Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Erina Julia; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Entin Kartini
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui aspek yang akan diteliti meliputi karakteristik limbah B3 medis, aspek regulasi, aspek sumber daya, dan aspek teknis (pemilahan, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan, penguburan, dan penimbunan). Metode penelitian ini merupakan penelitian campuran atau mixed methods, kuantitatif dan kualitatif dengan analisis deskriptif. Data yang digunakan berasal dari wawancara dan dokumen serah terima limbah PT X bulan November 2020 hingga Juni 2021.
Read More
S-10607
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ruth Alpita Silva; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Trini Sudiarti, Sahruna
Abstrak:
Prevalensi wasting di DKI Jakarta mencapai 8% pada tahun 2022. Menurut data SSGI tahun 2022, Jakarta Utara memiliki prevalensi wasting tertinggi sebesar 9,4% (mendekati batas angka 10% masalah gizi kesehatan masyarakat berat) dibandingkan wilayah lain di DKI Jakarta. Usia 24-59 bulan merupakan usia rentan mengalami kejadian wasting karena kebutuhan gizi anak yang tinggi untuk mendukung pertumbuhan cepat sehingga dibutuhkan asupan gizi yang adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor yang berhubungan (asupan gizi, penyakit infeksi, karakteristik keluarga, dan karakteristik anak) dan faktor dominan kejadian wasting pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara 2023. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan teknik simple random sampling. Subjek penelitian balita usia 24-59 bulan di wilayah Kecamatan Tanjung Priok berjumlah 188 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan chi-square dilanjutkan dengan regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian wasting adalah asupan energi (p-value= 0,023), dan asupan lemak (p-value=0,05), sedangkan yang paling dominan adalah asupan energi OR = 4,026 (95%, CI: 1,211-13,385). Perlu adanya deteksi dini dan pencegahan wasting pada anak harus ditingkatkan melalui program pemantauan tumbuh kembang anak pada saat kegiatan penimbangan setiap bulan oleh posyandu dengan dukungan pihak puskesmas.

The prevalence of wasting in DKI Jakarta reached 8% in 2022. According to SSGI data in 2022, North Jakarta has the highest prevalence of wasting at 9.4% (close to the 10% limit for severe public health nutrition problems) compared to other regions in DKI Jakarta. Age 24-59 months is a vulnerable age to experience the incidence of wasting due to the high nutritional needs of children to support rapid growth so that adequate nutritional intake is needed. This study aims to determine and analyze related factors (nutritional intake, infectious diseases, family characteristics, and child characteristics) and dominant factors of wasting incidence in children aged 24-59 months in Tanjung Priok District, North Jakarta 2023. The study used a cross-sectional design with simple random sampling technique. Subjects of research toddlers aged 24-59 months in the District of Tanjung Priok amounted to 188 people. Data was collected through interviews and anthropometric measurements. Data analysis using chi-square followed by logistic regression. The results showed that the factors significantly associated with the incidence of wasting are energy intake (p-value= 0.023), and fat intake (p-value=0.05), while the most dominant is energy intake OR = 4.026 (95%, CI: 1.211-13.385). The need for early detection and Prevention of wasting in children must be improved through a child growth and Development Monitoring program during monthly weighing activities by posyandu with the support of the public health center.
Read More
S-11302
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurhayati; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Diah M. Utari, Siti Arifah Pudjonarti, Elmy Rindang Turhayati, Lukas C. Hermawan
Abstrak: Gangguan pertumbuhan dan perkembangan bayi umumnya merupakan hasil darirendahnya kualitas kehamilan ibu, termasuk dari asupan gizi, baik dari makananmaupun dari suplemen. Untuk itu, penelitian ini dilakukan guna mengetahuihubungan antara konsumsi suplemen zat gizi mikro ibu selama hamil danmenyusui serta faktor lainnya terhadap tingkat pertumbuhan dan perkembanganbayi (3-6 Bulan), terutama di wilayah Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.Data konsumsi suplemen serta karakteristik ibu lainnya seperti pendidikan,pekerjaan, dan pendapatan, ibu, pengetahuan gizi, jumlah kelahiran, dan kondisiBBLR diperoleh melalui wawancara. Di sisi lain, data asupan makanan ibu sertaasupan makanan bayi (ASI eksklusif) saat ini diambil dengan metode food recall,sedangkan status gizi ibu sejak hamil serta pertumbuhan bayi diperoleh dengan pengukuran antropometri. Kriteria perkembangan bayi diperoleh melalui aspek-aspek perkembangan penyesuaian dari kartu menuju sehat (KMS) dan buku kesehatan ibu dan anak (KIA). Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi suplemen zat gizi mikro selama hamil berhubungan secara signifikan terhadap tumbuh kembang bayi (nilai p=0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa ibu yang tidak memperhatikan asupan makanannya, termasuk konsumsi suplemennya sejakhamil, memiliki risiko yang lebih besar mendapatkan bayi dengan pertumbuhan dan perkembangan yang tidak optimal.
Kata kunci: pertumbuhan, perkembangan bayi, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Read More
T-4243
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hestilin Kartini Seilatu; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Dien Anshari, Evi Martha, I Nyoman Putra , Heni Rudiyanti
Abstrak: Kewaspadaan standar merupakan salah satu prinsip upaya pencegahan dan pengendalian infeksi dengan tujuan mencegah terjadinya penularan penyakit di lingkungan sekitar fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kewaspadaan standar petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok tahun 2023 berdasarkan teori Health Belief Model. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Sampel sebesar 140 orang petugas yang diambil secara simple random sampling. Pengumpulan data dengan cara responden mengisi sendiri kuesioner. Analisis univariat, bivariat (Chi Square), dan multivariat (regresi logistik ganda) dilakukan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok memiliki perilaku kewaspadaan standar yang baik. Faktor persepsi individu yang berhubungan dengan perilaku kewaspadaan standar adalah efikasi diri. Faktor modifikasi yang berhubungan dengan perilaku kewaspadaan standar adalah pelatihan. Efikasi diri adalah faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku kewaspadaan standar petugas, petugas yang memiliki efikasi diri rendah berpeluang 4,07 kali untuk memiliki perilaku kewaspadaan standar yang kurang dibandingkan petugas dengan efikasi diri yang tinggi (OR= 4,07 95% CI 1,788 – 9,286). Untuk itu Kementerian Kesehatan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok dapat bekerja sama untuk melakukan upaya guna meningkatkan efikasi diri petugas melalui penyelenggarakan program pelatihan yang intensif dan komprehensif bagi petugas sehingga penerapan perilaku kewaspadaan standar dapat lebih maksimal.


Standard precautions are one of the principles of infection prevention and control efforts with the aim of preventing disease transmission in the environment around health care facilities. This study aims to determine the factors associated with the standard vigilance behavior of Tanjung Priok Class I Port Health Office officers in 2023 based on the theory of the Health Belief Model. This study used a cross sectional study design. A sample of 140 officers was taken by simple random sampling. Data collection by means of respondents filling out the questionnaire themselves. Univariate, bivariate (Chi Square), and multivariate (multiple logistic regression) analyzes were performed in this study. The results showed that Tanjung Priok Class I Port Health Office Officers had good standard precautionary behavior. The individual perception factor associated with standard vigilance behavior is self-efficacy. The modifying factor associated with standard vigilance behavior is training. Self-efficacy is the most dominant factor associated with standard vigilance behavior of officers, officers who have low self-efficacy are 4.07 times more likely to have less standard vigilance behavior than officers with high self-efficacy (OR= 4.07 95% CI 1.788 - 9.286). For this reason, the Ministry of Health and the Tanjung Priok Class I Port Health Office can work together to make efforts to increase the self-efficacy of officers through the implementation of intensive and comprehensive training programs for officers so that the implementation of standard precautionary behaviors can be maximized. Keywords: Standard precautions, behavior, officers, Class I Tanjung Priok Port Health Office.
Read More
T-6729
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive