Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Subhan Nahuddin; Pembimbing: Bambang Sutrisna
S-2480
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Neneng Risawianie; Pembimbing: Ratna Djuwita
S-2793
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Irni Rachmirez; Pembimbing: Nuning Maria M. Kiptiyah
S-3487
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Pirtha Agus Isnanti; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Jaslis Ilyas, Nanik Jodjuana
Abstrak:
Skripsi ini membahas utilisasi rawat inap kasus typhoid fever pada RS. Fikri Medika dan RS. Proklamasi Program Pelayanan Karawang Sehat tahun 2016 berdasarkan variabel demografi (jenis kelamin, umur, status perkawinan), PPK I (asal rujukan), spesialisasi pelayanan, diagnosis, lama hari rawat dan biaya perawatan berdasarkan komponennya. Desain penelitian ini adalah kuantitaif bersifat deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan rata-rata biaya perawatan yang signifikan antara RS. Fikri Medika dan RS. Proklamasi dan komponen yang berkontribusi adalah pemeriksaan dokter dan obat. Pola utilisasi di kedua rumah sakit sama pada variabel jenis kelamin, status perkawinan, spesialisasi pelayanan dan lama hari rawat. Berdasarkan umur, diagnosis dan PPK I (asal rujukan) terdapat perbedaan. Terdapat perbedaan yang signifikan pada pola utilisasi, sehingga disarankan kepada program perlunya audit medis dan biaya untuk mencagah fraud dan abuse, meningkatkan kualitas dan kualifikasi sumber daya manusia untuk meningkatkan review utilisasi serta bagi rumah sakit agar mengklaimkan biaya sesuai dengan cinical pathway tarif yang disepakati. Kata Kunci: Utilisasi, typhoid fever, rawat inap, Karawang Sehat This study discusses the utilization of inpatient case of typhoid fever in hospital Fikri Medika and hospital Proklamasi, Karawang Sehat Service Program 2016 based on demographic variables (gender, age, marital status), basic health services (origin of referral), service specialization, diagnosis, length of stay and maintenance cost by component. The design of this research is quantitative descriptive with cross sectional study design. The results of this study indicate a significant difference in mean maintenance costs between hospitals Fikri Medika and Proklamasi and components that contribute are physician examinations and drug. The utilization patterns in both hospitals are the same in the gender variables, marital status, service specialization and length of stay. Based on age, diagnosis and basic health services (referral origin) there are differences. There are significant differences in utilization patterns, so it is advisable to the program for medical audits and fees for fraud and abuse prevention, improving the quality and qualifications of human resources to improve the utilization review and for hospitals to claim costs in accordance with agreed cinical pathway rates. Keywords: Utilization, typhoid fever, inpatient, Karawang Sehat
Read More
S-9566
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Widia Puspa Hapsari; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujiyanto, Jaslis Ilyas, Tati Suryati, Saptono Raharjo
Abstrak:
Penelitian ini menganalisis impelementasi Clinical Pathway (CP) Typhoid fever melalui
deskripsi utilisasi pelayanan serta tagihannya pada periode sebelum dan sesudah
implemenatsi CP. Studi dilakukan di RS PMI Bogor bertujuan untuk mengeksplor
siklus pembuatan CP serta utilisasi pelayanan kesehatan yang diberikan sehingga
menimbulkan tagihan baik pada periode sebelum maupun sesudah implementasi CP.
Metode kualitatif digunakan untuk menjelaskan tahapan dalam pembuatan CP dan
metode kuantitatif digunakan untuk mengeksplor utilisasi layanan dan tagihan yang
ditimbulkan serta melihat signifikansi implementasi CP terhadap utilisasi pelayanan dan
billing. Simulasi INA-CBG juga dilakukan akibat temuan dalam penelitian. Adapun
data yang digunakan dalam studi adalah data dari sistem informasi rumah sakit, billing
dan rekam medis.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan tidak adanya signifikansi/perubahan
pada utilisasi pelayanan secara statistik p-value <0.05 antara kelompok pada periode
sebelum dan sesudah implementasi CP melalui Uji T dan Uji non parametric Mann-
Whitney U dengan tingkat kepercayaan 95%. Namun secara substansi terjadi perubahan
tagihan pasca implementasi clinical pathway Typhoid fever dari Rp. 4,269,051
meningkat menjadi Rp. 5,225,384. Setelah dilakukan penyesuaian obat yang berfungsi
terapeutik dan simtomatik terhadap Typhoid fever, maka total tagihan menjadi Rp.
4,771,016 dan meningkat menjadi Rp. 5,959,796. Proses pencatatan diagnosis di dalam
rekam medis menjadi isu di RS PMI Bogor. Dengan adanya potensi undercode yang
mempengaruhi severity level kasus INA-CBGs (A-4-14), rumah sakit berpotensi
kelilangan sebesar Rp. 485,200 hingga Rp. 1,450,400.
Read More
T-5650
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jeremy Andreas Hasoloan Oscar P; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Zakianis, Desy Mery Dorsanti
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi dengan gejala berupa demam, lemas, batuk ringan, sembelit, ketidaknyamanan perut, sakit kepala, dan muntah.Kasus demam tifoid di Kota Jakarta Timur menjadi yang tertinggi dari 6 kabupaten/kota yang berada di Provinsi DKI. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan (jamban sehat), faktor invidu (usia), faktor iklim (curah hujan), dan faktor kependudukan (kepadatan penduduk) dengan proporsi kasus demam tifoid di Kota Jakarta Timur pada tahun 2020 - 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan studi ekologi dengan uji korelasi. Hasil: Proporsi demam tifoid di Kota Jakarta Timur memmpunyai persebaran yang fluktuatif dengan penurunan pada tahun 2021 dan peningkatan pada tahun 2023. Proporsi demam tifoid pada kota Jakarta Timur memiliki nilai total sebesar 2,34 % dan lebih tinggi proporsi demam tifoid di DKI Jakarta sebesar 0,2 % dengan proporsi tertinggi terdapat pada Kecamatan Pasar Rebo sebesar 0.17 %, dan proporsi demam tifoid terendah terdapat pada Kecamatan Jatinegara dan Cakung sebesar 0,02 %. Pada penelitian ini, faktor resiko yang berkaitan dengan kejadian demam tifoid meliputi variabel usia (p = 0.000) dan curah hujan (p = 0.003). Kesimpulan: Proporsi demam tifoid di Kota Jakarta Timur Tahun 2020 – 2023 mencapai 2,34 % dan lebih tinggi dari proporsi demam tifoid di DKI Jakarta. Faktor resiko demam tifoid yang terjadi di Kota Jakarta Timur, antara lain curah hujan dan usia. Saran: Pemerintah dan masyarakat dapat berkolaborasi untuk meningkatkan higiene dan sanitasi makanan di perumahan dan lingkungan sekolah
Background: Typhoid fever is a disease caused by the bacterium Salmonella typhi, with symptoms including fever, weakness, mild cough, constipation, abdominal discomfort, headache, and vomiting. The incidence of typhoid fever in East Jakarta is the highest among the six districts/cities in the DKI Jakarta Province. Objective: This study aims to analyze the relationship between environmental factors (sanitary latrines), individual factors (age), climate factors (rainfall), and demographic factors (population density) with the proportion of typhoid fever cases in East Jakarta from 2020 to 2023. Methods: This study uses an ecological study with correlation tests. Results: The proportion of typhoid fever in East Jakarta City has shown a fluctuating distribution, with a decrease in 2021 and an increase in 2023. The proportion of typhoid fever in East Jakarta City is 2.34%, which is higher than the proportion in DKI Jakarta at 0.2%. The highest proportion of typhoid fever is in the Pasar Rebo District at 0.17%, while the lowest proportions are in the Jatinegara and Cakung Districts at 0.02%. In this study, risk factors related to typhoid fever incidence include age (p = 0.000) and rainfall (p = 0.003). Conclusion: The proportion of typhoid fever in East Jakarta City from 2020 to 2023 reached 2.34%, which is higher than the proportion of typhoid fever in DKI Jakarta. The risk factors for typhoid fever in East Jakarta City include rainfall and age. Recommendations: The government and the community can collaborate to improve food hygiene and sanitation in residential and school areas.
S-11623
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
