Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anita Yulvina; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Martya Rahmaniati, Yudianto, Noviani
Abstrak:

ABSTRAK

Rumah sakit sebagai institusi pelayanan umum, membutuhkan sistem informasi yang tepat dan akurat serta cukup memadai untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien. Pelayanan rumah sakit tersebut termasuk pelayanan laboratorium. Masalah dalam sistem informasi laboratorium di RSUD Pringsewu adalah input yang manual, proses belum otomatisasi dan output belum tepat waktu dan tidak akurat. Tujuan studi untuk mengembangkan model sistem informasi di instalasi laboratorium, sehingga tersedia data dan informasi untuk mendukung evaluasi pelayanan bagi pihak manajemen. Metode menggunakan model incremental and iterative yaitu menggabungkan elemen-elemen dalam model urutan System Development Life Cycle (SDLC) dengan filosofi iterative. Tahapannya yaitu analisis, desain, pengkodean, dan ujicoba. Analisis dilakukan berdasarkan hasil wawancara mendalam menggunakan kuesioner terhadap beberapa informan, telaah dokumen dan observasi pada instalasi laboratorium. Prototype dirancang menggunakan bahasa pemrograman PHP yang bersifat open source. Sistem informasi diharapkan menghasilkan informasi yang cepat, tepat dan akurat yang dapat digunakan pihak manajemen dalam pengambilan keputusan untuk melakukan evaluasi pelayanan.


ABSTRACT

Hospital as a public service institution, requires precise and accurate information systems, as well as sufficient to improve services to patients. The hospital services including laboratory services. Problems in laboratory information systems in Pringsewu hospitals are manual input, unautomation process and output have not been on time and accurate. Studies aim to develop model of information systems in laboratory installation, so available data and information to support service evaluation for the management. The method uses incremental and iterative models which combine the elements in the model order of the System Development Life Cycle (SDLC) with the iterative philosophy. Stages: analysis, design, coding, and testing. Analysis is performed based on the results of in-depth interviews using questionnaires to some informants, document review and observations on a laboratory installation. Prototype is designed using PHP programming language that is open source. Information system is expected to produce information quickly, precisely and accurately which can be used in management decision-making to evaluate the service.

Read More
T-3828
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rika Risalam Mahdur; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Prastuti C. Soewondo, E. Dyah Noviani
Abstrak: Berkembangnya penggunaan telepon seluler di era saat ini mendorong potensi melakukan self-management dengan mobile health (mHealth). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum pengaruh penggunaa mHealth dalam self-management pada diabetes mellitus tipe 2 di Asia Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan basis data Pubmed, PMC, dan Science Direct pada tahun 2017 hingga 2021. Hasil pencarian yang memenuhi kriteria inklusi adalah Indonesia, Singapura, dan Thailand. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan mHealth dalam self-management diabetes tipe 2 terhadap hasil klinis penurunan kadar HbA1c pada penderita diabetes mellitus tipe 2 sebesar 0,5% hingga 1,3% maupun perubahan perilaku seperti peningkatan efikasi diri, peningkatan pemantauan glukosa darah, perubahan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, kepatuhan minum obat, perbaikan kualitas dan jam tidur, serta peningkatan frekuensi perawatan kaki.
Read More
S-10744
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Apreh Ristanasari; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Prastuti Soewondo, Wachyu Sulistiadi, Suyono, Noviani
Abstrak:
Covid-19 berdampak pada berbagai aspek sehingga perlu upaya pengendalian. Selain melakukan protokol kesehatan maka perlu vaksinasi. Cakupan vaksinasi covid-19 dosis ketiga di Indonesia masih rendah sebesar 37,99%. Cakupan Provinsi Lampung masih rendah sebesar 28,58%. Provinsi Lampung juga berisiko tinggi apabila dilihat dari angka CFR covid-19 sebesar 5,59%. Berbagai strategi dilakukan untuk upaya percepatan vaksinasi dengan melibatkan berbagai aktor namun cakupan masih rendah. Dari studi pendahuluan diketahui bahwa terdapat hambatan pada unsur fungsi manajemen. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi manajemen program vaksinasi covid-19 dari penyedia layanan yang mempengaruhi cakupan vaksin covid-19 dosis ketiga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian Rapid Assesment Procedures (RAP). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh aspek kontek meliputi pembiayaan, logistik vaksin, regulasi serta sarana dan prasarana terhadap cakupan vaksin covid-19 dosis ketiga. Terdapat pengaruh mekanisme dalam aktor meliputi pelaksanaan, pencatatan pelaporan, monitoring dan evaluasi serta koordinasi terhadap cakupan vaksin covid-19 dosis ketiga. Diketahui pada aspek hasil masih rendah yaitu rata-rata pemakaian vaksin perhari sebesar 277 dosis dan cakupan vaksin dosis ketiga sebesar 28,58%. Kesimpulan Peningkatan cakupan vaksinasi covid-19 dosis ketiga di Provinsi Lampung terkendala oleh manajemen program penyedia layanan terutama dari aspek pembiayaan, logistik vaksin, regulasi, koordinasi, pencatatan, dan pelaporan

Covid-19 has an impact on various aspects so it needs control efforts. In addition to carrying out health protocols, it is necessary to vaccinate. Coverage of the third dose of Covid-19 vaccination in Indonesia is still low at 37.99%. Lampung Province coverage is still low at 28.58%. Lampung Province is also at high risk when viewed from the CFR co-19 figure of 5.59%. Various strategies have been implemented to accelerate vaccination by involving various actors but the coverage is still low. From the preliminary study it is known that there are obstacles to the elements of the management function. The purpose of this study was to identify the management of the covid-19 vaccination program from service providers that affect coverage of the third dose of the covid-19 vaccine. This study used a qualitative research method with the type of Rapid Assessment Procedures (RAP) research. The results of this study indicate that there is an influence of context aspects including financing, vaccine logistics, regulations and facilities and infrastructure on the coverage of the third dose of the covid-19 vaccine. There is the influence of mechanisms within actors including implementation, recording of reporting, monitoring and evaluation as well as coordination of coverage of the third dose of the covid-19 vaccine. It is known that the yield aspect is still low, namely the average use of vaccine per day is 277 doses and the third dose vaccine coverage is 28.58%. Conclusion Increasing coverage of the third dose of covid-19 vaccination in Lampung Province is constrained by program management of service providers, especially from the aspects of financing, vaccine logistics, regulation, coordination, recording and reporting.
Read More
T-6651
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ngabila Salama; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Ede Surya Darmawan, Pujiyanto, Noviani Br. Gultom, Aditya S. Saragih
Abstrak: Puskesmas Kecamatan Duren Sawit menerima rata-rata kunjungan pasien hipertensisebanyak 1161 pasien JKN dengan rata-rata 19,6% akan dirujuk ke fasilitas kesehatantingkat lanjut dalam kurun waktu satu bulan. Tujuan penelitian untuk mengevaluasiefektivitas Puskesmas Duren Sawit sebagai gatekeeper dalam penanganan pasienhipertensi peserta JKN 2016. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif denganmelakukan wawancara mendalam kepada petugas terkait dan FGD kepada pasienhipertensi. Kerangka pikir dasar penelitian dengan menganalisis unsur fasilitas kesehatandan unsur pasien. Hasil penelitian menunjukkan puskesmas belum melakukanpenanganan pasien JKN penderita hipertensi secara komprehensif. Hal ini ditunjukkandengan belum adanya poliklinik khusus PTM, SOP khusus penanganan hipertensi,kurangnya promosi kesehatan terkait hipertensi di luar dan di dalam gedung, serta belummemanfaatkan sistem informasi manajemen dalam penanganannya. Penelitian inimenyimpulkan bahwa keputusan untuk merujuk karena adanya komplikasi pasien,kurangnya ketersediaan obat, sarana pendukung yang kurang optimal, dan kurangnyapromosi kesehatan. Bagi puskesmas agar mengembangkan skema penanganan pasienhipertensi lebih komprehensif, bagi BPJS kesehatan agar dapat memberikan rewardkepada puskesmas bila melakukan penanganan penderita hipertensi secara kontinu, sertadinas kesehatan berkomitmen untuk mengembangkan program KPLDH.Kata Kunci: Gatekeeper, rujukan, obat, tenaga kesehatan, BPJS Kesehatan, promosikesehatan, SOP, komplikasi, KPLDH
Public Health Center of Duren Sawit receives an average visit hypertensive patients asmany as 1161 patients JKN which average 19.6% of them were referred to hospital inone month. The aim of research is to evaluate the effectiveness of Public Health Center ofDuren Sawit as Gatekeeper in the treatment of patients with hypertension on participantsof JKN 2016. This study used a qualitative method by conducting in-depth interviews toofficers and FGD related to patients of hypertension. Frame of basic research byanalyzing the elements of health facilities and elements of the patient. The results showedhealth centers have not made the treatment of patients with hypertension JKNcomprehensively. This is indicated by the absence of a special poly PTM, SOP ofhypertension management, lack of health promotion related to hypertension outside andinside the building, and also management information systems have not handledproperly. This study concludes referral of patient due to decisions of patient,complications problem, lack availability of the drug, less optimal of support, and lack ofhealth promotion. Public Health Center should be develop a scheme for the treatment ofpatients with hypertension with more comprehensive, BPJS of health should be providerewards to Public Health Centers after success handling patients with hypertension iscontinuously, and the health department should be commit to develop KPLDH program.Kata Kunci: Gatekeeper, referral, medicine, clinics, BPJS of Health, health promotion,SOP, complication, KPLDH.
Read More
T-5097
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Via Dolorosa Halilintar; Promotor: Budi Hidayat; Kopromotor: Lusy Noviani, Purwantyaty; Penguji: Dwi Gayatri, Pujiyanto, Santi Purna Sari, Didik Setiawan, Mururul Aisyi
Abstrak:
Kanker pada anak merupakan masalah kesehatan yang serius karena berdampak tidak hanya pada kelangsungan hidup, tetapi juga kualitas hidup anak dan keluarganya. Instrumen penilaian Health-Related Quality of Life (HRQoL) yang tersedia, seperti EQ5D-Y dan PedsQL, belum sepenuhnya mampu menangkap pengalaman spesifik anak dengan kanker di Indonesia. Di sisi lain, ketersediaan data yang menghubungkan luaran kualitas hidup dengan biaya pengobatan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi instrumen HRQoL baru, yakni PEDIAQoL (Pediatric Experience and Disease-related Impact Assessment–Quality of Life), serta mengaplikasikan nilai utilitas yang diperoleh dari PEDIAQoL pada studi Evaluasi Ekonomi dalam bentuk Analisis-Biaya Utilitas (Cost-Utility Analysis). Penelitian menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan pengambilan data primer di RS Kanker Dharmais selama periode Juli 2025–Februari 2026 pada 219 pasien kanker anak berusia 6–18 tahun beserta orang tua atau caregiver. Instrumen PEDIAQoL dikembangkan berdasarkan tinjauan sistematis dan dievaluasi melalui serangkaian pengujian psikometri. Instrumen versi final terdiri atas enam item dengan struktur unidimensional yang terkonfirmasi, ditunjukkan oleh satu faktor dengan eigenvalue 2,502 yang menjelaskan 41,70% variansi, factor loading berkisar antara 0,536–0,641, konsistensi internal yang baik, serta tidak menunjukkan bias pengukuran berdasarkan jenis kelamin (p = 0,152). Berdasarkan performa psikometrinya, nilai utilitas PEDIAQoL diturunkan melalui pemetaan statistik terhadap EQ5D-Y dengan membandingkan tiga model regresi. Model Ordinary Least Squares (OLS) dipilih sebagai dasar algoritma skoring karena kesesuaian dengan central limit theorema dan sifat linearitas dalam perhitungannya. Pada perbandingan kinerja, PEDIAQoL dan EQ5D-Y terbukti mengukur konstruk HRQoL yang saling berkaitan, tetapi tidak sepenuhnya tumpang tindih. PEDIAQoL lebih sensitif terhadap beban gejala kanker, seperti kelelahan dan nyeri, sedangkan EQ5D-Y lebih menekankan keterbatasan fungsional. Analisis determinan menunjukkan bahwa jenis kanker dan derajat toksisitas (CTCAE Grade) pengobatan merupakan faktor klinis yang paling konsisten memengaruhi biaya medis langsung, kerugian produktivitas, dan skor utilitas. Rerata biaya medis langsung mencapai Rp165.339.238 per responden, sedangkan rerata kerugian produktivitas keluarga sebesar Rp8.796.118 per tahun. Nilai utilitas PEDIAQoL selanjutnya diaplikasikan dalam Cost-Utility Analysis (CUA) yang membandingkan omeprazol dan ranitidin sebagai gastroprotektor pada pengobatan Acute Lymphoblastic Leukemia. Hasil analisis menunjukkan bahwa omeprazol merupakan strategi yang dominan dibandingkan ranitidin, dengan ICER yang konsisten menguntungkan berdasarkan nilai utilitas EQ5D-Y maupun PEDIAQoL. Temuan tersebut tetap stabil pada analisis sensitivitas satu arah, multi-arah, dan probabilistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai utilitas yang dihasilkan oleh instrumen PEDIAQoL dapat digunakan sebagai alternatif yang valid dalam evaluasi ekonomi intervensi kesehatan pada kanker anak.

Childhood cancer is a major public health concern because it affects not only survival but also the quality of life of children and their families. Existing health-related quality of life (HRQoL) instruments, such as the EQ-5D-Y and PedsQL, do not fully capture the disease-specific experiences of children with cancer in Indonesia. In addition, evidence linking HRQoL outcomes with treatment costs remains limited. This study aimed to develop and psychometrically validate a novel HRQoL instrument, the Pediatric Experience and Disease-related Impact Assessment–Quality of Life (PEDIAQoL), and to apply the utility values derived from PEDIAQoL in an economic evaluation using Cost-Utility Analysis (CUA). A cross-sectional study was conducted using primary data collected at Dharmais Cancer Hospital between July 2025 and February 2026 from 219 pediatric cancer patients aged 6–18 years and their parents or caregivers. The PEDIAQoL instrument was developed based on a systematic review and evaluated through a comprehensive psychometric assessment. The final instrument comprised six items with a confirmed unidimensional structure, characterized by a single factor with an eigenvalue of 2.502 explaining 41.70% of the variance, factor loadings ranging from 0.536 to 0.641, good internal consistency, and no evidence of measurement bias across sex (p = 0.152). Utility values were subsequently derived by statistically mapping PEDIAQoL onto the EQ-5D-Y using three regression models. The Ordinary Least Squares (OLS) model was selected as the scoring algorithm because of its consistency with the central limit theorem and its linear additive properties. Comparative analyses demonstrated that PEDIAQoL and EQ-5D-Y measure related but non-identical HRQoL constructs. PEDIAQoL was more sensitive to cancer-specific symptom burden, particularly fatigue and pain, whereas EQ-5D-Y placed greater emphasis on functional limitations. Determinant analyses identified cancer type and treatment toxicity (CTCAE grade) as the clinical factors most consistently associated with direct medical costs, productivity loss, and utility scores. The mean direct medical cost was IDR 165,339,238 per patient, while the mean annual family productivity loss was IDR 8,796,118. The utility values generated from PEDIAQoL were subsequently applied in a CUA comparing omeprazole and ranitidine as gastroprotective agents in the treatment of acute lymphoblastic leukemia. Omeprazole was found to be the dominant strategy over ranitidine, with consistently favorable incremental cost-effectiveness ratios (ICERs) based on utility values derived from both EQ-5D-Y and PEDIAQoL. These findings remained robust in one-way, multi-way, and probabilistic sensitivity analyses. Overall, the findings demonstrate that utility values generated by PEDIAQoL provide a valid alternative for conducting economic evaluations of healthcare interventions in pediatric oncology.
Read More
D-655
Depok : FKM-UI, 2026
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive