Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rien Pramindari; Pembimbing: Pujiyanto, Kurnia Sari; Penguji: Lita Renata Sianipar, Setyo Hartono
Abstrak:

ABSTRAK
Latar Belakang. Bencana sebagai peristiwa yang mengancam dan mengganggukehidupan dan penghidupan masyarakat dapat mengakibatkan timbulnya korban jiwamanusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.Pembiayaan bencana mengakibatkan pengeluaran negara yang tidak sedikit dan diluarperkiraan. Besarnya kerusakan dan kerugian akibat dampak bencana di Indonesiasangat besar, sementara itu kemampuan pemerintah mengalokasikan dana cadanganpenanggulangan bencana setiap tahun hanya sekitar Rp 4 trilyun. Sistem pembiayaankesehatan di saat bencana menjadi salah satu faktor yang berperan mengurangidampak bencana, khususnya untuk membantu institusi pelayanan kesehatan dalammenyelenggarakan pelayanan yang baik dan efektif. Oleh karena itu masalahpembiayaan kesehatan menjadi sangat crusialMetode. Jenis penelitian ini adalah desain kuantitatif. Arah penelitian ini pembuatanmodel pembiayaan tanggap darurat di PPKK. Metode analisa yang digunakan adalahunivariat, bivariat dan multivariat melalui berbagai uji non parametrik danparametrik.Hasil. Adanya hubungan yang signifikan antara cakupan bencana, kegiatan tanggapdarurat, jumlah korban meninggal, jumlah korban luka, jumlah pengungsi dan lamafase tanggap darurat dengan pembiayaan tanggap darurat serta terbentuknya modelpembiayaan tanggap darurat dengan persamaan Pembiayaan tanggap darurat =e(14,296–0,870Cakupan bencana+0,533Jumlah korban meninggal+0,396Jumlah pengungsi+0,54Lama fase tanggapdarurat)


 

ABSTRACT
Background. Disasters as events that threaten and disrupt the lives and livelihoodscould result in human casualties, environmental damage, loss of property, andpsychological impact. State funding have led to disaster and not a little unexpected.The magnitude of the damage and losses caused by the disaster in Indonesia is verylarge, while the government's ability to allocate disaster relief reserve fund each yearis only about Rp 4 trillion. Health financing system in times of disaster to be one ofthe factors that contribute to reduction of disaster impacts, particularly to assisthealthcare institutions in carrying out good service and effective. Therefore the issueof health financing became very crusialMethod. This research is quantitative design. This direction of research fundingemergency response modeling in PPKK. The analytical methods used are univariate,bivariate and multivariate through a variety of non-parametric and parametric tests.Results. A significant relationship between the extent of the disaster, emergencyresponse activities, the number of fatalities, number of injuries, the number ofrefugees and the long phase of emergency response to the financing emergencyresponse as well as the establishment of emergency response funding model withEmergency response funding = e(14,296–0,870 Disaster coverage + 0,533 Death + 0,396 IDP’s + 0,54Emergencyphase)

Read More
T-3909
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhamad Yasin; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Fatma Lestari, Indri Hapsari Susilowati, Masjuli, Made Sudarta
Abstrak: Kecelakaan besar dalam industri minyak dan gas bumi meskipun relatif jarang terjadi namun sering bersifat katastropik, yang menyebabkan kematian pada pekerja dalam jumlah besar, kerusakan aset perusahaan yang bernilai tinggi dan pencemaran lingkungan. Meskipun penyebabkan utama kecelakaan sering disebabkan oleh faktor manusia, namun kegagalan manajemen tanggap darurat dalam menangani kecelakaan, memberikan kontribusi besar yang menyebabkan kecelakaan lebih parah dan kerugian semakin besar. Kesiapan manajemen tanggap darurat pada operasi hulu minyak dan gas mutlak diperlukan dalam upaya mempersiapkan penanganan setiap kecelakaan dan kondisi darurat. Dalam upaya untuk terus menjaga tingkat kesiapan dan efektifitas manajemen tanggap darurat secara regular perlu dilakukan proses evaluasi.
Dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian dengan melakukan evaluasi sistem sistem manajemen tanggap darurat di perusahaan hulu minyak dan gas yang beroperasi di laut dalam, dengan ketentuan pada National Fire Protection Association (NFPA) 1600 edisi 2013.

Major accidents in the oil and gas industry is relatively rare, but it was cause catastrophic incident which lead fatality, assets and environmental loss. Although major of cause is human factors, but the failure of emergency management is part of major contribution that cause increasing severe of accidents and loss. The readiness of emergency management in upstream oil and gas operations is important to response emergencies. In order to continue maintain the level of readiness and effectiveness of emergency management, it is necessary to perform evaluation on regular basis.
In this paper the authors conducted research to evaluate emergency management system in the upstream oil and gas company that located in the depth water area, with the requirement from the National Fire Protection Association (NFPA) 1600, 2013 edition.
Read More
T-4520
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Athaya Putri Elfaiza; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Sandly Anthony
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang identifikasi system tanggap darurat kebakaran di PT.X yang bertujuan untuk mengidentifikasi pemenuhan sistem tanggap darurat kebakaran di PT.X pada tahun 2020 yang mengacu kepada National Fire Protection Association (NFPA) 1600 edisi 2019: Standard on Continuity, Emergency, and Crisis Management. Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik, yang menggunakan dua jenis data, yaitu data primer melalui wawancara dan observasi lapangan, serta data sekunder melalui telaah dokumen perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan system tanggap darurat di PT.X dengan NFPA 1600 edisi 2019 sebesar 77%, tidak terpenuhi sebesar 21%, dan yang tidak teraplikasikan sebesar 2%. Persentase tidak terpenuhinya dikarenakan perusahaan belum menunjukkan komitmen dan perencaan program sampai pasca kebakaran (keberlanjutan, pemulihan, dan analisis dampak bisnis). Persentase tidak teraplikasikan dikarenakan tidak seluruh subelemen yang ada pada NFPA 1600 edisi 2019 kompatibel dengan kondisi perusahaan dan kondisi di Indonesia. Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan komitmen dan perencanaan program tanggap darurat kebakaran yang lebih komprehensif hingga pasca kebakaran agar program dapat berjalan dengan lebih baik. Kata Kunci: Sistem tanggap darurat, kebakaran, NFPA 1600 This thesis discusses the identification of fire emergency response systems at PT.X, which aims to identify the fulfillment of fire emergency response systems at PT.X in 2020 which refers to the National Fire Protection Association (NFPA) 1600 edition 2019: Standard on Continuity, Emergency, and Crisis Management. This study is qualitative with descriptive analytic approach, which uses two types of data: primary data was obtained through interviews and field observations, and secondary data was through documents review. From this study, it can be concluded that the fulfillment of the emergency response system at PT.X with NFPA 1600 2019 edition is 77%, not fulfilled by 21%, and that was not applied by 2%. The percentage was not fulfilled because the company has not shown commitment and program planning until post-fire (sustainability, recovery, and business impact analysis). The percentage was not applied because not all sub-elements in NFPA 1600 edition 2019 are compatible with conditions in company and in Indonesia. The company is required to improve the commitment and planning in order to be more comprehensive for fire emergency response program to post-fire so that the program can run better. Keywords: Emergency response system, fire, NFPA 1600
Read More
S-10281
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Theodora Dina Ekasari; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Errik Yusnadi Saleh
Abstrak: Pertumbuhan industri manufaktur dan konstruksi yang terus meningkat dapat meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan dan keadaan darurat, sehingga diperlukan sebuah sistem tanggap darurat untuk meminimalisir dampak serta kerugian yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian sistem tanggap darurat yang dimiliki oleh pabrik fabrikasi baja PT Wijaya Karya tahun 2019 mengacu pada persyaratan NFPA 1600 edisi tahun 2016 sebagai upaya untuk menangani keadaan darurat. Penelitian kualitatif dengan desain studi deskriptif ini menggunakan dua jenis data, yaitu data primer melalui wawancara dan observasi lapangan, serta data sekunder melalui telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesesuaian implementasi sistem tanggap darurat pabrik fabrikasi baja PT Wijaya Karya berdasarkan NFPA 1600 adalah sebesar 74%, sedangkan ketidak sesuaiannya adalah 26%. Meskipun keseuaian sudah cukup baik, perusahaan perlu meningkatkan perencanaan dan upaya manajemen keadaan darurat yang lebih komprehensif
Read More
S-9983
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tyas Atika Permatasari; Pembimbing: Dadan Erwand; Penguji: Baiduri, Chandra Prijanahadi
Abstrak: SMA Negeri 39 Jakarta dan SMA Labschool Jakarta merupakan salah satu sekolah negeri dan swasta unggulan di Jakarta Timur sehingga memerlukan kesiapan dalam menghadapi keadaan darurat di sekolah sebagai percontohan untuk sekolah lain. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran kesiapan tanggap darurat gempa bumi dan kebakaran di SMA Negeri 39 Jakarta dan SMA Labschool Jakarta di tahun 2015. Penelitian dilakukan melalui metode observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner dengan teknik sampel acak. Studi ini menunjukkan bahwa kedua sekolah cenderung belum memiliki kesiapan keadaan darurat yang baik. Diharapkan kedua sekolah segera membentuk perencanaan atau kebijakan mengenai keadaan darurat di sekolah secara menyeluruh. Kata Kunci: Gempa bumi; kebakaran; tanggap darurat; sekolah SMA Negeri 39 Jakarta and SMA Labschool Jakarta are ones of the featured public and private schools in East Jakarta that requires emergency preparedness in their schools as pilot for other schools. The aim of this study is to determine the readiness of emergency responses of SMA Negeri 39 Jakarta dan SMA Labschool Jakarta to two kinds of disasters, which are earthquake and fire in 2015. The study was conducted through observation, interviews, and questionnaires distribution by using random sampling technique. The study showed that both schools tend not to have good emergency preparedness. Both schools are expected to immediately form a planning or policy regarding the state of emergency situation in the whole schools. Key words: Earthquake; emergency preparedness; fire; school
Read More
S-8783
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andri Cahyadi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra; Wenny Ipmawan, Renauld Koswiranagara
Abstrak: Keadaan darurat adalah suatu peristiwa yang tidak direncanakan/diinginkan, menyebabkan kematian/cedera serius, mematikan/mengganggu proses bisnis, mengganggu kegiatan operasional, menyebabkan kerusakan fisik/lingkungan, mengancam kerusakan fasilitas bangunan, kondisi keuangan atau citra perusahaan di masyarakat. Pada saat ini PT X telah mengoperasikan stasiun penyaluran gas dan kapal FSRU di perairan Lampung Timur untuk menyuplai kebutuhan gas di wilayah sumatera bagian selatan dan wilayah jawa bagian barat. Pesatnya perkembangan teknologi yang menunjang kegiatan operasional penyaluran gas akan berpengaruh terhadap masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sehingga dapat berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja karena lokasi fasilitas berada di tengah laut dan jauh dari fasilitas umum sehingga dibutuhkan evaluasi kesiapsiagaan penanganan kondisi emergensi medis. Berdasarkan pendapat responden didapatkan bahwa terdapat 3 (tiga) elemen yang memiliki kategori excelent ( > 90% ) antara lain : elemen Kesisteman & Prosedur dengan nilai sebesar 95,05%; elemen Jumlah, distribusi dan isi kotak P3K dengan nilai sebesar 93,09%; elemen Klinik dan Sarana dengan nilai sebesar 92,09%. Elemen yang memiliki kategori sangat siap (81-90%) antara lain : elemen Komunikasi dan simulasi dengan nilai sebesar 88,56 %; elemen Pelatihan P3K dengan nilai sebesar 88,28%; elemen Jumlah, Distribusi dan kompetensi P3K dengan nilai sebesar 83,98%; elemen RS Rujukan dan Kerjasama Dengan Organisasi Eksternal dengan nilai sebesar 82,03%. Sedangkan elemen yang memiliki kategori tidak siap (<60%) adalah elemen Kompetensi Dokter & Paramedis dengan nilai sebesar 35,16 %.
An emergency is an unplanned/desired event, causing death/serious injury, shutting down/interfering with business processes, disrupting operational activities, causing physical/environmental damage, threatening damage to building facilities, financial condition, or company image in the community. Currently, PT X has operated gas distribution stations and FSRU vessels in the waters of East Lampung to supply gas needs in the southern part of Sumatra and western Java. The rapid development of technology that supports gas distribution operational activities will affect occupational safety and health (K3) problems so that it can potentially cause work accidents and diseases due to work relations because the location of the facility is in the middle of the sea and far from public facilities, so an evaluation of preparedness for handling emergency conditions is needed. medical. Based on the opinion of the respondents, it was found that there are 3 (three) elements that have an excellent category (> 90%), including System & Procedure elements with a value of 95.05%; elements Number, distribution, and contents of the first aid kit with a value of 93.09%; elements of Clinics and Facilities with a value of 92.09%. Elements that have a very ready category (81-90%) include Communication and simulation elements with a value of 88.56%; Elements of First Aid Training with a value of 88.28%; elements of Quantity, Distribution, and First Aid competence with a value of 83.98%; elements of Referral Hospital and Cooperation with External Organizations with a value of 82.03%. In comparison, the elements that have the unprepared category (<60%) are the Competency Elements of Doctors & Paramedics with a value of 35.16%.
Read More
T-6569
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firly; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Chandra Starya, Soehatman Ramli
Abstrak: Pertumbuhan pembangunan gedung bertingkat maupun perkantoran yang terus meningkat memiliki potensi akan bahaya dan bencana misalnya kebakaran sehingga perlu diperhatikan sistem tanggap darurat guna meminimalisir dampak kerugian baik dari segi material maupun manusia melalui upaya mitigasi, pencegahan, dan deteksi dini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran sistem tanggap darurat (Emergency Response Preparedness) pada fase pra, saat, maupun pasca kebakaran di Gedung Balaikota Depok berdasarkan NFPA 1600 edisi 2013: Standard on Disaster/Emergency Management and Business Continuity Programs. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sistem tanggap darurat bahaya kebakaran di gedung Balaikota Depok masih belum maksimal dan komprehensif. Kata Kunci : Sistem Tanggap Darurat, Kebakaran, NFPA 1600
The growth of multi-storey buildings and offices have hazard potential to become disaster like fire that need to be consider an emergency response system to minimize the impact of losses in terms of material and human through step of mitigation, prevention, and early detection. This study aims to look at describtion of emergency response system (Emergency Response Preparedness) in pre, during, and post disaster of fire in the building of Balaikota Depok based on standard of NFPA 1600: Standard on Disaster / Emergency Management and Business Continuity Programs. This study uses descriptive analytic design with a qualitative approach. From this study, it can be concluded that the emergency response system for fire hazard in the building of Depok City Hall was not optimally and comprehensive. Keywords : Emergency Response System, Fire, NFPA 1600
Read More
S-9041
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Panji Ario Pramuduno; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Herry Permana
S-8793
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuda Andhika; Pembimbing Robiana Modjo; Penguji: Mila Tejamaya, Andi Sudarto
S-8126
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Paul Mangiring Ganda Parulian Butar Butar; Pembimbing: Fatma Lestari; Dadan Erwandi, Indri Hapsari Susilowati, Cinthya Febrina Maharani, Hendra Jaya
Abstrak: ABSTRAK Fasilitas Offshore dari perusahaan gas dan bumi pada umumnya berusia tua, membutuhkan perawatan serta penggantian pada beberapa bagian yang sudah rapuh dan berkarat. Penggantian ini dikerjakan oleh perusahaan konstruksi dimana salah satu risiko yang tergolong besar adalah terjadinya kejadian gawat darurat seperti ledakan, kebakaran yang terjadi saat pekerjaan sedang berlangsung. Oleh karena itu kontraktor harus memiliki sistem tanggap darurat dan telah diterapkan dengan baik untuk memastikan para pengsusaha dan pekerja mengetahui kemana mereka harus pergi dan memahami bagaimana memastikan diri mereka aman ketika sebuah kondisi darurat terjadi (ISO22320). Untuk itu perusahaan minyak dan gas bumi harus memastikan pihak kontraktor memiliki sistem manajemen tanggap darurat yang baik, maka diperlukan suatu standard yang cukup baik yang digunakan untuk menilai apakah emergency management yang dimiliki oleh perusahaan kontraktor cukup baik dalam melindungi manpower, aset perusahaan. CSMS merupakan system yang digunakan saat ini untuk mendapatkan kontraktor yang sesuai dengan kebutuhan. Tetapi karena aktivitas yang semakin meningkat dengan tingkat resiko yang juga semakin tinggi CSMS dirasakan perlu dilakukan perubahan. Salah satu perubahan CSMS yang di sarankan adalah pada bagian Emergency Management karena menyangkut kesiapsiagaan perusahaan dalam menangai bahaya dari mulai penilaian resiko, mitigasi sampai upaya pemulihan keadaan sampai normal kembali baik dari sisi manpower, asset dan system. Untuk itu dilakukan penggabungan NFPA 1600 edisi 2016, FEMA, ISRS Level 8 proses 12, ISO 45001 dan vii ISO 22320 yang djadikan tolak ukur dalam menilai kemampuan dari kontraktor dalam menangani management keadaan darurat Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menyarankan harus di lakukan monitoring yang lebih baik lagi terhadap para kontraktor di lingkungan perusahaan Oil dan Gas agar pelaksanaan managemen emergensi tidak hanya di awal project saja tetapi sepanjang project berlangsung. Beberapa hal yang diperlukan adalah pembuatan risk assessment dengan lebih detail, business impact analisa yang perlu diterapkan dandisarankan agar dapat dipertimbangkan menggantikan CSMS pada bagian Emergency Management dengan hasil penelitian ini yang merupakan penggabungan NFPA 1600 edisi 2016, FEMA, ISRS Level 8 proses 12, ISO 4500, PTK 005 dan ISO 22320 Kata kunci: Gawat Darurat, Tanggap Darurat, Manajemen tanggap darurat NFPA 1600 edisi 2016, FEMA, ISRS Level 8 proses 12, ISO 4500, PTK 005 dan ISO 22320 The Offshore facility of Oil and Gas Company is generally old, requiring maintenance and replacement in some fragile and rusty parts. This replacement is done by a construction company where one of the risks that is large is the occurrence of emergency events such as explosions, fires that occur during work is under way. Contractors therefore should have an emergency response system and be well implemented to ensure that employers and workers know where to go and understand how to make sure they are safe when an emergency occurs (ISO22320). For that purpose, the oil and gas company must ensure that the contractor has a good emergency management system, a good standard is needed to assess whether the emergency management owned by the contracting company is good enough to protect the manpower, the company's assets. CSMS is a system that is used today to get the appropriate contractor to the needs. But because of the ever-increasing activity with a higher level of risk, CSMS is deemed necessary to change. One of the proposed CSMS changes is in the Emergency Management section because it involves the company's preparedness in mitigating the danger from starting risk assessment, mitigation to recovery effort until normal returns from manpower, asset and system side. For that purpose, the merger of NFPA 1600 edition 2016, FEMA, ISRS Level 8 process 12, ISO 45001 and ISO 22320 are used as benchmarks in assessing the ability of contractors in handling emergency management. Some of the things required are the making of risk assessment in more detail, business impact analysis that needs to be applied and it is suggested to consider replacing CSMS in Emergency Management section with the result of this research which is the
Read More
T-5213
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive