Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fennia Herma Yunita; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Mila Tejamaya, Agus Triyono, Heny D. Mayawati
Abstrak: Kasus gangguan otot akibat kerja (GOTRAK) mempunyai proporsi 45% - 91% Penyakit Akibat Kerja (PAK) tertinggi di berbagai negara (Eurostat,2004; Aweto 2015). Postur kerja janggal merupakan penyebab utama terjadinya GOTRAK. Industri Proses kimia merupakan salah satu jenis industri yang banyak ditemukan postur kerja janggal. Penelitian ini membahas lebih mendalam tentang faktor risiko terjadinya postur janggal sebagai informasi dan dasar model perbaikan ergonomi di PT. X. Faktor risiko yang diteliti adalah faktor individu, pekerjaan dan desain tempat kerja. Penelitian ini bersifat kualitatif analisis deskriftif pendekatan observasional, Instrument yang digunakan adalah Rapid Entire Body Assessment (REBA) dengan wawancara, observasi dan pengukuran. Penelitian dilakukan pada 2 (dua) stasiun kerja yaitu reaksi Toluenesulfonyl Hydrazide (TSH) dan Azodicarbonamide (ADCA). Hasil telitian mendapatkan postur kerja paling berisiko adalah pada aktivitas penimbangan dan pengepakan Azodicarbonamide di stasiun kerja ADCA dengan skor 15. Perbaikan dengan rotasi kerja, variasi kerja , pelatihan ergonomi serta penyediaan alat bantu sangat disarankan untuk mengatasi postur kerja janggal.

Musculoskeletal disorders (MSDs) have the highest proportion of 45% - 91 % in most countries (Eurostat,2004; Aweto 2015). Awkward posture is the main cause of this MSDs. Chemical Process Industry is one work station in which awkward work posture is often found. The present study discusses more thoroughly on risk factor on awkward posture as information and basic model for ergonomic improvement at PT X. The risk factors studied included risk factor of individual, work and workplace design. This study uses descriptive qualitative analysis using oberservational approach. Instrument used was Rapid Entire Body Assessment (REBA) with interview, observation and measurement. The study was conducted at 2 (two) work stations namely Toluenesulfonyl Hydrazide (TSH) and Azodicarbonamide (ADCA) reaction. Research result revealed that the most risky work posture was in weighing and packaging activity of Azodicarbonamide in the ADCA work station with score of 15. Improvement using work rotation, work variation, ergonomic training and provision of tools is highly recommended to overcome awkward posture.
Read More
T-5201
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dita Maharani Kusumaningrum; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Baiduri Widanarko, Wisnu Wardhana
Abstrak: Skripsi ini membahas terkait kesesuaian desain stasiun kerja, postur kerja dangambaran keluhan pada sistem otot rangka pada pengguna komputer di kantor pusatPT X Jakarta tahun 2016. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitiandeskriptif dengan desain penelitian cross sectional yaitu dilakukan dengan caramengobservasi kesesuaian desain stasiun kerja (kursi, meja, monitor, keyboard danmouse, dan telepon) dengan standar yang berlaku (OSHA) menggunakan alat ukurberupa checklist, observasi postur kerja dan menilai tingkat risiko ergonomipengguna komputer menggunakan metode ROSA (Rapid Office StrainAssessment), melihat gambaran keluhan pada sistem otot rangka dengan melakukanwawancara dan pengisian kuesioner CMDQ (Cornell Musculoskeletal DiscomfortQuestionnaire). Sehingga dari hasil penelitian dapat digunakan sebagai acuantindakan perbaikan dan pengendalian berdasarkan hirarki pengendalian risikoterhadap ketidaksesuaian desain stasiun kerja dan postur kerja serta masalahkeluhan pada sistem otot rangka yang dialami oleh karyawan.
This research describes about the workstation design compliance, work posture, anddescription of musculoskeletal system symptoms among computer users at headoffice of PT X Jakarta year 2016. The research was carried out by using descriptivemethod and cross sectional as design study, by observing the workstation design(chair, desk, monitor, keyboard and mouse, and telephone) compliance against therespective standard (OSHA) using observation checklist as measurement tool, theobservation of work posture and the level of work posture risk among the computerusers were conducted by using ROSA (Rapid Office Strain Assessment) method, toget brief description of musculoskeletal system symptoms was by interviewing therespondent and completing CMDQ (Cornell Musculoskeletal DiscomfortQuestionnaire). Therefore, from this research, it may be used as reference todetermine the corrective action and control measure based on hierarchy of riskcontrol related to nonconformity of work station design, work posture and the issueof musculoskeletal system symptoms.
Read More
S-9144
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Dewi Gustiyani; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Heny Dwiretno Mayawati
S-9382
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Risfian Noor; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Baiduri, Helmi Najamuddin, Irma Setiawaty
Abstrak: Aktifitas pegawai PT PLN UIP X yang berada di kantor induk adalah melakukan kegiatanadministrasi proyek, dimana sebagian besar waktu kerja berada dalam ruangan denganbekerja menggunakan komputer. Jam kerja pegawai adalah selama 8 jam sehari (denganmasa istirahat selama 1 jam) dan 5 hari dalam seminggu.. Dengan pola kerja seperti itu,apabila cara kerja (postur dan durasi kerja), peralatan kerja yang digunakan (kursi, meja,penempatan peralatan komputer), tata letak dalam ruang kerja (gedung kantor, workstation),dan lingkungan kantor (suhu, kelembaban, pencahayaan, bakteri di ruangan) yang tidakmemenuhi syarat serta dipengaruhi oleh karakteristik individu pegawai (usia, jenis kelamin,masa kerja dan kebiasaan olahraga) maka berpotensi terkena dampak risiko ergonomi, yaitumusculoskeletal disorders (MSDs), stres kerja dan kelelahan. Penelitian dilakukan terhadap52 orang responden dimana keluhan dilihat dari masing-masing karakteristik individupegawai. Keluhan MSDs diukur menggunakan kuesioner Nordic Body Map, keluhan stresskerja diukur dengan kuesioner DASS 42 dan keluhan kelelahan diukur dengan kuesionerIFRC. Hasil penelitian menunjukan bahwa keluhan MSDs merupakan keluhan terbanyakpada pegawai dengan rata-rata keluhan 17,17%, dimana bagian tubuh yang paling banyakdikeluhkan adalah sakit leher atas 50%, sakit bahu kanan 42,31%, sakit pinggang 42,31%,sakit pungung 38,46%, sakit leher bagian bawah 34,62% dan sakit bahu kiri 30,77%. Dilihatdari karakteristik individu diperoleh data keluhan MSDs sebagai berikut: wanita lebih banyakmengeluh daripada laki-laki, pegawai berusia > 35 tahun lebih banyak mengeluh dari padapegawai berusia < 35 tahun, pegawai dengan masa kerja > 10 tahun lebih banyak mengeluhdari pada masa kerja < 10 tahun, dan pegawai yang tidak berolahraga lebih banyak mengeluhdari pada pegawai yang rutin berolahraga. Sedangkan keluhan kelelahan relative kecil rata-rata 6,86% dan stres hanya ada pada kategori stress ringan dengan rata-rata 11,54%.Kata kunci: Pegawai PLN UIP X, kantor, postur kerja, peralatan kerja, lingkungan kerja,karakteristik individu, musculoskeletal disorders.
Employees activities of PT PLN UIP X which are in the main office is conducting a projectadministration, where the majority of working time to be in the room to work using acomputer. Working hours by employees is 8 hours a day (with a period of rest for 1 hour) and5 days a week. With such a work pattern, if ways of working (postures and duration), workequipment used (chairs, tables, equipment placement computer), the layout of the workspace(office building, workstation), and the office environment (temperature, humidity, lighting,bacteria in the room) are not eligible and is influenced by the individual characteristics ofemployees (age, gender, working life and exercise habits ) then potentially affected byergonomic risk, i.e. musculoskeletal disorders (MSDs), job stress and fatigue. Researchconducted on 52 respondents where complaints seen from the individual characteristics ofeach employee. MSDs complaint was measured using a questionnaire Nordic Body Map,complaints of job stress was measured by a questionnaire DASS 42 and the fatigue wasmeasured by a questionnaire IFRC. The results showed that MSDs are the biggest complaintof employees with an average of 17.17%. The most complained of part of the body is theneck pain over with value of 50%, and then the right shoulder pain 42.31%, the lumbago42.31%, the back pain 38.46%, the neck pain lower 34.62% and the left shoulder pain30.77%. Judging from the individual characteristics obtained complaint data MSDs asfollows: women complain more than men, employees aged > 35 years more complaining thanemployees aged < 35 years, employees with working life > 10 years more complaining thanworking life <10 years, and employees who do not exercise more complaining thanemployees who regularly exercise. While fatigue is relatively small on average 6.86% whilethe stress only in the category of mild stress by an average of 11.54%.Key word: Employees of PLN UIP X, office, work posture, work equipment, officeenvironment, individual characteristic, musculoskeletas disorders.
Read More
T-4576
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive