skor kemampuan kognitif yang lebih rendah pada usia 17-19 tahun. Kesimpulan : Stunted pada usia 0-23 bulan merupakan faktor penting dalam menentukan kemampuan kognitif anak pada usia selanjutnya. Kejar tumbuh setelah stunted pada usia sebelumnya mengindikasikan hubungan dengan kemampuan kognitif pada usia selanjutnya (usia 10-12 tahun dan 17-19 tahun), walaupun usia terjadinya berbeda pada model 1 dan 2. Penelitian ini merekomendasikan anak yang sudah terlanjur stunted harus didukung untuk kejar tumbuh, dengan cara harus tetap dipantau dalam pemberian makan, stimulasi dan pertumbuhannya agar memenuhi kebutuhan pertumbuhan linier dan perkembangan otak sehingga meningkatkan kemampuan kognitif
Read More
D-465
Depok : FKM-UI, 2022
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iswandi; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Besral, Asih Setiarini, Desiana Dharmayani, Nunik Kusumawardahani
Abstrak:

Tesis ini menguraikan pengaruh riwayat stunted (pendek) pada anak usia dibawah tiga tahun terhadap prestasi akademiknya pada usia sekolah dasar. Penelitian ini merupakan survey longitudinal atau cohort fixed population dengan menggunakan data Studi Indonesian Family Life Survey/IFLS tahun 1993-2007. Hasil penelitian menemukan Anak yang mengalami stunted pada usia bawah tiga tahun akan memiliki resiko untuk mengalami prestasi akademik kurang sebesar 1.840 kali dibandingkan dengan anak yang tidak memilik riwayat stunted setelah dikontrol variabel perancu (frekuensi makan, pemberian ASI eksklusif dan pendidikan pra sekolah dasar). Disarankan agar mengembangkan kerjasama lintas sektoral yang berkelanjutan untuk pembangunan SDM sejak anak usia dini terkhusus anak bawah tiga tahun dan pra sekolah dasar.


 

The focus in this study is to identify the relationship of history stunted in children under three years to the cl1ild's academic achievement at primary school age. This research is a longitudinal survey or cohort Study fixed population by using data Indonesian Family Life Survey/IFLS year 1993-2007. The study results showed that experienced stunted children under three years of age will have an increased risk for having low academic achievement at 1.840 times compared with children not having a history of stunted after controlled confounding variables (frequency of meals, exclusive breastfeeding and pre-primary school education for the child). Researcher suggests to develop cross-sectoral cooperation for sustainable human development since early childhood, especially children under three years and pre-primary school age.

Read More
T-3268
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Ketut Aryastami; Promotor: Endang L. Achadi; Ko promotor: Kusharisupeni, Soewarta Kosen; Penguji: Budi Utomo, Purnawan Junadi, Ratna Djuwita, Besral, Trihono, Anies Irawati
D-310
Depok : FKM-UI, 2015
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sabrina Kalila Sono; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Siti Romlah
Abstrak:
Stunted merupakan kondisi dimana anak mempunyai perawakan pendek atau sangat pendek akibat malnutrisi kronis, dengan tinggi badan menurut umur kurang dari -2 Standar Deviasi. Masa remaja merupakan periode kritis kedua untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhan dan mencegah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian stunted pada remaja usia 10-14 tahun di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah desain penelitian cross sectional menggunakan data sekunder hasil survei Riskesdas tahun 2018 dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 6.032 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat, analisis bivariat menggunakan chi square dan regresi logistik ganda, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunted di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 49,1%, dengan faktor rumah tangga dan orang tua (jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan orang tua, status pekerjaan ibu), lingkungan (sumber air minum, wilayah tempat tinggal, perilaku mencuci tangan), konsumsi protein hewani, dan aktivitas fisik yang berhubungan signifikan dengan kejadian stunted (p < 0,05). Faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian stunted pada remaja adalah tingkat pendidikan ayah (p = 0,0001; OR = 1,973; 95% CI: 1,392-2,797).

Stunted is a condition where a child has a short or very short stature due to chronic malnutrition, with a height-for-age less than -2 Standard Deviations. Adolescence is the second critical period for catching up on growth and preventing stunting. This study aims to identify the dominant factors associated with stunting in adolescents aged 10-14 years in East Nusa Tenggara Province. The research method used is a cross-sectional study design utilizing secondary data from the 2018 Riskesdas survey with a total sample of 6,032 respondents. Data analysis in this study includes univariate analysis, bivariate analysis using chi-square and multiple logistic regression, and multivariate analysis using multiple logistic regression. The results showed that the prevalence of stunted adolescents in East Nusa Tenggara Province was 49.1%, with household and parental factors (number of family members, parents' education level, mother's employment status), environmental factors (source of drinking water, place of residence, handwashing behavior), animal proteins consumption, and physical activity significantly associated with stunting (p < 0.05). The dominant factor associated with stunting in adolescents is the father's education level (p = 0.0001; OR = 1.973; 95% CI: 1.392-2.797).
Read More
S-11739
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Winda Mulia Ningsih; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Kusharisupeni, Siti Arifah Pujonarti, Anies Irawati, Doddy Izwardy
T-5118
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive